10 Strategi Branding Unik Untuk Meningkatkan Merek Anda

Branding merupakan salah satu aktivitas terpenting bagi semua bisnis di dunia. Membangun merek yang kuat di mana orang mudah mengenali Anda, bermanfaat menghubungkan Anda dengan pelanggan lama, menjual kepada pelanggan baru, serta mendorong loyalitas. Ini sebabnya, semua brand butuh strategi branding yang tepat.

Branding memang membutuhkan waktu dan usaha. Meski kadang sudah memikirkan strategi dan merencanakannya dengan matang, namun hal ini tidak selalu berhasil. Anda bisa belajar dari strategi branding yang telah dilakukan orang lain. Ini dia beberapa strategi branding yang unik dan kreatif yang mungkin bisa menginspirasi Anda.

1. Elevasi Culture Perusahaan Anda

Branding yang sudah secara alami Anda miliki dan yang paling terlihat adalah budaya perusahaan (culture organization). Budayalah yang mendefinisikan keunikan dan memberi Anda keunggulan kompetitif. Culture organization perusahaan Anda adalah elemen kunci bagaimana orang “melihat” perusahaan Anda.

Sebagai contoh, Anda bisa melihat Adobe. Perusahaan internasional ini memberikan banyak perhatian kepada kesejahteraan pegawainya. Misalnya dengan memberikan diskon keanggotaan gym, penggantian biaya kuliah, tunjangan cuti panjang,  dan subsidi untuk komuter.

Karyawan bahkan menerima paten untuk ide-ide mereka dan diberikan bonus untuk kreasi tersebut pada jamuan makan tahunan. Culture organization seperti inilah yang membuat strategi branding Adobe berhasil dan membuat masyarakat menghargai brand ini sebagai satu dari yang terbaik di bidangnya. 

Baca juga :

2. Berhentilah Menjual, Jadilah Bermanfaat

Customer tentu tidak ingin diperlakukan seolah-olah Anda hanya membutuhkan uang mereka. Jika Anda mulai berfokus untuk memberikan manfaat, alih-alih mendapat uang, ini merupakan strategi branding yang luar biasa.

Dengan demikian, Anda dapat memberikan keunggulan pada merek Anda sambil membangun kepercayaan. Memprioritaskan keterlibatan berkualitas melalui interaksi yang bermakna dapat menghasilkan pelanggan setia, bahkan terkadang menginspirasi brand religion (loyalitas tingkat tinggi).

Anda bisa mengambil contoh raksasa teknologi Apple, yang memiliki penggemar fanatik di seluruh dunia. Mereka yang sudah Apple-minded ini mengakui manfaat menggunakan brand ini sebagai alat kerja, komunikasi, dan daftar panjang keunggulan lainnya, dibanding produk kompetitornya.

Brand religion inilah yang membuat penggemarnya tidak ingin berpaling menggunakan merek lain, karena sudah tahu keunggulan dan manfaat menggunakan teknologinya, meski harganya cukup mahal dibanding produk kompetitornya.

3. Buat Dan Sebarkan Pesan yang Konsisten

Untuk menentukan nilai dan merek Anda, pesan Anda harus konsisten di semua platform. Semua anggota tim yang mengerjakan branding harus berbicara dalam bahasa yang sama dan mengikuti standar yang sama. Bahkan hal-hal sederhana seperti mengikuti pola grafik yang sama untuk semua iklan, blogging, atau vlogging.

Jika dilakukan secara konsisten, hal ini bermanfaat memberikan rasa akrab pada audiens, serta membuat mereka mempercayai merek Anda.

4. Rangkul Dan Bagikan Kisah Anda

Berbagi kisah adalah cara ampuh untuk menanamkan sisi otentik ke dalam merek Anda. Karena manusia menyukai cerita, menangkap dan berbagi cerita yang terkait dengan layanan atau produk Anda bisa menciptakan ikatan pribadi antara audiens dengan merek Anda.

Anda bisa mengambil contoh dari cara Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX yang sangat inspirasional. Orang mengenalnya sebagai pemuda yang 20 tahun lalu punya mimpi bisa mengajak orang berwisata di luar angkasa.

Dunia kemudian melihatnya selama bertahun-tahun mencoba dan gagal, dan mencoba lagi hingga beberapa tahun lalu SpaceX berhasil dengan misinya: wisata ke luar angkasa. Ini adalah kisah yang inspiratif bagi orang lain.

5. Pentingnya Memberi Kembali

Seperti aspek atau proses lain dalam bisnis Anda, citra merek perusahaan Anda harus berkembang dari waktu ke waktu untuk mencerminkan perubahan tren pasar, harapan konsumen, dan cita-cita kolektif. Di tahun mendatang, menerapkan strategi “memberi kembali” kepada pelanggan, mungkin akan memberi Anda keunggulan kompetitif di pasar.

Sebuah studi menemukan bahwa 70% milenium bersedia membelanjakan lebih banyak untuk brand yang mendukung tujuan amal dibandingkan yang tidak. Contohnya saja perusahaan seperti TOMS, Warby Parker, Bombas, yang terlibat dalam banyak acara charity. Pelanggan modern mendukung merek mereka karena digerakkan oleh misi.

6. CEO Membangun Citra Kuat

Konsumen saat ini dihantam dengan iklan di hampir setiap titik kontak yang memungkinkan. Misalnya saat menelusuri Instagram, di TV, baliho di jalan-jalan, saat mendengarkan streaming musik dan podcast favorit mereka, dan banyak lagi. Selama setiap interaksi ini, konsumen berulang kali diberi tahu betapa pentingnya merek ini.

Sebagai akibat dari paparan yang berlebihan ini, konsumen menjadi tidak peka terhadap gagasan untuk mempercayai apa pun yang ada di logo, iklan, atau papan reklame. Anda bisa mencoba strategi branding menggunakan CEO Infuencer. Pendekatan ini menjadi lebih mudah dengan menjamurnya media sosial dan platform digital lainnya.

Dengan kisah CEO besar seperti Steve Jobs, Elon Musk, Jack Ma, atau Gary Vaynerchuk dan Grant Cardone, yang menginspirasi, satu klik ke LinkedIn atau Instagram saja akan menyoroti betapa populernya pendekatan ini bagi pengusaha sebagai metode untuk menghasilkan brand awereness.

Baca juga :

7. Tentukan Niche Anda

Brand Anda tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Persempit target pasar Anda dengan menawarkan produk atau layanan khusus, atau dengan melayani demografi tertentu.

Misalnya untuk ibu sibuk yang ingin menemukan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat vs. siapa pun yang ingin menemukan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat.

Dengan mempersempit target pasar Anda, audiens pun bisa memilih produk atau layanan “yang pasti pasti saja”. Istilahnya, ada alasan mengapa spesialis bedah otak dibayar lebih dari dokter umum.

8. Jadilah Otentik

Branding bukanlah tipuan, tapi menunjukkan siapa diri Anda. Strategi branding terbaik adalah melakukan apa yang Anda lakukan, jika Anda melakukannya dengan baik, orang akan menginginkan lebih. Jadilah otentik mengenai nilai-nilai yang Anda miliki, dan keterampilan yang Anda kuasai.

Originalitas sangat penting untuk kesuksesan branding. Hindari melebih-lebihkan pesan Anda. Keep it simple dengan fokus tentang siapa Anda dan apa yang Anda kuasai, kemudian sampaikan pesan itu secara ringkas dan jelas. Hal ini akan cukup untuk membuat merek Anda kuat.

9. Harga Terjangkau Tidak Selalu Menjadi Solusi

Banyak brand yang berlomba-lomba memberikan harga yang (jika bisa) lebih rendah dari kompetitor sejenis. Namun, Anda tidak harus selalu mengikuti strategi branding seperti itu. Baik itu dalam bentuk user experience atau bahan dan spesifikasi yang berkualitas lebih tinggi, pelanggan zaman sekarang bersedia membayar lebih.

Faktanya, ada banyak yang konsumen mengatakan mereka akan membayar lebih untuk pengalaman pelanggan yang ramah, bersahabat, serta layanan yang cepat dan efisien. Anda bisa melihat bagaimana produk-produk buatan Apple tidak pernah kehilangan loyalitas dari pelanggannya, meski harganya jauh dibandingkan merek gadget lain.

10. Tunjukkan Pelanggan Apa Manfaatnya Bagi Mereka

Ekspresikan apa untungnya bagi pelanggan Anda saat mereka memilih produk atau layanan Anda. Untuk menyampaikan dengan jelas kepada customer Anda, Anda harus tahu dan tidak berasumsi. Bagaimana caranya? Anda harus mendengar suara mereka, bukan hanya sekadar pemikiran bias Anda.

Ganti asumsi dengan rasa ingin tahu. Tempatkan wawasan pelanggan di atas apa yang nyaman dan tepat untuk bisnis Anda. Lakukan polling, lempar pertanyaan, atau buat even-even di media sosial seperti Live Instagram atau Twitter Spaces, untuk mendapatkan feedback dari mereka.

Umpan balik ini bisa Anda pelajari, untuk meningkatkan produk atau layanan seperti apa yang pelanggan mau. Dengan demikian, mereka akan mengingat Anda sebagai brand yang setia dan mau mendengarkan. Ini merupakan strategi branding berguna bagi kedua belah pihak.

Itulah kesepuluh strategi branding yang unik, yang telah berhasil diterapkan sebagian besar brand lokal maupun internasional. Jadi, sudahkan Anda terinspirasi?

Baca juga :