4 Level Brand Awereness dan Cara Meningkatkannya

Pernahkah Anda mendengar seseorang menyebut “sepeda motor” dengan kata “Honda”, meski mereka tidak benar-benar sedang mengendarai motor bermerek Honda? Atau, ketika ada seseorang berkata “Silakan minum dulu Aqua-nya!”, meski yang disodorkan adalah merek lain?

Inilah yang dapat dilakukan brand awereness pada sebuah merek, yaitu menanamkan dirinya ke dalam gaya hidup konsumen. Artinya, merek itu sudah familiar dan melekat erat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Apa Itu Brand Awereness?

Brand awereness atau kesadaran merek sebenarnya adalah istilah marketing yang menggambarkan tingkat pengenalan konsumen terhadap suatu produk dengan nama merek tersebut. Untuk mengetahui bagaimana brand awereness itu bekerja adalah dengan melihat seberapa familiar masyarakat dengan suatu merek.

Membangun kesadaran merek sangat penting, terutama ketika akan memasarkan dan mempromosikan perusahaan serta produk Anda. Lebih-lebih pada tahap awal bisnis.

Mengapa Brand Awereness Penting?

Kesadaran merek sangat penting untuk kesuksesan bisnis dan tujuan pemasaran secara keseluruhan. Itulah mengapa kesadaran merek sangat penting.

Brand awereness bisa membangun kepercayaan dengan pelanggan Anda, menciptakan asosiasi positif, dan membangun ekuitas merek yang tak ternilai, yang memungkinkan merek Anda menjadi pilihan utama dan satu-satunya dari pelanggan. Secara khusus, ini pentingnya kesadaran merek pada bisnis.

1. Brand Awereness Menumbuhkan Kepercayaan

Di dunia di mana konsumen mengandalkan penelitian ekstensif dan pendapat orang lain sebelum melakukan pembelian, kesadaran merek adalah segalanya. Setelah konsumen terikat dengan merek Anda, mereka cenderung melakukan pembelian berulang tanpa berpikir lagi, yang kemudian bisa naik lagi hingga ke level kepercayaan dan loyalitas.

Baca juga :

2. Brand Awereness Menciptakan Asosiasi

Apakah ketika Anda ingin mengetahui sesuatu, Anda googling di Google? Atau, ketika Anda haus, secara otomatis Anda berkata “Saya mau beli Aqua”. Padahal istilah “googling” bahkan bukan sebuah kata kerja yang benar, dan kata “Aqua” bukanlah kata benda.

Inilah yang dinamakan keberhasilan dari kesadaran merek. Ini terjadi ketika masyarakat tanpa sadar terdorong untuk mengasosiasikan merek Anda menjadi sebuah kata-kata yang akrab dengan kegiatan sehari-hari.

3. Brand Awereness Mendorong Ekuitas Merek

Ekuitas merek menggambarkan nilai merek, yang ditentukan oleh pengalaman konsumen dan persepsi. Pengalaman dan persepsi positif artinya ekuitas brand akan positif, begitu juga sebaliknya. Berikut beberapa nilai yang bisa didapat sebuah merek ketika nilai ekuitas mereka tinggi:

  • Harga yang lebih tinggi karena nilai yang dirasakan lebih tinggi
  • Harga saham yang lebih tinggi
  • Kemampuan untuk memperluas bisnis melalui layanan maupun produk
  • Dampak sosial yang lebih besar karena nilai dari mereknya meningkat

4. Brand Awereness Meningkatkan Penjualan

Bagaimana caranya sebuah merek membangun dan meningkatkan ekuitas merek? Dengan membangun kesadaran merek dan secara konsisten mempromosikan pengalaman positif penggunanya. Brand awereness adalah dasar dari ekuitas.

Begitu konsumen menyadari suatu merek, mereka mulai mengenalinya, mencarinya untuk melakukan pembelian, memutuskan lebih menyukainya daripada merek lain yang serupa, lalu timbul loyalitas. Tingkatan ini bisa berefek domino, dimana pada akhirnya para pelanggan ini bisa merekomendasikan kepada keluarga dan teman.

Apa Saja 4 Level Brand Awereness?

Setiap perusahaan tentu menginginkan masyarakat aware atau mengenal brand-nya. Layaknya Aqua, Google, Honda, dan merek lainnya yang sudah melekat di hati masyarakat Indonesia. Namun untuk mencapai itu semua, ada tingkatan yang harus dijalani.

Secara umum, sebuah perusahaan atau brand akan mengalami keempat level dalam proses kesadaran merek ini. Yaitu:

1. Unware Brand

Setiap perusahaan, baik sudah menjadi korporasi besar maupun start up, pasti pernah atau bahkan sedang mengalami tingkatan ini. Di level unware brand, sebuah merek harus berjuang untuk mendapatkan pengenalan, atau setidaknya customer tahu akan keberadaannya.

Biasanya di titik ini, produk dari sebuah perusahaan belum diketahui atau dikenal oleh konsumen.

Baca juga :

2. Brand Recognition

Memiliki nama lain yaitu aided recall, di level ini customer sudah mulai mengenali sebuah merek. Mereka bisa mengenali salah satu ciri dari sebuah merek, misalnya logo atau warna, meski belum tentu ingat akan nama mereknya.

3. Brand Recall

Pada level ketiga ini, masyarakat sudah bisa mengenali nama sebuah merek, baik dari logo, gambar, maupun bentuk produknya. Normalnya, ingatan seseorang akan sebuah brand tidak banyak, terutama bagi mereka yang jarang menggunakan produk tersebut.

Misalnya, seseorang yang tidak pernah menggunakan laptop, tidak akan familiar dengan merek Lenovo atau Dell. Sementara seseorang yang setiap hari bekerja dengan laptop, tentu lebih akrab akan produk-produk laptop. Ketertarikan akan merek juga menjadi salah satu penentu brand recall ini.

4. Top-Of-Mind Brand

Seperti contoh sebelumnya, ketika seseorang menyebut minuman botol atau gelas dengan nama “Aqua” atau celana jeans dengan sebutan “Levi’s”, maka Anda bisa mengatakan bahwa inilah top-of-mind brand.

Masyarakat umumnya sudah familiar dengan produk-produk yang ada di level ini, sebab kebanyakan dari mereka memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Di tahapan ini, kebanyakan orang akan langsung mengasosisasikan benda yang mereka pakai dengan merek yang menduduki top-of-mind brand ini.

Strategi Meningkatkan Brand Awereness

Setelah mengetahui apa itu brand awereness, tingkatan, dan pentingnya bagi suatu merek, bagaimana strategi untuk meningkatkannya? Anda bisa mencoba tips berikut.

1. Coba Co-marketing

Co-marketing adalah cara tepat untuk untuk membangun kesadaran merek, bukan hanya karena Anda bisa memanfaatkan audiens dari brand lain, namun juga karena Anda memberi “highlight” tentang siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan di pasar.

Misalnya, jika perusahaan Anda menjual buku cerita anak-anak, Anda bisa bermitra dengan aplikasi e-book. Anda bisa membuat kampanye bersama dan memberikan penawaran berdasarkan kesepakatan seperti diskon dan keuntungan lain. Atau membuat digital event bersama, misalnya Twitter Spaces atau Live Instagram bersama.

2. Beriklan di Mana-mana.

Mari flashback ke beberapa bulan lalu ketika brand skincare lokal bernama Ms Glow dengan beraninya beriklan di banyak media, termasuk di baliho New York Times Square. Padahal target pasarnya bukan di sana. Kemudian iklan ini menjadi trending di Twitter, media massa, dan televisi, meski banyak pro dan kontra.

Bahkan kemudian banyak orang mencari tahu merek skincare ini di Google karena viral. Ini bukan cara yang recommended, terutama bagi brand baru yang tidak punya budget terlalu besar. Tapi ini adalah contoh strategi marketing yang brilian.

3. Gunakan Brand Ambassador

Perusahaan kecil mungkin belum bisa melakukan ini. Tetapi jika Anda memiliki anggaran, pertimbangkan untuk menyewa influencer atau juru bicara untuk mewakili perusahaan.

Hal ini memungkinkan si brand ambassador untuk mempromosikan merek Anda, membuat review dan konten di media sosialnya, dan memperluas audiens Anda. Namun Anda juga wajib memperhatikan tips memilih brand ambassador yang tepat untuk merek Anda.

4. Pilih Logo yang Catchy

Apa yang ada di pikiran Anda ketika melihat logo apel yang tergigit? Atau ketika melihat logo centang di kaos sporty? Pasti seketika Anda akan berpikir itu adalah merek Apple dan Nike yang legendaris. Anda bisa memaksimalkan logo dan jargon yang sesuai untuk branding merek Anda.

5. Buat Slogan yang Mudah Diingat

“I’m Lovin It” adalah tagline Mc Donald yang sangat familiar di seluruh dunia. Membuat moto atau slogan singkat merupakan landasan dari strategi brand awareness yang kuat dan merupakan cara mudah dan sederhana untuk meningkatkan brand awareness.

Itulah penjelasan mengenai definisi band awereness, manfaat, dan strategi untuk meningkatkannya, dalam rangka meningkatkan penjualan. Selamat mencoba!

Baca juga :