6 Tahapan Digital Marketing Funnel untuk Kesuksesan Pemasaran

digital marketing funnel

Tahapan pemasaran atau marketing funnel memang sudah bukan istilah baru lagi bagi kita. Namun, bagaimana dengan digital marketing funnel?

Seiring dengan perkembangan teknologi dan tren marketing, digital marketing memang menjadi incaran bagi sebagian besar pelaku bisnis sebagai strategi pemasaran paling jitu. Apalagi menilik dari banyaknya pengguna internet yang kian bertambah dari tahun ke tahun. Sehingga memasarkan produk secara digital menjadi salah satu jenis strategi pemasaran yang sangat efektif.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa faktanya strategi digital marketing tidak bisa langsung memberikan hasil. Hal ini karena ada berbagai tahapan yang harus audiens lalui terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Oleh sebab itu, memahami digital marketing funnel merupakan hal yang harus Anda lakukan agar dapat menentukan strategi marketing yang tepat.

Selain itu, memahami tahapan pemasaran digital ini juga berguna agar Anda dapat menganalisis manfaat dan biaya untuk melakukan kegiatan pemasaran (CBA), guna mendapatkan keuntungan dan pendapatan (revenue) maksimal. Lantas apa itu digital marketing funnel dan apa saja tahapannya?

Apa Itu Digital Marketing Funnel?

Digital marketing funnel adalah model yang menjelaskan beberapa tahapan bagi pelanggan sebelum melakukan pembelian produk. Biasanya, tahapan ini kita kenal pula dengan istilah customer journey atau perjalanan pelanggan. Tahapan ini bermula sejak pelanggan mengenal suatu brand (brand awareness), memutuskan untuk membeli produk, hingga menjadi pelanggan setia yang loyal terhadap brand tersebut (brand loyalty).

Sejatinya, digital marketing funnel ini hampir serupa dengan marketing funnel atau tahapan pemasaran. Hanya saja, tahapan tersebut tidak hanya berlaku secara konvensional, melainkan melalui sarana digital. Model ini berguna untuk merancang perencanaan bisnis serta membuat marketing plan dan marketing strategy yang tepat. Sehingga secara tidak langsung, tahapan pemasaran digital ini bisa menjadi panduan dalam memetakan customer journey pelanggan.

Dengan adanya media digital, kini ada berbagai macam strategi digital yang bisa Anda masukkan dalam tahapan pemasaran. Contohnya adalah penggunaan social media dan social messaging, paid marketing, iklan berbayar, SEO dan SEM, PPC, content marketing, dan lain sebagainya.

Manfaat Digital Marketing Funnel

Tahapan pemasaran secara digital berguna untuk memaksimalkan strategi pemasaran yang bisnis Anda terapkan. Sebab hingga kini, sudah banyak bisnis yang menggunakan digital marketing campaign, namun hanya sedikit yang paham tentang tahapan pemasaran yang dilalui oleh lead atau calon pelanggan. Nah, memetakan strategi digital marketing funnel bisa membantu bisnis mempersiapkan strategi yang tepat di setiap tahapnya.

digital marketing agency

Selain itu, manfaat utama dari menerapkan tahapan pemasaran digital ini adalah bisnis bisa membuat segmentasi yang lebih baik. Serta membuat konten marketing atau iklan dengan pesan yang lebih menarik. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah meningkatkan conversion rate.

Dengan mengetahui strategi yang tepat pada setiap tahapannya, artinya Anda dapat memberikan customer experience yang efektif. Hasilnya, Anda juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan angka retensi pelanggan atau customer retention serta customer satisfaction.

Baca Juga :

Tahapan Digital Marketing Funnel

tahapan digital marketing funnel

Secara garis besar, terdapat enam tahapan digital marketing funnel yang akan pelanggan lalui selama customer journey. Berikut adalah penjelasan keenam tahapan tersebut:

1. Exposure

Tahapan yang pertama adalah exposure. Sesuai dengan namanya, ini merupakan tahap pengenalan brand Anda kepada calon pelanggan. Sebab, tidak mungkin ada calon pelanggan yang langsung membeli produk tanpa mengetahui atau mengenal brand terlebih dahulu.

Tahap exposure ini biasanya menjadi titik awal dari proses marketing, di mana kita mulai beriklan dan berpromosi melalui saluran pemasaran yang tepat. Tahap ini biasanya menggunakan strategi content marketing melalui Search Engine Optimization (SEO). Pasalnya, terdapat 75 ribu pencarian di Google setiap detiknya, sehingga kita harus memanfaatkannya untuk meningkatkan brand awareness.

Mulailah lakukan riset mengenai short-tail keyword (kata kunci) dengan ribuan pencarian tiap bulannya. Anda juga bisa memaksimalkannya dengan memasang iklan seperti Google Ads atau native advertising.

Sehingga, intinya exposure ini merupakan tahapan untuk memperkenalkan brand pada khalayak. Untuk menghasilkan angka exposure yang besar, Anda perlu membuat konten marketing yang menarik perhatian calon pelanggan (sebagai lead magnet). Terapkan pula strategi promosi yang tepat dengan melakukan riset market terlebih dahulu, agar sesuai dengan target pasar.

2. Discovery

Ini merupakan tahap di mana calon pelanggan mulai mencari tahu lebih dalam mengenai brand. Sehingga, Anda harus fokus melakukan lead nurturing untuk meyakinkan mereka. Discovery merupakan tahap lanjutan dari exposure, di mana Anda harus membuat mereka mencari tahu lebih dalam tentang produk yang Anda tawarkan.

Tujuannya adalah membuat pelanggan betah dan semakin penasaran dengan brand. Di sini, pengunjung situs web atau akun media sosial Anda akan berubah menjadi calon pelanggan. Anda harus bisa mengajak pengunjung untuk memberikan informasi kontak mereka. Jangan lupa tetap tekun dan konsisten membuat konten blog yang bersifat edukatif (educational) sehingga calon pelanggan pun mendapat informasi lebih lengkap.

3. Consideration

Sesuai dengan namanya, ini merupakan tahap di mana calon pelanggan melakukan pertimbangan untuk melakukan pembelian produk. Di sini, mereka sudah mengenal brand dan mengetahui keunggulan apa yag brand Anda tawarkan.

Anda harus merancang strategi yang bisa membuat mereka membeli produk. Misalnya, Anda bisa memberitahu keunggulan dan keunikan produk ketimbang milik kompetitor. Anda juga bisa memberikan data, fakta, atau informasi yang membuat pelanggan yakin bahwa mereka harus membeli produk Anda. Contohnya dengan menyertakan testimoni positif dari pelanggan yang sudah membeli produk.

Di tahap consideration ini, Anda juga harus membuka komunikasi atau interaksi dengan pelanggan. Baik melalui email marketing, social media dan social messaging (Instagram, Twitter, Facebook, LinkedIn, hingga Whatsapp dan Telegram), maupun menghubungi langsung melalui kontak customer service. Sebab biasanya calon pelanggan akan bertanya banyak mengenai produk sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian.

Baca Juga :

4. Conversion

conversion

Ini merupakan tahap di mana pembelian terjadi setelah calon pelanggan mempertimbangkan produk Anda. Pada tahap ini, Anda harus membuat konten yang sesuai dengan tujuan bisnis. Strategi yang bisa Anda gunakan adalah membuat personalized ads dan konten landing page yang menarik.

Sebab perlu Anda ingat, landing page harus benar-benar membuat calon pelanggan mau melakukan konversi. Misalnya, tawarkan free trial atau tester dari produk sehingga mereka bisa mencoba produk atau layanan kita dulu. Strategi ini bisa Anda sebut sebagai product-led growth, yakni menonjolkan product value atau keunggulan produk.

Dengan demikian, calon pelanggan bisa mengetahui bahwa mereka akan mendapatkan manfaat dari brand Anda (brand value). Sehingga mereka memiliki peluang besar untuk menjadi pelanggan setia.

5. Customer Relationship

Ini merupakan tahapan penting di mana Anda harus mempertahankan hubungan baik (relationship) dengan pelanggan. Tujuannya adalah agar pelanggan terus menggunakan produk Anda. Selain itu, strategi relationship marketing ini juga sekaligus berguna agar Anda bisa mendapatkan customer feedback atau umpan balik dari pelanggan.

Umpan balik ini bisa Anda gunakan untuk merancang strategi bisnis dan business plan yang lebih baik kedepannya. Dengan perencanaan dan strategi bisnis yang matang, Anda pun dapat melakukan analisis kompetitor, meningkatkan sales growth sekaligus lead conversion dengan maksimal.

Apalagi langkah ini semakin mudah Anda lakukan, mengingat saat ini kita hidup di zaman yang serba canggih. Sehingga Anda bisa menjalin komunikasi dengan pelanggan melalui berbagai macam saluran pemasaran, baik omnichannel maupun multichannel.

6. Customer Retention

Ini adalah tahap terakhir dalam digital marketing funnel yang harus terjadi secara berkelanjutan atau terus-menerus. Retention adalah tahap di mana Anda menarik konsumen untuk kembali melakukan pembelian dalam customer lifecycle. Dengan demikian, Anda bisa mempertahankan pelanggan lama yang berperan penting untuk menjaga perkembangan dan pertumbuhan bisnis.

Supaya pelanggan tetap loyal, Anda harus menjaga hubungan baik dengan mereka. Anda juga bisa menerapkan program customer loyalty program supaya mereka lebih bersemangat melakukan pembelian dan melakukan advocacy pada customer lainnya. Sebab sebagaimana kita ketahui, mempertahankan pelanggan lama jauh lebih menguntungkan ketimbang mencari dan mengakuisisi pelanggan baru (customer acquisition).

Demikian adalah tahapan digital marketing funnel yang perlu Anda ketahui. Ingatlah bahwa melakukan strategi yang tepat pada tiap tahapannya merupakan langkah terbaik agar Anda dapat memaksimalkan pemasaran.

Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.