Jamsil Makin Seru, Seoul Perluas Kawasan Wisata hingga Gang Kuliner Hits Seoul kembali memperluas pilihan kawasan yang bisa dijelajahi wisatawan. Pemerintah Metropolitan Seoul resmi memperbesar Jamsil Special Tourist Zone dengan memasukkan Songridan gil, Bangi Market, dan Bangi Food Alley sebagai bagian dari kawasan wisata khusus tersebut. Kebijakan ini membuat perjalanan ke Jamsil tidak lagi hanya berpusat pada Lotte World, Lotte World Tower, Seokchon Lake, serta Olympic Park.
Perluasan diumumkan pada 27 Agustus 2026. Luas Jamsil Special Tourist Zone bertambah dari 2,31 kilometer persegi menjadi 2,75 kilometer persegi. Tambahan sekitar 0,44 kilometer persegi tersebut mencakup kawasan lokal yang selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi tempat berburu makanan, kafe, hingga aktivitas malam.
Langkah Seoul cukup menarik karena Jamsil sebenarnya sudah menjadi salah satu kawasan wisata paling kuat di bagian tenggara ibu kota Korea Selatan. Pada 2025, kawasan ini dikunjungi sekitar 2,8 juta wisatawan asing. Pemerintah kota sekarang ingin membuat pengunjung tidak sekadar naik ke observatorium, masuk taman hiburan, atau berjalan di sekitar danau, melainkan ikut menjelajahi jalan kecil tempat warga setempat makan dan berkumpul.
Jamsil Tidak Lagi Hanya Tentang Lotte World
Nama Jamsil selama bertahun tahun sangat dekat dengan Lotte World. Kompleks taman hiburan tersebut berada tepat di salah satu pusat transportasi terbesar kawasan ini dan berdampingan dengan Lotte World Mall serta Lotte World Tower.
Seokchon Lake kemudian menjadi titik lain yang mudah dikenali. Danau yang mengelilingi area Lotte World tersebut terkenal sebagai lokasi berjalan kaki, menikmati bunga sakura, melihat instalasi seni, sampai mengambil foto Lotte World Tower dari kejauhan.
Di sisi lain terdapat Olympic Park yang luas, sementara Jamsil Sports Complex menjadi tujuan pertandingan olahraga dan konser berskala besar. Panduan wisata resmi Seoul menggambarkan Jamsil sebagai kawasan yang menggabungkan taman, olahraga, hiburan, belanja, dan kuliner dalam jarak yang relatif dekat.
Masalahnya, perjalanan wisatawan selama ini mudah terkonsentrasi pada lokasi besar tersebut.
Seseorang dapat turun di Jamsil Station, masuk Lotte World, mengunjungi pusat perbelanjaan, lalu pulang tanpa pernah masuk ke jalan lingkungan beberapa ratus meter di sekitarnya.
Pemerintah Seoul kini ingin mengubah pola tersebut.
Songridan Gil Resmi Masuk Kawasan Wisata Jamsil
Songridan gil menjadi nama paling menonjol dalam perluasan terbaru.
Kawasan ini berada di sekitar Baekjegobun ro 43 gil di Songpa gu, tidak jauh dari sisi timur Seokchon Lake. Dari Songpanaru Station di Subway Line 9, pengunjung hanya perlu berjalan beberapa menit untuk masuk ke kawasan tersebut. Panduan resmi Visit Seoul mencatat titik Songridan gil sekitar 328 meter dari Exit 1 Songpanaru Station.
Nama Songridan gil mengikuti pola penamaan jalan populer di Seoul yang menggunakan akhiran ridan gil. Kawasan semacam ini biasanya berkembang karena deretan toko kecil, kafe independen, restoran, toko dessert, serta tempat dengan konsep visual kuat.
Songridan gil mempunyai karakter yang berbeda dibandingkan pusat perbelanjaan besar di seberangnya.
Gedungnya lebih rendah, jalan lebih sempit, dan banyak usaha berada di bangunan kecil yang menyatu dengan lingkungan permukiman.
Kafe Menjadi Daya Tarik Utama Songridan Gil
Wisatawan yang datang pada siang atau sore akan menemukan banyak kafe dengan konsep berbeda.
Ada kafe kecil dengan meja di teras, tempat minum kopi dengan desain minimalis, toko dessert, hingga restoran yang menempati bangunan lama yang diperbarui.
Visit Seoul secara khusus mempromosikan Songridan gil sebagai kawasan untuk menikmati kafe dengan suasana khas sambil berada dekat Seokchon Lake. Pemandangan Lotte World Tower yang muncul di antara bangunan rendah juga menjadi karakter visual yang cukup kuat.
Kombinasi tersebut membuat Songridan gil cocok dimasukkan setelah wisatawan selesai berkeliling danau.
Pagi bisa digunakan mengunjungi Lotte World Tower, siang berjalan di Seokchon Lake, kemudian sore bergerak menuju Songridan gil untuk mencari kopi atau makanan.
Pengunjung tidak perlu berpindah ke distrik lain hanya untuk merasakan suasana jalan kecil Seoul.
โMenurut penulis, daya tarik Songridan gil justru terletak pada perbedaannya dengan Lotte World. Satu sisi Jamsil menawarkan gedung besar dan atraksi terkenal, sisi lainnya memberi pengalaman berjalan tanpa rencana di antara kafe dan restoran kecil.โ
Songridan Gil Cocok untuk Berburu Tempat Baru
Karakter usaha di Songridan gil membuat pilihan tempat dapat berubah cukup cepat.
Gerai yang sedang populer dapat dipenuhi pengunjung pada akhir pekan, sementara kafe baru dapat muncul di antara restoran yang sudah lama beroperasi.
Karena itu, kawasan ini lebih cocok dijelajahi dengan berjalan kaki daripada datang hanya untuk satu alamat.
Wisatawan dapat menyusuri jalan utama kemudian masuk ke cabang jalan yang lebih kecil. Banyak tempat tidak mempunyai fasad besar seperti restoran di mal, sehingga memperhatikan lantai atas dan papan kecil menjadi bagian dari pengalaman.
Pada malam hari, Lotte World Tower yang menyala menciptakan latar yang berbeda.
Visit Seoul mencatat pemandangan malam dari Songridan gil menggabungkan Lotte Tower, kompleks hunian Jamsil, serta suasana Seokchon Lake di sekitarnya.
Bangi Market Membawa Wisatawan ke Pasar Lokal
Area kedua yang ikut dimasukkan adalah Bangi Market.
Bila Songridan gil banyak dikenal melalui kafe dan restoran generasi baru, Bangi Market menawarkan suasana pasar tradisional.
Pemerintah Metropolitan Seoul menyebut pasar ini sebagai tempat wisatawan dapat menemukan makanan lokal serta kehidupan sehari hari masyarakat. Penambahannya ke dalam zona wisata dimaksudkan agar pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih luas daripada sekadar melihat tempat terkenal.
Pasar tradisional di Korea mempunyai karakter yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan.
Pengunjung dapat melihat bahan makanan, makanan siap santap, lauk, produk rumah tangga, serta toko kecil yang melayani warga sekitar.
Wisatawan juga mempunyai kesempatan lebih besar berinteraksi dengan pedagang lokal.
Makanan Pasar Bisa Menjadi Pilihan Setelah Jalan Jauh
Mengunjungi Jamsil sering melibatkan banyak aktivitas berjalan.
Seokchon Lake sendiri mempunyai jalur jalan kaki yang cukup panjang. Olympic Park jauh lebih luas lagi.
Bangi Market dapat menjadi tempat berhenti untuk mencoba makanan setelah aktivitas tersebut.
Pemerintah Seoul juga berencana mendukung kegiatan berbasis makanan di kawasan ini. Salah satu contoh yang disebut adalah Bangi Market Makgeolli Festival, yang menggabungkan pasar dengan pengalaman mencicipi makanan serta minuman tradisional Korea.
Acara seperti ini menjadi bagian dari rencana memperpanjang waktu kunjungan wisatawan hingga malam.
Sebelumnya, wisatawan mungkin meninggalkan Jamsil setelah atraksi utama tutup. Dengan kegiatan makanan dan pasar, pemerintah berharap pengunjung tetap berada di kawasan tersebut lebih lama.
Bangi Food Alley Hidup ketika Hari Mulai Gelap
Area ketiga adalah Bangi Food Alley yang juga dikenal sebagai Bangi Matgol.
Kawasan ini mempunyai deretan tempat makan dalam jumlah besar dan lebih ramai menjelang sore hingga malam.
Panduan resmi Visit Seoul menyebut Bangi Food Street sebagai salah satu titik kuliner utama di Jamsil. Lokasinya bahkan sudah masuk dalam rute wisata jalan kaki resmi Seoul bersama Seokchon Lake dan Olympic Park.
Berbeda dengan Songridan gil yang identik dengan kafe dan tempat bergaya modern, Bangi Food Alley mempunyai karakter kuliner yang lebih luas.
Pengunjung bisa menemukan restoran daging, makanan laut, hidangan Korea, bar, tempat minum, hingga restoran yang buka sampai malam.
Salah satu tempat yang dicatat Visit Seoul adalah Cheonghwa Sushi yang telah lama beroperasi di Bangi Food Alley dan dikenal dengan sashimi serta menu sushi.
Kawasan ini juga mempunyai bar berbasis musik, termasuk tempat dengan konsep piringan hitam yang tercatat dalam panduan wisata resmi Seoul.
Bangi Food Alley Cocok untuk Wisata Malam
Pemerintah Seoul menempatkan aktivitas malam sebagai salah satu alasan penting memperluas kawasan wisata Jamsil.
Targetnya bukan hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga membuat orang tinggal lebih lama.
Setelah menikmati atraksi pada siang hari, wisatawan diharapkan tidak langsung berpindah ke Hongdae, Itaewon, Myeongdong, atau Gangnam untuk makan malam.
Bangi Food Alley menawarkan alternatif dalam kawasan yang sama.
Lampu restoran, papan menu, jalan yang dipenuhi pengunjung, serta Lotte World Tower yang terlihat dari beberapa sudut membuat suasananya sangat berbeda dibandingkan siang hari.
Pemerintah kota secara khusus ingin menghubungkan makan malam dengan pengalaman menjelajahi gang, sehingga aktivitas wisata dapat terus berlangsung setelah matahari terbenam.
Jamsil Ring Tour Akan Menghubungkan Semua Titik
Salah satu bagian utama dalam rencana perluasan adalah Jamsil Ring Tour.
Pemerintah Seoul akan membuat rute berjalan berbentuk sirkular yang menghubungkan berbagai titik utama di kawasan Jamsil.
Rutenya akan mengaitkan atraksi besar seperti Lotte World dan Seokchon Lake dengan Songridan gil, Bangi Market, serta kawasan lokal lain.
Gagasannya sederhana.
Wisatawan tidak lagi melihat setiap tempat sebagai tujuan yang berdiri sendiri. Mereka dapat membangun satu perjalanan yang bergerak dari atraksi besar menuju gang kuliner kemudian kembali ke titik transportasi.
Rute tersebut juga akan dihubungkan dengan Ttareungi, layanan sepeda umum Seoul.
Sepeda dapat membantu ketika wisatawan ingin bergerak ke titik yang lebih jauh tanpa harus masuk kembali ke stasiun kereta bawah tanah.
Seoul Sudah Punya Rute Jalan Kaki Jamsil
Sebelum perluasan terbaru, Visit Seoul sebenarnya sudah mempunyai perjalanan jalan kaki yang memperlihatkan sisi lain Jamsil.
Rute Seoulโs Lost Island dimulai dari Jamsil Station Exit 3, kemudian melewati Samjeondo Monument, Seokchon Lake, Bangi Food Alley, Hanseong Baekje Station, Olympic Park, Mongchon Lake, Olympic Sculpture Park, hingga Seongnae Stream.
Rute tersebut menunjukkan jarak antara wisata kota modern dan peninggalan sejarah Jamsil tidak terlalu jauh.
Lotte World Tower yang sangat tinggi dapat berada dalam satu perjalanan dengan danau, taman, kawasan makanan, serta situs sejarah.
Jamsil Ring Tour yang sedang dikembangkan akan memperluas pola tersebut dengan memasukkan lebih banyak aktivitas ekonomi lokal.
Pembayaran untuk Turis Asing Akan Dibuat Lebih Mudah
Memasukkan pasar dan gang lokal ke dalam zona wisata mempunyai satu persoalan yang harus diselesaikan.
Toko besar biasanya sudah mempunyai menu bahasa Inggris, sistem pembayaran internasional, serta staf yang terbiasa melayani wisatawan.
Usaha kecil belum tentu mempunyai fasilitas serupa.
Pemerintah Seoul karena itu akan memperluas penggunaan menu multibahasa serta sistem pembayaran digital yang dapat digunakan wisatawan asing.
Langkah ini penting karena wisatawan tidak selalu membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Pengunjung juga dapat kesulitan memahami menu restoran kecil ketika hanya tersedia tulisan Korea tanpa foto.
Penyediaan pilihan bahasa membuat pengalaman masuk ke restoran lokal tidak terasa terlalu membingungkan.
Gang Lokal Diharapkan Mendapat Bagian dari Belanja Wisatawan
Jamsil sebelumnya telah mempunyai arus wisatawan yang sangat besar.
Sekitar 2,8 juta pengunjung asing datang ke kawasan tersebut sepanjang tahun lalu. Namun, sebagian besar aktivitas ekonomi mudah terkonsentrasi pada atraksi dan pusat komersial besar.
Dengan memperluas zona, Seoul ingin aliran tersebut bergerak ke usaha kecil.
Kafe independen, restoran keluarga, toko pasar, dan usaha malam diharapkan menerima lebih banyak pengunjung dari luar Korea.
โPerluasan Jamsil terasa menarik karena Seoul tidak sedang membangun atraksi raksasa baru. Kota ini justru mencoba membuat wisatawan melihat bahwa gang kecil di belakang destinasi terkenal juga layak dijadikan tujuan.โ
Bangi Market Bakal Didorong Lewat Festival Lokal
Festival menjadi salah satu cara yang disiapkan pemerintah untuk membawa pengunjung masuk ke kawasan pasar.
Bangi Market Makgeolli Festival disebut langsung dalam rencana pemerintah kota.
Makgeolli merupakan minuman beras tradisional Korea yang mempunyai hubungan kuat dengan budaya makan lokal.
Dengan menggabungkan festival, pasar, dan makanan, wisatawan dapat memiliki alasan datang pada tanggal tertentu, bukan hanya kebetulan melewati kawasan tersebut.
Pola ini juga memberi kesempatan kepada pedagang kecil ikut masuk ke kalender acara wisata Seoul.
Pemerintah tidak hanya menempatkan pasar sebagai lokasi belanja kebutuhan warga, tetapi juga sebagai ruang pengalaman budaya.
Saemaeul Market Bisa Menjadi Tambahan bagi Penggemar Street Food
Walau tidak termasuk tiga kawasan baru yang diumumkan dalam perluasan terbaru, wisatawan yang menyukai pasar dapat bergerak ke Saemaeul Market yang masih berada di Songpa gu.
Pasar ini dekat Jamsil Baseball Stadium dan populer sebelum maupun setelah pertandingan.
Visit Seoul mencatat banyak makanan tersedia dengan harga umumnya di bawah 10 ribu won, termasuk tteokbokki, mandu, hasil pertanian, serta dakgangjeong. Area tersebut juga telah direnovasi dengan atap serta bagian jalan yang dibuat lebih nyaman untuk pejalan kaki.
Saemaeul Market dapat menjadi pilihan tambahan bagi wisatawan yang ingin membandingkan beberapa karakter pasar dalam satu wilayah Seoul.
Waktu Berkunjung Bisa Diatur dari Siang sampai Malam
Perluasan terbaru membuat Jamsil lebih mudah dirancang sebagai perjalanan sehari penuh.
Pagi dapat dimulai di Olympic Park ketika suhu masih relatif nyaman. Setelah itu pengunjung bisa bergerak menuju Lotte World Tower atau Seokchon Lake.
Menjelang sore, Songridan gil menjadi pilihan untuk mencari kafe.
Saat waktu makan malam tiba, perjalanan dapat diteruskan menuju Bangi Market atau Bangi Food Alley.
Susunan tersebut mengikuti arah yang sedang didorong Pemerintah Metropolitan Seoul, yakni membuat wisatawan tidak sekadar datang untuk satu atraksi lalu meninggalkan kawasan.
Jamsil ingin dibentuk sebagai wilayah tempat orang berjalan, makan, berbelanja, dan menikmati aktivitas sampai malam.
Wisatawan Tetap Perlu Memperhatikan Warga Lokal
Meningkatnya jumlah turis juga membawa persoalan bagi lingkungan permukiman.
Songridan gil dan sebagian kawasan Bangi tidak berada di kompleks wisata tertutup. Restoran dan kafe berdampingan dengan rumah, apartemen, serta kehidupan warga.
Pemerintah Seoul sudah mengantisipasi persoalan berupa kebisingan, sampah, dan parkir.
Kota berencana membangun sistem pengelolaan lingkungan yang melibatkan warga serta pemilik usaha agar pertumbuhan jumlah wisatawan tidak membuat kualitas kehidupan masyarakat sekitar menurun.
Bagi pengunjung, aturan sederhana seperti tidak berbicara terlalu keras pada malam hari, tidak meninggalkan sampah, dan tidak menghalangi akses rumah warga menjadi semakin penting ketika menjelajahi gang.
Jamsil Kini Menawarkan Dua Wajah Seoul dalam Satu Kawasan
Perluasan kawasan wisata membuat Jamsil mempunyai kombinasi yang jarang ditemukan dalam jarak sedekat ini.
Di satu sisi berdiri Lotte World Tower dengan ketinggian dan pusat perbelanjaan berskala besar. Di sisi lain terdapat Songridan gil dengan kafe kecil, Bangi Market dengan kehidupan pasar lokal, serta Bangi Food Alley yang semakin hidup setelah malam tiba.
Wisatawan dapat berpindah dari kawasan yang sangat modern menuju jalan lingkungan hanya dengan berjalan atau menggunakan transportasi umum.
Jaringan kereta bawah tanah juga cukup kuat. Jamsil Station dilayani Line 2 dan Line 8, Songpanaru Station berada di Line 9, sedangkan beberapa titik Bangi dapat dicapai melalui Line 5, Line 8, maupun Line 9 tergantung tujuan. Panduan Visit Seoul mencatat Songridan gil salah satunya mudah dicapai dari Songpanaru Station Exit 1.
Ketika Jamsil Ring Tour selesai dikembangkan dan dukungan Ttareungi diperluas, wisatawan akan mempunyai lebih banyak pilihan untuk bergerak tanpa kendaraan pribadi.
Malam kemudian dapat ditutup di Bangi Food Alley, memilih restoran berdasarkan antrean yang terlihat ramai, mencoba hidangan Korea, lalu berjalan kembali ke arah Seokchon Lake ketika Lotte World Tower sudah menyala di atas kawasan Jamsil.


Comment