6 Langkah Menerapkan AAARRR Pirate Metrics

aarrr pirate metrics adalah

Apakah dalam berbisnis selama ini Anda pernah mendengar ada matrik bernama AAARRR Pirate Metrics? Ini adalah salah satu matrik yang tidak boleh Anda abaikan ketika Anda ingin memiliki bisnis yang berkembang dengan cepat.

Apa itu AAARRR Pirate Metrics?

AAARRR Pirate Metrics dibuat oleh Dave McClure dan dibagikan pada tahun 2007. AAARRR Pirate Metrics adalah alat untuk membantu memvisualisasikan model bisnis menjadi potongan-potongan kecil di mana Anda dapat memusatkan perhatian bisnis Anda untuk berkembang.

Alasan disebut AAARRR Pirate Metrics adalah karena huruf pertama ditulis sebagai AARRR (Bajak laut sering bilang AARRR!!!!). AAARRR di sini adalah singkatan dari 6 zona:

Awareness

Setiap interaksi sebelum Anda mengetahui siapa yang akan berinteraksi dengan bisnis Anda. Contoh matriksnya dapat dihasilkan dari Jumlah pengunjung/Visitor, CTR, Jumlah tayangan, Kesan sosial, dan matrik perilaku pengguna (waktu di halaman, bounce rate, Pages per session, dan Persentase pengunjung baru vs pengunjung kembali ).

Dan Anda dapat menemukan metrik ini melalui mesin pencari, CMS website yang Anda gunakan, Google Analytics, platform media sosial, dan tools SEO seperti SEMrush.

Baca Juga :

Acquisition

Bagaimana pelanggan/pengguna datang ke situs web atau toko Anda?

Untuk matriksnya dapat dihasilkan dari: Visit-to-lead conversion rate, Kontak yang dihasilkan, Lead yang dihasilkan, MQL, SQL, CQL, dan peluang yang dihasilkan dan tingkat keterlibatan sosial ( Shares, Likes, Comments ), Email click-through rate, Cost of Acquisition (CAC) dan Average deal cycle.

Activation

Bagaimana pelanggan/pengguna berinteraksi dengan situs web atau toko? Berapa banyak orang yang mulai berinteraksi setelah mereka mengunjungi website ataupun toko Anda?

Matrik ini dapat dihitung dari : Product qualified leads (PQLs), Tingkat konversi lead-to-sign-up, Jumlah orang yang mendaftar, Konversi sign-up-to-PQL dan Waktu dari pendaftaran hingga penggunaan aktif.

Retention

Berapa banyak dari mereka yang kembali, atau tetap berada di situs web, menyimpan, atau terus menggunakan produk (gratis)?

Untuk pengukuran metrik ini dapat dihitung dari Customer lifetime value (CLV), Tingkat retensi, Payback period, Penggunaan produk kepuasan pelanggan dan Churn rate.

Revenue

Berapa banyak orang yang mulai membayar untuk layanan ini, dan berapa banyak yang bersedia mereka bayar?

Matrik revenue dapat dihitung dari Monthly recurring revenue (MRR), Annual Recurring Revenue (ARR) dan Average deal size ( nilai rata-rata dari transaksi tertutup ).

Referral

Berapa banyak orang yang memberikan rekomendasi layanan atau produk bisnis Anda kepada orang lain atau orang yang mereka kenal?

Untuk mendapatkan matrik ini bisa dihitung dari Social shares, NPS score, Review rates, Referred business dan kepuasan pelanggan.

Baca Juga :

Contoh Penerapan AAARRR Pirate Metrics

penerapan aaarrr

Tergantung pada model bisnis Anda, posisi AAARRR dapat berubah. Contoh: Ada model bisnis yang memandang Acquisition sebagai pelanggan yang sudah mulai menggunakan/menginstal suatu produk.

Misalnya untuk produk yang terbuka bagi siapa saja untuk dengan mudah mendaftar dan menggunakannya secara gratis atau model permainannya gratis tetapi akan dikenakan biaya jika Anda mau untuk menggunakan fitur tambahan selama bermain.

Dan lihat langkah Activation sebagai perasaan sangat tertarik atau terkesan selama pengalaman penggunaan produk dari pelanggan. Yaitu seberapa puas pelanggan dengan produk tersebut. Sehingga mempertahankan mereka terus menerus menggunakan produk.

Saat ini kita masih menemukan bahwa ada banyak perusahaan yang tidak menawarkan penggunaan produk gratis atau pengalaman sebelum membayar. Karena pelanggan harus membayar sebelum menggunakan produk tersebut. Sehingga membuat Retention dan Revenue perusahaan tersebut menjadi berkurang.

Padahal ketika kita menerapkan teknik produk gratis seperti yang contoh di atas, maka akan menghasilkan Retention dan Revenue yang tinggi untuk perusahaan. Karena mereka telah mencoba produk atau layanan terlebih dahulu, ketika mereka puas mereka akan bersedia kembali menggunakan produk dan bersedia membayar lebih untuk penggunaan upgrade fitur atau layanan.

6 Langkah Menerapkan AAARRR Pirate Metrics

1. Tentukan model bisnis

Setiap model bisnis yang berbeda akan membutuhkan perubahan dalam kerangka kerja AAARRR yang sesuai. Anda harus melihat model bisnis Anda, dan dengan jelas mengidentifikasi langkah-langkah terpenting yang akan dilalui pengguna.

Dari saat mereka tahu tentang produk hingga saat mereka membayar produk, atau kemudian memberi tahu atau merekomendasikan kepada teman tentang produk yang mereka telah gunakan.

Biasanya ada banyak langkah dalam pengalaman pengguna yang akan Anda daftarkan (dalam pengalaman saya 10 hingga 15 langkah yang tercantum sudah cukup, tidak terlalu detail tapi cukup jelas).

2. Membentuk kembali langkah-langkah AARRR

Tautkan langkah-langkah dalam model bisnis ke kerangka kerja AAARRR, ubah langkah-langkah dalam kerangka seperlunya. Anda akan memetakan langkah-langkah dalam pengalaman pengguna ke dalam lima bagian utama kerangka kerja AAARRR.

3. Data pengguna statistik ulang dan mengisi setiap item yang sesuai

Berapa banyak orang yang datang ke situs web/toko Anda dalam 1 bulan/ 1 tahun terakhir? Contoh berapa banyak pengguna yang bersedia mendaftar, dan berapa stok produk yang tersisa. Anda dapat mengambil data dari berbagai sumber di dalam perusahaan.

Tetapi waktu pengumpulan data harus cukup lama untuk meningkatkan akurasi data yang Anda ambil. Data ini dapat Anda iisi di area Exact Number. Sumber data, atau ukuran terkait untuk data ini, juga sajikan dengan jelas di masing – masing area Metrik.

Baca Juga :

4. Temukan Masalahnya

Sekarang Anda akan menyadari bahwa akan ada masalah seperti: Penurunan jumlah pengguna yang mendaftar, atau banyaknya pengguna yang tidak kembali. Atau hanya 10% pengguna Produk yang bersedia membayar, atau pengguna tidak berbagi tentang produk Anda. Data ini akan disajikan dalam bentuk persentase atau % di area Bottleneck seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.

5. Analisis, dan Selesaikan Masalah

Anda telah mengidentifikasi kemana pengguna Anda pergi, sekarang saatnya untuk melihat penyebabnya? Dan bagaimana cara mengubah itu. Sekarang, menggunakan metode lain seperti: Value Proposition Canvas, Empathy Map, mewawancarai pengguna secara langsung, atau mengumpulkan umpan balik pengguna melalui survei, dan melalui metode lainnya untuk mengevaluasi dan meningkatkan pengalaman mereka.

6. Pembaruan Rutin

Memperbarui metrik secara teratur untuk mendeteksi dan meningkatkan pengalaman pengguna melalui kerangka kerja AAARRR.

Catatan: Setiap kelompok pengguna akan memiliki perilaku yang berbeda, jadi membagi kelompok pengguna dan menerapkan kerangka kerja AAARRR ke setiap grup atau kelompok berbeda akan membantu Anda memiliki tampilan yang lebih akurat dan terperinci.

Jadi, menerapkan AAARRR Pirate Metrics ke dalam seperangkat alat analisis perilaku pengguna akan banyak membantu Bisnis Anda untuk berkembang lebih baik.

AAARRR Pirate Metrics akan membantu Anda memiliki pandangan yang lebih dalam dan jelas tentang model bisnis Anda saat ini. Seperti untuk mengetahui masalah yang ada dan mengetahui titik-titik lemah yang perlu Anda tingkatkan. Dengan demikian dapat membantu Anda memiliki strategi pemasaran yang lebih efektif dalam menciptakan pengalaman penggunaan produk atau layanan bagi pengguna.

Untuk menerapkan AAARRR suatu perusahaan, Anda bisa menggunakan layanan digital marketing agency. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing untuk membantu meningkatkan penjualan produk.