Tips dan Langkah Menulis Action Plan Dalam Bisnis

Action Plan dalam Bisnis

Action plan dalam bisnis menjadi suatu langkah yang penting untuk dilakukan. Action plan dapat menjadi alat untuk menentukan apa yang dibutuhkan untuk jalannya sebuah proyek, dan bagaimana mengeksekusi ide-ide dasar yang ada.

Pada artikel ini, akan kita bahas lebih lanjut tema action plan dalam bisnis mengenai definisi, manfaat, langkah-langkah, dan beberapa tips dalam melakukan action plan dalam bisnis

Mengenal Lebih Dekat Action plan

Action plan adalah serangkaian langkah yang disusun sebagai strategi baru yang bertujuan untuk mengeksekusi sebuah ide atau gagasan. Berikut ini adalah lima bagian utama dari sebuah action plan:

1. Daftar Tugas

Dalam menentukan tugas wajib mendefinisikannya dengan jelas. Anda bisa memulai dengan membuat ide untuk mencapai tujuan. Prioritaskan tugas yang penting terlebih dahulu. Jadi utamakan tugas penting, baru kerjakan tugas lainnya.

2. Jadwal

Salah satu kunci utama memastikan rencana selesai tepat waktu adalah dengan menetapkan jadwal. Anda harus mulai menetapkan kapan tanggal mulai dan berakhirnya tugas. Susun jadwal dengan baik sejak awal.

Setelah itu, tetapkan juga pos pemeriksaan atau waktu di mana tugas-tugas tertentu harus diselesaikan. Tanggal jatuh tempo perlu juga untuk ditetapkan dengan tegas, agar perencanaan bisnis tidak mengalami kemoloran waktu.

3. Sumber Daya

Tetapkanlah jumlah sumber daya. Menetapkan sumber daya yang tepat akan membantu bisnis berjalan sesuai dengan bisnis plan.

Hal tersebut memberi informasi mengenai kapan, dimana, berapa banyak sumber daya dibutuhkan untuk masing-masing tugas.

Persiapan mengenai sumber daya dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti harga, dan kualitas yang baik, juga akan menghindarkan anda dari pemborosan yang mungkin terjadi apabila anda kurang mempunyai informasi.

4. Anggota yang Terlibat

Penugasan anggota serta seluruh tim terlibat untuk tugas-tugas tertentu menjadi penting.

Masing-masing anggota wajib memahami tugas apa yang harus mereka kerjakan. Anggota juga wajib mengetahui di mana mereka harus ditugaskan saat proyek berlangsung.

Baca Juga :

Langkah Menulis Action Plan Dalam Bisnis

Langkah Menulis Action Plan

Ada beberapa langkah menulis action plan dalam bisnis. Langkah ini harus jelas dan terukur agar dapat mencapai tujuan sesuai target. Berikut adalah lima langkah berurutan:

1. Menentukan Tujuan

Menentukan tujuan menjadi dasar pondasi utama dalam menulis action plan. Sama halnya dengan menentukan target pasar sebelum melakukan strategi pemasaran.

Tujuan harus jelas dan tepat. Semua tugas dan usaha harus memiliki indikator. Ini berguna untuk mengetahui proses pencapaian tujuan.

Tujuan yang baik memenuhi kriteria SMART, yaitu:

  • Spesifik

Kita harus mendefinisikan tujuan dengan jelas. Semua tim yang terlibat harus mengetahui tujuan. Jadi tidak hanya sebagian orang saja yang mengetahui tujuan bisnis.

  • Measurable

Kita harus menetapkan tujuan dengan ukuran yang jelas. Sehingga dapat mengetahui sudah sejauh mana proses pencapaian tujuan.

  • Attainable

Tujuan yang ditetapkan dapat diselesaikan dengan layak pada waktu yang telah ditetapkan. Pastikan bahwa kemampuan anda cukup realistis dalam mencapai tujuan tersebut.

  • Relevan

Tujuan tersebut harus relevan terhadap visi dan misi perusahaan yang ditetapkan. Apakah tujuan tersebut akan berdampak pada kemajuan perusahaan atau justru tidak menguntungkan.

  • Terikat waktu

Tujuan yang baik harus secara tegas berani menetapkan tanggal mulai dan tanggal akhir kapan tujuan tersebut tercapai. Tujuannya agar menghindari tugas selesai terlalu lama.

2. Sebutkan Langkah Yang Akan Anda Ambil

Apakah Anda sudah menentukan tujuan utama bisnis, lanjutkan dengan menentukan cara untuk mencapainya.

Pemilihan anggota tim dan tanggal jatuh tempo bagi setiap tugas juga penting untuk ditetapkan sejak awal. Gunakan kriteria SMART untuk mengujinya. Seperti saat membuat tujuan utama bisnis.

Semua anggota tim yang terlibat paham dan mengetahui tujuan besar, serta apa peran mereka dalam suatu proyek.

3. Menetapkan Pos Pemeriksaan atau Milestones

Penting untuk menetapkan pos pemeriksaan. Karena ini dapat membantu menentukan ukuran jelas. Terutama untuk mengukur proses pekerjaan dari anggota tim.

Tujuan jangka pendek akan dipantau melalui pos pemeriksaan ini. Sehingga kemajuan tugas untuk mencapai tujuan akan lebih terdeteksi.

Jarak antara pos pemeriksaan ini tidak boleh terlalu pendek, ataupun terlalu jauh yang menyebabkan penantian untuk beristirahat sejenak dan refreshing terlalu lama.

4. Memantau Proyek

Setiap proyek harus dipantau dengan ketat. Anda dapat melakukan evaluasi kemajuan serta mengkonfirmasi ketika tugas selesai. Langkah tersebut menjadi semacam kontrol terhadap rencana yang anda susun.

Dengan kegiatan tersebut dapat menambah struktur dan keseragaman sehingga anda dapat melihat perkembangan kemajuan strategi dari awal hingga akhir. Hal ini juga dapat menjadi bahan laporan kepada manajemen tingkat atas mengenai kemajuan proyek.

5. Fleksibilitas Perubahan dan Efektifitas Komunikasi

Jika 4 langkah di atas telah Anda lakukan. Penting untuk mengingat bahwa perubahan bisa terjadi selama proyek berlangsung. Misalnya perkembangan teknologi yang menuntut adanya transformasi digital.

Bisnis pun juga harus fleksibel terhadap perubahan yang terjadi. Karena ini sangat bermanfaat untuk menghindari proyek gagal.

Jadi apabila bisnis tiba-tiba ada perubahan. Maka yang harus Anda lakukan adalah dengan mengkomunikasikan perubahan kepada seluruh tim. Hal itu penting untuk mencegah kebingungan yang mungkin timbul.

Baca Juga :

Tips dalam Membuat Action Plan yang Baik

Tips Membuat Action Plan

Setelah mengetahui langkah menulis action plan dalam bisnis. Anda juga harus membaca tips membuat action plan yang baik. Pedoman ini bermanfaat agar bisnis dapat mencapai tujuan sesuai dengan target.

1. Fokus pada Prioritas

Rencana tugas yang telah ditetapkan menjadi prioritas di awal, terkadang menemui masalah yang mendesak adanya perubahan atau penyesuaian kembali. Dalam situasi tersebut, anda dituntut mampu membuat pertimbangan bijak mengenai permasalah itu.

2. Tandai Tugas yang Selesai

Bagi proyek besar dengan berbagai tugas yang kompleks, akan sulit untuk mengikuti perkembangannya secara detail menyeluruh. Dengan menandai tugas yang telah selesai, akan memudahkan laporan anda, dan berfokus kepada tugas belum selesai.

3. Perhatikan yang Terlambat dikerjakan

Jika anda menemui bahwa beberapa tugas tertentu mungkin sulit mencapai tujuannya, maka itu harus menjadi prioritas. Tentukan dengan jelas apa yang menjadi kendala utama dari tugas tersebut dan bagaimana mengatasinya.

Dengan menyelesaikan tugas-tugas sulit tersebut, akan mendekatkan anda pada keberhasilan secara menyeluruh dari tujuan awal yang telah ditetapkan. Apabila beberapa tugas gagal diselesaikan, akan menggagalkan capaian tujuan awal tersebut.

Kesimpulan

Untuk membuat action plan harus dilakukan dengan benar. Beberapa tips tersebut bisa diterapkan dalam membuat action plan.yang berkualitas. Selain itu, action plan yang dibuat harus menjabarkan maksud dan tujuan secara jelas.

Selain memiliki action plan yang efektif dan efisien, diperlukan juga rencana anggaran yang matang, termasuk analisis resiko. Rencana anggaran akan menentukan apakah action plan dapat terealisasi dan tidak kehabisan dana di tengah proyek berjalan.

Tertarik untuk membuat action plan untuk bisnis yang sedang anda rancang? Jangan lupa untuk memastikan dan mencermati langkah-langkah di atas yang telah kita pelajari bersama. Selamat mencoba!

Baca Juga :