Panduan Dasar Mengenal Agile Marketing Dalam Marketing 5.0

Panduan Dasar Mengenal Agile Marketing Dalam Marketing 5.0

Agile marketing adalah salah satu tren marketing terbaru di industri bisnis sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi baru-bari ini, agile marketing menjadi salah satu elemen marketing modern yang banyak bisnis andalkan. Bersama dengan Data-Driven Marketing, Contextual Marketing, Augmented Marketing, dan Predictive Marketing. Namun, ia juga menjadi salah satu teknik marketing yang paling disalahpahami dan diimplementasikan dengan buruk.

Padahal jika pelaku bisnis memanfaatkannya dengan benar, agile marketing memungkinkan bisnis Anda untuk merespons segala proses marketing dengan cepat. Lalu mengidentifikasi peluang baru dan memanfaatkannya sebelum bisnis kompetitor lain melakukan hal yang sama.

Sayangnya, istilah agile marketing sendiri telah menjadi kata kunci di industri marketing yang menghasilkan banyak informasi salah dan ambigu sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Dalam artikel ini, kami membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang agile marketing dan memutuskan apakah jenis marketing ini untuk bisnis Anda.

Apa Itu Agile Marketing?

Pada dasarnya, istilah agile marketing sulit untuk terdefinisikan dalam satu kalimat sehingga ada begitu banyak kesalahpahaman tentangnya. Sebab, ia bukanlah prinsip tunggal, melainkan seperangkat prinsip yang diterapkan pada proses pemasaran.

Namun, yang perlu Anda pahami bahwa agile marketing adalah bukan strategi, melainkan sebuah pendekatan untuk proses pemasaran yang menginformasikan dan memandu strategi Anda melalui insight berbasis data dan pembelajaran terus-menerus.

Hal ini sejalan dengan definisi menurut McKinsey bahwa agile marketing adalah pendekatan marketing yang menggunakan data dan analitik untuk terus mencari peluang atau solusi yang menjanjikan untuk masalah secara real time dan cepat. Dalam skala besar, organisasi agile dapat menjalankan ratusan marketing campaign secara bersamaan dan banyak ide baru setiap minggu.

Dengan kata lain, pendekatan marketing ini akan mengkreditkan data dan analitik sebagai komponen utama. Dan juga menyatakan beberapa manfaat utama seperti penerapan cepat, iterasi cepat, menjalankan banyak kampanye secara bersamaan, dan menguji ide-ide baru setiap minggu.

Karakteristik Agile Marketing

Karakteristik Agile Marketing

Penting untuk memahami asal mula agile marketing karena membantu Anda mendefinisikan jenis marketing ini dengan benar dan juga menghindari beberapa kesalahpahaman umum. Di awal tahun 2000-an, seorang marketer bernama Jim Ewel mendefinisikan Agile Marketing Manifesto dengan mengadaptasi prinsip-prinsip utama agile development. Adapun prinsip-prinsip utama yang Jim Ewel rumuskan untuk agile marketing adalah:

digital marketing agency
  • Individu dan interaksi melalui proses dan tools
  • Menanggapi perubahan daripada mengikuti rencana
  • Testing dan data melalui opini dan konvensi
  • Engagement dan transparansi atas segala sikap resmi
  • Keluar wilayah utama daripada riset pasar formal
  • Transparansi dan kepercayaan
  • Peningkatan engagement yang berkelanjutan selama siklus launch
  • Pengukuran dan akuntabilitas atas opini dan pembenaran

Baca Juga:

Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, Jim Ewel juga mendeskripsikan agile marketing ke dalam karakteristik berikut ini.

1. Kemampuan Beradaptasi

Karakteristik yang paling menonjol dari agile marketing adalah kemampuan beradaptasi di mana tim mampu merespons peluang, tren, dan gangguan baru. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi peluang dan merebutnya di depan pesaing Anda. Lalu memprediksi tren mana yang layak untuk ditanggapi dan menyusun rencana untuk gangguan yang dapat merusak bisnis Anda.

2. Responsif

Responsivitas adalah keseimbangan yang baik antara mengumpulkan data yang cukup relevan untuk menginformasikan keputusan penting dan menerapkan perubahan dengan cukup cepat.

3. Kerja tim

Kerja tim adalah karakteristik mendasar dari tim marketing dengan penekanan berat pada kolaborasi digital untuk memaksimalkan efisiensi dan memungkinkan tim untuk bekerja secara efektif di berbagai lokasi. Teknologi memainkan peran kunci dalam kerja tim konsep agile ini dan sebagian besar tech stack Anda akan menyertakan perangkat lunak untuk membantu anggota tim bekerja sama dengan lebih baik.

4. Produktivitas

Tujuan konstan dari tim agile marketing adalah untuk memaksimalkan produktivitas. Sebab mereka dapat bekerja lebih cepat, mencapai tujuan lebih cepat dan membuang lebih sedikit waktu untuk tugas yang berlebihan. Agile marketing adalah tempat lain di mana teknologi memainkan peran kunci dan ada banyak tools produktif dirancang untuk membantu tim Anda mencapai lebih banyak pekerjaan dalam jangka waktu yang lebih singkat.

5. Eksperimen

Prinsip lain dalam agile marketing adalah eksperimen berkelanjutan untuk menguji ide-ide baru, memverifikasi hipotesis, dan menghilangkan kesalahpahaman. Pengoptimalan konversi dan A/B testing adalah bagian penting dari hal ini, tetapi eksperimen dalam pemasaran agile jauh lebih besar daripada CRO.

6. Data-Driven

Semua yang serba agile marketing adalah berbasis data (data-driven). Keputusan pemasaran harus selalu Anda informasikan, ukur, dan verifikasi oleh data. Bukan opini, asumsi, atau firasat. Selalu ada ruang untuk kreativitas dalam hal ide, solusi, dan inovasi kampanye. Tetapi setiap ide akan diukur untuk menentukan keberhasilan, kegagalan, dan peluang untuk perbaikan.

Baca Juga:

7. Peningkatan Konstan

Eksperimen berbasis data yang berkelanjutan memungkinkan Anda mencapai kondisi peningkatan konstan di mana kinerja kampanye dan proses pemasaran terus meningkat dari waktu ke waktu.

Misalnya, data eksperimen kampanye historis memandu keputusan untuk ide campaign di masa mendatang dengan menyediakan blueprint untuk apa yang berhasil dan apa yang tidak. Dan juga menghasilkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi untuk campaign baru.

Kelebihan dan Kekurangan Agile Marketing

kelebihan dan kekurangan pemasaran agile

Banyak marketer setuju bahwa agile marketing adalah model digital marketing baru yang harus bisnis Anda adopsi. Namun, tetap saja ada kelebihan dan kekurangan yang pendekatan marketing ini miliki dan penting untuk Anda pahami sebelum Anda mencoba merombak pengaturan bisnis Anda yang ada.

Kelebihan Agile Marketing

Mari kita mulai dengan kelebihan agile marketing yang sebagian besar akan Anda dapatkan:

  • Berorientasi pada pertumbuhan dan apabila Anda lakukan dengan benar, jenis marketing ini akan membantu Anda memanfaatkan setiap kesempatan untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnis.
  • Agile berarti bisnis Anda mampu merespons peristiwa, mau itu peristiwa baik dan buruk dengan cepat.
  • Anda dapat mengidentifikasi peluang dan memanfaatkannya saat saingan non-agile Anda berada dalam proses bisnis stagnan.
  • Anda juga dapat merespons gangguan berbagai masalah yang ada di pasar dan bertahan dari masa-masa sulit dengan beradaptasi.
  • Keputusan penerapan marketing diinformasikan oleh data-driven insight, bukan opini, firasat, atau praktik terbaik bisnis yang sudah terjadi.
  • Anda dapat belajar dari kesuksesan dan kegagalan untuk menentukan keputusan yang lebih cerdas di masa depan (business forecast).
  • Membuat bisnis Anda lebih produktif dan membantu memperbaiki ketidakefisienan dalam proses bisnis.
  • Memungkinkan Anda mencapai tujuan jangka pendek serta tujuan jangka panjang daripada menggunakan pemasaran tradisional.
  • Fleksibilitas jangka pendek mempermudah penyelarasan pemasaran dengan penjualan.

Pada dasarnya, agile marketing adalah pendekatan yang perusahaan modern rancang untuk merespons perubahan pasar, tren baru, permintaan pelanggan, dan gangguan dengan cepat. Prinsip marketing ini berkembang dari agile software development dan untuk sementara prinsip ini paling bermanfaat bagi perusahaan software, startup, dan perusahaan sejenis yang membutuhkan proses marketing cepat.

Perusahaan yang bergerak di bidang software dan SaaS akan cenderung memiliki akses ke semua data yang diperlukan untuk membuat pemasaran agile bekerja. Walaupun begitu, sekarang kumpulan data ini tersedia untuk bisnis dari semua ukuran di setiap industri ke dalam ekosistem big data.

Kekurangan Agile Marketing

Selain membicarakan kelebihannya, Anda juga harus memahami kekurangan agile marketing. Untuk beberapa jenis bisnis, pemasaran agile sama sekali tidak layak. Tetapi secara umum, dengan memahami kekurangannya akan membantu Anda membangun proses pemasaran yang lebih efektif. Berikut ini beberapa poin kekurangan yang berhasil kami rangkum dari beberapa sumber.

  • Banyak pelaku bisnis yang masih salah paham dengan konsep penerapannya sehingga menyebabkan banyak perusahaan tidak mengambil tindakan bisnis secara benar.
  • Pemasaran yang memerlukan perubahan dari atas ke bawah yang sulit untuk beberapa bisnis startup atau UMKM tangani.
  • Tujuan jangka panjang perusahaan dapat terganggu karena penekanan pada target jangka pendek.
  • Output yang terfragmentasi atau terbagi-bagi membuat perusahaan lebih sulit mempertahankan kualitas dan konsistensi di seluruh tugas/proyek besar atau jangka panjang.
  • Akuisisi pelanggan (customer acquisition) bisa jadi rumit dan Anda akan membutuhkan tim yang relatif besar.
  • Teknologi dan data overload adalah masalah potensial marketing perusahaan jika Anda memilih tools agile yang salah atau memiliki proses data yang buruk.

Penutup

Sebenarnya, agile marketing adalah pendekatan strategi marketing yang bisa jadi sulit diterapkan untuk bisnis yang terbiasa melakukan hal-hal secara lebih tradisional. Terutama untuk perusahaan yang sudah tumbuh besar sejak lama yang telah menginvestasikan banyak waktu, uang, dan personel ke dalam proses dan sistem tradisional tersebut.

Demikian juga, perusahaan rintisan mungkin tidak memiliki personel, dana, atau data yang diperlukan untuk benar-benar berkembang dengan cepat dan business return-nya bahkan mungkin tidak sepadan. Namun, untuk sebagian besar bisnis yang terus bertekad untuk berkembang melalui pertumbuhan, pemasaran agile menyediakan fleksibilitas framework untuk memanfaatkan setiap peluang pertumbuhan dan Anda dapat mengatasi potensi kekurangan ini.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai agile marketing, mulai dari definisi, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangannya. Selain menerapkan strategi marketing yang tepat sesuai dengan perkembangan teknologi, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.