Cara Menerapkan AIDA Model Marketing untuk Copywriting

penerapan AIDA untuk copywriting

AIDA mungkin lebih populer sebagai model marketing dalam tahapan pemasaran. Namun, formula AIDA rupanya juga bisa Anda manfaatkan untuk memaksimalkan copywriting. Tujuan penerapan AIDA untuk copywriting adalah agar copywriter dapat membuat tulisan yang menarik perhatian target audiens.

Jika target audiens sudah tertarik, maka marketer pun akan lebih mudah melakukan lead nurturing dan strategi pemasaran bisa berjalan dengan baik. Hal ini karena pesan promosi terkait produk sudah berhasil tersampaikan kepada lead dengan efektif.

Perlu Anda ketahui bahwa copywriting sendiri memang bertujuan untuk menginformasikan sekaligus mempromosikan suatu brand. Tujuannya untuk menarik perhatian lead dan mendorong mereka untuk melakukan tindakan sesuai yang penulis sarankan, termasuk melakukan aksi berupa pembelian dalam sales funnel.

Akan tetapi, penulisan copywriting yang baik bukanlah hal yang mudah. Ada banyak sekali pertimbangan yang perlu copywriter lakukan untuk dapat membuat konten yang menarik dan benar-benar efektif untuk menarik minat dari calon pelanggan. Nah, inilah gunanya AIDA untuk copywriting.

Apa Itu AIDA untuk Copywriting?

AIDA adalah salah satu model marketing yang mampu mengidentifikasi setiap tahapan kognitif yang pelanggan lalui dalam proses pembelian suatu produk atau layanan. Strategi ini akan menjelaskan bagaimana pelanggan melalui suatu proses customer journey yang terdiri dari beberapa tahapan sebelum melakukan pembelian.

Sesuai dengan akronimnya, dalam AIDA terdapat empat tahap utama yang harus benar-benar Anda pahami. Mulai dari Attention, Interest, Desire, hingga Action. Empat tahap ini bisa Anda terapkan dengan baik dalam proses pemasaran, termasuk copywriting.

Sementara itu, copywriting adalah konten tulisan yang bertujuan untuk mengiklankan produk serta untuk branding. Menurut Forgebit, ada banyak teknik copywriting yang bisa Anda terapkan. Mulai dari copywriting dengan FAB, conversational copywriting, persuasif copywriting, hingga menerapkan AIDA untuk copywriting.

Hal ini karena seiring dengan perkembangan teknologi dan tren marketing, bukan hanya industri kreatif saja yang memerlukan copywriting untuk mempromosikan produk dan branding bisnis, namun hampir semua perusahaan. Sebab, hasil copywriting lebih efektif untuk menarik minat calon pelanggan. Terlebih, copywriting muncul di berbagai platform seperti website perusahaan, blog, social media (Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, atau YouTube), bahkan marketing campaign secara tradisional seperti iklan di televisi, radio, dan media cetak.

digital marketing agency

Dengan menggunakan AIDA dalam copywriting, Anda bisa meningkatkan efektifitas strategi promosi produk. Sebab dengan pendekatan ini, kemungkinan besar Anda bisa lebih efektif dalam menjalankan strategi marketing. Anda tahu benar mana marketing strategy yang paling efektif untuk bisnis Anda jalankan, atau justru perlu Anda tinggalkan.

Baca Juga :

Penerapan Formula AIDA untuk Copywriting

Keempat komponen dalam AIDA mampu mengubah tulisan atau konten copywriting menjadi lebih berkesan, menarik, bahkan membuat orang lain menjadi terpengaruh setelah membacanya. Berikut cara menerapkan formula AIDA dalam pembuatan konten copywriting:

Attention

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menciptakan kesadaran atau menarik perhatian dari setiap calon konsumen Anda. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan brand awareness agar setiap calon konsumen mengetahui produk yang Anda jual.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2013, orang-orang akan merasa tertarik akan suatu konten hanya dalam waktu 8 detik saja. Ini artinya, Anda hanya memiliki waktu selama 8 detik pertama untuk menarik perhatian lead. Jika lead tidak tertarik, maka artinya konten tersebut gagal menyampaikan pesan kepada target pasar Anda.

Tiga elemen yang bisa Anda jadikan faktor untuk menarik perhatian adalah judul, gambar, dan kalimat pembuka. Anda perlu menyajikan buyer persona terkait produk yang Anda tawarkan, menganalisis kebutuhan pelanggan dengan market orientation dan riset pasar, kemudian memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Dengan demikian, calon pelanggan akan merasa bahwa produk Anda adalah yang mereka cari dan butuhkan.

Interest

Setelah memberikan edukasi atau informasi terkait produk pada calon pelanggan, maka tahap selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menganalisa tingkat keberhasilan informasi yang sudah Anda sebarkan sebelumnya. Ini merupakan tahap yang penting untuk mendorong calon pelanggan melakukan riset lebih lanjut terkait brand dan produk yang Anda tawarkan.

Indikator yang bisa Anda gunakan adalah dengan memperhatikan interest atau ketertarikan pasar. Sebab ciri terbesar suatu proses marketing yang sudah masuk ke interest adalah orang-orang akan banyak bertanya lebih dalam tentang produk Anda. Beberapa elemen yang harus Anda optimalkan untuk mencapai interest dari calon pelanggan antara lain adanya informasi, studi kasus, data statistik, yang membuat konsumen percaya kalau mereka memerlukan produk Anda.

Beberapa kalimat yang bisa Anda jadikan contoh untuk membangkitkan minat antara lain “Mampu menurunkan berat badan hingga 10 kg dalam kurang dari 2 minggu” atau “Mengurangi noda hitam dan kulit kusam hanya dengan pemakaian rutin selama 1 minggu.”

Baca Juga :

Desire

Sesuai dengan namanya, pada tahap ini calon pelanggan mulai mempertimbangkan produk Anda. Di sinilah pentingnya untuk lebih banyak menunjukkan keunggulan produk dari brand Anda, serta membuat calon pelanggan membeli produk tersebut.

Anda harus bisa membuat calon pelanggan benar-benar menginginkan produk yang sedang Anda tawarkan. Namun, hindari menawarkan produk dengan kesan memaksa. Alih-alih demikian, Anda bisa menyebutkan beberapa manfaat dari produk Anda ketimbang kompetitor lainnya.

Ingat, saat orang mulai mempertimbangkan suatu produk, maka buatlah mereka yakin. Anda harus membuat advokasi produk, karena calon pembeli pasti akan membandingkan produk Anda dengan milik kompetitor. Anda bisa menggunakan narasi tentang produk. Misalnya dengan menjelaskan tentang konsep, ide, maupun cerita yang berkaitan dengan produk yang Anda jual.

Beberapa strategi yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan konversi pada tahap ini seperti Conversion Rate Optimization (CRO) dengan menambahkan CTA (Call to Action) pada halaman pembelian di situs Anda. CTA adalah sebuah ajakan berupa teks pada halaman situs, banner iklan, dan email yang bertujuan untuk mengarahkan atau mengajak pengunjung agar melakukan sesuatu.

Action

Pada tahap inilah calon pelanggan melakukan aksi pengambilan keputusan. Sehingga Anda perlu mengajak calon pelanggan untuk mengambil suatu tindakan agar membeli produk yang sedang Anda tawarkan dalam konten copywriting.

Biasanya pada tahap ini kepercayaan calon pelanggan terhadap suatu produk sudah bulat dan Anda bisa mengkonversi dan mengakuisisinya menjadi pelanggan (customer acquisition). Untuk itu, Anda harus menjaga kualitas produk dan memberikan janji yang sesuai dengan promosi awal.

Selain itu, tahapan ini juga menentukan apakah pelanggan pertama Anda akan menjadi pelanggan tetap atau sekadar menjadi pembeli yang kemudian tidak ingin lagi melakukan pembelian. Maka dari itu, ingatlah untuk menjalin hubungan baik (relationship) dengan pelanggan. Anda bisa mengajak pelanggan untuk berkontribusi dengan membuat akun, mensubscribe, melakukan pengunduhan, mendaftar, atau mengisi survei.

Formula AIDA memang seringkali digunakan  dalam membuat copywriting. Hal ini berkaitan dengan pentingnya suatu content bagi calon pelanggan. Sehingga, upayakan agar Anda berhasil membuat mereka tertarik melakukan pembelian atau bahkan menjadi pelanggan setia dan loyal terhadap brand (brand loyalty).

Untuk menerapkan AIDA dalam copywriting, Anda bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.