Mengenal Peran Penting Angel Investor Bagi Pengembangan Bisnis Startup

Mengenal Peran Penting Angel Investor Bagi Pengembangan Bisnis Startup

Sebagian besar dari kita pasti paham bahwa investor adalah orang yang melakukan investasi atau aktivitas penanaman modal (uang) ke suatu lembaga atau bahkan benda. Investor berhak untuk menilai performa bisnis dan market value bahwa apakah perusahaan memiliki harga saham yang sesuai dengan laba per sahamnya (price earning ratio) atau memiliki kemungkinan pure risk (risk analysis). Nah, diantara banyaknya investor, ada satu atau beberapa pihak yang dinobatkan sebagai angel investor.

Konsep angel investor seringkali terdengar di kalangan pengusaha startup atau pemilik bisnis UKM/UMKM dari berbagai niche yang bekerja secara independen atau joint venture yang terlibat dalam inkubator bisnis. Di mana investor tersebut akan menyuntikkan dana pribadi yang tak jarang berjumlah besar untuk mendukung aktivitas proses bisnis dalam pertumbuhan perusahaan.

Bahkan, keberadaannya kini semakin penting dan banyak dicari lantaran fenomena transformasi digital dan perkembangan tren Industry 5.0 membuat bisnis kecil dan menengah harus memiliki banyak modal bisnis untuk menjalankan proses bisnis yang lebih terotomasi (business process automation). Dengan kata lain, angel investor adalah pihak kemitraan yang sangat penting dalam mendukung kesuksesan pelaksanaan strategi bisnis.

Untuk mengetahui peran penting lain dari angel investor, Anda bisa baca selengkapnya pada artikel inMarketing berikut ini!

Apa Itu Angel Investor?

Menurut laman situs Investopedia, angel investor adalah seorang atau sekelompok individu dengan kepemilikan kekayaan bersih dalam jumlah tinggi yang bersedia memberikan dukungan keuangan untuk perusahaan startup atau entrepreneur. Dengan syarat investor akan diberi imbalan berupa ownership equity atau ekuitas kepemilikan di perusahaan.

Investor yang juga dikenal sebagai seed investor, private investor, atau angel funder dapat membuat keputusan bisnis berdasarkan pengalaman mereka. Dalam memberikan dukungan keuangan berupa one-time investment untuk membantu perkembangan dan pengelolaan proses bisnis. Atau suntikan dana yang berkelanjutan untuk membawa perusahaan melalui tahap awal siklus hidup bisnis yang sulit.

Investor pribadi ini juga dapat mendukung perusahaan dalam mengembangkan produk akhir yang membutuhkan banyak sumber daya (resource management) dan diproduksi dalam skala besar, misalnya produk flagship.

Baca Juga:

digital marketing agency

Perbedaan Angel Investor vs Venture Capital

Secara konsep, angel investor berbeda dengan venture capital. Karena venture capital adalah perusahaan investor individu atau sekelompok orang yang menjalankan perusahaan secara keseluruhan yang terdiri dari anggota dewan, orang-orang yang berspesialisasi dalam manajemen, penasihat hukum, dan marketing.

Pihak yang berperan sebagai venture capital memberikan dukungan keuangan kepada model bisnis perusahaan startup dan UMKM yang ingin berkembang tetapi tidak memiliki akses ke pasar ekuitas. Adapun sumber dana yang venture capital miliki biasanya berasal dari investor anggota (investor profesional individu dan perusahaan besar), dana pensiun, dana abadi universitas, dan lain-lain.

Kendati begitu, keduanya sama-sama dapat memutuskan menginvestasikan dana pada bisnis yang mereka anggap akan memberikan tingkat pengembalian atau rate of return yang tinggi. Atau menggunakan dana tersebut untuk proses perekrutan, strategi branding, operasional pemasaran, dan tujuan bisnis lainnya.

Tujuan yang Ingin Dicapai Angel Investor

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan beberapa tujuan yang investor cari dalam meningkatkan peluang keberhasilan bisnis.

Pertama, angel investor mencari tim manajemen perusahaan yang berpengalaman dan kompeten dalam bisnis. Pasalnya, manajemen bisnis yang baik dapat menjadi pertimbangan terbesar investor untuk segera berinvestasi dengan perusahaan.

Kedua, angel investor perlu memahami wawasan atau nilai produk atau layanan (product knowledge). Dengan kata lain, investor ingin tahu persis apa yang mereka investasikan, terutama untuk startup di bidang teknologi. Terlebih lagi investor tersebut sejatinya menginvestasikan uang mereka sendiri, sehingga perusahaan harus membangun kepercayaan (brand authority) dan menjalin hubungan dengan investor (konsep corporate communication).

Baca Juga:

Ketiga, angel investor menginginkan dan mencari peluang yang menguntungkan untuk mewujudkan return on investment (ROI). Sebelum investor lain memberikan dana investasinya, angel investor perlu mengetahui prediksi pada ROI mereka atau berapa banyak uang yang dapat mereka hasilkan dibandingkan dengan berapa banyak mereka akan mengambil risiko pada bisnis.

Kelebihan dan Kekurangan Angel Investor

Kelebihan dan Kekurangan Angel Investor

Saat perusahaan memutuskan untuk menerima suntikan dana dari investor ini, secara tak langsung mereka akan memperoleh keuntungan dan kerugian yang dapat memengaruhi bisnisnya. Melansir dari Feedough, adapun kelebihan dan kekurangan dari keterlibatan angel investor dalam pengelolaan dana bisnis adalah:

Kelebihan Angel Investor

  • Cenderung berani untuk berinvestasi dalam bisnis yang berisiko atau bisnis yang gagal mendapatkan dana dari pembiayaan utang (debt financing). Itulah sebabnya mengapa investor ini akan mencari peluang untuk exit strategy yang terbaik.
  • Uang yang mereka berikan bukanlah pinjaman. Sehingga, pemilik perusahaan tidak selalu memiliki kewajiban untuk mengembalikan uang yang angel investor investasikan.
  • Membantu perusahaan dalam terhubung dengan pelanggan potensial (prospek), mitra, dan stakeholder lainnya.

Kekurangan Angel Investor

  • Mengambil kepemilikan persentase ekuitas bisnis yang lebih tinggi sebagai imbalan atas risiko yang mereka ambil dengan mendanai bisnis.
  • Pemilik bisnis harus berbagi kontrol bisnisnya dengan investor karena angel investor memiliki sejumlah saham bisnis.

Jenis Angel Investor

Investor yang melakukan seed funding ini terdiri dari lima jenis berbeda. Di mana peran sertanya bergantung pada kebutuhan bisnis startup, tahapan kerja bisnis (business benchmark), dan hubungan antar founder perusahaan. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

1. Keluarga

Seperti namanya, jenis investor ini mengacu pada anggota keluarga yang mengenal perusahaan secara pribadi sehingga mereka percaya dan mendukung bisnis. Proses investasi dan kontrak bisnis yang ada tergantung pada status keuangan investor keluarga dan hubungannya dengan penanggungjawab perusahaan.

2. Jaringan Bisnis

Jenis angel investor selanjutnya adalah investor dari kalangan jaringan bisnis yang perusahaan miliki sejak lama. Investor yang dimaksud bisa berupa rekan kerja dari perusahaan sebelumnya, mantan atasan, teman dari keluarga, atau teman bisnis yang sudah lama dikenal oleh pemilik perusahaan.

Jenis investor ini termotivasi untuk berinvestasi dalam bisnis karena kesediaan mereka untuk mendukung proses bisnis dan sekaligus untuk mendapatkan pengembalian investasi atau return on investment (ROI) yang menjanjikan.

3. Domain

Investor domain adalah pakar domain yang telah bekerja di bidang domain selama beberapa waktu dan sekaligus berinvestasi dalam startup yang berurusan dengan domain tersebut.

Investor domain juga disebut idea investor karena upaya investasi mereka semata-mata dimotivasi oleh konsep. Maksudnya, investor domain mendapatkan motivasi dari pengalaman mereka dalam menilai apakah tim perusahaan dan ide bisnisnya dapat menghasilkan ROI yang baik atau tidak.

4. Once Removed

Umumnya, investor ini akan memutuskan untuk melakukan investasi karena mereka memiliki hubungan khusus dengan investor startup yang sudah ada. Bahkan dalam kebanyakan kasus, mereka tidak mengenal pendiri startup atau memiliki pengalaman dalam domain tersebut.

Namun hebatnya mereka tetap bersedia berinvestasi dalam gagasan bahwa mereka percaya pada investor lain yang menyarankannya. Biasanya, investor domain dan/atau investor dari jaringan bisnis akan membawa jenis investor ini ke dalam perusahaan.

5. Archangel

Jenis angel investor terakhir yang akan dibahas adalah archangel atau juga kerap disebut super angel investor. Archangel adalah seorang atau sekelompok investor terkenal yang telah berinvestasi dalam beberapa perusahaan dan telah mencapai ketenaran sebagai commercial success.

Ada juga yang menyebutkan bahwa archangel investor adalah investor influencer yang sering memberikan saran peluang bisnis kepada sekelompok angel investor yang mengikutinya.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.