Ketahui 7 Level Brand Engagement untuk Sukseskan Marketing Campaign

apa itu brand engagement

Ada berbagai macam hal yang perlu perusahaan ketahui untuk kesuksesan proses branding bisnis maupun strategi marketing campaign yang sedang dijalankan. Salah satunya adalah brand engagement.

Mengutip dari Simplicable, sebenarnya brand engagement sendiri merupakan interaksi antara sebuah brand dengan pelanggan. Atau dengan kata lain, kita bisa menyebutnya sebagai keterikatan antara pelanggan dengan brand yang bersangkutan. Engagement ini penting sebagai metrik untuk mengukur performa atau kinerja komunikasi antara pelanggan dengan produk dan brand Anda.

Kendati demikian, pada dasarnya tidak ada ukuran pasti tentang brand engagement itu sendiri. Hal ini karena setiap perusahaan pastinya memiliki indikator yang berbeda-beda pula sebagai KPI. Akan tetapi, terdapat beberapa level yang harus Anda pahami untuk mengetahui tingkat keterikatan pelanggan dengan brand. Apa saja?

Simak penjelasan selengkapnya melalui artikel berikut ini!

Apa Itu Brand Engagement?

Mengutip dari National Business Research Institutebrand engagement adalah adanya keterikatan atau komitmen emosional antara pelanggan dengan suatu brand. Dengan kata lain, ini merupakan bentuk komunikasi dua arah antara sebuah brand dengan target pasar mereka.

Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa sejatinya keterikatan brand ini lebih dari sekadar brand awareness. Seperti yang kita ketahui, brand awareness merupakan tahapan pertama dalam marketing funnel di mana salesperson atau tim sales berupaya memperkenalkan sebuah brand pada publik.

Cara yang mereka gunakan sebagai kampanye pemasaran atau marketing campaign pun bervariasi. Mulai dari pemasaran tradisional hingga digital marketing. Sedangkan brand engagement adalah kondisi ketika publik sudah mengenal brand tersebut dan terikat dengannya melalui interaksi.

Engagement ini menjadi salah satu kunci kesuksesan branding. Sebab pada dasarnya, interaksi atau hubungan baik (relationship) yang terjalin antara konsumen dan brand adalah elemen utama dalam branding bisnis. Sehingga semakin banyak interaksi antara konsumen dengan brand, maka akan semakin tinggi pula brand engagement yang terbangun.

digital marketing agency

Interaksi ini bisa meliputi kritik, feedback, saran, atau komunikasi dua arah lainnya. Dengan demikian hal ini akan menjadi saran terbangunnya ikatan emosional yang menumbuhkan loyalitas customer terhadap brand (brand loyalty).

Baca Juga :

Level Brand Engagement

level brand engagement

Menurut Involve, terdapat tiga poin penting yang menandakan keberhasilan brand engagement. Yaitu ketika brand dapat menarik perhatian sales lead atau calon pelanggan (menjadi lead magnet), memulai percakapan dengan prospek tersebut, kemudian dapat mengatasi pain point dan memenuhi kepuasan pelanggan melalui product value yang Anda tawarkan.

Sementara itu, tingkat engagement ini terdiri atas 7 level yang harus Anda ketahui. Ketujuh level ini menunjukkan seberapa berhasil strategi pemasaran yang Anda lakukan untuk membuat pelanggan mau menjalin interaksi dua arah dengan brand. Berikut adalah penjelasannya:

1. Menerima Konten

Level yang pertama adalah menerima konten marketing yang brand Anda berikan, baik itu berupa gambar, video, audio, dan lain sebagainya. Media atau saluran pemasaran yang Anda gunakan pun bisa bermacam-macam untuk mendistribusikan konten pada konsumen. Misalnya melalui social media (Instagram, Facebook, Twitter), melalui iklan, website dan blog perusahaan, atau bahkan mengombinasikan semuanya dengan media mix.

Semakin menarik konten yang Anda buat, maka akan semakin besar pula peluang konsumen untuk tertarik dan masuk ke level engagement selanjutnya. Oleh sebab itu, usahakan untuk membuat content plan yang kreatif, terstruktur, terjadwal, dan tentunya menarik perhatian.

2. Menunjukkan Dukungan

Level kedua adalah menunjukkan dukungan. Setelah menerima konten marketing dari brand, biasanya konsumen akan menunjukkan reaksi mereka. Baik itu reaksi positif ataupun negatif.

Reaksi positif bisa berupa dukungan dalam bentuk SoV, like, follow, komentar, subscribe, tingginya traffic dan CTR, reach dan impression, dan lain sebagainya. Apabila konsumen sudah menunjukkan dukungannya, maka peluang Anda untuk mengonversi mereka ke level selanjutnya pun akan semakin tinggi.

3. Ikut Berpartisipasi dalam Percakapan

Level berikutnya adalah ikut berpartisipasi dalam percakapan. Apabila dalam lead management, kita sudah bisa mengidentifikasi calon konsumen ini dengan grading (lead scoring) sebagai SQL (sales qualified lead). Artinya adalah lead yang berpotensi untuk melakukan aksi pembelian lantaran sudah menunjukkan ketertarikan berlebih pada brand.

Cirinya adalah ketika calon pelanggan tersebut selalu aktif untuk terlibat dalam percakapan atau pembahasan yang brand Anda ciptakan. Misalnya adalah turut berdiskusi atau membagikan cerita terkait pengalaman pribadinya.

Carper Communications menyebutkan bahwa level ini menunjukkan bahwa konsumen mulai memasuki brand bubble dan mengidentifikasikan brand.

Baca Juga :

4. Membagikan pada Orang Lain

membagikan brand engagement

Saat seorang konsumen sudah menunjukkan ketertarikan dan kecintaannya pada suatu brand, maka biasanya mereka tak akan ragu untuk turut membagikan pengalaman (experience) tersebut pada orang lain. Tujuannya adalah agar orang lain juga mendapatkan informasi tentang brand tersebut.

Karena pada umumnya, konsumen yang merasa puas (customer satisfaction) akan memberikan advocacy atau testimoni untuk mengajak orang lain menggunakan produk serupa. Hasilnya, brand pun akan mendapatkan citra mereka (brand image) yang positif di kalangan lead-lead lainnya.

Jika Anda sudah mencapai level ini, maka artinya brand Anda bukan hanya berpeluang untuk meningkatkan lead conversion, melainkan juga customer retention. Biasanya, ciri level ini adalah ketika konsumen yang membagikan konten brand kepada orang lain melalui social messaging, direct message, hingga Instagram story.

5. Aktif dalam Event yang Brand Adakan

Ketika konsumen sudah tertarik dengan brand, biasanya mereka bersedia untuk mengikuti kegiatan brand tersebut guna mendapatkan informasi lebih lanjut. Salah satunya adalah menghadiri event marketing yang brand lakukan.

Event ini bisa bermacam-macam, tergantung brand itu sendiri. Misalnya konsumen menghadiri bazaar, mengunjungi stand, hingga kompetisi yang brand adakan. Contohnya adalah melalui contest marketing campaign.

6. Membuat Konten dengan Brand

Level ini hampir serupa dengan level keempat. Namun, bedanya konsumen cenderung lebih suka membuat konten sendiri dan menyebarkannya melalui platform yang mereka inginkan. Misalnya adalah membuat User Generated Content (UGC).

Sebagai contoh, seorang konsumen mengulas atau mereview produk Anda secara sukarela melalui Instagram. UGC ini tentunya berbeda dengan KOL atau influencer yang mereview suatu produk karena kerja sama sebagai mitra bisnis brand yang bersangkutan.

Sebab, UGC bersifat sukarela dan gratis. Sehingga tak jarang jika review jujur seperti ini cenderung lebih mudah meningkatkan kepercayaan orang lain terhadap brand (brand authority).

7. Melakukan Pembelian

Pada dasarnya, membuat konsumen melakukan aksi pembelian dalam sales funnel memang menjadi tujuan dan target dari semua proses bisnis perusahaan. Kendati demikian, tidak semua kegiatan pembelian bisa Anda kaitkan dengan brand engagement. Sebab, ada berbagai alasan yang membuat seorang konsumen melakukan pembelian atau bahkan repeat purchase.

Misalnya karena sales approach yang meyakinkan, diskon besar-besaran, atau kebutuhan akan barang pengganti yang mendesak.

Namun, jika seorang konsumen membeli produk atau menggunakan jasa karena memang merasa tertarik pada brand tersebut, maka hal ini berarti bahwa brand engagement yang Anda lakukan telah berhasil.

Demikian adalah ulasan mengenai brand engagement dan 7 levelnya. Pada dasarnya, ini merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses branding suatu bisnis. Oleh sebab itu, Anda perlu memerhatikan setiap levelnya dengan teliti guna mengetahui sejauh mana keterikatan konsumen dengan brand.

Selain mengetahui brand engagement, Anda juga bisa memaksimalkan bisnis sosial dengan memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mendukung kesuksesan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.