4 Tips Jitu Memaksimalkan Cold Calling untuk Konversi Cold Lead

apa itu cold calling

Bagi Anda yang terjun ke dunia pemasaran dan sales, tentunya istilah cold calling menjadi hal yang tidak asing lagi di telinga. Ini merupakan salah satu strategi yang bermanfaat untuk meningkatkan penjualan (sales growth) perusahaan.

Dalam sales cycle atau siklus penjualan, terkadang ada beberapa sales lead atau prospek yang tidak bisa Anda konversi dalam waktu cepat (cold lead). Hal ini bergantung dari market temperature dan kebutuhan masing-masing lead tersebut. Kendati begitu, bukan berarti Anda tidak bisa kembali menargetkan cold lead untuk prospecting.

Di sinilah gunanya teknik cold calling. Yaitu sudah strategi pendekatan atau sales approach yang nantinya bertujuan untuk menarik minat dari cold lead agar dapat Anda konversi (lead conversion) menjadi pelanggan. Lantas, bagaimana cara menerapkannya dengan efektif?

Apa Itu Cold Calling?

Melansir dari Investopedia, cold calling adalah teknik yang tim sales lakukan untuk menghubungi target pelanggan yang sebelumnya tidak menunjukkan minat pada produk. Dari pengertian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pada dasarnya strategi ini cukup menantang dan berisiko.

Pasalnya, Anda harus mampu merebut hati dan menarik minat para cold lead yang sebelumnya sama sekali tidak menaruh ketertarikan pada produk yang Anda tawarkan. Kendati demikian, teknik ini menjadi salah satu strategi pemasaran tertua yang paling umum diterapkan di berbagai perusahaan.

Mengutip dari laman HubSpot, strategi marketing ini bahkan masih menjadi favorit di kalangan perusahaan B2B dan perusahaan-perusahaan besar. Di samping memaksimalkan social media marketing, konten marketing, kampanye pemasaran, atau strategi digital marketing lainnya, cold calling juga menjadi strategi pilihan utama.

Meski begitu, perlu Anda ketahui bahwa strategi ini bukanlah hal yang mudah Anda terapkan. Apalagi Anda berurusan dengan lead yang sebelumnya tidak tertarik dengan apa yang Anda tawarkan. Bahkan, tak sedikit lead yang justru merasa terganggu saat tim sales menerapkan strategi ini.

Namun, strategi ini mampu meningkatkan penjualan secara signifikan apabila Anda berhasil melakukannya dengan efektif. Tak hanya meningkatkan conversion rate, tak jarang cold lead juga bisa berubah menjadi customer loyal (pelanggan setia) yang menaikkan angka retensi.

digital marketing agency

Maka dari itu, Anda perlu melakukan strategi ini secara terstruktur dan efektif. Bagaimana caranya?

Baca Juga :

Cara Efektif Melakukan Cold Calling

tips cold calling efektif

Sebagaimana pemaparan di atas, cold calling bukanlah teknik yang mudah untuk Anda terapkan begitu saja. Teknik ini membutuhkan perencanaan secara matang agar dapat mencapai tujuan dan target bisnis Anda.

Sesuai dengan namanya, teknik ini memerlukan komunikasi dan kemampuan Anda untuk melakukan pendekatan langsung pada cold lead melalui sambungan telepon. Sehingga, butuh adanya tim sales hingga customer service staff yang mumpuni.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu Anda siapkan dengan matang sebelum menerapkan strategi ini agar mendapatkan hasil yang efektif. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan cold calling :

1. Lakukan Market Research Terlebih Dahulu

Pada dasarnya semua strategi memang memerlukan riset terlebih dahulu. Hasil riset tersebut berguna untuk membantu menyusun perencanaan bisnis (business plan) yang lebih matang dan efektif. Tak terkecuali saat Anda melakukan cold calling.

Langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah melakukan market research atau riset market. Sebab tanpa riset mengenai lead, tentu Anda akan mengalami kesulitan dalam menawarkan produk.

Hasil riset pasar ini akan membantu Anda untuk mengetahui market orientation hingga kebutuhan pelanggan dan customer pain point. Dengan begitu, Anda pun akan lebih mudah dalam menentukan jenis pendekatan apa yang perlu dilakukan untuk menarik minat mereka.

Selain itu, riset ini juga akan memudahkan Anda untuk mendapatkan insights atau wawasan yang sangat bermanfaat dalam proses pengembangan produk (product development). Sehingga, Anda pun dapat menawarkan produk yang bersifat customer centric atau sesuai dengan kebutuhan target pasar. Dengan begitu, peluang keberhasilan cold calling pun akan semakin besar.

Manfaat lain dari riset market bukan hanya sebatas mengetahui calon pelanggan saja. Anda pun bisa mengetahui market positioning, product positioning, market share, sales analysis, hingga menganalisis kompetitor dan ancaman pendatang baru. Sehingga, riset pasar ini akan sangat menguntungkan proses bisnis Anda secara keseluruhan.

2. Siapkan Skrip yang Menarik

Tahukah Anda bahwa saat melakukan cold calling, hal pertama yang akan cold lead perhatikan adalah bagaimana gaya bahasa Anda saat berkomunikasi dan menawarkan produk?

Sebab, cara Anda menawarkan produk akan memberikan kesan tersendiri bagi mereka. Apabila Anda berkomunikasi dengan gaya bahasa yang tidak sesuai dengan calon pelanggan, maka bukan hal yang mustahil apabila mereka kehilangan ketertarikan.

Oleh karena itu, Anda bisa merancang kalimat penawaran terlebih dahulu yang nantinya akan Anda utarakan pada lead. Agar lebih mudah, buatlah poin-poin penting yang ingin Anda jelaskan saat melakukan cold calling dalam sebuah skrip. Sebab bagaimanapun juga, menjelaskan lewat sambungan telepon tidaklah sama seperti saat Anda bertatap muka langsung dengan calon konsumen (secara direct).

Mengutip dari The Balance SMB, Anda tidak akan kebingungan saat menjelaskan tentang produk dengan cara membuat skrip. Siapkan juga kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang akan lead tanyakan beserta jawabannya. Ini akan membuat Anda tampak profesional dan sigap dalam memberikan jawaban yang lead butuhkan.

Baca Juga :

3. Berbicara dengan Percaya Diri

tips maksimalkan cold calling

Yesware menyatakan bahwa terdapat studi yang menunjukkan bahwa 80% sales gagal melakukan cold calling karena kurangnya rasa percaya diri saat menghubungi lead. Artinya, ini menunjukkan seberapa penting rasa percaya diri saat Anda berbicara dengan lead melalui sambungan telepon.

Sebab kepercayaan diri menunjukkan tingkat profesionalitas Anda. Selain mampu memengaruhi minat lead dan membuat mereka yakin untuk menggunakan produk yang Anda tawarkan, kepercayaan diri saat berbicara dengan lead juga akan membantu meningkatkan citra merek dan brand authority.

Kendati begitu, merasa gugup saat berbicara dengan cold lead memanglah bukan hal yang gampang. Apalagi apabila Anda baru pertama kali melakukannya. Oleh sebab itu, sebaiknya persiapkan diri Anda sebaik mungkin sebelum menghubungi pelanggan. Anda bisa menunjang kepercayaan diri setelah melakukan riset dan menyiapkan skrip seperti dua langkah sebelumnya.

4. Jelaskan Product Value yang Anda tawarkan

Sebagaimana ulasan di atas, kita tahu bahwa pada intinya cold calling adalah teknik di mana Anda menghubungi kembali lead yang tidak tertarik pada produk. Hal ini hampir serupa dengan retargeting, yaitu kembali menargetkan pelanggan yang telah melakukan kontak namun tidak menyelesaikan tahapan sales funnel.

Salah satu langkah jitu untuk menarik minat cold lead adalah dengan menjelaskan product value yang akan mereka dapatkan. Tentunya strategi ini bisa berjalan dengan baik apabila Anda sudah melakukan riset dan mengetahui kebutuhan pelanggan. Apabila customer telah mengetahui kualitas produk dan manfaat yang akan diperoleh (customer value), kemungkinan untuk tertarik menggunakan produk tersebut pun akan semakin besar.

Itulah penjelasan mengenai strategi cold calling serta bagaimana cara melakukannya dengan efektif. Seperti yang kita tahu, ini merupakan strategi yang sebenarnya cukup sulit untuk Anda terapkan. Sehingga butuh adanya kegigihan dan perencanaan yang matang agar lebih mudah menarik minat para cold lead dan mengonversinya.

Di sisi lain, Anda juga bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.