Penerapan Augmented Marketing sebagai Strategi Pemasaran Era Marketing 5.0

augmented marketing adalah

Tak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan teknologi telah memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan. Termasuk dunia pemasaran yang kini telah memasuki era marketing 5.0. Salah satu elemen utama marketing 5.0 tersebut adalah augmented marketing, yang memegang peranan penting dalam dunia digital marketing sekaligus marketing technology.

Berdasarkan buku “Marketing 5.0: Technology for Humanity” karya Hermawan Kartajaya bersama Iwan Setiawan dan Philip Kotler, pada dasarnya marketing 5.0 adalah penerapan teknologi yang meniru manusia untuk menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan meningkatkan nilai di seluruh customer journey.

Sehingga, marketing 5.0 menekankan pada dua aspek yakni New CX (customer experience) serta Next Tech, yaitu teknologi yang bertujuan untuk meniru kemampuan manusia dalam melakukan strategi marketing.

Sedangkan elemen penyokong dari Marketing 5.0 meliputi data-driven marketing, agile marketing, predictive marketing, contextual marketing, serta augmented marketing. Integrasi dari elemen-elemen inilah yang menyokong terbentuknya Marketing 5.0.

Augmented marketing sendiri memegang peranan penting dalam arsitektur Marketing 5.0. Sebab, pemasaran tambahan ini bersinggungan langsung dengan pemanfaatan teknologi untuk marketer serta penciptaan customer experience yang lebih efektif.

Lantas, apa itu augmented marketing dan bagaimana penerapannya sebagai strategi pemasaran di era Marketing 5.0?

Apa Itu Augmented Marketing?

Melansir dari Marketingjournal, augmented marketing adalah penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas marketer, dengan menggunakan teknologi yang meniru manusia seperti chatbots dan asisten virtual.

Elemen marketing 5.0 ini memastikan bahwa marketer menggabungkan kecepatan dan kenyamanan antarmuka digital dengan empati yang berpusat pada pelanggan.

digital marketing agency

Sesuai dengan namanya, augmented sendiri memiliki arti “tambahan”. Sehingga, tujuannya adalah untuk memberikan manfaat ekstra dalam memaksimalkan pemasaran, meningkatkan brand experience, serta memberikan brand value lebih kepada para customer.

Konsepnya lebih mengarah kepada bagaimana cara marketer menggunakan teknologi yang tepat untuk membantu efisiensi dan otomasi pada pekerjaan mereka. Sehingga selain lebih menghemat tenaga, teknologi ini juga mampu untuk melakukan tugas yang tepat sasaran.

Sebab dengan teknologi yang benar, marketer akan semakin terbantu dalam mengenal konsumen lebih personal dan mampu memberikan pengalaman yang menyentuh, sehingga terbangun kepercayaan terhadap brand dan brand loyalty.

Baca Juga :

Manfaat Augmented Marketing

Sejatinya, semua jenis strategi pemasaran baik itu tradisional marketing maupun digital marketing sama-sama memiliki tujuan untuk menciptakan customer experience yang lebih baik. Dengan customer experience yang baik, maka kepuasan pelanggan pun akan meningkat. Hasilnya, akan ada semakin banyak peluang leads yang bisa bisnis Anda konversi untuk menjadi pelanggan potensial dan meningkatkan pendapatan.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, tren marketing pun turut mengalami perkembangan. Hal ini karena perkembangan teknologi berpengaruh pada perilaku konsumen. Sehingga, mau tak mau marketer pun dituntut untuk menciptakan strategi marketing yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan serta kebiasaan konsumen.

Apalagi data statistik dari Oracle menyatakan bahwa 86% pembeli bersedia membayar lebih untuk pengalaman pelanggan yang lebih baik. Inilah yang menjadi konsep utama dari augmented marketing. Strategi ini menggunakan marketing technology tools untuk meningkatkan produktivitas marketer guna meningkatkan customer experience.

Lalu, apa saja manfaat augmented marketing selain untuk meningkatkan customer experience?

Meningkatkan Customer Satisfaction

Kepuasan pelanggan tentunya akan turut meningkat seiring dengan customer experience yang lebih efektif. Di samping itu, penggunaan teknologi tepat guna oleh marketer tentunya juga akan meningkatkan kecepatan dan kenyamanan customer.

Meningkatkan Pendapatan

Melalui augmented marketing, Anda berpotensi untuk meningkatkan pendapatan. Dengan antarmuka yang dapat ditingkatkan, strategi pemasaran ini bisa lebih efektif daripada mass-marketing dalam skala besar.

Lebih Hemat Tenaga dan Waktu

Pemanfaatan teknologi tentunya akan membuat marketer menjadi lebih hemat waktu maupun tenaga. Dengan demikian, marketer dapat memaksimalkan waktu untuk mengawasi serta melakukan strategi pemasaran maupun strategi business development lainnya.

Baca Juga :

Contoh Penerapan Augmented Marketing

Augmented marketing kini menjadi trend untuk strategi marketing karena pengalaman pelanggan yang lebih efektif, dan umumnya dapat diakses lewat mobile sebagai medium.

Contoh augmented marketing bisa Anda lihat dalam marketing technology trend seperti immersive buy journey. Yakni sebuah interaksi multi sensor yang melibatkan konsumen dengan beragam jenis layanan suatu bisnis, sistem ataupun ruang di seluruh perjalanan pelanggan.

Penerapan immersive buy journey ini lebih dari interaksi virtual atau tambahan. Sebab, pengalaman multi sensor ini dapat menciptakan hubungan yang bersifat positif dari seorang pelanggan saat melakukan interaksi dengan bisnis.

Contohnya adalah bisnis e-commerce, di mana pelanggan dapat melakukan interaksi dengan sebuah produk 3D. Konsep ini akan memberi pengalaman baru konsumen saat berbelanja. Nantinya, mereka bisa mencoba produk-produk yang akan mereka beli dengan lebih mudah secara virtual.

Kesimpulan

Demikian adalah ulasan mengenai augmented marketing sebagai elemen dari Marketing 5.0. Saat ini, strategi marketing memang lebih mengarah kepada bagaimana marketer memilih teknologi yang tepat untuk membantu pekerjaan.

Untuk menerapkan augmented marketing, perusahaan juga harus melakukan otomasi dengan sentuhan manusia. Artinya, peran marketer menjadi sangat penting bukan hanya sebagai pelaksana, tetapi juga menjadi pengambil keputusan marketing yang tepat.

Agar perusahaan unggul, maka dibutuhkan adanya simbiosis seimbang antara manusia dan teknologi. Sebagaimana prinsip Marketing 5.0 yang menggabungkan teknologi dan humanity, ini bukanlah tentang mengganti peran marketer dengan teknologi, melainkan menemukan cara di mana bisnis dapat memaksimalkan kombinasi antara keduanya dan memberikan lebih banyak manfaat dalam menciptakan customer experience.

Semoga Anda dapat memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini dan menciptakan strategi marketing yang sesuai dengan perusahaan Anda.

Selain menciptakan strategi marketing yang tepat sesuai dengan perkembangan teknologi, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.