Manfaat Augmented Reality (AR) sebagai Strategi Marketing yang Efektif dan Contohnya

augmented reality AR untuk marketing

Rasanya kita semua setuju bahwa dewasa ini perkembangan teknologi semakin canggih dari waktu ke waktu. Tak terkecuali Augmented Reality (AR) yang berkembang dengan sangat pesat belakangan ini, bahkan telah diterapkan sebagai strategi marketing untuk menarik minat target pasar.

Pada dasarnya, AR merupakan bagian dari Next Tech di era Marketing 5.0 seperti sekarang. AR menjadi salah satu teknologi terbaru yang bermanfaat untuk meningkatkan customer experience dan customer satisfaction dalam perjalanan pelanggan (customer journey). Maka dari itu, tak heran kalau banyak perusahaan besar yang telah menerapkan teknologi ini sebagai strategi pemasaran.

AR kini menjadi tren digital marketing dan sales bagi brand karena pengalaman belanja yang ditawarkan lewat mobile sebagai medium. Contohnya adalah penggunaan immersive buy journey, yang dapat memberikan pengalaman baru bagi user experience ke tingkat yang lebih lanjut.

Apa Itu Augmented Reality (AR)?

Melansir dari Tech Target, AR atau Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan konten digital yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata secara real-time.

Sementara itu, BitDegree menjabarkan AR sebagai teknologi penembus batas dunia nyata, yang memberi tambahan realitas lewat jalan digital. Di mana, konsepnya adalah AR memungkinkan user melihat objek maya 2D atau 3D yang diproyeksikan terhadap dunia nyata.

Berbeda dengan VR (Virtual Reality), AR tidak menciptakan seluruh lingkungan buatan untuk menggantikan yang asli dengan virtual. Karena sesuai dengan namanya, Augmented Reality berarti realitas tambahan.

Artinya, AR muncul di tampilan langsung dari lingkungan yang ada dan menambahkan suara, video, dan grafik ke dalamnya. Jadi, AR tetap menampilkan lingkungan fisik dunia nyata, yang disertai dengan gambar tambahan yang dihasilkan komputer sehingga mengubah persepsi realitas.

Cara Kerja Augmented Reality

AR bisa Anda tampilkan di berbagai perangkat seperti smartphone, kacamata khusus, kamera, layar, webcam, dan sebagainya. Perangkat-perangkat tersebut akan berfungsi sebagai output device.

digital marketing agency

AR menggunakan teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping), sensor, dan pengukur kedalaman. Misalnya, pengumpulan data sensor untuk menentukkan suatu lokasi, menghitung jarak dari lokasi sebelumnya ke lokasi tujuan, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah komponen-komponen pendukung AR yang perlu Anda ketahui:

1. Kamera dan Sensor

Komponen ini berguna untuk mengumpulkan data informasi kolaborasi dengan pengguna dan mengirimkannya untuk diproses. Kamera pada ponsel memiliki kemampuan untuk memeriksa lingkungan dan data yang masuk, serta mampu menemukan barang fisik dan menghasilkan objek 3D.

2. Proyeksi

Komponen ini mengacu pada proyektor kecil. Misalnya semacam headset AR. Alat tersebut mengambil informasi dari sensor dan memproyeksikan konten yang terkomputerisasi ke permukaan untuk dilihat.

3. Refleksi

Beberapa gadget AR memiliki cermin untuk membantu mata manusia melihat gambar secara virtual. Ini Berfungsi untuk memantulkan cahaya ke kamera dan ke mata pengguna. Tujuan dari cara refleksi adalah untuk memainkan pengaturan gambar yang tepat dan akurat.

Baca Juga :

Manfaat Augmented Reality sebagai Strategi Marketing

Manfaat Augmented Reality

Melihat semakin maraknya penggunaan teknologi AR saat ini, tentunya marketer perlu memanfaatkannya sebagai salah satu strategi marketing yang efektif. Sebab, AR dapat memberikan sejumlah manfaat sebagai berikut:

1. Meningkatkan Customer Experience

Manfaat utama penggunaan AR adalah untuk meningkatkan customer experience. Hal ini karena pelanggan Anda memiliki lebih banyak informasi yang tersedia, serta dapat membuat pilihan maupun menyelesaikan transaksi dengan lebih cepat.

Sama halnya dengan mencoba baju dan kosmetik di toko offline, maupun test drive mobil sebelum membeli, AR juga memberikan kesempatan bagi customer untuk mencoba produk secara digital.

Sehingga, customer tidak perlu repot-repot untuk berinteraksi dengan produk offline, tetapi bisa mencoba rautan produk dengan AR untuk mencari yang terbaik. Teknologi AR untuk kosmetik sudah dipraktikkan oleh Sephora dan L’Oreal

2. Memberikan Virtual Tour

AR mampu memproyeksikan informasi dan pengalaman khusus untuk customer. Misalnya, Starbucks yang mengajak customer untuk mengikuti tur virtual ke toko mereka, di mana customer bisa men-scan produk untuk mendapatkan informasi lengkap.

3. Meningkatkan Branding dengan Komponen Virtual

Anda juga bisa memanfaatkan teknologi AR untuk branding. Contohnya adalah memberikan informasi tambahan seputar brand secara virtual. Caranya, Anda bisa men-scan image dari brosur, sehingga customer dapat langsung menonton video AR tentang profil perusahaan.

4. Meningkatkan Status Brand

Penggunaan AR juga bisa Anda manfaatkan untuk menciptakan buzz marketing bagi brand. Contohnya adalah Pepsi yang menciptakan “jendela” di halte bus dengan AR sebagai salah satu elemen campaign, di mana audiens bisa melihat UFO sampai robot virtual yang berkeliaran di kota melalui jendela tersebut.

5. Meningkatkan Brand Awareness (Kesadaran Merek)

Kampanye AR membantu meningkatkan kesadaran akan merek (brand awareness). Bahkan, strategi ini bisa membuat pelanggan membicarakan brand Anda dari mulut ke mulut. Hal ini karena teknologi AR relatif baru dan pengalaman berinteraksi dengan merek melalui AR masih merupakan pengalaman baru bagi sebagian besar pelanggan.

Sehingga, leads pun akan jauh lebih mudah merasa tertarik apabila Anda memanfaatkan teknologi augmented marketing yang satu ini.

6. Meningkatkan Engagement (Keterlibatan Pelanggan)

Menurut sebuah penelitian, kampanye pemasaran atau marketing campaign dapat meningkatkan angka engagement atau keterlibatan pelanggan lebih tinggi, yakni 75 detik. Sebagai perbandingan, iklan radio dan TV dalam tradisional marketing hanya memiliki rata-rata durasi engagement 2,5 detik.

7. Menjadi Alat Promosi yang Efektif

Mungkin manfaat terbesar AR adalah kemampuannya untuk menghubungkan strategi promosi pemasaran digital dan pengalaman fisik pelanggan dengan lebih inovatif. AR menjembatani saluran pemasaran tradisional dan digital, memungkinkan Anda untuk mengubah iklan fisik atau brosur statis menjadi pengalaman digital.

Baca Juga :

Contoh Penerapan Augmented Reality

Contoh Augmented Reality

Di era modern ini, AR sudah mulai dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan ternama pada produk-produk terbaiknya. Berikut ini adalah contoh penerapan AR yang perlu Anda ketahui:

1. Retail

Di bidang retail, IKEA telah mengadopsi salah satu marketing technology tools ini sejak beberapa tahun terakhir. IKEA mulai bereksperimen dengan AR pada tahun 2012 silam, di mana pengguna dapat menggunakan aplikasi untuk melihat bagaimana tampilan benda yang akan mereka beli apabila ditempatkan di rumah mereka.

IKEA sekarang melangkah lebih jauh dengan aplikasi Place, yang memungkinkan pengguna untuk memilih produk dari katalog dan melihat tampilannya pada seluruh rumah mereka. Di masa depan AR bisa menjadi fitur baru produk demi meningkatkan user experience. sehingga tak heran kalau kini penggunaan AR semakin masif.

2. Game

Teknologi AR juga telah merambah keperluan rekreasional dalam game-game favorit yang mungkin saja telah Anda mainkan. Salah satu game yang menggunakan teknologi gamification ini adalah Pokemon Go!.

Game ini memungkinkan pengguna untuk menangkap beragam jenis Pokemon dengan melihat dunia virtual melalui smartphone mereka. Perlu Anda tahu, game ini sangatlah sukses dengan 65 juta pengguna di seluruh dunia pada puncak popularitasnya.

3. Broadcast

Contoh penerapan teknologi AR lainnya yang cukup terkenal adalah pada dunia broadcast. Sebenarnya, selama bertahun-tahun sudah banyak program televisi yang telah menggunakan efek khusus untuk meningkatkan kualitas programnya.

Sebagai contoh, ahli cuaca yang berdiri di depan layar hijau untuk menyampaikan prakiraan cuaca. Contoh lainnya adalah penyiaran program olahraga, di mana animasi produk-produk sponsor tampil di layar sebelum pertandingan mulai.

4. Media sosial

Mungkin secara tidak sadar Anda telah menggunakan teknologi AR melalui fitur media sosial, terutama Instagram. AR dapat Anda temukan pada filter di Instagram yang menghibur. Filter-filter diciptakan menggunakan AR sebagai objek 3D dan teknologi Artificial Intelligence sebagai logikanya.

5. Industri kesehatan

Penerapan AR di industri kesehatan berguna untuk membantu perencanaan operasi, perawatan pasien, dan sosialisasi situasi medis yang kompleks kepada pasien dan kerabat mereka. Bahkan dewasa ini, mahasiswa perguruan tinggi dan sekolah kesehatan juga sudah menggunakan headset khusus AR untuk mempelajari seluk beluk anatomi manusia.

Demikian adalah ulasan mengenai AR beserta contoh dan manfaatnya untuk dunia marketing. Perlu Anda ketahui bahwa AR merupakan bagian dari marketing technology yang kini kerap dimanfaatkan untuk menunjang pengoptimalan strategi marketing dan menciptakan customer experience yang lebih baik.

Selain memanfaatkan AR sebagai strategi marketing yang tepat sesuai dengan perkembangan teknologi, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.