Panduan Dasar Cara Mengembangkan B2B Marketing 2022

Panduan Dasar Cara Mengembangkan B2B Marketing 2022

Ketika berbicara soal bisnis, hal yang pasti terlintas di pikiran pertama kali adalah proses jual-beli produk antara perusahaan dengan konsumen. Tapi sebelum melaksanakan proses tersebut, pelaku bisnis akan melakukan serangkaian strategi pemasaran dan penjualan untuk menjaring pelanggan baru, mengakuisisi pelanggan, hingga mempertahankan pelanggan. Namun, Anda juga perlu mengetahui dan mempertimbangkan bahwa penerapan strategi B2B marketing adalah sama pentingnya dengan mendapatkan konsumen dari kalangan masyarakat luas.

Dalam strategi B2B marketing atau strategi pemasaran business-to-business pun pelaku bisnis bisa memanfaatkan berbagai marketing channel, misalnya toko fisik (toko offline), media sosial, blog, aplikasi, email, hingga saluran telepon. Kendati demikian, proses pemasaran ke bisnis lain sangatlah berbeda dan tidak sesederhana proses pemasaran ke konsumen individual.

Tidak hanya siklus penjualan yang lebih lama dan lebih rumit, tetapi mendapatkan kepercayaan pihak target bisnis lain cukup sulit. Dan dalam kebanyakan kasus, ada beberapa pihak yang harus terlibat aktif dalam seluruh proses.

Jika Anda ingin mempelajari tentang B2B marketing, taktik apa yang ditimbulkannya, dan bagaimana cara untuk berhasil dalam jenis strategi marketing ini, Anda telah datang ke tempat yang tepat. Mari kita jelajahi bersama secara mendalam untuk memahami setiap elemen strategi pemasaran B2B modern yang paling efektif.

Definisi B2B Marketing

apa itu pemasaran b2b

Seperti namanya, B2B marketing atau pemasaran business-to-business mengacu pada segala jenis strategi pemasaran produk atau layanan satu bisnis kepada bisnis dan organisasi lain. Dalam pemasaran B2B, Anda sebagai pelaku bisnis akan bekerja dengan individu tertentu atau kelompok kecil orang dalam industri tertentu.

Misalkan, bisnis Anda bergerak di bidang manufaktur perangkat digital seperti komputer dan server. Lalu Anda memasarkan produk tersebut ke perusahaan lain yang membutuhkan perangkat digital tersebut. Dengan begitu, antara dua pelaku bisnis sama-sama diuntungkan, baik dari segi finansial dan komunikasi yang terjalin secara profesional.

Baca Juga:

Tujuan utama Anda adalah untuk menjalin hubungan dengan manajer kantor atau karyawan bisnis lainnya yang lebih tinggi yang ingin Anda kerja samai. Bukan hanya sekedar menambah relasi, tetapi tujuan Anda melakukan pemasaran ke bisnis lain adalah agar mereka bisa mendapat insight baru tentang brand, product value, dan mengubahnya menjadi pelanggan prospek (lead generation). Dengan kata lain, manajer kantor atau karyawan bisnis itu adalah orang-orang yang akan memutuskan apakah perusahaannya akan membeli produk bisnis Anda atau tidak.

digital marketing agency

Dalam arti luas, konten pemasaran B2B nantinya cenderung lebih informatif dan lebih spesifik dari pemasaran B2C. Ini karena keputusan pembelian bisnis didasarkan pada dampak pendapatan inti bisnis. Sedangkan faktor ROI (Return on Investment) jarang menjadi pertimbangan bagi pelaku pemasaran B2B, walaupun tidak memungkiri akan mempertimbangkannya untuk tujuan jangka panjang.

Cara Membuat Strategi B2B Marketing

Cara Membuat Strategi B2B Marketing

Sudah jadi rahasia umum jika persaingan untuk  menarik perhatian, mendapatkan, dan mempertahankan pelanggan sudah sangat tinggi. Oleh karena itu, Anda harus membangun strategi B2B marketing terbaik yang dapat memberikan hasil yang dibutuhkan selama perencanaan, eksekusi, dan manajemen yang bijaksana.

Namun, sebelumnya pastikan Anda memahami perjalanan pembeli atau customer journey B2B yang Anda targetkan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda terapkan pada proses B2B agar mampu menonjol di pangsa pasar yang ramai.

1. Kembangkan Visi Secara Menyeluruh

Jika Anda gagal merencanakan strategi-strategi tertentu, maka sama saja Anda telah merencanakan untuk gagal. Jadi, sebelum Anda mulai mati-matian merencanakan hingga membuat iklan dan konten yang terbaik, Anda harus memiliki tujuan bisnis yang spesifik dan terukur. Kemudian, Anda perlu membangun atau mengadopsi kerangka kerja sebagai media deskriptif bagaimana strategi pemasaran B2B Anda akan mencapai tujuan.

2. Tentukan Target Pasar dan Buyer Persona

Ini adalah langkah yang sangat vital bagi organisasi B2B karena proses pemasaran produk dan layanan B2B terjadi pada serangkaian pelanggan yang berbeda dengan tantangan dan kebutuhan tertentu. Semakin sempit Anda dapat mendefinisikan target pasar pelanggan, maka semakin baik Anda proses komunikasi untuk kebutuhan pemasaran dengan pesan yang relevan.

Baca Juga:

Kami sarankan pula agar Anda membuat dokumen untuk persona pembeli (buyer persona) ideal Anda. Lakukan riset pasar dengan demografi tertentu, wawancarai orang-orang di industri Anda, dan menganalisis pelanggan terbaik Anda. Dengan begitu, Anda dapat mengkompilasi serangkaian atribut atau kebutuhan bisnis yang dapat Anda cocokkan dengan pelanggan prospek untuk leads yang berkualifikasi terbaik.

3. Identifikasi Taktik dan Channel B2B Marketing

Setelah itu, Anda harus menentukan bagaimana cara dan di mana Anda berniat menjangkau bisnis atau organisasi lain. Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah sebelumnya akan membantu Anda mengidentifikasi strategi dan penggunaan media saluran pemasaran terbaik.

Sebagai langkah awal, Anda bisa menjawab pertanyaan berikut untuk mengidentifikasi pelanggan dan leads atau pelanggan prospek ideal Anda:

  • Di mana pelanggan akan menghabiskan waktu online mereka?
  • Apa pertanyaan yang biasanya pelanggan cari di search engine?
  • Apa jaringan media sosial yang umumnya pelanggan sukai?
  • Bagaimana Anda bisa mengisi celah peluang yang mana sebelumnya kompetitor Anda buka?
  • Apa acara marketing industri yang pelanggan hadiri?

4. Buat Aset Bisnis dan Jalankan Campaign

Dengan rencana yang telah Anda susun sedemikian rupa, inilah saatnya untuk mempraktikannya. Ikuti praktik terbaik untuk setiap channel marketing yang Anda gunakan ke dalam strategi Anda. “Bahan-bahan” penting dalam marketing campaign yang efektif adalah pendekatan kreatif, wawasan produk yang berguna, penargetan canggih, dan keinginan kuat untuk bertindak.

5. Ukur dan Tingkatkan Strategi B2B Marketing yang Berjalan

Anda juga harus tetap memantau dan bila perlu meningkatkan strategi marketing B2B yang sedang berlangsung sehingga Anda akan selalu bergerak ke arah yang benar. Contohnya, Anda ingin mencari tahu mengapa ada konten pemasaran Anda yang tidak menghasilkan penjualan dan ada yang berhasil.

Dengan memahami poin ini, Anda akan lebih bijak menginvestasikan usaha dan anggaran Anda. Semakin waspada Anda dalam menganalisis perkembangan (misal dengan analisis SWOT) dan menerapkan langkah-langkah marketing Anda, semakin besar kemungkinan Anda untuk terus meningkatkan dan melampaui tujuan Anda.

Contoh Format Konten Strategi B2B Marketing

Contoh Format Konten Strategi pemasaran b2b

Berikut adalah beberapa format konten dalam strategi pemasaran B2B yang paling umum untuk Anda pertimbangkan.

1. Konten Blog

Blog dan website bisnis adalah andalan untuk hampir semua tim content marketing. Blog yang Anda perbarui secara berkala menyediakan visibilitas dan mengarahkan organic traffic dalam inbound marketing situs Anda.

Pasalnya, blog bisnis Anda adalah tempat terbaik untuk menampung sejumlah jenis dan format konten yang berbeda. Baik itu konten pemasaran bisnis atau hanya konten selingan untuk kebutuhan edukasi. Terapkan strategi konten blog dengan menggunakan landing page, fitur CTA (Call-to-Action), sematkan konten PPC, dan lain-lain.

2. Search Engine

Pada dasarnya, SEO atau search engine optimization adalah praktik terbaik dalam urusan digital marketing yang mengutamakan konten.

Namun, praktik terbaik SEO akan selalu berubah seiring dengan perubahan algoritma search engine Google sehingga menjadikan SEO cukup sulit dan menantang untuk dioperasikan.

Walaupun begitu, akhir-akhir ini fokus SEO telah bergeser dari keyword dan metadata, dan meningkatkan beberapa performa, seperti:

  • Page experience
  • Link spam
  • Broad core
  • Fitur review produk
  • Multitask unified model

3. Media Sosial

Baik fitur media sosial gratis dan berbayar, Anda harus mengimbangi penggunaannya. Jejaring sosial memungkinkan Anda untuk menjangkau dan melibatkan prospek di mana mereka aktif. Pembeli B2B sering menggunakan media sosial untuk meneliti vendor potensial untuk kebutuhan keputusan pembelian.

4. Whitepaper, Ebooks, dan Infografis

Aset bisnis seperti whitepaper, e-book, atau infografis yang berisi informasi berharga, dokumen-dokumen yang dapat pelanggan unduh dapat meningkatkan keberhasilan strategi marketing Anda. Sebab, pelanggan harus memberikan informasi kontak atau melakukan tindakan lain untuk mengakses channel marketing Anda secara mendalam dengan tujuan terhubung dengan bisnis Anda.

Selain keempat format di atas, Anda juga bisa manfaatkan media seperti email marketing, video yang bisa Anda lampirkan pada blog, media sosial, dan email, podcast, hingga melaksanakan webinar dan acara livestream.

Bila kami simpulkan, langkah-langkah dasar dalam menciptakan strategi B2B marketing adalah mengembangkan visi, mendefinisikan audiens, mengidentifikasi taktik dan channel, menempatkan konten dan menjalankan campaign, lalu kemudian terus mengukur untuk optimasi kualitas pemasaran.

Saat menargetkan, seimbangkan tujuan dengan volume pasar untuk memastikan Anda mencapai semua stakeholder terpenting yang berpotensi mempengaruhi keputusan pemasaran antar bisnis. Pemasaran B2B yang benar-benar efektif adalah yang menjunjung tinggi percakapan, tujuan yang tertarget, dan relevan secara kontekstual.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.