Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bargaining Power (Daya Tawar) dan Pengaruhnya untuk Bisnis

bargaining power adalah

Jika Anda memelajari tentang porter five forces, tentunya bargaining power atau daya tawar adalah salah satu elemen paling penting. Sebab pada dasarnya, memiliki daya tawar dalam suatu bisnis akan menjadi modal penting untuk mendapatkan profit dan revenue.

Apabila bisnis Anda mempunyai daya tawar yang lebih baik ketimbang kompetitor atau pesaing lainnya, maka konsumen mudah melirik produk/jasa yang Anda tawarkan. Selain itu, para investor dan mitra bisnis pun akan lebih mudah melirik perusahaan Anda untuk melakukan kerja sama dan negosiasi.

Perlu Anda pahami, kekuatan tawar-menawar atau daya tawar sendiri adalah salah satu konsep dasar ekonomi yang perlu Anda kuasai. Hal ini karena pembeli akan selalu ingin mendapat harga serendah mungkin, sedangkan penjual akan berusaha menjual dengan harga setinggi mungkin dan meningkatkan sales growth. Jika Anda tidak memahaminya dengan baik, maka peluang untuk mendapatkan untung yang lebih besar pun akan menipis.

Melalui artikel berikut ini, kami akan menjelaskan tentang apa itu daya tawar, faktor yang memengaruhi, dan bagaimana pengaruhnya untuk bisnis.

Apa Itu Bargaining Power?

Daya tawar atau bargaining power adalah ukuran kapasitas satu pihak yang dapat mempengaruhi pihak lain. Artinya, kekuatan tawar-menawar dari seorang pelaku bisnis bisa menentukan dan berpengaruh pada mitra bisnis atau konsumen lainnya.

Ini merupakan poin penting dalam negosiasi karena pihak-pihak dengan daya tawar yang lebih tinggi dapat memanfaatkan keadaan untuk mencapai kesepakatan yang lebih menguntungkan. Misalnya mendapatkan harga beli yang murah dan menjual dengan harga tinggi, serta mendapatkan kualitas produk yang bagus dengan harga terjangkau.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Bargaining Power

Ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhi daya tawar. Antara lain :

1. Memiliki alternatif lain

Adalah kondisi apabila salah satu pihak tidak membutuhkan pihak lain karena memiliki opsi lainnya. Ini artinya mereka memiliki bargaining power yang tinggi. Hal ini sekaligus membuat mereka tidak mengalami risiko bisnis yang besar, yang bisa memengaruhi perusahaan.

digital marketing agency

Misalnya bisnis Anda memiliki beberapa supplier untuk memasok bahan baku. Apabila supplier A menaikkan harga yang sekiranya memberatkan bisnis Anda, maka Anda bisa beralih pada supplier lainnya yang mematok harga lebih rendah. Dengan demikian, supply chain dan proses bisnis tidak akan terganggu.

2. Mudah beralih ke alternatif  lain

faktor-faktor bargaining power

Faktor selanjutnya adalah kemampuan bisnis untuk beralih ke alternatif lainnya. Pada dasarnya, poin ini hampir serupa dengan poin pertama. Di mana  suatu pihak yang memiliki daya tawar lebih besar akan mudah beralih ke alternatif lain apabila mengalami masalah. Sehingga secara gamblang, mereka lebih memiliki “kuasa” ketimbang yang lain.

Misalnya sebuah bisnis bekerja sama dengan supplier bahan baku yang memiliki banyak mitra. Supplier tersebut memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakunya. Apabila bisnis A merasa keberatan, maka hal tersebut tidak akan memiliki pengaruh besar bagi supplier karena mereka masih memiliki banyak mitra dan partner bisnis lainnya.

Sebaliknya, jika bisnis A tidak memiliki kemampuan untuk beralih ke alternatif lain, maka ia pun akan menghadapi masalah pasokan. Apalagi jika supplier tersebut memasok bahan baku yang sulit untuk Anda temukan. Artinya, supplier tersebut memiliki bargaining power yang lebih tinggi.

Baca Juga :

3. Memiliki pengetahuan bisnis yang mumpuni dan relevan

Pada dasarnya, setiap pelaku bisnis memang harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang apa yang mereka geluti. Selain mampu membantu proses business plan dan strategi bisnis, memiliki pengetahuan di bidang yang relevan juga memberikan daya tawar yang lebih besar.

Sebab, apabila pelaku bisnis tidak mempunyai pengetahuan yang relevan, maka bukan hal yang mustahil jika nantinya ia akan mudah merugi dan kena tipu oleh mitra bisnisnya. Bukan hanya itu saja, memiliki pengetahuan bisnis yang relevan juga menjadi kunci bagi Anda yang ingin menganalisis kompetitor atau melakukan competitive analysis. Dengan demikian, Anda akan mengetahui kelemahan dan kelebihan mitra bisnis.

4. Kurangnya kebutuhan

Artinya adalah jika salah satu pihak dalam negosiasi bisa meninggalkan kerja sama kapan pun tanpa mengalami konsekuensi atau memiliki kecenderungan risk appetite, maka ia memiliki bargaining power yang lebih besar. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kebutuhan atau kepentingan untuk mempertahankan kesepakatan. Sehingga, secara tak langsung pihak pertama bisa mengancam pihak lain dengan meninggalkan kerja sama. Alhasil, pihak lain harus bisa menawarkan kerja sama bisnis yang lebih baik dan menguntungkan pihak pertama.

Pentingnya Bargaining Power

Sejatinya, semua bisnis apapun jelas bertujuan untuk mendapatkan untung setinggi mungkin dengan mencapai kesepakatan terbaik. Nah, bargaining power ini adalah konsep yang berguna bagi Anda untuk membantu mendapatkan posisi di pasar (market positioning) dengan pangsa pasar yang luas dan keuntungan yang besar.

Sebab, daya tawar ini akan sangat bermanfaat dalam membantu memutuskan pricing atau penentuan harga produk secara efektif guna mendapatkan lebih banyak keuntungan. Karena pada dasarnya untuk menciptakan strategi penetapan harga yang optimal, sebuah bisnis harus mempertimbangkan banyak hal. Selain merumuskan strategi marketing mix yang tepat, bisnis juga harus memahami daya tawar yang dimiliki.

Oleh sebab itu, pastikan Anda dapat menjawab pertanyaan seperti :

  • Apakah bisnis Anda menyediakan produk yang unik (memiliki unique selling point) yang tidak mempunyai alternatif (produk pengganti)?
  • Sanggupkah bisnis Anda menjual produk dengan jumlah yang lebih rendah namun dengan harga tinggi?
  • Apakah ada kemungkinan Anda bisa melakukan strategi upselling?
  • Seberapa penting produk Anda untuk target pasar atau pembeli?

Baca Juga :

Pengaruh Bargaining Power untuk Bisnis

pengaruh bargaining ppower untuk bisnis

Dengan menilik dari penjelasan sebelumnya, tentu kita mengetahui bahwa kekuatan daya tawar memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah bisnis. Sebab pada umumnya, bargaining power sendiri dapat memberikan sejumlah pengaruh untuk perkembangan dan pertumbuhan bisnis kedepannya. Antara lain:

1. Dapat Memengaruhi Tekanan Harga

Bisnis dengan daya tawar yang tinggi dapat memengaruhi tekanan harga di pasar. Artinya, semakin tinggi daya tawar yang sebuah bisnis miliki, maka kemungkinan terjadinya peningkatan harga produk pun akan semakin besar pula.

Misalnya supplier mematok harga yang lebih mahal untuk bahan baku. Apabila sebuah bisnis tidak memiliki alternatif lain kecuali menerima kenaikan harga tersebut, maka bisnis tersebut akan membebankan kenaikan biaya pada pelanggan. Tujuannya adalah untuk menjaga margin keuntungan perusahaan tetap stabil.

Efeknya, peningkatan harga di pasar pun akan terjadi. Bisnis akan mematok harga yang lebih tinggi untuk produk yang sama. Keputusan ini bisa berakibat fatal atau justru menghasilkan keuntungan. Sebab apabila pasar tidak mendukung kenaikan harga tersebut, maka kemungkinan besar pelanggan akan beralih pada produk kompetitor. Sehingga angka customer churn rate semakin meningkat.

Sebaliknya, apabila pasar benar-benar membutuhkan produk Anda dan tidak ada alternatif lain, maka mereka akan setuju untuk mengeluarkan harga yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, pastikan Anda melakukan riset pasar dan market orientation terlebih dahulu. Pastikan bahwa harga yang Anda tawarkan sesuai dengan daya beli pelanggan.

2. Memengaruhi Kualitas Barang

Daya tawar yang tinggi juga dapat memengaruhi product development dan kualitas produk di pasar. Contohnya, pemasok dengan peningkatan bargaining power bisa memutuskan untuk fokus pada kuantitas dan mengesampingkan kualitas. Tujuannya sudah pasti untuk meningkatkan keuntungannya saat berada dalam posisi leverage yang tinggi.

Hal ini dapat memberikan efek negatif pada pasar. Pelanggan bisa saja mengeluhkan kualitas produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. Mendorong Perubahan Menjadi Oligarki

Apabila daya tawar meningkat karena pelaku bisnis memiliki sumber daya yang langka, maka mereka dapat secara efektif menaikkan harga untuk melayani kebutuhan pasar. Misalnya, minyak goreng yang langka akan mendorong supplier atau pemasok untuk menaikkan harga secara drastis. Sebab, minyak goreng sendiri merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh banyak orang.

Hasilnya, supplier akan mendapatkan banyak keuntungan, bahkan bisa berkali lipat ketimbang sebelumnya. Selain itu, secara tak langsung hal ini juga bisa mendorong perubahan menjadi oligarki. Yakni struktur kekuasaan yang terdiri dari beberapa individu elit, keluarga, atau perusahaan yang memiliki izin untuk mengontrol suatu.

Demikian adalah ulasan tentang daya tawar beserta faktor dan pengaruhnya untuk bisnis. Terlepas dari jenis bisnis apa yang Anda geluti, memahami konsep bargaining power sangat penting untuk kemajuan bisnis. Dengan pemahaman mendalam seputar daya tawar, Anda dapat mengukur kemampuan pihak lain dalam sebuah negosiasi dan meningkatkan keuntungan bagi bisnis Anda.

Di sisi lain, Anda juga bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.