Mengenal Behavioral Segmentation Dan Cara Mengelompokkannya

behaviorial segmentation

Tidak peduli seberapa banyak produk atau layanan yang kamu jual dan tawarkan, atau seberapa kecil atau besar bisnis Kamu saat ini, dalam kenyataannya tidak akan ada dua pelanggan yang sama persis perilakunya. Karena itu kamu harus mengenal Behavioral Segmentation.

Dalam bisnis penting untuk selalu mengidentifikasi tren dan pola antara pelanggan dan audiens target Bisnismu. Salah satunya adalah dengan melakukan identifikasi segmentasi perilaku, Kamu bisa mendapatkan data dan informasi baru untuk mengubah, menjangkau, menargetkan, serta mempertahankan pelanggan dengan lebih efektif.

Dalam artikel kali ini, kami akan mengajak kamu mengenal Behavioral Segmentation dan memberikan contoh Behavioral Segmentation.

Apa Itu Behavioral Segmentation?

Jika kamu ingin mengenal Behavioral Segmentation artinya dalam bahasa indonesia adalah segmentasi perilaku. Ini merupakan proses pengelompokan pelanggan ke dalam kategori tertentu berdasarkan perilaku atau tindakan yang mereka terhadap bisnismu.

Dengan mengetahui hal ini akan memungkinkan Kamu agar lebih efektif menargetkan dan memasarkan produk kepada pelanggan. Pakar pemasaran menilai bahwa segmentasi perilaku adalah titik awal terbaik untuk membentuk segmen pasar agar dapat meningkatkan penjualan.

Mengapa Behavioral Segmentation Penting?

Bisnis menggunakan Behavioral Segmentation untuk meningkatkan efektivitas pemasaran, dengan memanfaatkan pengalaman pelanggan, berdasarkan kebutuhan, preferensi, dan tahapan proses pembelian.

Behavioral Segmentation memungkinkan Kamu untuk:

  • Memahami sikap, perasaan, suka dan tidak suka pelanggan.
  • Identifikasi pelanggan yang paling mungkin untuk membeli.
  • Visualisasikan apa dan kapan produk yang dibeli pelanggan.
  • Membuat berbagai konten, pesan, dan kampanye pemasaran yang relevan.
  • Mengamati perubahan dan pola pertumbuhan untuk mengembangkan rencana pemasaran.
  • Identifikasi tren pembelian dan temukan ceruk pasar.

Dengan memahami tahapan proses pembelian pelanggan, bisnis dapat merespons kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan lebih baik, mengidentifikasi peluang pemasaran terbaik, dan mengembangkan solusi yang lebih tepat bagi suatu bisnis.

Baca Juga:

Variable Behavioral Segmentation

Variabel Behavioral Segmentation yang perlu Kamu pertimbangkan saat ingin mengkategorikan audiens bisnismu meliputi:

  • Manfaat dari produk atau layanan yang bisnismu tawarkan ke pelanggan
  • Tingkat penggunaan dari produk atau layanan oleh pelanggan
  • Status loyalitas pelanggan
  • Tahap perjalanan pembelian produk yang dilakukan pelanggan
  • Ukuran segmen pasar bisnismu
  • Tingkat aksesibilitas bisnismu terhadap produk atau layanan yang kamu berikan
  • Berapa banyak ceruk pasar bisnismu

Selanjutnya setelah mengenal Behavioral Segmentation berdasarkan variabelnya, mari kita lihat beberapa cara mengelompokan Behavioral Segmentation berikut ini.

Cara Mengelompokan Behavioral Segmentation

manfaat behaviorial segmentation

Ada cara untuk mengelompokkan pelanggan bisnis kamu berdasarkan perilaku. Berikut adalah mengenal Behavioral Segmentation dengan mengetahui cara mengelompokan Behavioral Segmentation.

1. Kebiasaan Membeli

Kebiasaan membeli mengacu pada bagaimana pelanggan mendekati proses pembelian. Ada banyak cara untuk mengkategorikan kebiasaan membeli (seperti membeli berdasarkan harga, atau membeli dengan rasa aman), tetapi menurut Henry Assael, seorang profesor pemasaran di New York, ia mencantumkan empat kategori utama kebiasan membeli:

Cari Yang Terbaik

Ketika pelanggan melakukan pembelian tetapi tidak tahu merek atau produk mana yang harus dipilih, mereka menggali dan menelusuri berbagai macam produk untuk dipilih. Singkatnya, mereka secara aktif melakukan riset dan berbelanja untuk mendapatkan yang terbaik.

Cari Variasi

Ketika pelanggan puas dengan merek mereka tetapi ingin mencoba pilihan lain. Sebenarnya, pelanggan tidak perlu mencoba merek lain, tapi mereka suka menemukan hal-hal baru. Singkatnya, mereka puas dengan pembelian tetapi tetap terbuka untuk mencoba menggunakan pilihan lain.

Menginginkan Yang Lebih baik

Ketika pelanggan senang dengan produk/layanan yang pernah mereka beli, tetapi mereka mengetahui ada pilihan lain mungkin lebih baik. Hal ini membuat mereka bingung apakah harus meninggalkan produk/layanan yang telah mereka gunakan dan mencoba sesuatu yang baru.

Singkatnya, mereka puas dengan pembelian mereka tetapi masih berpikir ada sesuatu yang lebih baik di luar sana, meskipun sedikit khawatir tentang perubahan itu.

Kebiasaan

Ketika pelanggan mengenal dan puas dengan suatu produk/layanan. Mereka akan terus kembali menggunakan produk/layanan tersebut tanpa terlalu memikirkannya kembali. Singkatnya, mereka setia pada produk tersebut dan tidak mempertimbangkan pilihan lain.

2. Tahap Perjalanan Pelanggan

Tahap perjalanan pelanggan mengacu pada di mana pelanggan berada di saluran pembelian dan apa yang mereka lakukan di sana. Jenis segmentasi perilaku ini melengkapi strategi pemasaran yang membangun siklus hidup pelanggan yang lebih besar.

  • Kesadaran : Pelanggan merasakan bahwa mereka memiliki masalah atau kebutuhan.
  • Keterlibatan : Pelanggan meneliti solusi/produk potensial yang dapat membantu mereka.
  • Evaluasi : Pelanggan mengetahui solusi/produk apa yang mereka inginkan. Mereka mempertimbangkan merek mana yang terbaik.
  • Pembelian : Pelanggan tahu persis apa yang mereka inginkan dan mereka bersedia untuk membeli.
  • Setelah pembelian : Pelanggan telah melakukan pembelian dan membutuhkan dukungan pasca pembelian. Atau alasan untuk membeli lagi.

3. Manfaat Pencarian

Manfaat pencarian mengacu pada pelanggan yang berbelanja produk berdasarkan fitur dan solusi yang paling penting bagi mereka. Melalui produk yang dipilih pelanggan, Kamu dapat mengetahui manfaat yang mereka cari. Misalnya, jika pelanggan berulang kali memilih opsi harga murah, Kamu mungkin menyimpulkan bahwa harga adalah yang paling penting bagi mereka.

Jika pelanggan berpartisipasi dalam webinar tentang produk yang dapat menghemat waktu mereka, tetapi mengabaikan peningkatan kinerja, maka penghematan waktu dan alur kerja yang disederhanakan adalah yang paling penting bagi mereka.

4. Status Pengguna

Status pengguna mengacu pada jumlah waktu yang dihabiskan pelanggan untuk suatu produk, serta seberapa sering mereka menggunakannya. Secara umum, Kamu dapat mengkategorikan pelanggan berdasarkan tingkat keterlibatan mereka sebagai berikut:

  • Pengguna berat : Pelanggan yang menghabiskan waktu paling banyak pada produk atau layanan dan sering menggunakannya. Mereka adalah yang paling setia pada bisnismu dan kemungkinan besar akan membeli dari produk atau layanan bisnismu lagi.
  • Pengguna Rata-rata : Pelanggan menggunakan produk sebentar saja. Mereka menggunakannya sesekali, tetapi tidak sering.
  • Pengguna ringan : Pelanggan jarang menggunakan produk Kamu. Mereka biasanya adalah pelanggan dari suatu event atau acara khusus, pengguna hanya membeli satu kali atau orang yang menyukai membeli sesuatu karena menginginkan mencoba variasi berbeda yang ingin mereka rasakan dari banyak merek yang berbeda.

5. Interaksi Merek

Keterlibatan merek mengacu pada bagaimana pelanggan berinteraksi dengan bisnis yang kamu miliki. Segmentasi perilaku jenis ini mengamati interaksi baik online maupun offline, termasuk aktivitas yang menunjukkan tingkat minat pelanggan terhadap suatu merek, seperti:

  • Frekuensi pelanggan mengunjungi toko
  • Seberapa sering pelanggan membeli?
  • Produk yang telah dibeli pelanggan di masa lalu
  • Seberapa sering pelanggan mengunjungi situs web?
  • Sub halaman website yang sering dikunjungi pelanggan
  • Webinar apa yang mereka hadiri atau materi apa yang mereka unduh?
  • Frekuensi pelanggan berinteraksi dengan Fanpage
  • Konten yang berinteraksi dengan pelanggan di Fanpage

Baca Juga :

6. Kebiasaan Belanja

Kebiasaan belanja ini mengacu pada bagaimana situasi dan informasi bagaimana pelanggan membelanjakan uang mereka.

Pada poin ini jenis pelanggan dapat dibagi beberapa kelompok:

  • Beli online vs offline (langsung)
  • Selalu gunakan kupon vs jarang gunakan kupon saat melakukan pembelian
  • Menggunakan kartu member vs tanpa member
  • Mampir untuk membeli selama masa promosi vs kunjungan random