Jenis dan Keunggulan Bisnis Model Cloud Kitchen

bisnis model cloud kitchen

Salah satu inovasi di dunia bisnis kuliner adalah bisnis model cloud kitchen. Mungkin Anda masih merasa asing dengan istilah tersebut. Tren memesan makanan atau delivery yang mudah ikut berpengaruh terhadap perkembangan cloud kitchen. 

Bagi yang ingin mengetahui hal seputar cloud kitchen, ulasan di bawah ini akan membantu. Terutama bagi industri kuliner agar tetap bertahan.

Mengenal Bisnis Model Cloud Kitchen

Pada dasarnya, cloud kitchen diartikan sebagai dapur komersial yang sudah berlisensi. Pihak penyewa dapur komersial tersebut adalah beberapa bisnis kuliner. Mereka bisa menyewa ruang dapur yang bisa digunakan untuk menyiapkan makanan. 

Tidak hanya sekedar membuat makanan, namun juga mengirimkannya berdasarkan orderan yang ada di aplikasi pengiriman. Inovasi ini juga dikenal sebagai dapur virtual. Jadi, pemilik restoran bisa menjalankan beberapa brand makanan sekaligus namun beroperasi di satu dapur. 

Cara Kerja Bisnis Model Cloud Kitchen

Pada dasarnya, pemilik usaha juga bisa menyewa dapur virtual tersebut untuk memulai bisnis makanan. Tentunya, harga sewanya juga lebih murah dibanding membangun dapur sendiri. Anda hanya perlu memanfaatkan aplikasi pengiriman makanan sebaik mungkin. 

Tidak hanya itu, begitu pula dengan restoran yang dapat mengidentifikasi menu yang dipesan oleh konsumen. Di dapur tersebut, berbagai kebutuhan dapur sudah tersedia cukup lengkap. Restoran penyewa atau restoran virtual dapat menerima pesanan melalui aplikasi pengiriman online. 

Awal Mula Bisnis Model Cloud Kitchen

Sebenarnya, kemunculan ide bisnis ini adalah dari ramainya tren truk makanan atau food truck. Food truck sendiri memang sudah ada sejak abad ke-18. Seiring berkembangnya teknologi, Kita bisa memesanan makanan secara online. 

Jenis dan metode pengoperasiannya pun berkembang dengan pesat sesuai permintaan konsumen. Berikut adalah pihak-pihak yang bisa memanfaatkan cloud kitchen:

  • Perusahaan meal-preparation
  • Pemilik usaha catering
  • Produsen makanan kemasan
  • Penguji produk makanan

Baca Juga :

Jenis-Jenis Bisnis Model Cloud Kitchen

Setelah mengetahui pengertian dan awal mulanya, sekarang Anda bisa memahami apa saja jenis-jenis cloud kitchen.

Saat ini Kita dapat menemukan berbagai inovasi baru di bidang kuliner. Ada beberapa jenis yang dapat kita gunakan, seperti :

1. Restoran Virtual

Pada dasarnya, restoran virtual merupakan bentuk paling otentik dengan pembahasan cloud kitchen kali ini. Point pentingnya adalah konsumen tidak akan melihat keberadaan fisik restoran, melainkan hanya bisa memesan secara online. 

Kita dapat mengenal usaha makanan ini dengan nama ghost kitchen. Disebut dengan istilah tersebut karena tidak adanya kehadiran fisik dari restoran. Adapun dapur virtual seperti ini pada dasarnya bisa beroperasi di pabrik makanan maupun gudang. 

Agar bisa beroperasi di dapur ini, pemilik restoran harus memenuhi beberapa hal penting. Mulai dari brand berlisensi, ruang dapur komersial, dan bekerja sama dengan aplikasi makanan online. 

Adapun dapur tersebut tidak bekerja langsung dengan staf-stafnya. Hanya saja, pola pekerjaannya harus dipastikan memiliki akses mudah ke semua bahan. Hal ini dilakukan demi menjalankan bisnis plan yang lancar dan maju. 

2. Restoran yang Bekerja Sama dengan Aplikasi Pengiriman

Mayoritas pengguna cloud kitchen adalah restoran yang melakukan kerja sama dengan aplikasi delivery order.

Kita tahu bahwa membeli makanan take away sedang menjadi trend baru. Anda mungkin juga menyadari bahwa memesan makanan secara online kini mudah. 

Maka tak heran jika banyak restoran yang tertarik untuk bekerja sama dengan berbagai aplikasi.

Teknologi ini akan mempermudah kita jika memiliki bisnis restoran. Karena pemanfaatan teknologi online ini, dapat meningkatkan jumlah pesanan setiap harinya. 

Pihak restoran bisa menggunakan staf dapur internal, bahan, dan ruang penyimpanan dalam dapur yang disewakan. Tak heran jika pengiriman pesanan makanan pun optimal. Namun, terkadang kehadiran agen pengiriman jika terlampau banyak memang bisa mengganggu pengujung. 

Tidak perlu khawatir, cloud kitchen saat ini berkembang dan tidak mengabaikan kenyamanan pengunjung lagi. 

3. Usaha Makanan dengan Take Away

Take away menjadi inovasi bidang kuliner selanjutnya dari bisnis cloud kitchen ini. Adapun lokasi restoran take away sebenarnya cukup strategis. Mereka menerima pesanan pelanggan dari berbagai tempat. 

Setelah makanan siap, selanjutnya pelanggan bisa mengambil makanan dari restoran mereka masing-masing. Setelah itu, menikmatinya di dalam atau luar rumah. Seiring kehadiran teknologi ini, usaha makanan secara take away menjadi sangat populer. 

Pada dasarnya, mereka dapat menyediakan layanan pengiriman secara online setelah bekerja sama aplikasi pengiriman makanan. Banyaknya pilihan aplikasi pengiriman makanan juga mendorong restoran take away untuk bekerja sama. 

Dengan demikian, pelanggan bisa memesan makanan lebih mudah secara online. Setelah itu, pengambilan makanan bisa Kita ambil sendiri (take away). 

4. Dapur Bersama

Tidak sedikit pengusaha makanan yang memulai perencanaan bisnis mereka dengan menyewakan dapur virtual. Biasanya hal ini dilakukan kepada beberapa pengusaha makanan sekaligus dalam satu atap. Pemilik bisnis akan menjalankan usahanya dan memanfaatkan sisa ruangan yang ada. 

Ruangan tersebutlah yang akhirnya menjadi dapur bersama untuk disewakan pada brand lain. Dengan demikian, pemilik restoran akan mendapatkan penghasilan tambahan. Pada inovasi cloud kitchen ini, pemilik ruangan berperan sebagai produsen makanan juga.

Dengan demikian, ia berkewajiban menjaga ruangan sebaik mungkin dan memastikan bahwa peralatan yang digunakan berkualitas tinggi. 

Baca Juga :

Keunggulan Bisnis Model Cloud Kitchen

keunggulan bisnis model cloud kitchen

Berikut ini keunggulan bisnis model cloud kitchen :

1. Biaya Operasional lebih Efektif

Para pemilik restoran konvensional memang sudah berjuang sedemikian rupa untuk tetap bertahan. Mengingat utilitas yang mahal serta pajak properti yang tinggi. Tidak hanya itu, gaji staf juga tergolong rumit dengan biaya maintenance yang mahal.

Oleh karena itu, kehadiran cloud kitchen ini bisa mengatasi masalah administratif yang ada. Tidak hanya itu, keberadaan dapur virtual ini setidaknya hanya mempekerjakan satu atau dua juru masak. Sedangkan biayanya dibagi bersama penyewa lainnya. 

2. Modal Awal yang Kecil

keunggulan bisnis model cloud kitchen lainya adalah dapat mengurangi modal awal bisnis.

Mengingat sebagai pengusaha makanan, Anda tidak perlu mengeluarkan modal untuk membuka restoran. 

Dengan model bisnis seperti ini, Anda bisa memulai bisnis makanan dalam hitungan hari atau minggu saja. Jika dibandingkan dengan Kita membuka restoran terlebih dahulu. Maka akan membutuhkan modal besar dan waktu yang lebih lama.

3. Membantu Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Adanya inovasi berupa cloud kitchen ini mempermudah akomodasi permintaan konsumen.Terlebih popularitas memesan makanan secara online memang meningkat. Apalagi pilihan harganya yang hemat dan terjangkau. 

Adapun dapur seperti ini memang memungkinkan pengiriman makanan secara online banyak. Dengan demikian, aplikasi pengiriman pun akan meningkatkan kualitasnya melalui logistik yang efisien, inovasi teknologi, dan biaya yang lebih rendah. 

4. Menjangkau Lebih Banyak Konsumen

Adanya cloud kitchen memungkinkan pelaku bisnis makanan bisa memperluas bisnis pengiriman makanannya. Tak heran jika jangkauan konsumen dan target pasar menjadi lebih luas. Restoran yang mengoptimalkan pengiriman makanan dapat mempromosikan makanannya secara online.

Pada dasarnya, bisnis model cloud kitchen memang menjadi tren akhir-akhir ini. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk memulai usaha ini mengingat tren memesan makanan secara online terus meningkat. Sehingga bisa menjadi ide cemerlang untuk berbisnis atau mengembangkan bisnis.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :