Brand Positioning: Definisi, Jenis, dan Cara Membangun Strateginya

Brand Positioning: Definisi, Jenis, dan Cara Membangun Strateginya

Dalam proses mempertahankan atau meningkatkan nilai produk atau layanan bisnis di pangsa pasar (konsep brand management), Anda sebagai pemilik bisnis atau stakeholder perlu mengidentifikasi atau memahami bagaimana penawaran produk dan layanan kepada target pasar. Anda bisa melakukannya melalui penerapan berbagai strategi kampanye pemasaran yang ternyata juga efektif dalam menentukan nilai (brand value) dan posisi brand (brand positioning) yang ditawarkan kepada pelanggan.

Umumnya, konsep ini menjadi landasan utama dalam upaya strategi branding dalam proses mengembangkan (business development) sekaligus menumbuhkan bisnis yang lebih sukses (business growth). Ketika sebuah bisnis mampu tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan yang mempengaruhi niche industri (brand authority), maka perusahaan tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan (demand) melalui pengembangan produk yang berkesan di benak dan pikiran pelanggan (konsep supply chain management).

Bagi sebagian marketer atau entrepreneur profesional, istilah brand positioning bukanlah konsep baru yang muncul akibat faktor tertentu, seperti tren digital marketing, perkembangan teknologi, dan lain-lain. Namun, bila Anda baru berkecimpung dalam dunia marketing, maka Anda telah datang ke artikel yang tepat!

Sebab, inMarketing akan menjabarkan secara lengkap teori brand position yang perlu Anda ketahui. Mulai dari definisinya, peran pentingnya, jenis dan contoh strategi, hingga langkah terbaik dalam membangun brand position. Baca artikel ini sampai habis, ya!

Apa Itu Brand Positioning?

Seorang profesor dan konsultan marketing terkenal dari Amerika, Philip Kotler, mendefinisikan brand positioning adalah cara atau proses bisnis membedakan citra (brand image), penawaran, dan posisinya dari kompetitor sehingga unggul, berkesan, dan mudah diingat pelanggan (customer experience). Para profesional umumnya melakukan proses analisis kompetitor untuk menemukan strategi pemasaran dan pendekatan penjualan yang sesuai dengan persona (buyer persona) dan perilaku target pembeli (consumer behavior).

Brand position dikatakan efektif ketika pelanggan menganggap bisnis Anda sebagai brand yang menguntungkan, berharga, dan kredibel bagi mereka (brand reputation). Sehingga mendorong nilai unik pada penawaran produk atau layanan Anda (unique value proposition).

Dengan membentuk preferensi konsumen, strategi positioning merek dapat:

Baca Juga:

Jenis Strategi Brand Positioning

Secara teori, brand positioning memiliki beberapa macam strategi yang didasarkan pada keputusan bagaimana memposisikan brand Anda di pasar (market positioning) yang sesuai dengan tujuan dan target bisnis. Misalnya, Anda ingin menyesuaikan strategi Anda untuk menyoroti keunggulan kompetitif produk Anda dan menunjukkan kekurangan produk kompetitor Anda melalui analisis kompetitif.

Berikut ini adalah beberapa strategi positioning merek populer yang dapat Anda gunakan untuk membedakan brand Anda di segmen pasar yang kami lansir dari situs HubSpot.

1. Customer Service Positioning Strategy

Seperti namanya, strategi positioning ini mengacu pada pemanfaatan dukungan layanan pelanggan yang kuat untuk menjangkau (reach) dan menarik pelanggan baru (customer acquisition). Manfaat paling nyata dari strategi ini adalah bahwa layanan pelanggan yang hebat dapat membantu menetapkan titik harga yang lebih tinggi.

Interaksi layanan pelanggan juga merupakan bagian integral dari marketing flywheel. Di mana pelanggan yang awalnya tidak senang atau tertarik dengan brand Anda dapat berubah menjadi brand ambassador Anda jika mereka memiliki pengalaman layanan yang luar biasa.

2. Convenience-Based Positioning Strategy

Selanjutnya, strategi penentuan posisi berbasis kenyamanan ini menyoroti upaya bisnis dalam menemukan nilai “mengapa produk atau layanan perusahaan Anda lebih nyaman di gunakan daripada produk kompetitor”. Kenyamanan yang dimaksud dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti lokasi, kemudahan penggunaan, aksesibilitas, dukungan berbagai platform, atau bahkan desain produk di era digital marketing seperti sekarang.

3. Price-Based Positioning Strategy

Strategi ketiga adalah brand positioning berbasis harga. Maksudnya, perusahaan yang menggunakan strategi ini akan berupaya memposisikan produk atau layanannya untuk menjadi pilihan pasar yang memiliki harga paling terjangkau. Dengan begitu, brand Anda dapat menghasilkan basis pelanggan yang besar dan mendapatkan pelanggan prospek (leads) yang nantinya akan dikonversi menjadi pelanggan loyal (lead conversion).

Baca Juga:

4. Quality-Based Positioning Strategy

Secara spesifik, perusahaan yang menerapkan strategi ini memiliki tujuan untuk menghadirkan produk atau layanan yang berkualitas. Definisi kualitas suatu produk atau layanan dapat ditunjukkan berdasarkan proses produksinya yang efisien dan tidak berlebihan (misalnya make to order), bahan baku yang berkualitas tinggi, dan bahkan manajemen berkelanjutan (sustainability management). Sehingga, mendorong ROI yang tinggi dan testimoni atau feedback pelanggan yang baik.

5. Differentiation Strategy

Konsep strategi brand positioning yang terdiferensiasi merujuk pada keunikan produk atau kualitas inovatif layanan yang lebih unggul daripada kompetisi konvensional melalui pemasaran tradisional. Jika Anda menerapkan strategi ini, konsumen yang menghargai inovasi bisnis akan tertarik pada brand dan produk Anda (brand experience). Dan apabila produk atau layanan bisnis Anda baru diluncurkan (product launch), pertimbangkan untuk melakukan riset pasar untuk mengetahui kompetisi pasar.

Langkah Membangun Strategi Brand Positioning

Langkah Membangun Strategi Brand Positioning

Nah, setelah mengetahui berbagai jenis strateginya, perlu Anda ketahui bahwa membuat strategi brand positioning yang efektif adalah proses yang perlu Anda petakan dengan hati-hati. Berikut adalah tujuh langkah penting untuk membangun strategi positioning merek.

1. Menilai Posisi Brand Saat Ini

Pertama-tama, Anda harus mengetahui posisi brand untuk membangun strategi positioning terbaik. Bahkan ketika perusahaan Anda adalah brand baru yang menunggu perilisan. Sebab, sejatinya brand Anda sudah memegang posisi di pasar, walaupun belum paten dan masih di bawah perusahaan besar.

Untuk melakukan tahapan ini, kenali siapa pelanggan Anda yang sudah ada. Apakah mereka cocok dengan target pasar Anda? Apa produk atau layanan yang paling mereka sukai? Bagaimana mereka berinteraksi dengan brand Anda dan apa pendapat mereka tentang citra brand Anda?

Jika menurut klien Anda, posisi brand Anda tidak seperti yang Anda inginkan, inilah saat yang tepat untuk meninjau brand voice, tujuan perusahaan (brand guideline), dan tentu saja produk atau layanan yang Anda tawarkan.

2. Identifikasi dan Riset Kompetitor

Selanjutnya, Anda perlu mengetahui siapa pesaing atau kompetitor Anda dan menemukan seberapa mirip mereka dengan brand Anda. Apakah berbagi visi yang sama, menargetkan audiens yang sama, atau apa jenis pemasaran yang mereka gunakan melalui riset atau analisis kompetitor.

Anda juga meneliti karakteristik bisnis Anda dengan pesaing menggunakan analisis SWOT. Proses ini akan membantu Anda melihat kelebihan dan kekurangan brand Anda secara spesifik.

3. Bandingkan Posisi Anda Dengan Kompetitor

Setelah Anda riset dan mengidentifikasi apa saja yang kompetitor Anda tawarkan kepada pelanggan, mulailah membandingkan brand Anda dengan brand mereka. Maksudnya adalah manfaatkan apa yang telah Anda pelajari tentang brand lain di niche industri Anda, audiens target, dan segmen pasar. Di mana secara umum untuk menentukan strategi Anda harus bergerak maju.

4. Tentukan Keunikan Brand

Sesuai judul dan maksud poin ini, selanjutnya Anda perlu menentukan dan mempertimbangkan apa yang unik dari brand Anda. Misalnya, Anda dapat memposisikan diri sebagai produk yang lebih terjangkau yang menawarkan kualitas tertinggi, layanan terbaik, dan solusi paling nyaman. Yang terpenting adalah fokus pada satu atau dua area di mana brand Anda menonjol. Saat strategi brand positioning Anda meningkat, Anda dapat mulai mengintegrasikan strategi tambahan untuk membawa brand Anda lebih sukses.

Baca Juga: