Cara Menerapkan Buzz Marketing untuk Tingkatkan Penjualan dan Contohnya

buzz marketing artinya

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia pemasaran, istilah buzz marketing tentunya sudah tak asing lagi di telinga. Ini merupakan salah satu strategi marketing yang dianggap ampuh untuk meningkatkan sales growth atau pertumbuhan penjualan perusahaan.

Strategi ini menjadi sangat efektif mengingat online marketing masih menjadi pilihan utama dalam dunia digital marketing. Sebab jangkauannya sangat luas dan cukup terjangkau dari segi biaya. Apalagi lebih dari 78% masyarakat di seluruh dunia telah menggunakan platform online terutama social media dalam keseharian.

Alhasil, engagement bisnis Anda pun akan meningkat karena banyak publik mengetahui tentang produk atau layanan yang Anda tawarkan melalui buzz marketing. Cara ini terbilang sangat efektif untuk Anda terapkan, terutama saat Anda ingin meluncurkan sebuah produk (product launch) terbaru.

Apa Itu Buzz Marketing?

Melansir dari Hubspotbuzz marketing adalah strategi pemasaran untuk meningkatkan engagement atau penjualan bisnis melalui mulut ke mulut (word of mouth), dengan menggunakan buzzer sebagai ujung pemasaran.

Secara sederhana, buzz marketing merupakan teknik pemasaran viral yang berguna untuk memaksimalkan kampanye pemasaran atau marketing campaign melalui mulut ke mulut. Baik itu secara online maupun offline. Sehingga, bisa kita simpulkan bahwa strategi ini merupakan bagian dari viral marketing.

Dalam pelaksanaannya, strategi ini menggunakan buzzer sebagai aktor di media sosial. Mereka bertugas untuk menggiring opini pengguna media sosial, terutama followers, terkait suatu topik tertentu. Tujuannya adalah agar topik tersebut menjadi viral dan semakin populer di khalayak ramai.

Namun, perlu Anda ingat bahwa kedua strategi ini memiliki perbedaan. Viral marketing adalah campaign yang menjangkau target pasar secara bertahap lalu menciptakan momentum yang membuatnya viral. Sedangkan buzz marketing adalah strategi di mana buzzer mengirimkan pesan kepada audiens dengan jumlah yang sangat besar.

Strategi ini hampir sama seperti newsjacking marketing yang memanfaatkan berita viral atau sedang tren. Akan tetapi, bedanya strategi ini menggunakan buzzer yang berperan untuk memengaruhi orang lain. Tugas buzzer ini pun tak ubahnya seperti influencer yang melakukan strategi promosi untuk mengajak pengikutnya menggunakan suatu produk.

digital marketing agency

Melalui strategi ini, marketing campaign diharapkan akan berhasil dan memberikan dampak positif. Misalnya meningkatkan engagement rate, peningkatan followers, naiknya angka share of voice (SoV) dan reach maupun impression, meningkatkan traffic website perusahaan, hingga menjaring lebih banyak leads guna meningkatkan conversion rate dan angka penjualan produk.

Dalam prakteknya, brand bisa menggunakan strategi ini dengan menggunakan tagline, frasa, atau slogan tertentu yang menarik dan unik. Misalnya penggunaan hashtag atau tagar. Tujuannya adalah untuk menarik minat audiens membicarakan produk dengan menggunakan tagar tersebut. Hasilnya, secara tak langsung strategi ini juga bisa meningkatkan brand awareness dan menggiring rasa penasaran banyak orang.

Baca Juga :

Pentingnya Menerapkan Buzz Marketing

pentingnya buzz marketing

Kenapa menerapkan buzz marketing menjadi hal yang penting untuk perusahaan? Berikut adalah alasan pentingnya strategi marketing ini untuk mendongkrak angka penjualan produk Anda:

1. Menekankan Fear of Missing Out (FOMO)

Fear of missing out atau FOMO adalah kekhawatiran yang audiens rasakan apabila tertinggal dari tren yang ada. Mengingat semakin berkembangnya era digital, maka tak heran apabila banyak orang yang merasa takut ketinggalan zaman atau tidak up to date dengan berita terkini. Sehingga, buzz marketing juga akan bekerja sangat baik dalam peran FOMO ini untuk merangsang audiens ikut terlibat dalam percakapan yang tengah ramai.

2. Menjadi Bagian dari Fenomena Baader Meinhof

Fenomena baader meinhof atau ilusi frekuensi adalah fenomena saat seseorang mengalami ilusi keterkinian. Misalnya ketika Anda membeli suatu produk, kemudian menyadari bahwa ada banyak orang membeli produk serupa. Nah, buzz marketing dapat membangun pengalaman seperti ini. Sehingga secara tak sadar, audiens akan tergerak untuk membeli produk Anda.

3. Mencakup Semua Aspek Konten

Alasan terakhir kenapa buzz marketing sangat penting adalah karena strategi ini mencakup banyak hal. Sebab, kesuksesan buzz marketing bisa meningkatkan percakapan brand di ruang publik, rujukan situs, peningkatan follower, serta secara tak langsung membantu Anda untuk dapat menganalisis sentimen pelanggan terhadap brand.

Kelebihan dan Kekurangan Buzz Marketing

Sebagaimana strategi pemasaran pada umumnya, buzz marketing tentunya juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga, Anda pun harus memahami kekurangan dan kelebihannya sebelum menerapkannya sebagai strategi marketing perusahaan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buzz marketing yang perlu Anda ketahui:

1. Kelebihan

Daripada melakukan tradisional marketing dengan memasang iklan offline di media cetak , menggunakan buzzer untuk menerapkan strategi marketing ini terbilang lebih murah. Selain lebih murah, jangkauan pengguna yang Anda dapatkan pun akan jauh lebih besar. Bukan hanya itu saja, beberapa keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan adalah:

  • Lebih banyak orang yang membicarakan brand Anda sehingga dapat meningkatkan brand awareness
  • Meningkatkan penjualan bisnis
  • Bisa mendapatkan feedback langsung dari audiens
  • Jangkauan pengguna yang sangat luas
  • Dapat menjadi strategi untuk menganalisa perilaku pelanggan

2. Kekurangan

Meskipun ada beragam keuntungan yang menggiurkan, buzz marketing juga memiliki kekurangan. Mengutip dari Marketing 91, salah satu kekurangannya adalah prosesnya yang cukup rumit. Hal ini karena membuat suatu produk menjadi viral bukanlah hal yang mudah meskipun menggunakan buzzer. Dengan demikian, saat menerapkan strategi ini maka Anda harus konsisten dan siap menanggung konsekuensinya.

Baca Juga :

Cara Melakukan Buzz Marketing yang Efektif

cara melakukan buzz marketing

Guna mendapatkan hasil yang maksimal, berikut tips-tips yang bisa Anda lakukan saat melakukan buzz marketing:

1. Ciptakan Marketing Campaign yang Menarik

Percuma menggunakan buzzer yang banyak apabila kampanye Anda kurang terlihat menarik di mata audiens. Bahkan, bisa jadi audiens malah tidak akan tertarik sama sekali dengan produk Anda.

Oleh sebab itu, salah satu cara untuk memaksimalkan buzz marketing adalah dengan membuat digital marketing campaign yang menarik. Pikirkan konsep campaign dan content marketing secara matang sebelum Anda meluncurkannya. Lakukan pula analisis kompetitor agar campaign Anda lebih menarik dari pesaing.

Selain itu, pastikan pula isi campaign Anda memiliki pesan yang emosional agar pelanggan lebih mudah merasa tertarik. Sebab, pada dasarnya 80% pelanggan akan lebih mudah tertarik pada konten marketing yang cenderung bersifat edukatif (educational), insightful, dan memancing rasa empati.

2. Meningkatkan Kualitas Produk

Marketing campaign saja belum cukup untuk menaikkan jumlah penjualan. Anda juga harus mengimbanginya dengan menciptakan produk berkualitas. Dengan kualitas produk (product value) yang baik, maka pelanggan yang awalnya hanya merasa penasaran bisa jadi pelanggan setia karena merasa puas (customer satisfaction).

Sebaliknya, jika kualitas produk tidak sesuai, maka bukan hal mustahil apabila nantinya angka customer churn kian meningkat. Anda juga bisa mengalami kerugian karena jumlah penjualan tidak imbang dengan biaya yang Anda keluarkan untuk membuat marketing campaign dan menggunakan jasa buzzer.

Oleh sebab itu, upayakan untuk terus meningkatkan kualitas produk Anda. Anda bisa menggunakan product insights dalam proses product development. Terutama bagi Anda yang ingin menonjolkan kualitas produk (product-led growth) sebagai daya saing utama dengan kompetitor.

3. Maksimalkan Media Sosial

Agar sebuah produk menjadi viral, pastikan Anda sudah memaksimalkan media sosial dengan sebaik mungkin. Bagikan marketing campaign Anda di berbagai media sosial. Misalnya Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain. Manfaatkan pula social messaging untuk berbisnis, misalnya Telegram, Whatsapp, dan platform-platform lainnya.

Selain itu, usahakan juga untuk memanfaatkan email marketing guna menyampaikan kampanye pemasaran kepada pelanggan. Dengan memaksimalkan segala platform online yang tersedia, produk Anda pun akan semakin mudah untuk menjadi bahan perbincangan dan viral.

4. Gunakan PPC (Pay per Click)

Anda juga bisa memanfaatkan PPC (pay per click) untuk membuat strategi buzz marketing menjadi semakin efektif. Pasalnya campaign jenis ini bisa meningkatkan jangkauan secara luas dan cepat sesuai anggaran yang Anda miliki. Beberapa jenis campaign PPC seperti Google Display atau Google Ads misalnya, yang bisa menjangkau audiens yang Anda targetkan dengan maksimal

Contoh Buzz Marketing

Salah satu contoh buzz marketing yang pernah bisa Anda analisa adalah Starbucks. Sejak kemunculannya, Starbucks menyadari bahwa campaign terbaik merupakan pemasaran dari mulut ke mulut. Maka tak heran jika Starbucks begitu memerhatikan customer experience.

Yakni dengan cara menyematkan nama pelanggan di kap kopi, memberikan kualitas minuman terbaik, pelayanan yang ramah, bahkan suasana yang nyaman untuk meminum kopi. Inilah yang kemudian membuat Starbucks terkenal khususnya di kalangan para pecinta kopi.

Demikian penjelasan singkat mengenai buzz marketing beserta kekurangan, kelebihan, dan tips melakukannya. Pada dasarnya, buzz marketing adalah strategi marketing yang berguna agar produk menjadi viral melalui mulut ke mulut dari buzzer atau influencer. Dengan penerapan strategi buzz marketing yang efektif dan kualitas produk yang bagus, bukan hal yang mustahil apabila nantinya brand Anda dapat menguasai market share.

Selain menerapkan strategi ini, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.