Cara Kerja Affiliate Marketing, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

cara kerja affiliate marketing

Dari berbagai macam strategi pemasaran digital, affiliate marketing menjadi salah satu yang cukup populer dan terus mengalami perkembangan yang signifikan. Bahkan kini, mayoritas bisnis telah menggunakan jenis strategi marketing afiliasi ini karena memberikan banyak sekali keuntungan.

Pasalnya, pemasaran afiliasi termasuk jenis strategi yang mampu memberikan peningkatan penjualan (sales growth), meningkatkan brand awareness dan brand image dengan cepat, menghadirkan hasil penjualan yang stabil, serta hemat biaya pemasaran.

Dengan berbagai macam keunggulan dan manfaat tersebut, tentu wajar apabila para pelaku bisnis (baik di perusahaan besar maupun perusahaan kecil) tertarik untuk menjalankan strategi ini. Apalagi mengingat strategi marketing campaign yang satu ini dapat memberikan hasil yang tergolong instan dan optimal.

Lantas, bagaimana cara kerja strategi affiliate marketing?

Cara Kerja Affiliate Marketing

Shopify menjelaskan bahwa affiliate marketing adalah strategi promosi atau pemasaran produk yang menggunakan jasa afiliasi.

Sesuai dengan pengertiannya, sistem bisnis ini bekerja dengan cara membayar jasa orang lain untuk mempromosikan produk secara online. Orang tersebut biasanya adalah para key opinion leader (KOL) hingga influencer yang memiliki nama dan pengaruh di kalangan publik.

Mereka akan menggiring dan memengaruhi (persuasi) opini publik untuk menggunakan produk/jasa yang dipromosikan. Sehingga dengan jasa mereka, maka produk/jasa Anda akan lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas.

Sebagai imbal balik, maka Anda harus memberikan komisi atau imbalan kepada jasa afiliasi yang telah memasarkan produk atau jasa dari perusahaan Anda. Biasanya, komisi ini bervariasi, tergantung dari masing-masing jasa afiliasi.

digital marketing agency

Umumnya, semakin terkenal jasa afiliasi tersebut, maka komisinya pun juga akan kian tinggi. Namun biasanya, komisinya berkisar pada angka 20% hingga 40%, sesuai jenis atau klasifikasi produk yang dipromosikan, maupun jumlah produk yang terjual.

Namun, pastikan bahwa Anda menggunakan jasa affiliate yang sesuai dengan niche bisnis yang Anda geluti. Tujuannya adalah agar Anda dan pihak afiliasi menyasar tipe konsumen atau target pasar yang sama. Sehingga marketing operations atau proses pemasaran berjalan dengan semakin efektif.

Apabila ingin menjalankan strategi affiliate marketing secara maksimal, Anda bisa mendaftarkan diri ke suatu perusahaan web afiliasi dan Anda akan mendapat sebuah link afiliasi. Kemudian, Anda bisa mengombinasikannya dengan mengoptimalkan saluran pemasaran lainnya.

Misalnya mempromosikan link tersebut melalui social media, website atau blog perusahaan, hingga forum-forum online. Nantinya, siapapun yang mengklik link tersebut lalu melakukan pembelian, maka Anda akan mendapatkan komisi.

Selain mampu mendorong keuntungan atau profitabilitas yang lebih besar, strategi ini juga ampuh untuk meningkatkan branding bisnis dan brand presence di masyarakat.

Baca Juga :

Jenis-Jenis Affiliate Marketing

jenis affiliate marketing

Sebelum menerapkan strategi pemasaran afiliasi, Anda perlu mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar Anda bisa memilih jenis afiliasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis maupun kebutuhan konsumen Anda. Berikut ini adalah beberapa jenis afiliasi yang perlu Anda ketahui:

1. Influencer

Jenis yang pertama adalah influencer. Tak dapat kita pungkiri bahwa saat ini jumlah influencer terus mengalami peningkatan yang signifikan. Terutama di media sosial. Sehingga tak heran apabila banyak perusahaan yang menggunakan jasa influencer marketing sebagai bentuk afiliasi.

Sebab pada dasarnya, influencer adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi consumer decision making atau keputusan pembelian konsumen. Biasanya semakin besar jumlah pengikut atau followers yang mereka miliki, maka pengaruh mereka juga akan semakin besar.

Kendati demikian, tak menutup kemungkinan bahwa influencer kecil (micro influencer) juga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar. Terlebih, biasanya influencer kecil memiliki engagement rate yang lebih tinggi. Sehingga, peluang keterlibatan pelanggan terhadap produk/jasa Anda pun juga akan semakin besar.

Melalui kerja sama (partnership) dengan influencer, maka strategi branding bisnis Anda pun akan semakin optimal. Begitu pula dengan peningkatan brand awareness yang signifikan dan masif.

2. Blogger

Jenis berikutnya adalah blogger. Perlu Anda ketahui bahwa biasanya blogger termasuk unggul dalam meningkatkan angka konversi penjualan maupun lead conversion dari produk/jasa yang mereka promosikan.

Biasanya, para blogger ini akan melakukan uji coba atau testing terhadap produk/jasa lebih dahulu, kemudian memberikan testimoni atau ulasan. Maka dari itu, tak heran apabila blogger biasanya lebih dipercaya oleh publik ketimbang influencer. Hal ini karena mereka memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap produk/jasa yang dipromosikan, bahkan telah mencobanya sendiri.

Namun, pastikan bahwa Anda menggunakan jasa blogger yang benar-benar sesuai dengan niche yang bisnis Anda geluti. Misalnya apabila bisnis Anda bergerak di bidang kecantikan, maka gandenglah beauty blogger sebagai affiliate.

3. Media Massa

Jenis selanjutnya adalah media massa. Kendati memberikan hasil yang tak kalah efektif dari jenis affiliate lainnya, namun tak sedikit perusahaan yang enggan memilih media massa sebagai afiliasi.

Bukan tanpa alasan, ini karena biayanya yang cenderung lebih mahal ketimbang jenis lainnya. Terutama bagi bisnis baru yang masih membangun reputasi dan brand presence. Menggunakan jasa media massa sebagai afiliasi sudah tentu akan menelan banyak business cost atau anggaran bisnis.

Kendati begitu, beberapa perusahaan besar tak segan untuk menggunakan jenis afiliasi yang satu ini. Sebab jangkauan audiensnya cenderung lebih banyak, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih cepat dan efektif.

Baca Juga :

Kelebihan dan Kekurangan Affiliate Marketing

kelebihan kekurangan affiliate marketing

Meskipun menjanjikan banyak keuntungan dan sangat digemari, namun affiliate marketing tak selamanya sempurna. Selayaknya strategi pemasaran lainnya, metode yang satu ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan yang harus Anda perhatikan dengan saksama.

Melansir dari Partner Program, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan affiliate marketing yang perlu Anda pahami:

Kelebihan

  • Cenderung mudah dalam penerapan
  • Lebih hemat biaya pemasaran maupun biaya operasional
  • Memberikan hasil yang tergolong cepat
  • Tidak membutuhkan banyak proses maupun kemampuan khusus dari marketer
  • Memberikan revenue yang optimal
  • Tidak perlu repot melakukan analisis pelanggan karena target pasar sudah tersegmentasi oleh jasa afiliasi
  • Cenderung fleksibel sesuai dengan kebutuhan perusahaan

Kekurangan

  • Banyaknya kompetitor di pasar
  • Customer base atau basis pelanggan yang tidak menentu sesuai dengan jasa afiliasi yang digunakan
  • Menimbulkan ketergantungan apabila marketer tidak memadukannya dengan strategi promosi lain
  • Tingkatan risiko yang cukup tinggi jika salah memilih jasa afiliasi yang tepat

Demikian adalah ulasan mengenai cara kerja affiliate marketing beserta jenis dan kelebihan kekurangannya. Pada intinya, pemasaran afiliasi ini merupakan salah satu strategi yang paling jitu saat ini. Terutama untuk bisnis baru yang ingin membangun identitas merek dan branding di pasar.

Selain pemasaran afiliasi, ada banyak sekali strategi marketing lainnya yang bisa Anda coba untuk memaksimalkan penjualan dan mendukung pertumbuhan bisnis. Strategi-strategi tersebut bisa Anda pelajari dari blog inMarketing.

Sedangkan bagi Anda yang ingin mengembangkan bisnis secara cepat dan anti repot, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.