Panduan Cara Membuat Brand Guideline untuk Tingkatkan Citra Brand

brand guideline adalah

Tentunya semua bisnis ingin memiliki citra brand atau brand image yang kuat dan positif di masyarakat. Sebab citra brand yang positif akan memberikan pengaruh yang signifikan untuk kemajuan dan pertumbuhan bisnis. Guna membangun citra brand tersebut, maka Anda perlu memerhatikan brand guideline.

Bayangkan, sebelum membeli suatu produk, tentu Anda akan mencari tahu informasi seputar brand yang bersangkutan, bukan? Misalnya saja Anda ingin membeli pakaian di platform e-commerce. Sebelum melakukan pembelian, Anda akan lebih dulu melihat jumlah penjualan produk, hingga rating yang dimiliki oleh brand tersebut. Apabila brand memiliki citra yang bagus, maka Anda pun akan menjadi lebih percaya (brand authority) dan tak segan melakukan pembelian.

Menilik dari hal itu, tentu Anda memahami betapa pentingnya membangun citra brand yang positif. Nah, di sinilah peran brand guideline menjadi sangat penting. Sebab, guideline ini akan membantu bisnis Anda untuk memiliki brand image yang konsisten dan lebih mudah diingat oleh audiens. Bukan cuma itu saja, guideline juga menjadi salah satu elemen penting untuk membentuk identitas brand yang baru.

Melalui artikel berikut ini, kami akan mengulas tentang apa itu brand guideline, manfaat, dan cara untuk membuatnya demi menguatkan citra brand.

Apa Itu Brand Guideline?

Melansir dari laman HubSpot, brand style guide atau brand guideline adalah pedoman yang berguna untuk mengatur desain, komposisi, dan tampilan umum pada suatu brand.

Sehingga, apabila suatu brand memiliki pedoman atau guideline tersebut, maka mereka bisa menentukan elemen-elemen seperti tagline, slogan, logo, konten marketing di blog maupun social media, hingga konten iklan dengan lebih mudah. Sebab pada dasarnya, pedoman ini akan membuat seluruh divisi yang terkait (marketer, web developer, designer, hingga social media specialist) bersinergi dan mengikuti pedoman yang sama.

Hasilnya, identitas brand akan terbentuk dan target pasar Anda pun lebih mudah mengingatnya. Hal ini tentunya akan mendukung kesuksesan proses branding yang bisnis Anda lakukan. Sebab dengan identitas brand yang sudah terbentuk, Anda pun akan lebih mudah menyebarkan kesadaran merek (brand awareness) dan menarik atensi lebih banyak lead atau calon pelanggan baru.

Sehingga, secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa brand guideline mencakup aturan tentang tampilan brand secara keseluruhan (skema, palet warna, font, brand voice, gambar, dan lain sebagainya). Pedoman ini akan sangat berguna untuk menjaga tampilan brand agar tetap konsisten bagi audiens.

digital marketing agency

Sebagai contoh, brand coca cola mempunyai aturan dalam menggunakan warna merah sebagai warna dasar dalam setiap desain kontennya. Oleh sebab itu, setiap tim yang memiliki tugas dalam membuat konten di media sosial, blog, hingga website harus bisa mencantumkan warna tersebut. Dengan demikian, brand akan terlihat konsisten dan audiens akan lebih mudah mengingatnya.

Baca Juga :

Manfaat Brand Guideline

Selain membantu membentuk brand image dan branding bisnis, brand guideline juga dapat memberikan sejumlah manfaat lain untuk bisnis Anda. Antara lain:

1. Lebih Mudah Menyebarkan Brand Awareness

Pada dasarnya, ada banyak sekali hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kesadaran merek atau brand awareness. Misalnya membuat marketing campaign yang menarik melalui media digital maupun tradisional (contohnya contest marketing campaign, guerilla marketing, event marketing), meningkatkan kualitas produk (product value), memiliki unique selling point, hingga membuat tagline yang unik dan menarik.

Namun, strategi untuk meningkatkan brand awareness tersebut akan semakin efektif apabila bisnis Anda menggunakan guideline. Sehingga, brand akan memiliki ciri khas yang membedakannya dengan kompetitor atau pesaing lainnya. Jadi dalam hal ini, guideline bisa menjadi pedoman yang mampu mengatur tampilan brand agar audiens lebih gampang mengenalinya.

2. Memiliki Standar Tetap

Manfaat selanjutnya adalah membuat brand memiliki standar khusus. Sebab dengan pedoman yang terbentuk, setiap tim pun harus mematuhinya. Mulai dari standar dalam membuat konten di media sosial (seperti Instagram, Facebook, Twitter, Tiktok), standar dalam membuat iklan dan strategi marketing campaign, hingga standar dalam merancang tampilan website dan blog (baik desktop maupun mobile first).

Standar ini sangat penting karena salah satu target bisnis Anda adalah meningkatkan branding. Sebab dengan tampilan brand yang konsisten, secara tak langsung hal tersebut dapat memengaruhi brand authority atau kepercayaan pelanggan terhadap brand Anda.

3. Meningkatkan Rasio Konversi

Manfaat selanjutnya adalah dapat membantu brand meningkatkan conversion rate atau angka konversi. Sebab apabila brand awareness meningkat, maka otomatis akan ada banyak prospek atau sales lead yang tertarik pada brand Anda.

Dengan demikian, peluang Anda untuk melakukan lead nurturing dan lead conversion pun juga akan turut meningkat. Efeknya, Anda bisa mengubah prospek-prospek tersebut menjadi pelanggan yang mampu meningkatkan angka penjualan (sales growth). Apabila Anda mampu menerapkan strategi relationship marketing guna menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan mengubah mereka menjadi customer loyal, Anda pun akan berpeluang untuk meningkatkan angka retensi.

Dengan banyaknya pelanggan yang loyal terhadap brand (brand loyalty), maka peluang untuk menjaga kelangsungan bisnis pun akan kian terbuka lebar.

Cara Membuat Brand Guideline

cara membuat brand guideline

Setelah mengetahui definisi dan manfaat dari brand guideline, lantas bagaimana cara membuatnya? Mengutip dari 99designs, berikut ini adalah beberapa tahapan yang perlu Anda terapkan:

1. Mengumpulkan Inspirasi dengan Riset Pasar

Sejatinya, langkah pertama dalam semua strategi marketing adalah mengumpulkan informasi dan melakukan riset market terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar Anda mengetahui keinginan target pasar dengan lebih detail. Begitu pula saat membuat brand guideline.

Anda bisa bekerja sama dengan tim untuk menentukan font, logo, tagline, hingga skema warna yang tepat. Perhatikan pula brand voice yang Anda gunakan agar benar-benar sesuai dengan target pasar yang ingin Anda tuju. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan analisis kompetitor.

Tujuan dari strategi analisis pesaing ini adalah untuk mengetahui perbandingan dan aspek apa saja yang sekiranya sudah mereka miliki. Sehingga Anda perlu mengumpulkan informasi terkait logo, slogan, tampilan, dan lain sebagainya. Setelah mendapatkan informasi tersebut, maka Anda akan mendapatkan inspirasi baru yang lebih segar.

Baca Juga :

2. Perhatikan Elemen Penting dari Brand Guideline

Terdapat tujuh elemen penting yang harus Anda perhatikan dalam membuat brand guideline, yaitu:

  • Color Palette

Merupakan panduan palet warna di dalam suatu brand. Biasanya, color palette terdiri dari dua bagian, yakni primary brand colors (biasanya untuk logo), dan secondary brand colors (biasanya untuk website, brosur, atau event tertentu). Kode warna yang Anda gunakan harus terdiri dari warna RGB dan CMYK, sehingga hasilnya terlihat lebih konsisten dengan tampilan warna yang terdapat pada website.

  • Typography

Merupakan tata huruf yang perlu Anda perhatikan. Tata huruf ini harus bisa Anda tentukan secara lengkap, mulai dari ukuran font, jenis font, sampai tingkat penggunaannya.

  • Logo Design

Desain logo akan menjadi bagian penting yang merepresantasikan brand Anda. Aturan dalam logo design ini mencakup beberapa hal. Antara lain pemilihan logo, batas ukurannya, hingga pemilihan warna dan latar belakangnya.

  • Imagery

Panduan pencitraan ini mencakup seluruh hal yang Anda gunakan untuk menunjukkan brand image. Seperti web ataupun media pemasaran lainnya, misalnya icon, watermark, dan foto.

  • Brand Voice

Merupakan tone atau pemilihan kata yang akan brand Anda gunakan saat berinteraksi dengan audiens. Untuk menentukan brand voice, maka Anda perlu menyesuaikannya dengan target pasar terlebih dahulu. Misalnya apabila target pasar Anda adalah remaja, maka penggunaan gaya bahasa kasual menjadi pilihan terbaik. Melalui brand voice yang tepat dan konsisten, Anda akan lebih mudah menjalin relationship atau hubungan baik dengan pelanggan.

  • Brand Stationery

Pada umumnya, brand stationery ini berbentuk blanko surat dan kartu nama. Hingga saat ini, kartu nama dan juga blangko surat masih dianggap sebagai fitur yang baik untuk mendapatkan first impression dari audiens.

  • Social Media Style

Guideline yang terakhir ini berfokus pada bagaimana tampilan brand Anda di media sosial. Berbeda dengan social media branding yang cenderung lebih fokus pada ide konten yang menarik minat audiens, guideline ini lebih fokus pada penggunaan skema warna hingga font yang serasi.

Sebab, biasanya media sosial milik perusahaan besar akan menggunakan jasa beberapa social media specialist. Hal ini menyebabkan postingan brand memiliki nuansa yang berbeda dan tidak konsisten. Dengan adanya guideline, maka Anda bisa menyelaraskan semua postingan tersebut dan memperkuat citra brand.

3. Membuat Outline dari Brand Guideline

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membuat outline. Misalnya untuk elemen logo, Anda bisa menerangkan filosofi di balik pemilihan logo tersebut. Dengan adanya outline, maka tim akan bisa mengerti dengan lebih mudah. Hal ini sama seperti SOP yang akan selalu karyawan butuhkan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Itulah penjelasan tentang brand guideline, manfaat, serta cara membuatnya. Perlu Anda ingat bahwa konsistensi merupakan hal yang sangat penting agar brand Anda bisa lebih mudah diingat oleh audiens. Maka dari itu, Anda harus memprioritaskan pembuatan brand guideline.

Selain membuat brand guideline, Anda bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Beberapa strategi pemasaran yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.