Cara Meningkatkan Brand Voice untuk Maksimalkan Branding

brand voice adalah

Pernahkan Anda mendengar istilah brand voice?

Istilah ini memang menjadi salah satu aspek penting dalam branding. Terlebih sejak media sosial menjadi salah satu contoh digital marketing yang paling populer akhir-akhir ini. Sehingga, brand voice menjadi cara brand untuk lebih dominan di antara pengguna internet lainnya.

Karena ketika bisnis Anda sudah memiliki citra brand, maka akan lebih mudah untuk menjalin komunikasi dengan pelanggan. Sehingga tak hanya berguna untuk branding bisnis, brand voice ini juga bisa Anda gunakan untuk meningkatkan customer loyalty.

Sebab, hal ini menjadi kunci untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan membangun kepercayaan mereka terhadap bisnis kita.

Apa Itu Brand Voice?

Melansir dari 99designsbrand voice adalah gaya berkomunikasi sebuah brand dengan pelanggan, untuk menentukan citra brand tersebut. Gaya berkomunikasi ini haruslah sesuai dengan target pasar serta kepribadian dari brand itu sendiri. misalnya gaya berkomunikasi secara santai, ceria, berwibawa, atau profesional.

Sebelum Anda mencari gaya berkomunikasi yang tepat, sebaiknya lakukan riset pasar untuk mengetahui bagaimana target pelanggan dan pastikan telah sesuai dengan kepribadian dari brand. Misalnya, apabila Anda memiliki bisnis fashion item kekinian dengan target anak muda, tentu saja cara berkomunikasinya harus dengan bahasa yang kasual.

Brand voice ini menjadi hal yang tidak bisa Anda sepelekan, sebab merupakan salah satu faktor penting untuk membangun hubungan baik dengan customer (customer retention) dan menjadikan mereka setia terhadap brand Anda (brand loyalty).

Hal ini karena biasanya konsumen berinvestasi lebih banyak pada suatu brand ketika memiliki hubungan emosional, daripada dengan brand yang hanya mengeluarkan konten marketing yang tidak menginspirasi pelanggan.

digital marketing agency

Mengapa Brand Voice Sangat Penting?

Seperti penjelasan di atas, brand voice menjadi salah satu kunci kesuksesan branding perusahaan. Branding adalah serangkaian kegiatan yang berguna untuk mengembangkan sebuah brand.

Sebab, brand voice yang mapan akan membuat perusahaan memiliki kepribadian yang kuat dan tujuan yang jelas, terutama saat berkomunikasi dengan pelanggan.

Karena brand awareness atau tahap pengenalan brand pada konsumen membutuhkan konsistensi dan pengulangan. Jika kepribadian atau pesan Anda tampak sering berubah, maka akan sulit bagi konsumen untuk mengetahui dengan tepat tentang brand Anda. Akibatnya, usaha Anda cenderung mengalami kegagalan karena dianggap tidak memiliki ciri khas.

Ingatlah bahwa strategi pemasaran suatu brand bukan hanya tentang membuat konten yang menarik dan relevan. Melainkan juga lewat komunikasi yang baik dan efektif dengan pelanggan. Jika Anda menunjukkan citra yang baik berdasarkan cara Anda berkomunikasi, maka pelanggan pun akan memiliki ikatan emosional sehingga merasa tertarik untuk terus menggunakan produk yang Anda tawarkan.

Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa 45% konsumen berhenti mengikuti akun media sosial sebuah brand yang mereka anggap tidak relevan, tidak memiliki citra khusus, serta tidak memiliki ciri khas dalam berkomunikasi.

Baca Juga :

Cara Meningkatkan Brand Voice

Menilik dari seberapa pentingnya brand voice untuk memaksimalkan branding, maka penting bagi Anda untuk mengembangkannya. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Mendeskripsikan Brand dengan Jelas dan Detail

Brand voice haruslah menunjukkan kepribadian dari brand. Maka dari itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mendeskripsikan brand terlebih dahulu.

Menentukan kepribadian dari brand sebenarnya bisa Anda lakukan dengan mudah. Anda bahkan bisa mengibaratkannya sebagai salah satu karakter dalam film. Agar karakter tersebut meyakinkan penonton, maka ia harus memiliki dialog yang menunjukkan kepribadiannya, bukan?

Hal serupa juga bisa Anda terapkan untuk brand. Mulailah dengan memberikan sapaan atau panggilan khusus pada konsumen. Hal tersebut akan menunjukkan seberapa akrab brand Anda dengan mereka. Kemudian pelajari pemilihan kata yang tepat untuk target audiens Anda.

Jika Anda masih merasa kesulitan, Anda bisa melakukan analisis kompetitor brand serupa untuk mengetahui karakter mereka. Kemudian sesuaikan dengan STP (segmentasi, targeting, dan positioning) dari target pasar Anda.

2. Melakukan Audit pada Brand Voice

cara meningkatkan brand voice

Setelah mendeskripsikan brand voice dan mencari tahu target pelanggan, maka tahap selanjutnya adalah melakukan audit. Sebab, tanpa Anda sadari, sebuah brand tentunya sudah memiliki gaya bahasanya sendiri saat melakukan berbagai jenis strategi pemasaran melalui konten digital, baik itu lewat media sosial, email marketing, atau pun blog marketing.

Anda harus melakukan audit untuk mencari tahu apakah hal itu sudah mencerminkan value dari perusahaan dan sesuai dengan target pelanggan. Caranya adalah dengan memeriksa setiap konten yang sudah Anda buat. Hal itu akan memudahkan Anda untuk menilai apakah gaya komunikasi Anda kepada pelanggan sudah sesuai atau belum.

Mengutip dari Semrush, terdapat empat dimensi pada tone of voice yang bisa diterapkan oleh brand. Yaitu lucu vs serius, formal vs kasual, penuh hormat vs kurang sopan, dan antusias vs mengedepankan fakta.

3. Membuat Tabel Brand Voice

Setelah memilih tone of voice yang paling sesuai untuk brand, langkah selanjutnya adalah mengembangkannya lewat tabel. Buatlah tabel yang berisi hal apa saja yang harus Anda lakukan dan hindari. Dengan demikian, Anda bisa menuliskan seperti apa karakteristik dari brand.

Misalnya, brand memiliki karakteristik yang passionate, tentunya harus memiliki brand voice yang aktif dan selalu antusias. Jadi hal yang harus brand lakukan misalnya memberikan komentar dengan antusias atau selalu aktif memberikan dukungan kepada pelanggan. Sedangkan hal yang harus brand hindari misalnya terlalu pasif atau tidak tertarik dengan sejumlah aktivitas yang dapat mendukung produk.

Baca Juga :

4. Membuat Panduan Gaya Bahasa untuk Konten Marketing

Brand voice akan sukses Anda melakukannya dengan konsisten. Oleh karena itu, Anda harus membuat panduan khusus penulisan gaya konten.

Contohnya, gaya bahasa formal untuk penulisan artikel blog. Panduan ini sangat bagi content writer agar dapat membuat artikel yang sesuai dengan gaya komunikasi perusahaan. Kemudian, panduan gaya konten untuk sosial media dan email marketing juga harus Anda sesuaikan agar bisa selaras dan menonjolkan ciri khas dari brand Anda.

Upayakan untuk membuat panduan tersebut sedetail mungkin agar setiap anggota tim bisa memahaminya dengan mudah.

5. Lakukan Revisi bisa Perlu

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, brand voice adalah salah satu elemen penting untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Jika pelanggan merasa cocok dengan gaya komunikasi dengan brand, maka nilai kepuasannya (customer satisfaction score) pun akan turut meningkat. Hasilnya, pelanggan yang merasa puas berpotensi untuk dapat Anda konversi sebagai pelanggan setia.

Inilah kenapa, perusahaan harus selalu memantau apakah gaya berkomunikasi mereka memang telah tepat sasaran dan bisa memunculkan hubungan emosional dengan pelanggan.

Mengutip dari Content Marketing Institute, melakukan evaluasi berkelanjutan mengenai brand voice adalah hal yang wajib. Jika hasilnya belum maksimal, tentu saja Anda bisa merevisi aturan gaya bahasa dan mencari penggantinya yang paling tepat.

Demikian adalah penjelasan mengenai pentingnya brand voice dan bagaimana cara meningkatkannya untuk kesuksesan branding dan perkembangan bisnis.

Selain meningkatkan brand voice, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.