Cara Kerja dan Tahapan Closed Loop Marketing, Strategi Pemasaran Jitu di Era Big Data

closed loop marketing adalah

Tentunya kita tidak dapat memungkiri bahwa perkembangan teknologi yang kian canggih membuat setiap aspek dalam kehidupan turut beradaptasi. Misalnya konsep society 5.0, marketing 5.0, hingga penggunaan big data yang kini sudah menjadi bagian dari transformasi digital. Inilah mengapa, setiap tahapan proses bisnis juga harus melakukan penyesuaian. Salah satunya adalah penerapan closed loop marketing sebagai strategi pemasaran terbaik di era big data.

Bukan tanpa alasan. Hal ini karena strategi marketing tersebut berfokus pada data yang perusahaan kumpulkan. Data sendiri kini menjadi sumber informasi terbesar yang akan membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan (decision making) yang tepat. Sehingga, analisis data inilah yang nantinya secara tak langsung akan turut menentukan bagaimana kelanjutan bisnis (business continuity) di masa depan.

Dalam bidang pemasaran sendiri, perusahaan membutuhkan marketing insights yang meliputi customer data, market orientation, hingga market segmentation. Data-data tersebut penting untuk proses analisis pelanggan dan analisis pasar (misalnya latar belakang, perilaku dan kebiasaan saat berbelanja, peluang penetrasi pasar, dll).

Dengan menganalisis data-data tersebut, maka perusahaan bisa mengoptimalkan strategi pemasaran produk atau layanan. Hasilnya, hal ini akan memberikan dampak positif pada peningkatan sales growth, bahkan mendukung growth strategy untuk menyokong perkembangan dan pertumbuhan bisnis kedepannya.

Melalui artikel inMarketing berikut ini, mari kita ulas lebih dalam tentang apa itu closed loop marketing beserta tahapan dan cara kerjanya, serta alasan kenapa strategi ini menjadi pilihan tepat di era big data sebagaimana sekarang.

Definisi Closed Loop Marketing

Melansir dari ClearVoice, closed loop marketing adalah bentuk dari analisis strategi pemasaran yang berbasis data guna meningkatkan ROI (return of investment). Sedangkan di sisi lain, Marketing Evolution mengatakan bahwa strategi ini hampir sama seperti data driven marketing.

Strategi pemasaran ini berfokus pada data. Sehingga, perusahaan dapat menentukan apa strategi yang paling tepat dan menguntungkan bagi bisnis, sekaligus mengeliminasi strategi-strategi yang sekiranya tidak memberikan hasil secara optimal.

Perlu Anda ketahui bahwa penggunaan strategi ini akan membantu pemahaman yang lebih dalam terkait hubungan antara marketing operations dan sales process. Artinya, baik tim sales maupun tim marketing akan bekerja sama untuk saling melaporkan informasi dari pelanggan. Misalnya tentang lead potensial (prospek), feedback dari pelanggan, dan informasi lainnya yang berguna sebagai marketing insights.

digital marketing agency

Sebab dalam praktiknya, memang sering terjadi kesalahpahaman serta perbedaan tujuan dan target antara tim sales dan marketing. Padahal, keduanya saling memiliki kaitan erat untuk mendukung kesuksesan penjualan dan peningkatan profitabilitas serta pendapatan (revenue bisnis).

Karena pada dasarnya, tim marketing akan sangat membutuhkan data penjualan untuk merumuskan strategi marketing campaign yang lebih baik Begitu pula tim sales yang membutuhkan data pemasaran agar bisa menyasar target pasar yang tepat dan meningkatkan penjualan.

Baca Juga :

Tahapan Closed Loop Marketing

tahapan closed loop marketingSama seperti strategi pemasaran lainnya, strategi closed loop marketing juga terdiri dari sejumlah tahapan dalam penerapannya. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing tahapan tersebut:

1. Kerja Sama seluruh Bagian Perusahaan

Sebagaimana definisinya di atas, pada dasarnya strategi marketing yang satu ini turut menitikberatkan pada kerja sama antara tim sales dan tim marketing. Namun, bukan hanya terbatas pada kedua tim tersebut saja, strategi ini juga harus mendapatkan dukungan dari seluruh bagian perusahaan, agar tercipta company culture yang mendukung strategi ini.

2. Membiasakan Data-Driven Culture

Seperti yang kita tahu, strategi closed loop hampir sama seperti data-driven marketing. Inilah sebabnya, tim yang terlibat harus membiasakan diri dengan data-driven culture. Tujuannya adalah agar dapat mengumpulkan dan menganalisis data/informasi dengan efektif.

3. Pastikan Kelancaran Komunikasi Antar Tim

Langkah berikutnya adalah memastikan kelancaran komunikasi antara tim sales dan tim marketing. Dengan marketing communication dan corporate communication yang lancar, maka tim akan lebih mudah dalam mengakses informasi dan update terbaru untuk mendorong kesuksesan strategi pemasaran.

4. Lakukan Evaluasi

Berikutnya adalah melakukan evaluasi atau meninjau pendekatan strategi yang Anda gunakan. Tujuan dari evaluasi ini adalah memastikan bahwa strategi tersebut telah berjalan sesuai dengan tujuan dan target bisnis, begitu pula dengan keakuratan tolok ukur (benchmark) dan metrik yang digunakan.

5. Kumpulkan Data untuk Marketing Automation

Kita tahu bahwa strategi marketing ini berbasis data. Artinya, strategi ini menggunakan data sebagai komponen utama untuk mencapai tujuan pemasaran dan penjualan. Sehingga dalam prosesnya pun, tim marketing dan tim sales harus mengumpulkan data yang lebih dalam serta spesifik untuk marketing automation.

Baca Juga :

6. Pastikan Seluruh Proses Berjalan dengan Lancar

Tahap keenam adalah memastikan bahwa seluruh proses telah berjalan dengan lancar. Sebab jika semua proses bisa berjalan dengan baik, maka artinya closed loop marketing bisa memberikan hasil optimal.

7. Gunakan Tools yang Tepat

Strategi marketing ini merupakan salah satu inovasi terbaik yang ada di era big data seperti sekarang. Maka selayaknya strategi pemasaran modern lainnya, penerapan closed loop marketing juga akan lebih mudah dengan penggunaan tools yang tepat.

Ini karena strategi tersebut berbasis data. Sehingga, proses data management harus bisa mendukung marketing automations, data-driven, hingga omnichannel marketing secara menyeluruh.

Beberapa tools yang bisa Anda manfaatkan antara lain customer relationship management software (software CRM), Sales Force Automation (SFA), Google Analytics, dan lain sebagainya. Tools-tools ini akan membantu Anda untuk mengirimkan customer support, otomatisasi email marketing, customer acquisition, optimalisasi SEO dan PPC, serta analisis statistik.

Cara Kerja Closed Loop Marketing

Setelah mengetahui tahapan-tahapannya, lantas bagaimana cara kerja closed loop marketing?

  1. Ketika lead potensial mengunjungi situs Anda, maka tools marketing akan mendeteksi sumber referral (asal datangnya sales lead). Misalnya dari email marketing atau pencarian organik.
  2. Kemudian kumpulkan lebih banyak data pengguna melalui landing page dan lead capture forms. Contohnya dengan penggunaan CTA, CTV, maupun kode diskon dalam email.
  3. Informasi yang telah terkumpul tersebut dapat Anda jadikan sebagai insight untuk memandu lead (melakukan lead nurturing) dan meningkatkan angka konversi dan closing.
  4. Selanjutnya, customer yang mengikuti akan dideteksi melalui CRM. Pada titik ini, Anda sudah bisa close the loop karena touchpoint sudah terdeteksi dan dapat Anda analisis.

Demikian adalah ulasan mengenai strategi closed loop marketing. Pada intinya, strategi ini akan membantu perusahaan untuk memilih strategi yang paling efektif dalam digital marketing, serta membantu perhitungan ROI yang lebih tepat dan terstruktur.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.