Pengertian, Kelebihan, dan Contoh Penerapan Comparative Advertising Terbaik Bagi Bisnis

Pengertian, Kelebihan, dan Tips Penerapan Comparative Advertising yang Terbaik Bagi Bisnis

Setiap perusahaan pastinya ingin brandnya secara keseluruhan memiliki banyak pelanggan potensial (leads) dan jangkauan pasar yang luas (brand extension). Beberapa cara yang sering pemilik bisnis, stakeholder, sales force, hingga marketer lakukan adalah dengan merencanakan strategi pemasaran (marketing plan) beserta kampanyenya yang juga disebut dengan iklan. Nah, berkaitan dengan iklan, ada satu cara atau jenis iklan yang cukup unik dan masih banyak marketer terapkan, namanya comparative advertising.

Teknik pengiklanan ini cukup membantu konsumen dalam hal membandingkan nilai (product value) atau kualitas produk dari satu brand dengan produk milik brand lainnya. Bahkan, pesan-pesan di dalam iklan tersebut dapat memiliki berbagai tujuan. Mulai dari sebagai interaksi menarik minat pelanggan (customer touchpoint), mempromosikan penjualan produk yang akan diluncurkan (product launch), dan/atau memperkenalkan produk baru (product knowledge) ke segmen pasar target.

Akan tetapi, marketer tidak boleh sembarangan dalam menyusun konteks iklannya, lho. Sebab, strategi advertising yang salah dan terlalu agresif dapat menyebabkan permasalahan yang serius, baik secara sosial maupun hukum. Lantas, bagaimana contoh dan cara terbaik dalam penyusunan dan penerapan comparative advertising?

Pengertian Comparative Advertising

Pengertian Comparative Advertising

Menyadur dari laman situs Indeed, comparative advertising adalah salah satu teknik pemasaran dan promosi yang umum perusahaan gunakan untuk membandingkan produk mereka dengan produk milik kompetitornya secara tidak langsung (indirect marketing) sebagai cara membujuk pelanggan (customer onboarding) untuk mencoba produk atau layanan tertentu.

Iklan komparatif ini menekankan bagaimana produk dan layanan perusahaan Anda lebih baik daripada produk serupa lainnya yang tersedia di pasar. Sehingga strategi ini cukup efektif bila dilakukan oleh bisnis UKM/UMKM atau perusahaan startup yang memiliki lebih sedikit pangsa pasar.

Baca Juga:

Upaya membandingkan produk secara terang-terangan ini bermanfaat dalam meningkatkan loyalitas pelanggan dan menjadi media branding dalam menunjukkan keunikan brand dengan brand kompetitor (unique value proposition). Hal tersebut akan mempengaruhi reputasi dan posisi perusahaan (brand positioning) yang semakin baik.

Kelebihan dan Kekurangan Comparative Advertising

Comparative advertising efektif untuk menargetkan setiap aspek produk perusahaan, mulai dari biaya, nilai, kualitas (product-led growth), kinerja, social proof, dan aspek lainnya. Tak hanya itu, Anda dapat menggunakan iklan komparatif untuk menekankan aspek positif dari produk Anda.

Kendati demikian, teknik pengiklanan ini memiliki beberapa kelemahan yang akan merugikan proses bisnis. Simak penjelasan selengkapnya apa keuntungan dan kelemahan dari menerapkan comparative advertisement ini.

Kelebihan Comparative Advertising

  • Mendefinisikan keunikan dan daya saing brand atau produk yang tidak dimiliki oleh kompetitor.
  • Citra merek (brand image) dan brand awareness yang lebih baik.
  • Menekankan manfaat produk dengan lebih optimal sesuai dengan keinginan pelanggan (demand).
  • Mengakuisisi lebih banyak konsumen baru (customer acquisition) dan meyakinkan mereka untuk mencoba produk baru Anda dengan lebih mudah (educational marketing).
  • Efektif sebagai program customer loyalty yang berguna dalam memperkuat basis pelanggan. Sebab, perusahaan akan mendorong para pelanggannya untuk terus membeli produk dan mengadvokasi brandnya (customer advocacy).
  • Bermanfaat sebagai metode riset pasar dalam membandingkan produk Anda dengan produk perusahaan lain. Di samping itu, marketer akan membagikan informasi detail dan fakta spesifik tentang kinerja produk kepada audiens.

Baca Juga:

Kekurangan Comparative Advertising

  • Berpotensi menimbulkan masalah hukum jika membuat dan mencantumkan klaim iklan yang salah, terlalu agresif, atau terlalu mengkritisi keburukan produk brand lain.
  • Risiko tidak mampu mempertahankan pelanggan (customer retention) atau bahkan kehilangan pelanggan (customer churn).

Contoh Comparative Advertising

Agar semakin paham, berikut ini inMarketing rangkum beberapa contoh jenis strategi comparative advertising sebagai gambaran awal dalam membangun strategi Anda sendiri.

1. Membandingkan Nilai

Pada dasarnya, jenis iklan komparatif ini akan digunakan ketika perusahaan berencana memasarkan produk dengan mengklaimnya sebagai produk yang lebih efektif atau lebih praktis daripada produk brand lainnya. Dengan kata lain, strategi advertising ini ditujukan untuk mengukur nilai satu produk melalui upaya membandingkannya dengan produk kompetitor. Misalnya, sebuah perusahaan sabun dapat menunjukkan satu batang sabun mereka di samping empat batang sabun pesaing untuk menunjukkan bahwa produk mereka menawarkan manfaat empat kali lipat lebih baik daripada produk kompetitor.

2. Menekankan Gaya Hidup Pelanggan

Strategi comparative advertising lainnya yang cukup umum di terapkan perusahaan adalah iklan yang berfokus pada gaya hidup pelanggan daripada fitur atau desain produk itu sendiri. Maksudnya, marketer membuat iklan yang menunjukkan gaya hidup ideal dari pelanggan satu produk dengan gaya hidup pelanggan kompetitor. Cara ini bermanfaat untuk menunjukkan potensi manfaat dari satu produk di atas produk yang lain.

3. Uji Rasa

Strategi uji rasa adalah penerapan iklan komparatif selanjutnya yang umum di gunakan oleh brand produk makanan. Marketer akan menghilangkan identitas brand pada produk yang akan di bandingkan. Lalu, mereka meminta pelanggan untuk membagikan pendapat mereka mana produk yang lebih mereka sukai.

4. Customer Feedback

Berkaitan dengan contoh-contoh comparative advertising sebelumnya, testimonial pelanggan menjadi strategi selanjutnya yang dapat mengidentifikasi umpan balik pelanggan (customer feedback) tentang alasan mereka lebih menyukai produk Anda daripada produk serupa lainnya.

Anda dapat menayangkan ulasan dari pelanggan yang puas (customer satisfaction) setelah beralih dari produk kompetitor di landing page website atau media sosial bisnis. Cara ini berguna dalam menunjukkan keunggulan produk tanpa membahas produk atau layanan kompetitor secara gamblang, seperti yang di lakukan oleh ambush marketing.

5. Perbandingan Visual

Selain membandingkan nilai atau manfaat produk, banyak perusahaan akan memperlihatkan produknya untuk berdampingan dengan produk serupa dari brand kompetitor dan menguraikan perbedaan utamanya. Umumnya, marketer akan menggunakan gambar produk sebenarnya yang mana akan memudahkan pelanggan untuk melihat dengan tepat mengapa satu produk lebih unggul. Setelah itu, marketer akan membiarkan pelanggan menarik kesimpulannya sendiri dan membantu mereka merasa percaya diri dengan pilihan pembelian mereka.

6. Pemeragaan Ulang Berdasarkan Pengalaman Pelanggan

Iklan video akan menampilkan peragaan ulang berdasarkan pengalaman pelanggan ketika menggunakan satu produk dengan produk pesaing untuk menunjukkan betapa mudahnya penggunaan produk dari brand tersebut. Misalnya, bank lokal mengiklankan layanan pelanggannya dengan menunjukkan layar terpisah dengan pelanggan yang melakukan transaksi dengan cepat. Sementara orang yang bertransaksi di bank lain harus mengantre terlebih dahulu.

Itulah penjelasan singkat mengenai comparative advertising versi inMarketing yang perlu Anda ketahui. Dalam merencanakan strategi advertising untuk pengembangan bisnis, Anda bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk memudahkan manajemen proses bisnis dalam perencanaan pemasaran. Beberapa strategi pemasaran yang bisa Anda implementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 digital marketing, serta data driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga: