Competitive Benchmarking: Arti, Metrik, dan Cara Menentukannya

Dalam mengambil keputusan bisnis, pada dasarnya perusahaan perlu mengetahui segala performa atau kinerjanya dalam mengelola proses bisnis (business process management). Adapun salah satu cara terbaik dalam melacak performa bisnis adalah dengan membandingkan keunggulan kompetitif bisnis atau yang juga lebih dikenal sebagai competitive benchmarking.

Singkatnya, competitive benchmarking menjadi satu dari sekian jenis strategi bisnis yang berperan penting dalam mengukur pertumbuhan kesuksesan perusahaan (business growth) di sekitar kompetitor dan segmen pasar. Di mana upaya tersebut melibatkan berbagai jenis model bisnis dan metrik-metrik bisnis sebagai faktor dalam perencanaan bisnis dan mengalahkan kompetitor.

Pada artikel berikut, inMarketing akan memandu Anda sebagai pelaku atau stakeholder bisnis dalam menerapkan strategi competitive benchmarking yang terbaik bagi perkembangan bisnis. Harapannya, perusahaan dapat semakin fokus dalam meningkatkan keberlangsungan bisnis (business continuity) dan dapat menetapkan tujuan bisnis yang lebih relevan.

Apa Itu Competitive Benchmarking?

Menurut situs Brandwatch, competitive benchmarking adalah proses mengukur kinerja perusahaan dan membandingkan kesuksesan perusahaan dengan perusahaan kompetitor berdasarkan metrik tertentu. Pada dasarnya, praktek ini memungkinkan pelaku bisnis untuk bisa menentukan posisi perusahaan dalam industri tertentu.

Metode perbandingan khusus ini memungkinkan pelaku bisnis dapat mengevaluasi kinerja perusahaan secara keseluruhan dan mengidentifikasi praktek terbaik dalam industri. Serta bergerak maju dengan rencana bisnis yang akan memungkinkan pelaku bisnis dapat mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam persaingan industri. Selain itu, pelaku bisnis juga dapat:

  • Mengkontekstualisasikan pencapaian kinerja bisnis di mana perusahaan dapat membandingkan tolok ukurnya dengan perusahaan yang berbeda. Serta sekaligus mempelajari budaya kerja yang terbaik dan  budaya bisnis perusahaan secara keseluruhan.
  • Memberi motivasi kepada tim perusahaan untuk berkembang (employee engagement) karena pelaku bisnis mengetahui sejauh mana keberhasilan perusahaan lain.
  • Mengidentifikasi peluang bisnis baru (gap analysis) untuk kebutuhan peningkatan kualitas bisnis.

Baca Juga:

Competitive Benchmarking vs Competitive Analysis : Apa Bedanya?

Apa Itu Competitive Benchmarking?

Perlu Anda ingat bahwa competitive benchmarking memiliki tujuan yang berbeda dengan competitive analysis atau analisis kompetitif, meskipun keduanya memiliki kesamaan dalam hal pendekatan.

Sebab, analisis kompetitif yang juga dikenal sebagai penelitian kompetitif (competitive research) adalah metode yang memungkinkan pelaku bisnis mendapatkan gambaran rinci tentang setiap pesaing yang ada di pangsa pasar. Ini adalah cara yang tepat untuk meneliti strategi dan taktik kompetitor, mulai dari pengiriman pesan (brand messaging) hingga praktik SEO yang digunakan. Dengan tujuan untuk mendapatkan wawasan tentang operasi bisnis kompetitor sehari-hari.

digital marketing agency

Sedangkan kompetitif benchmarking merupakan pendekatan optimal untuk mengevaluasi strategi jangka panjang kompetitor dengan mengumpulkan wawasan atau insight tentang kinerja bisnis kompetitor dari waktu ke waktu (business benchmarking) dan menunjukkan tren pasar secara keseluruhan.

Dengan kata lain, pelaku bisnis mengumpulkan data internal (data mining) dan informasi penting lain tentang kompetitor utamanya, kemudian menganalisis perbedaan di antara masing-masing data tersebut (competitor analysis). Informasi yang pelaku bisnis pelajari melalui kompetitif benchmarking dapat membantu decision maker perusahaan dalam menentukan strategi bisnis dan sekaligus proses bisnis yang paling berkontribusi terhadap tujuan bisnis perusahaan.

Jenis Metrik Competitive Benchmarking

Secara teori, terdapat beberapa pilihan yang menjadi fokus perusahaan ketika mempersiapkan analisis competitive benchmarking. Tergantung pada tujuan bisnis, decision maker dapat berfokus pada satu jenis benchmark atau memilih beberapa kategori benchmark untuk membangun pemahaman yang komprehensif tentang bidang bisnisnya.

Berikut ini adalah lima kerangka kerja benchmarking yang perlu menjadi pertimbangan para pelaku bisnis.

Baca Juga:

1. Sisi Keuangan Bisnis

Proses benchmarking dari sisi keuangan akan membandingkan metrik yang berkaitan dengan pendapatan (income) dan kinerja fiskal. Di mana benchmark keuangan berguna untuk mempelajari bagaimana kesuksesan manajemen finansial perusahaan dibandingkan dengan bisnis lain di niche industri yang sama. Adapun metrik-metrik utama untuk benchmarking keuangan meliputi:

2. Sisi Strategi Bisnis

Proses benchmarking dari sisi strategis akan membandingkan keseluruhan strategi perusahaan dengan strategi bisnis di industri yang sama. Praktek benchmarking ini menggunakan metrik yang berkaitan dengan kinerja pasar dan inisiatif strategis. Adapun metrik-metrik utama untuk benchmarking strategis mencakup statistik dan praktik standar, mulai dari:

3. Sisi Produk Bisnis

Jenis Metrik Competitive Benchmarking

Selanjutnya, proses benchmarking dari sisi produk bisnis berguna untuk membandingkan sekaligus mempelajari bagaimana keunggulan produk dan/atau layanan dengan opsi lain di pasar. Adapun metrik-metrik utama untuk benchmarking produk menggunakan metrik yang berkaitan dengan:

4. Sisi Proses Bisnis

Proses benchmarking dari sisi proses mengacu pada proses evaluasi terkait efisiensi operasi bisnis dengan perusahaan lain atau juga dikenal sebagai operational benchmarking. Praktek benchmarking dari sisi proses membantu pelaku bisnis dalam mengidentifikasi apakah aktivitas yang kompetitor lakukan lebih baik daripada perusahaannya. Sehingga, pelaku bisnis kemudian dapat mengembangkan action plan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaannya.

Praktek benchmarking ini menggambarkan metode operasional organisasi, prosedur yang digunakan, dan kinerja karyawan. Adapun metrik-metrik utama untuk benchmarking proses bisnis meliputi:

5. Sisi Reputasi Bisnis

Dan terakhir, proses benchmarking dari sisi reputasi bisnis berguna untuk menentukan kinerja bisnis perusahaan dengan bisnis lainnya. Di mana teknik benchmarking ini berfokus pada data yang berkaitan dengan persepsi audiens terhadap suatu perusahaan (brand equity). Adapun metrik-metrik utama untuk benchmarking reputasi perusahaan meliputi:

Cara Menentukan Competitive Benchmarking

Setelah mengetahui manfaat dan metrik yang penting dalam menyusun competitive benchmarking, ikuti langkah-langkah berikut untuk memilih dan menentukan strategi kompetitif benchmarking terbaik untuk memenuhi tujuan bisnis.

  1. Mulailah dengan menganalisis atau riset kompetisi dengan kompetitor yang mana berada di bidang industri yang sama. Identifikasi aspek atau ciri-ciri kompetitor yang ingin ditiru, lalu lakukan brainstorming pada metrik yang dapat dihubungkan dengan karakteristik bisnis yang sukses.
  2. Identifikasi dan tentukan area bisnis yang ingin ditingkatkan dengan membandingkan detailnya dengan perusahaan lain. Selain itu, pertimbangkan pula apa yang dapat bisnis pelajari dari setiap jenis kompetitif benchmarking untuk menentukan metrik mana yang berpeluang memberi nilai tambah pada strategi bisnis perusahaan.
  3. Gunakan dan review KPI (key performance indicator) bisnis dengan saksama sebagai titik awal untuk competitive benchmarking. Dengan begitu, perusahaan dapat membandingkan data perusahaan saat ini dengan informasi dari periode waktu sebelumnya.
  4. Saat memilih metrik khusus untuk kompetitif benchmarking, pertimbangkan keterjangkauan pengaksesan data dari perusahaan lain. Tinjau sumber daya bisnis (resource management) dan putuskan berapa banyak uang yang ingin bisnis investasikan dalam proses mengumpulkan data kompetitor.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.