Compound Annual Growth Rate (CAGR) : Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitungnya

compound annual growth rate adalah

Tentunya tak dapat kita pungkiri bahwa tujuan dan target utama dari berbisnis adalah untuk meningkatkan profitabilitas serta enterprise value. Guna mewujudkannya, maka growth strategy, perencanaan bisnis, hingga indikator tingkat pertumbuhan (growth rate) menjadi hal yang sangat penting. Salah satunya adalah dengan menghitung Compound Annual Growth Rate (CAGR).

CAGR menjadi salah satu business metrics atau indikator yang dapat perusahaan gunakan untuk mengukur pertumbuhan bisnis serta laju investasi dari waktu ke waktu. Dengan perhitungan ini, perusahaan akan lebih mudah dalam memantau perkembangan bisnis (business development), hingga efektivitas proses bisnis maupun strategi di dalamnya.

Lantas, bagaimana cara menghitung CAGR?

Apa Itu Compound Annual Growth Rate (CAGR)?

Melansir dari Investopedia, Compound Annual Growth Rate (CAGR) adalah rata-rata pertumbuhan per tahun dari suatu investasi dengan rentang periode tertentu. Biasanya, CAGR juga kerap dikenal sebagai laju pertumbuhan majemuk.

CAGR ini berguna untuk melihat laju pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang, serta rata-rata keuntungan dan revenue yang akan perusahaan dapatkan. Indikator ini juga berguna untuk memantau return investasi (ROI). Sehingga, laju pertumbuhan majemuk ini akan sangat menentukan jumlah pertumbuhan yang terakumulasi.

Perbedaan Compound Annual Growth Rate dengan indikator growth rate lainnya adalah bahwa CAGR ini mengasumsikan kondisi di mana tingkat pertumbuhan bisnis terjadi berulang dalam setiap tahunnya. Sehingga, nantinya investor bisa membandingkan nilai CAGR investasi mereka pada periode yang sama pula.

Anda bisa menggunakan CAGR sebagai metrik performa bisnis untuk mengukur serta membandingkan aset investasi dengan alternatif lainnya. Namun, perlu Anda ingat bahwa CAGR bukanlah angka return yang sesungguhnya, melainkan hanyalah representasi. Sehingga Anda tetap memerlukan evaluasi dan manajemen risiko investasi relatif dengan menggunakan pengukuran lainnya.

Baca Juga :

Rumus dan Cara Menghitung Compound Annual Growth Rate (CAGR)

Untuk menghitung CAGR, Anda dapat menggunakan rumus berikut ini:

CAGR = (Nilai Awal Investasi / Nilai Akhir Investasi)  1/n -1

Bagilah nilai investasi periode akhir dengan periode awal. Kemudian pangkatkan hasilnya ke eksponen satu, lalu bagi dengan jumlah tahun investasi (n). Setelah mendapatkan hasil perhitungannya, kurangilah satu.

Contohnya:

Sebuah perusahaan X dari tahun 2017 hingga 2018 mempunyai nilai pertumbuhan bisnis 150 juta atau 50% pada tahun pertama. Sedangkan pada tahun 2019, nilai pertumbuhan bisnis naik menjadi 170 juta. Serta di tahun 2020, nilainya berakhir dengan 220 juta. Lantas, berapa CAGRnya?

CAGR = (220 juta / 150 juta) 1/3 -1 = 13,61%

Dari hasil perhitungan tersebut, bisa kita simpulkan bahwa investasi di perusahaan X cukup baik karena angka CAGR positif alias mendapat keuntungan. Selain itu, peningkatan CAGR setiap tahunnya juga sudah menandakan bahwa perusahaan X memiliki pertumbuhan bisnis yang baik.

Manfaat Compound Annual Growth Rate (CAGR)

Selain berguna untuk mengukur pertumbuhan bisnis per tahunnya, berikut ini adalah sejumlah manfaat yang akan perusahaan dappatkan dengan menghitung nilai CAGR :

1. Mengukur Kinerja Bisnis

CAGR bisa perusahaan manfaatkan untuk mengetahui kinerja bisnis. Bukan hanya kinerja perusahaan Anda sendiri, melainkan juga perusahaan lainnya yang menjadi kompetitor. Dengan menghitung CAGR ini, Anda akan mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan tersebut.

Contohnya adalah kinerja perusahaan X selama periode lima tahun memiliki CAGR market share sebesar 1,92%. Namun, ternyata dalam periode yang sama hanya mempunyai nilai kepuasaan (satisfaction score) sebesar 0,58%. Sedangkan perusahaan kompetitor Y dengan niche bisnis yang sama memiliki CAGR market share 1,82% dan satisfaction score yang lebih kecil, yaitu 0,57%.

Dari hasil perhitungan tersebut, tentunya Anda bisa menyimpulkan bahwa prospek keuntungan investasi yang lebih unggul adalah perusahaan X. Dengan persentase tersebut, Anda pun bisa membandingkan kekuatan dan kelemahan tiap perusahaan.

Baca Juga :

2. Mengetahui Kelemahan dan Kekuatan Pesaing

Berkaitan dengan poin sebelumnya, Anda dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan kompetitor dengan menghitung nilai CAGR yang mereka hasilkan. Contohnya selama periode yang sama, CAGR kepuasan pelanggan pada perusahaan Y tidak terlalu rendah ketimbang kepuasan pelanggan perusahaan Y.

Sehingga, CAGR ini juga bisa menjadi salah satu alternatif yang Anda gunakan untuk menganalisis kompetitor (competitive analysis) guna menghadapi persaingan di pasar.

3. Menghitung Laju Pertumbuhan Majemuk

Sebagaimana fungsi utamanya, CAGR dapat Anda gunakan untuk menghitung laju pertumbuhan majemuk suatu investasi. Dengan rumus yang sederhana, Anda pun bisa menghitung pertumbuhan business asset investasi dengan cepat dan memberikan hasil yang akurat.

Dengan CAGR pula, Anda bisa mengetahui persentase pertumbuhan dan penurunan dari investasi milik Anda dalam periode tertentu.

Kekurangan Compound Annual Growth Rate (CAGR)

Kendati memberikan banyak sekali manfaat untuk perusahaan, akan tetapi CAGR juga memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan akan cukup sulit menerapkan CAGR pada investasi yang memiliki fluktuasi harga tinggi. Sebab tingkat naik turun harga di pasar terjadi secara signifikan.
  2. Lonjakan pertumbuhan yang terjadi di tahun terakhir terkadang bisa menyebabkan hasil CAGR menjadi tidak akurat.
  3. Perusahaan tidak bisa menggunakan CAGR untuk memantau pertumbuhan bisnis yang disertai dengan penurunan

Demikian adalah ulasan mengenai Compound Annual Growth Rate (CAGR) beserta manfaat, rumus, cara menghitung, dan kelemahannya. Dengan memahami dan menghitung CAGR, Anda bisa menentukan investasi yang paling menguntungkan untuk membantu pertumbuhan bisnis.

Di sisi lain, selain menghitung CAGR, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :