Cara Membuat Content Pillar Terbaik Untuk Strategi Content dan Social Media Marketing yang Sukses

Cara Membuat Content Pillar Terbaik Untuk Strategi Content dan Social Media Marketing yang Sukses

Sebagai seorang marketer yang bergelut di ranah content marketing maupun social media marketing di tengah era transformasi digital, content pillar menjadi hal yang wajib diperhatikan. Baik itu pada marketer di skala industri B2B maupun B2C.

Pasalnya, berkat content pillar, Anda dan marketer lainnya mampu menyusun perencanaan konten, mulai dari ideasi, pembuatan, dan eksekusi konten pemasaran yang sesuai dengan strategi branding serta kebiasaan (customer behavior) atau persona target audiens bisnis dengan lebih mudah dan praktis. Misalnya, konten campaign, iklan atau advertisement, blog atau artikel, video marketing, email marketing, dan lain sebagainya.

Tak jarang susunan rencana konten ini akan bermanfaat ketika jadwal perencanaan (marketing plan) dan pelaksanaan strategi pemasaran bisnis Anda terbilang padat dan singkat di samping stok konten hampir habis. Serta ketika bisnis memfokuskan tujuan dan targetnya untuk meningkatkan engagement dan traffic melalui teknologi digital marketing.

Lantas, apa sebenarnya maksud dari content pillar? Mengapa keberadaannya begitu penting bagi proses pemasaran bisnis? Dan bagaimana langkah terbaik dalam pembuatannya?

Temukan jawaban-jawaban selengkapnya dengan membaca artikel inMarketing berikut ini.

Apa Itu Content Pillar?

apa itu content pillar

Menyadur dari laman situs Semrush, content pillar adalah sekumpulan panduan yang memuat informasi topik atau tema kompehensif di mana brand gunakan dalam membuat konten website atau postingan media sosial.

Pilar konten menjadi bagian penting dari strategi konten yang bertujuan agar pembaca bisa mendapatkan semua informasi yang mereka butuhkan tentang subjek topik tertentu dalam satu tempat dan satu kesempatan. Dengan kata lain, pilar harus mencerminkan konten yang paling populer di kalangan basis pelanggan online. Dan mungkin konten yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.

Tak heran jika banyak digital marketer memahami bahwa content pillar memiliki lima jenis yang berbeda. Yaitu konten yang bersifat promosional, edukatif (educational), berbasis komunitas (community), hiburan (entertainment), dan menarik perhatian pelanggan (engagement).

digital marketing agency

Baca Juga:

Bagi digital marketer, panduan atau guideline ini menjadi indikator atau kesempatan bagus untuk menciptakan user experience yang lebih baik dan performa konten yang SEO friendly. Maka dari itu, pilar konten yang Anda pilih harus mencakup dan konsisten dengan brand value, tujuan bisnis, brand voice, brand identity, dan brand image di media sosial.

Selain itu, dengan memiliki tema khusus yang menjadi tujuan setiap postingan atau konten, Anda dapat membuat konten yang bermakna dengan lebih mudah dan cepat. Pilar konten juga membantu menghadirkan rasa keteraturan pada pendekatan konten media sosial brand Anda.

Cara Membuat Content Pillar

Serangkaian pemikiran strategis dalam pembuatan konten sangatlah penting dalam mencapai hasil yang diinginkan dari setiap upaya pemasaran. Sebab, konten tanpa struktur dan tujuan pada akhirnya akan berdampak negatif pada reputasi brand dan feedback pelanggan Anda serta posisi konten brand pada hasil search engine (SERP).

Untuk menghindari risiko tersebut, Anda perlu terapkan tahapan cara membuat content pillar yang benar pada penjelasan di bawah ini.

1. Riset Customer dan Pangsa Pasar

Langkah pertama adalah lakukan sejumlah riset untuk menganalisis pelanggan dan pangsa pasar brand Anda (market research). Anda bisa mengkolaborasikan aktivitas riset seperti membagikan survei dan mengadakan interview untuk menjangkau pelanggan prospek (leads).

Dengan begitu, Anda dapat mengidentifikasi buyer persona yang akurat serta merencanakan detail dan tema konten yang paling sesuai dengan apa yang pelanggan cari.

Baca Juga:

2. Identifikasi Topik dan Keyword Utama

Baik ketika bisnis Anda membuat panduan informasi atau mengembangkan landing page untuk memasarkan produk (product marketing) atau layanan (services marketing) dan mengonversinya menjadi pembelian (closing sales), content pillar harus dioptimalkan untuk satu keyword atau frasa kunci utama yang memenuhi maksud dan/atau masalah pengguna (customer pain point).

Dikatakan demikian karena pilar konten adalah pusat dari content hub Anda, di mana halaman konten saling berkaitan dengan pilar. Oleh sebab itu, identifikasi dan riset keyword atau topik utama konten dan pastikan keduanya cukup substansial untuk membangun content hub.

Dan berdasarkan rincian tema pada pilar yang ada, Anda dapat membedah dan mengubahnya menjadi konten-konten yang lebih kecil yang bisa Anda promosikan kepada audiens target. Dalam tahapan ini, Anda perlu perhatikan faktor-faktor berikut:

  • Search volume.
  • Daya saing topik.
  • Relevansi konten dengan audiens dan penawaran produk.
  • Potensi menjadi konten yang selalu berkelanjutan.

3. Analisis Kompetitor dan Tren

Analisis Kompetitor dan Tren

Jika Anda telah mengidentifikasi topik yang ingin Anda kuasai, maka kemungkinan besar Anda jadi tahu bahwa brand Anda memiliki persaingan yang memperebutkan ruang yang sama.

Maka dari itu, Anda perlu melakukan analisis kompetitif pada konten untuk mengetahui seperti apa strategi pemasaran konten yang kompetitor bisnis lakukan. Dengan kata lain, Anda akan mengidentifikasi celah, peluang, dan area lain untuk membangun content pillar Anda sendiri.

Salah satu cara terbaik untuk melampaui persaingan dan mengalahkan kompetitor adalah dengan menjangkau area di mana Anda dapat meningkatkan performa konten yang sudah ada dan membangun panduan yang lebih otoritatif yang akan dianggap bermanfaat oleh pembaca Anda (customer value).

Dengan menganalisis tema atau topik konten yang telah pesaing Anda buat dan menemukan kesenjangan konten, Anda dapat membangun pilar konten yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih komprehensif yang mana akan menjadi keunggulan kompetitif bisnis Anda.

4. Audit Konten di Website atau Media Sosial

Pada tahap ini, Anda melakukan audit konten website yang akan membantu Anda mengidentifikasi lalu menentukan apakah Anda telah memiliki halaman yang dapat dimodifikasi, digunakan kembali, dan dioptimalkan untuk strategi konten pilar Anda.

Proses audit konten juga bermanfaat dalam memperbarui dan mengoptimalkan konten yang ada serta mengevaluasi kembali struktur internal link pada konten. Hal tersebut akan membantu Anda menghindari risiko duplikasi konten di website Anda. Karena ketika website Anda memiliki beberapa halaman konten membahas topik yang sama, itu dapat memengaruhi user experience dan hasil search engine.

5. Petakan Struktur Content Pillar dan Promosikan

Langkah selanjutnya yang paling penting dalam membuat content pillar adalah mengumpulkan semua pertanyaan yang mungkin akan dibahas pada halaman pilar lalu menggunakannya untuk merancang struktur artikel. Menurut penelitian Semrush, 47% artikel dengan struktur heading lanjutan (H2 + H3 + H4) termasuk dalam kelompok konten organik yang akan berkinerja baik.

Dan setelah berhasil memetakan content pillar, Anda bisa menyebarkan atau mempromosikannya melalui saluran pemasaran digital (marketing channel). Mulai dari media sosial, email blast, dan bahkan membangun sales pitch dengan influencer atau partner afiliasi (partnership). Lalu, jika Anda ingin konten pilar Anda memiliki traffic dan peringkat terbaik di semua saluran, Anda perlu mengoptimalkan link Anda (baik internal maupun backlink dari sumber eksternal) untuk mulai menarik perhatian pelanggan (customer engagement).

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.