7 Contoh Bisnis Model Canvas (BMC) Terbaik dan Sukses di Berbagai Bidang

contoh bisnis model canvas

Seiring dengan kemajuan teknologi, semua pelaku bisnis cenderung ingin segalanya menjadi serba mudah dan praktis. Termasuk menyusun rencana bisnis yang sederhana namun memberikan hasil efektif untuk pertumbuhan bisnis. Contohnya adalah membuat business model canvas (BMC). Bahkan, ada banyak sekali contoh bisnis model canvas dari berbagai bidang bisnis yang menunjukkan efektivitas dan keberhasilannya.

Pada dasarnya, business model canvas adalah kerangka kerja yang berguna untuk mendukung efektivitas jalannya suatu proses bisnis serta realisasinya secara cepat dan berkelanjutan (business continuity). Sehingga daripada merancang bisnis plan yang kompleks, membuat BMC akan jauh lebih ringkas dengan visualisasi yang mudah dipahami.

BMC akan memvisualisasikan proses bisnis secara komprehensif berdasarkan 9 elemen utama yang merepresentasikan business process management secara keseluruhan. Yaitu customer segmentation (segmentasi), value proposition, channel (saluran pemasaran), customer relationship, revenue streams (aliran pendapatan), key activities, key resource (sumber daya), key partners, dan cost structure (pembiayaan).

Sembilan elemen ini saling berkaitan satu sama lain untuk mendukung kesuksesan dan perkembangan bisnis. Di mana setiap elemen tersebut akan direpresentasikan dalam sebuah kolom atau kotak. Inilah kenapa BMC juga sering kita kenal sebagai template bisnis.

Kerangka kerja ini pun bisa Anda terapkan dalam berbagai skala perusahaan dan niche bisnis. Baik perusahaan besar, UMKM, maupun startup.

Untuk lebih jelasnya, simak contoh bisnis model canvas terbaik dari berbagai bidang bisnis melalui artikel berikut ini.

Contoh Bisnis Model Canvas di Berbagai Bidang Bisnis

Seperti penjelasan di atas, BMC berguna sebagai kerangka kerja dengan visualisasi yang lebih mudah untuk dipahami, sekaligus menggambarkan bagaimana aspek bisnis saling terkait satu sama lainnya.

Selain itu, BMC juga membantu pelaku bisnis untuk memberikan gambaran secara singkat terkait model proses bisnis. Sehingga BMC cenderung jauh lebih ringkas dan sederhana ketimbang bisnis plan tradisional.

Maka tak heran jika kini berbagai perusahaan telah menggunakan BMC untuk membantu efektivitas proses bisnis mereka. Berikut ini adalah beberapa contoh bisnis model canvas terbaik di berbagai bidang yang bisa Anda pelajari dan pahami:

1. Contoh BMC Bidang Transportasi Online

Yang pertama adalah contoh bisnis model canvas di bidang transportasi online. Bisnis ini menyasar customer segment dan target pasar berupa generasi yang paham internet atau yang menyukai layanan serba praktis. Terutama pelajar dan pekerja kantoran.

Value proposition yang mereka tawarkan pun berupa kemudahan dan kecepatan akses transportasi di mana saja serta kapan saja. Sedangkan untuk elemen channel, bisnis transportasi online juga menggunakan internet sebagai saluran pemasarannya. Mulai dari aplikasi transportasi online itu sendiri, iklan berbayar (paid marketing), paid media, hingga social media.

Sementara untuk key resource, bisnis ini tidak memerlukan business asset berupa kendaraan dan tempat parkir yang luas layaknya bidang transportasi kebanyakan. Melainkan hanya memerlukan aplikasi, Google Maps, hingga infrastruktur server yang memadai.

Berikut ini adalah contoh BMC salah satu bisnis transportasi online, Uber:

contoh bmc uber

Baca Juga :

2. Contoh BMC Bidang Fashion

Kedua adalah bisnis di bidang fashion yang terus mengalami perkembangan pesat, seiring dengan semakin berkembangnya tren baru di dunia fashion. Salah satunya adalah bisnis sepatu populer, Nike.

Sebagai salah satu brand yang terkenal, Nike tentunya memiliki metode penjualan dan pemasaran yang unik untuk mempertahankan pelanggan lama ataupun menarik minat sales lead (prospek) baru. Mereka pun terus melakukan inovasi guna mempertahankan citra merek dan reputasi brand.

Dalam model BMC yang mereka gunakan, Nike menyasar customer segment semua usia, dengan channel pemasaran melalui toko offline dan online. Sedangkan untuk value proposition, Nike mengusung “Anyone can be athlete“, mengingat bisnis mereka memang berkembang di bidang produksi sepatu sport.

Sementara itu, key activities mereka berpusat pada proses penjualan serta product development dan desain. Untuk key partners, Nike bekerja sama dengan pabrik serta tim riset di bidang olahraga dan ilmiah.

Berikut ini adalah contoh BMC Nike sebagai salah satu brand terkenal di bidang fashion:

contoh bmc nike

3. Contoh BMC Bidang Makanan

Selanjutnya adalah contoh bisnis model canvas di bidang makanan. Contoh yang bisa Anda pelajari adalah bisnis makanan cepat saji McDonald’s. Sebagai salah satu brand makanan terpopuler, McDonald’s menyasar dua jenis customer segment. Yaitu konsumen secara langsung (B2C), serta franchise yang ingin menjadi mitra bisnis mereka.

Sehingga untuk value proposition, McDonald’s membaginya menjadi dua. Yakni menyediakan makanan murah, enak, dan cepat saji untuk konsumen. Serta membangun usaha yang menghasilkan lebih banyak profit melalui nama McDonald’s untuk franchise.

Maka dari itu, revenue streams Mc Donald’s pun berasal dari hasil penjualan makanan serta biaya lisensi dan royalti dari franchise yang tersebar di seluruh dunia. Berikut ini adalah contoh BMC McDonald’s:

contoh bmc mc donalds

4. Contoh BMC Bidang Penginapan

Di bidang penginapan, bisnis model canvas yang bisa Anda contoh adalah Airbnb. Yaitu layanan online yang menyediakan jasa sewa rumah, apartemen, atau hotel yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Sama halnya dengan McDonald’s, Airbnb juga membagi customer segmentnya menjadi dua jenis. Yaitu host (pemilik penginapan) serta customer yang menggunakan layanan mereka. Sehingga, Airbnb akan mendapatkan revenue streams dari host dan traveler atau customer.

Untuk lebih jelasnya, simak contoh BMC dari Airbnb berikut ini:

contoh bmc airbnb

Baca Juga :

5. Contoh BMC Bidang Retail

Di bidang retail, salah satu contoh BMC yang bisa Anda pelajari adalah Walmart. Yaitu salah satu jaringan toko grosir terbesar yang berpusat di Amerika Serikat. Walmart menjadi perusahaan ritel dengan pendapatan terbesar di dunia berdasarkan data Fortune Global pada tahun 2008.

Melansir dari Business Model Analyst, saat ini Walmart memiliki lebih dari 11.500 toko (termasuk hypermarket, supermarket, dan department store) yang tersebar di 27 negara, dan situs web e-commerce di 10 negara. Walmart telah mempekerjakan sekitar 2,2 juta orang di seluruh dunia.

Dalam bisnis model canvasnya, Walmart menyasar mass market dan low-income audiens. Ini sesuai dengan value proposition mereka, yaitu menyediakan berbagai macam kebutuhan harian dengan harga termurah dan paling terjangkau. Mengingat besarnya skala bisnis Walmart, mereka pun menjadikan supplier dari seluruh dunia sebagai key partners.

Berikut ini adalah contoh BMC dari Walmart:

contoh bmc walmart

6. Contoh BMC Bidang E-Commerce

Tak bisa kita pungkiri bahwa Alibaba menjadi salah satu e-commerce terbesar di dunia. Alibaba mengkhususkan diri dalam bisnis ke bisnis (B2B). Di mana bisnis ini menghubungkan pembeli dan pemasok di seluruh dunia, dengan cara yang lebih cepat dan mudah. Bisnis ini ditujukan untuk perusahaan yang berurusan dengan perdagangan besar-besaran dalam jumlah dan nilai.

Selama bertahun-tahun, Alibaba tumbuh menjadi brand terbesar keenam di dunia dari segi pendapatan. Pertumbuhan bisnis yang tergolong cepat ini berasal dari banyaknya mitra bisnis, serta growth strategy dan business model canvas yang efektif.

Alibaba menyasar 3 customer segment dalam model bisnis mereka. Yakni konsumen, serta penjual dan toko yang ingin menjual produk mereka melalui Alibaba.

Meski berpusat pada B2B, namun key activities Alibaba juga mengarah pada B2C dan C2C. Sehingga, Alibaba mendapatkan revenue streams dari penjualan, komisi, iklan, serta membership. Berikut ini adalah contoh bisnis model canvas Alibaba:

contoh bmc alibaba

7. Contoh BMC Bidang Hiburan

Di bidang hiburan, Netflix menjadi salah satu raksasa streaming dengan perkembangan bisnis yang sangat pesat. Platform yang menawarkan video on-demand ini memiliki model bisnis berbasis subscribe atau berlangganan. Artinya, revenue streams utamanya adalah biaya bulanan.

Netflix sendiri menjadi salah satu bisnis yang menggunakan product-led growth sebagai lead magnet. Di mana layanan streaming ini akan memberikan masa percobaan gratis pada calon pelanggan, dan kemudian membuat mereka tertarik untuk berlangganan setelah mengetahui keunggulan layanan yang ditawarkan.

Saat ini, Netflix memiliki lebih dari 180 juta pelanggan yang tersebar di seluruh dunia dan terbagi menjadi tiga paket. Yaitu paket basic, standar, serta premium. Netflix menjadikan customer experience sebagai value proposition, di mana pelanggan bisa mengakses film, serial, dan tontonan menarik lain sesuai preferensi mereka kapan pun juga.

Berikut adalah contoh bisnis model canvas dari Netflix:

contoh bmc netflix

Demikian adalah 7 contoh business model canvas dari berbagai bidang bisnis. Selain menyusun BMC untuk pengembangan bisnis, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :