Contoh Penerapan Strategi STP Marketing pada Bisnis

contoh strategi STP marketing

Saat menjalankan sebuah bisnis, salah satu hal wajib Anda lakukan adalah menjalankan strategi marketing yang tepat. Terdapat berbagai jenis strategi pemasaran yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan marketing. Salah satunya adalah strategi STP marketing.

Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) merupakan hal yang sudah sangat familiar dalam dunia marketing. Baik tradisional marketing maupun digital marketing, semuanya membutuhkan segmentasi, penargetan, serta positioning yang tepat. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah dalam melakukan riset market untuk mengetahui target pasar, hingga menempatkan posisi bisnis pada pasar (market positioning).

Dengan penerapan STP yang tepat, strategi pemasaran yang Anda jalankan akan lebih efisien dan tepat sasaran. Untuk lebih jelasnya, melalui artikel berikut ini kami akan mengulas tentang contoh penerapan STP marketing pada bisnis yang bisa Anda coba.

Apa Itu Strategi STP Marketing?

Segmenting, targeting, dan positioning atau STP marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang berdasarkan pada tiga langkah, yaitu mengidentifikasi segmen, menganalisis target pasar, serta menentukan posisi yang tepat untuk menjalankan bisnis.

Selain dapat menentukan arah pemasaran dan strategi bisnis, strategi STP juga bisa menjadi langkah tepat untuk membangun brand image atau citra brand, kredibilitas bisnis, menganalisis kompetitor, serta menentukan marketing strategy dan marketing plan yang akan Anda jalankan.

Segmentasi atau segmenting pada STP adalah tahapan awal yang terdiri dari proses penggolongan dan klasifikasi berdasarkan kategori tertentu. Tujuannya adalah agar proses marketing hingga penjualan dan operasi tetap terfokus pada target pasar secara tepat.

Setelah melakukan segmentasi, maka tahap selanjutnya adalah targeting. Yaitu proses evaluasi untuk memastikan tahapan segmentasi sudah berjalan dengan baik. Tahap ini akan memudahkan Anda untuk mengidentifikasi apakah target pasar berpeluang untuk menghasilkan profit, pendapatan (revenue), dan meningkatkan sales growth. Targeting juga berguna untuk menganalisis kompetitor, guna mengetahui apakah bisnis Anda memiliki keunggulan daripada pesaing.

Sedangkan tahap terakhir adalah positioning. Yaitu melakukan strategi pengembangan bisnis (business development strategy) dengan memerhatikan elemen-elemen tertentu. Contohnya product value, kredibilitas kompetitor, market orientation, market share, lingkungan bisnis, dan sentimen konsumen terhadap brand.

digital marketing agency

Baca Juga :

Tahapan Penerapan Strategi STP Marketing

proses strategi STP marketing

Untuk lebih jelasnya, Anda perlu mengetahui proses penerapan masing-masing tahap pada strategi STP marketing. Tujuannya adalah agar Anda dapat menempatkan produk yang sesuai dengan target pasar guna meningkatkan keuntungan bisnis.

1. Segmentasi Pasar atau Segmenting

Segmenting merupakan tahap pertama yang perlu Anda lakukan dalam STP marketing. Pada tahap ini, Anda perlu mengkategorikan atau membagi target pasar menjadi kelompok-kelompok tertentu. Terdapat beberapa kategori segmentasi pasar yang bisa Anda gunakan sebagai tolok ukur (benchmarking) segmenting. Antara lain:

  • Demografis. Yaitu membagi target pasar berdasarkan usia, jenis kelamin, ras, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, hingga kewarganegaraan.
  • Geografis. Yaitu membagi target pasar berdasarkan letak geografis. Misalnya negara, kota, provinsi, bahkan kabupaten.
  • Psikografis. Yaitu membagi segmen pasar berdasarkan sifat psikologis konsumen. Misalnya gaya hidup, kepribadian, kebiasaan konsumen, hobi, dan sebagainya.
  • Perilaku. Yaitu membagi target pasar berdasarkan behavior atau perilaku konsumen saat melakukan pembelian, ketertarikan, tujuan pembelian produk, dan sebagainya.

Keempat kategori segmentasi produk ini bisa Anda jadikan pedoman ketika menentukan segmentasi pasar untuk bisnis. Misalnya, target pasar yang ingin Anda bidik adalah konsumen dengan rentang usia 19-25 tahun, berjenis kelamin wanita, dan mempunyai ketertarikan tentang negara Korea. Mulai dari makanan, fashion, hingga skincare.

2. Penempatan Target atau Targeting

Targeting atau analisis penempatan target ini membantu Anda untuk menentukan hasil segmenting dengan kualitas yang paling sesuai. Beberapa faktor dalam targeting yang perlu Anda perhatikan di antaranya adalah:

  • Keuntungan atau profitabilitas. Tak dapat kita pungkiri bahwa tujuan utama dari bisnis adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan. Anda juga perlu mempertimbangkan faktor ini ketika menentukan target pasar. Carilah target pasar potensial yang sekiranya bisa mendatangkan untung untuk bisnis Anda.
  • Pertumbuhan (growth rate). Bisnis yang baik tentunya adalah yang mampu bertahan lama. Maka dari itu, Anda harus dapat memproyeksikan strategi dan perencanaan bisnis hingga beberapa periode kedepan. Sehingga Anda pun harus bisa memprediksi (forecast) hasil yang akan Anda dapatkan setelah menerapkan strategi STP.
  • Kemudahan akses. Faktor terakhir adalah kemudahan akses saat Anda akan mempromosikan produk. Contohnya apabila Anda ingin meluncurkan produk, maka pastikan bahwa informasi tentang produk tersebut bisa lead dapatkan dari berbagai saluran pemasaran dan media. Utamakan juga mobile first untuk memastikan kemudahan akses dan kenyamanan user experience.

Contoh targeting adalah ketika Anda membidik remaja usia sekolah sebagai target pasar. Umumnya, anak usia remaja masih mengandalkan uang jajan dari orangtua dalam memenuhi kebutuhan. Dengan demikian, maka Anda perlu menawarkan produk yang ramah kantong dan sekiranya bisa mereka beli.

Baca Juga :

3. Positioning

penerapan strategi STP marketing

Tahap ketiga adalah positioning. Yakni strategi promosi produk pada saluran pemasaran atau segmen yang telah Anda pilih sesuai dengan target yang telah tentukan. Beberapa tips yang perlu Anda perhatikan yaitu:

  • Tawarkan solusi. Konsumen jelas membutuhkan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, setelah mengetahui apa masalah atau keluhan dari target pasar Anda, maka tawarkanlah solusi melalui produk yang Anda miliki. Mengidentifikasi keluhan pelanggan juga menjadi salah satu cara untuk menemukan product insight agar Anda bisa membuat produk yang memenuhi kebutuhan mereka.
  • Temukan Unique Selling Point (USP). Saat menyusun strategi market positioning, tentu Anda harus memiliki nilai jual dan bargaining power guna menarik pelanggan. Salah satunya adalah dengan menonjolkan keunggulan dan keunikan (unique selling point) dari produk Anda. USP ini bisa menjadikan produk Anda berbeda dan lebih standout dari kompetitor lainnya.
  • Temukan strategi marketing campaign yang tepat. Kampanye pemasaran atau marketing campaign merupakan salah satu elemen penting untuk menarik pelanggan dan meningkatkan sales growth. Oleh karena itu, temukan strategi campaign yang paling cocok dan sesuai untuk menarik target pasar Anda. Misalnya bagi Anda yang berbisnis makanan, cobalah gunakan jasa food blogger untuk influencer marketing.

Contoh positioning adalah Anda menjual produk makanan sehat untuk karyawan pabrik dengan harga terjangkau namun menawarkan cita rasa yang lezat dan porsi yang besar. Tentunya, produk makanan tersebut akan dengan mudah menarik perhatian target pasar Anda. Mereka akan mengenal produk Anda sebagai makanan murah meriah dengan porsi banyak, namun memiliki rasa bintang lima.

Contoh Penerapan Strategi STP Marketing

Usai mengetahui proses penerapan masing-masing tahapan dalam STP, kini Anda bisa menyusunnya sendiri dan menerapkannya pada bisnis. Sejatinya, penerapan STP ini bisa Anda temukan dengan mudah. Agar lebih memudahkan pemahaman Anda, berikut ini adala contoh STP marketing untuk bisnis yang bisa Anda pelajari.

Bisnis A yang berlokasi di dekat universitas menawarkan berbagai macam minuman dengan bahan dasar kopi. Penerapan strategi segmenting, targeting, positioning untuk bisnis A kurang lebih seperti ini:

  • Segmentasi. Dengan lokasinya yang strategis di dekat universitas, maka bisnis A menyasar target pasar mahasiswa dengan rentang usia 19-25 tahun, dan kelas ekonomi menengah. Bisnis A juga memanfaatkan teknologi yang digemari kaum milenial seperti penggunaan aplikasi online maupun pembayaran secara cashless.
  • Targeting. Dari tahapan segmentasi sebelumnya, bisnis A akan menilai apakah penggolongan dari segi usia, status ekonomi hingga domisili berpotensi menghasilkan keuntungan, atau justru perlu dilakukan penyaringan yang lebih spesifik lagi?
  • Positioning. Bisnis A memiliki sisi keunikan dan keunggulan menjadi poin penting untuk menjadikannya lebih menonjol ketimbang kompetitor. Misalnya menyediakan menu kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan menggunakan bahan-bahan lokal, tidak seperti brand kopi lainnya.

Demikian adalah penjelasan mengenai penerapan dan contoh strategi STP (Segmenting, Targeting dan Positioning) dalam bisnis. Pada dasarnya, STP adalah proses pemasaran yang wajib Anda terapkan agar bisnis bisa berada di segmen yang tepat. Dengan demikian, peluang bisnis untuk semakin tumbuh dan berkembang juga akan terbuka lebar.

Di sisi lain, Anda juga bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.