Mengenal Apa Itu Corporate Communication Strategy dan Cara Menyusunnya

corporate communication strategy

Salah satu hal penting yang harus perusahaan perhatikan untuk mendukung kesuksesan proses bisnis (business process management) secara keseluruhan adalah menyusun corporate communication strategy. Sayangnya, tidak semua perusahaan mampu menerapkan strategi ini dengan baik. Bahkan perusahaan besar sekalipun.

Padahal, pada dasarnya komunikasi dalam perusahaan menjadi hal krusial dan fondasi dasar dari terbentuknya corporate culture. Apabila komunikasi dalam perusahaan tidak berjalan dengan baik, maka bisa jadi hal tersebut akan berubah menjadi bumerang yang merugikan dan menyebabkan risiko bagi perusahaan.

Bahkan dalam sejumlah kasus, komunikasi dalam perusahaan yang kurang baik juga dapat memengaruhi tingginya tingkat employee turnover, hingga rendahnya employee engagement. Inilah yang nantinya dapat memengaruhi corporate branding dan kesuksesan proses bisnis secara keseluruhan. Termasuk bisa memicu kemunduran perusahaan kedepannya.

Lantas, bagaimana cara menyusun corporate communication strategy yang tepat?

Apa Itu Corporate Communication Strategy?

Corporate communication strategy adalah strategi yang memuat visi, misi, serta metode untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan.

Melansir dari WMK Agency, guna menyusun strategi komunikasi perusahaan ini, penting untuk memerhatikan sejumlah hal. Antara lain aturan dalam internal perusahaan, komunikasi antar pelaku bisnis (karyawan, stakeholder, shareholder, investor, dan semua pegawai di perusahaan), brand image atau citra perusahaan yang ingin dibangun, value proposition, brand guideline, hingga pesan apa yang ingin perusahaan sampaikan pada publik (brand voice, marketing communication, dan lain sebagainya).

Sayangnya, membangun komunikasi dalam perusahaan bukanlah hal yang mudah. Ada berbagai macam hal yang perlu Anda perhatikan untuk bisa menerapkannya dengan baik. Di antaranya adalah :

1. Mengidentifikasi Tujuan Eksekutif Perusahaan

Langkah pertama adalah dengan mengidentifikasi dan memahami apa yang menjadi tujuan dari para eksekutif perusahaan (stakeholder management). Sebab tidak dapat kita pungkiri bahwa para eksekutif tersebut jelas memegang peranan penting dalam operasional perusahaan.

digital marketing agency

Untuk mengidentifikasi tujuan mereka, caranya adalah mendapatkan informasi melalui wawancara atau survei secara langsung. Cari tahu apa yang menjadi prioritas mereka kedepannya. Misalnya ingin meningkatkan profitabilitas dan revenue bisnis, meningkatkan branding dan enterprise value, meningkatkan sales growth dan customer retention, atau meningkatkan growth rate perusahaan secara signifikan.

Setelah mengetahui apa yang menjadi tujuan dan prioritas mereka, maka perusahaan akan lebih mudah dalam menyebarkan pesan melalui corporate communication kepada seluruh pegawai.

Baca Juga :

2. Melakukan Survei pada Karyawan

Bukan hanya para eksekutif, karyawan juga menjadi elemen penting dalam sebuah perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan persepsi mereka. Sebab, biasanya persepsi karyawan sama dengan persepsi dan sentimen publik terhadap citra perusahaan.

Anda bisa melakukan survei kepada karyawan untuk bisa mewujudkan corporate communication. Dengarkan masukan, kritikan, atau keluhan yang mereka rasakan terhadap perusahaan. Secara tak langsung, ini juga menjadi bentuk dari employee activation dan employee retention untuk meningkatkan kinerja dan kenyamanan karyawan dalam perusahaan.

3. Perhatikan Feedback dari Customer

Pada dasarnya, perusahaan memang menciptakan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan target pasar (customer). Maka dari itu, customer feedback atau umpan balik dari pelanggan menjadi hal penting yang tidak boleh perusahaan lewatkan.

Feedback ini tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui market orientation, pain point, sebagai insights dalam proses product development, atau marketing communication saja. Melainkan juga akan sangat berguna untuk membangun komunikasi perusahaan.

Untuk mendapatkan feedback, Anda bisa memanfaatkan berbagai macam tools. Anda dapat memantau review atau ulasan dari pelanggan, atau mengajukan survei kepuasan pelanggan melalui berbagai saluran pemasaran. Misalnya melalui email marketing atau link lainnya.

Jenis survei yang bisa Anda lakukan adalah customer satisfaction score, net promoter score, customer effort score, hingga milestone survey. Nantinya, survei-survei ini akan sangat berguna untuk membantu merancang strategi corporate communication sekaligus business development perusahaan kedepannya.

4. Jangan Lupakan Supplier

Bukan hanya pemangku jabatan, pegawai, serta customer saja. Supplier atau pemasok juga menjadi bagian terpenting dalam suatu bisnis. Tanpa adanya supplier, tentu perusahaan tidak bisa menghasilkan produk yang mereka jual pada customer.

Bahkan, sebagai mitra bisnis (partner), supplier juga menjadi salah satu elemen kunci dalam porter’s five forces. Sehingga, para supplier juga perlu terlibat dalam pembuatan strategi corporate communication.

Anda perlu menanyakan apa yang para supplier harapkan dari perusahaan. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui apa ekspektasi mereka untuk perusahaan sekaligus menjalin hubungan (relationship) yang lebih baik.

Baca Juga :

Cara Menyusun Corporate Communication Strategy

Setelah mengetahui hal-hal yang perlu perusahaan perhatikan dalam menerapkan corporate communication strategy, berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menyusunnya:

1. Lakukan Riset untuk Mengetahui Tepat atau Tidaknya Strategi

Bagi perusahaan besar sekalipun, terkadang sulit untuk mengetahui apakah strategi yang mereka bangun sudah tepat, atau justru tidak sesuai dengan ekspektasi. Sehingga untuk mengetahui apakah strategi tersebut berdampak baik atau buruk untuk perusahaan, maka Anda perlu melakukan research terlebih dahulu.

Saat melakukan riset, cari tahu tentang diagnosis dari masalah yang ada. Kemudian temukan pendekatan atau solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Terakhir, Anda perlu merancang strategi yang akan perusahaan lakukan untuk menghadapi masalah tersebut.

2. Membangun Corporate Communication Strategy

Strategi corporate communication adalah bagian dari strategi bisnis dan biasanya menjadi strategi fungsional dari perusahaan. Untuk menyusunnya, maka Anda perlu melibatkan semua elemen dan sumber daya yang perusahaan miliki. Mulai dari eksekutif, pegawai, supplier, hingga customer.

Sebab pada dasarnya, komunikasi perusahaan akan terbentuk dengan adanya interaksi yang baik dari semua pelaku bisnis. Setelah interaksi tersebut terjalin, langkah selanjutnya adalah menentukan prioritas dalam bisnis yang menjadi kesepakatan bersama.

Kemudian ukur masalah yang sedang perusahaan hadapi dan temukan solusi terbaik untuk mengatasinya. Anda bisa melakukan analisis SWOT perusahaan untuk membantu membangun corporate communication strategy.

Setelah itu, tentukan tujuan yang ingin perusahaan capai dari penerapan strategi corporate communication. Jangan lupa untuk membuat indikator kesuksesan dari strategi tersebut dengan key performance indicator (KPI). KPI bisa menjadi tolok ukur atau business metrics yang dapat mengukur performa bisnis dan strategi corporate communication.

Demikian adalah ulasan mengenai corporate communication strategy dan cara menyusunnya. Intinya, semua pelaku bisnis dalam perusahaan harus terlibat dan berkontribusi dalam penyusunan komunikasi perusahaan. Dengan strategi ini, diharapkan perusahaan bisa mencapai kesuksesan bisnis sesuai dengan visi, misi, serta tujuan bersama.

Di sisi lain, Anda juga bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mendukung kesuksesan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.