Mengenal Apa Itu Crowdfunding Dalam Proses Pendanaan Bisnis

Mengenal Apa Itu Crowdfunding Dalam Proses Pendanaan Bisnis

Sebuah bisnis dari berbagai niche dan ukuran hampir tidak mungkin bisa dibangun tanpa pendanaan atau modal dari orang-orang yang terlibat di dalamnya. Apalagi di era Industry 5.0 dan Society 5.0 seperti sekarang membuat pengusaha dan stakeholder terkait dituntut untuk menciptakan produk atau layanan yang revolusioner dan memenuhi kebutuhan pelanggannya. Oleh sebab itu, tak sedikit pelaku bisnis memilih crowdfunding sebagai cara terbaik dalam mendapatkan suntikan dana segar (capital injection) untuk perusahaannya.

Lebih tepatnya, crowdfunding menjadi model bisnis andalan pengusaha dalam urusan manajemen keuangan bisnis. Di mana crowdfunding membuat perusahaan mengumpulkan dan membangun hubungan baik dengan investor yang bersedia menginvestasikan uangnya untuk menjalankan operasional dan pengelolaan proses bisnis perusahaan (business process management).

Banyak pula yang percaya bahwa teknik pengumpulan modal dan biaya bisnis ini memiliki langkah penerapan yang mudah dan efektif membantu perusahaan startup, bisnis UKM/UMKM, atau perusahaan yang lebih matang untuk memperoleh ROI sebanyak-banyaknya. Tak terbatas pada perusahaan independen atau perusahaan yang membentuk kemitraan (partnership). Jika Anda tertarik untuk melakukan crowdfunding, maka harus membaca artikel eksklusif inMarketing berikut ini.

Apa Itu Crowdfunding?

Melansir dari situs The Balance Money, crowdfunding adalah teknik mengumpulkan dana dari banyak orang untuk membiayai suatu tujuan bisnis atau kegiatan sosial bisnis. Umumnya, metode ini memanfaatkan platform online, seperti media sosial dan website khusus funding, untuk menyatukan investor dan pengusaha (entrepreneurs).

Oleh sebab itu, metode funding yang berjalan sukses akan melibatkan kampanye iklan untuk mempromosikan strategi pengumpulan dana. Baik itu kampanye di media sosial (social media ads), email marketing, content marketing yang menerapkan SEO dan SEM, membayar targeted ads di Facebook Ads atau Instagram Ads, dan bahkan kampanye di landing page website bisnis.

Baca Juga:

Crowdfunding telah menciptakan peluang bagi pengusaha untuk mengumpulkan dana jutaan rupiah dari siapa pun yang memiliki uang dan ingin menginvestasikannya dengan cara yang semudah mungkin.

Di mana teknik funding ini utamanya ditujukan untuk perusahaan baru yang ingin memasarkan produk (product marketing) atau layanannya (services marketing) ke segmen pasar atau untuk sekelompok orang yang mengalami beberapa jenis keadaan darurat. Di mana nantinya perusahaan-perusahaan tersebut akan merasakan beberapa keutamaan crowdfunding berikut ini.

digital marketing agency

Kelebihan Crowdfunding

  • Memungkinkan perusahaan startup untuk mengumpulkan uang tanpa menyerahkan kendali bisnisnya kepada investor venture capital
  • Terhindar dari risiko kerugian bisnis (risk management) karena crowdfunding akan memberikan peluang kepada pengusaha untuk mengumpulkan modal tanpa harus menanggung utang yang besar
  • Perusahaan dapat menguji ide bisnisnya lalu nantinya akan mendapatkan feedback dari orang-orang
  • Perusahaan tidak perlu memberikan keamanan atau membuktikan kelayakan kredit bisnis di depan orang
  • Bisnis dapat menjaga kepemilikan dan ekuitas brandnya
  • Bisnis dapat membangun brand awareness dan basis pelanggan yang positif
  • Meningkatkan taraf social proof bisnis dan brand loyalty
  • Menghemat waktu bisnis dalam mendekati investor

Akan tetapi, tidak memungkiri pula bahwa perusahaan yang melakukan crowdfunding akan merasakan kerugian-kerugian di beberapa aspek, di antaranya adalah sebagai berikut.

Kekurangan Crowdfunding

  • Bisnis lain bisa mencuri ide atau cara mengumpulkan dana
  • Kurang efektif untuk bisnis B2B atau bisnis dengan manajemen proyek yang kompleks
  • Memengaruhi penurunan brand reputation akibat dari upaya “resorting” menjadi crowdfunding
  • Mengharuskan perusahaan untuk bersaing dengan kompetitornya dalam mendapatkan perhatian investor. Sehingga, perusahaan dituntut untuk harus memiliki keunggulan kompetitif terbaik

Baca Juga:

Jenis Crowdfunding

Meskipun tujuan utamanya adalah mengumpulkan sebagian besar dana untuk mengembangkan bisnis, crowdfunding memiliki beberapa jenis cara pengumpulan dana. Di antaranya adalah:

1. Reward-based

Pada metode ini, orang-orang akan bersedia memberikan kontribusi online dengan syarat diberi imbalan hadiah. Bentuk imbalan hadiah tersebut bisa bervariasi, tergantung pada seberapa banyak jumlah imbalan yang diberikan. Contoh bentuk imbalan yang paling sering diberikan adalah produk atau layanan yang akan diluncurkan bisnis dalam waktu dekat (product launch).

Metode crowdfunding berbasis imbalan hadiah sangat efektif membantu bisnis startup yang ingin menguji pangsa pasarnya. Jika ide bisnis mereka gagal menarik dana dari orang-orang, maka tandanya bisnis mereka akan gagal mengakuisisi atau menarik minat prospek. Selain itu, metode ini juga merupakan sumber pendanaan terbaik untuk bisnis yang mengembangkan produk inovatif atau produk untuk pelanggan setia (customer loyalty).

2. Equity

Jenis Crowdfunding

Jenis funding ini memungkinkan bisnis Anda dapat mengumpulkan dana dari publik dengan imbalan saham (ekuitas) yang tidak terdaftar dalam bisnis. Seperti namanya, saham yang tidak terdaftar akan tidak terdaftar, dibeli, atau dijual di bursa saham resmi.

Walaupun begitu, Anda juga bisa memberikan nilai ekuitas lain kepada investor dengan menawarkan catatan konversi. Dalam hal ini, seorang angel investor akan menanamkan uangnya dengan harapan mereka dapat mengubah hutang menjadi saham di masa depan. Sehingga, crowdfunding berbasis ekuitas lebih efektif untuk bisnis startup terapkan ketimbang reward-base dalam rangka mengumpulkan banyak biaya bisnis.

Namun, karena ada banyak uang yang dipertaruhkan, platform khusus funding ekuitas yang mana juga sering disebut portal harus diatur oleh pemerintah. Di dalam portal, terdapat aturan valid tentang berapa banyak dana yang bisa dikumpulkan, diinvestasikan, dan seberapa sering dana tersebut akan bisnis gunakan.

3. Peer-to-peer Lending (Debt Crowdfunding)

Peer-to-peer lending yang terkadang juga disebut debt crowdfunding, crowdlending, atau marketplace lending ini bekerja dengan cara yang mirip dengan pinjaman berjangka dari bank. Tetapi, alih-alih mendapatkan uang dari sebuah institusi, bisnis akan mendapatkan sejumlah uang dari orang asing yang bersedia meminjamkan uangnya kepada bisnis.

Tips dan Cara Membuat Crowdfunding

Supaya Anda bisa melaksanakan upaya crowdfunding yang sukses, lakukan beberapa tips dan cara terbaiknya di bawah ini.

  1. Tentukan ide dan target bisnis yang potensial, baik itu target jangka pendek atau jangka panjang. Misalnya dengan menyusun gambaran proyek yang menguntungkan dan mengidentifikasi buyer persona yang ideal. Sehingga, perusahaan berkesempatan menghasilkan profitabilitas dan revenue sebanyak-banyaknya.
  2. Bangun manajemen dan komunikasi terbaik dengan tim atau SDM perusahaan yang berpengalaman di dunia bisnis (corporate communication strategy).
  3. Susun profil bisnis atau company profile untuk membangun citra dan kredibilitas brand di sekitar pasar bisnis potensial (brand authority). Anda bisa menyusunnya ke dalam business case atau pitch deck yang memiliki tampilan menarik.
  4. Persiapkan kampanye pemasaran yang relevan dengan tujuan crowdfunding. Anda juga bisa memanfaatkan teknik word of mouth untuk mempromosikan penggalangan dana tersebut.

Pada intinya, walaupun crowdfunding nantinya tidak selalu menjamin keberhasilan proyek atau keberlangsungan bisnis perusahaan yang berkelanjutan (business continuity), ia dapat membantu banyak pengusaha mendapatkan pengalaman bisnis dan menciptakan hubungan untuk peluang lain.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.