Crowdsourcing Marketing : Definisi, Manfaat, Jenis, dan Cara Kerja

crowdsourcing marketing

Menjalin engagement dengan pelanggan (customer engagement) menjadi salah satu hal terpenting untuk menunjang kesuksesan pertumbuhan bisnis. Inilah sebabnya, crowdsourcing marketing menjadi strategi yang wajib marketer pertimbangkan.

Sebab strategi pemasaran yang satu ini akan membantu brand untuk lebih terhubung dengan pelanggan. Selain itu, strategi ini juga terbukti efektif untuk meningkatkan brand awareness kepada para lead secara lebih luas dan terstruktur.

Dengan sistem pemasaran crowdsourcing ini, maka brand akan mendapatkan informasi dan insights langsung dari publik. Hal tersebut tentunya akan sangat bermanfaat dalam menyiapkan strategi marketing campaign (kampanye pemasaran) yang lebih matang dan efisien.

Melalui artikel berikut ini, kami akan mengajak Anda untuk memahami apa itu crowdsourcing marketing, manfaatnya untuk proses penjualan dan pemasaran, cara kerja, serta jenis-jenisnya.

Apa Itu Crowdsourcing Marketing?

Melansir dari Indeedcrowdsourcing marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan pengumpulan informasi dari publik. Sehingga, strategi ini memungkinkan target pasar untuk berinteraksi secara langsung dan menyumbangkan ide-ide mereka untuk perusahaan.

Umumnya, perusahaan akan menerapkan strategi ini untuk mengumpulkan feedback dari audiens. Strategi ini juga sekaligus menjadi sarana untuk market research atau riset pasar guna mengetahui market orientation, pain point, hingga memudahkan penyusunan marketing plan.

Hasil dari pengumpulan informasi ini akan sangat bermanfaat untuk proses product development, marketing campaign, hingga product launch nantinya.

Cara Kerja Crowdsourcing Marketing

Mengutip dari The Balance, perusahaan perlu menentukan beberapa hal terlebih dahulu sebelum mencoba untuk menerapkan strategi ini. Yaitu:

  • Menentukan tujuan dan target bisnis : Hal pertama yang harus perusahaan lakukan adalah menentukan tujuan dan target bisnis terlebih dahulu. Apa saja yang ingin dicapai melalui penerapan strategi ini. Dengan tujuan dan target yang jelas, maka perusahaan juga akan lebih mudah untuk menjalankan strategi marketing secara langsung.
  • Pahami target pasar : Yang kedua adalah memahami siapa target pasar atau audiens perusahaan. Tanpa mengetahui siapa yang menjadi target pasar, maka perusahaan akan kesulitan dalam menerapkan strategi pemasaran. Bahkan bisa jadi, perusahaan hanya akan membuang biaya demi melakukan campaign, lead management, dan prospecting tanpa mendapatkan lead conversion yang sebanding.

Setelah memerhatikan hal-hal tersebut, maka perusahaan perlu menentukan platform atau saluran pemasaran terbaik yang akan mereka gunakan untuk menjangkau target pasar. Pastikan bahwa perusahaan memilih saluran pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen agar peluang brand engagement pun semakin meningkat.

Baca Juga :

Manfaat Penerapan Crowdsourcing Marketing

Ada berbagai macam manfaat yang akan perusahaan dapatkan dengan menerakan strategi crowdsourcing. Berikut adalah manfaat-manfaat tersebut :

1. Meningkatkan Interaksi dan Hubungan Baik dengan Pelanggan

Manfaat yang pertama dari penerapan strategi ini adalah meningkatkan interaksi dan hubungan baik (relationship) dengan pelanggan. Sebab pada dasarnya, strategi ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi secara langsung. Sehingga, marketer akan berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan target pasar.

Dari interaksi secara langsung inilah, marketer bisa lebih mudah untuk mengetahui emosional dan empati pelanggan. Selain itu, marketer juga bisa melakukan sales mirroring yang akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan ketertarikan pelanggan terhadap brand.

2. Menambah Insights untuk Kampanye Pemasaran

Dengan mengumpulkan informasi dari pelanggan, maka perusahaan akan mendapatkan insights yang berguna dalam business process. Insights tersebut berupa customer data, ide, hingga informasi yang bisa perusahaan terapkan dalam strategi marketing campaign kedepannya.

Karena biasanya, crowdsourcing akan mengharuskan peserta untuk mengisi data demografi, kebiasaan (consumer behavior), dan berbagai macam informasi lainnya. Dengan begitu, perusahaan pun akan terbantu dalam menentukan seperti apa konten marketing dan strategi pemasaran yang paling tepat.

Apalagi, pelanggan tentunya akan merasa sangat dihargai apabila brand menampilkan konten berdasarkan ide yang mereka berikan. Hal ini sekaligus akan berperan besar untuk membangun kepercayaan pelanggan terhadap brand (brand authority).

3. Meningkatkan Sales Growth

Pada dasarnya, semua kegiatan bisnis memang bertujuan untuk meningkatkan penjualan (sales growth). Begitu pula dengan strategi crowdsourcing. Dengan strategi ini, brand bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas, sehingga kesempatan untuk mendapatkan lead pun semakin terbuka lebar.

Terlebih lagi, crowdsourcing membuat pelanggan lebih terlibat. Sehingga strategi ini bisa membuat mereka tertarik untuk menggunakan produk atau layanan dari brand. Apabila produk atau layanan Anda sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan memenuhi customer satisfaction, maka mereka akan melakukan repurchase atau repeat purchase.

Repeat purchase yang meningkat tentunya juga akan menaikkan peluang customer loyalty dan customer retention dalam jangka panjang.

Baca Juga :

Jenis-Jenis Crowdsourcing Marketing

jenis crowdsourcing

Pada dasarnya, ada beberapa jenis crowdsourcing marketing yang bisa perusahaan terapkan sesuai dengan kebutuhan dan niche bisnis masing-masing. Berikut ini adalah beberapa jenis crowdsourcing yang bisa Anda terapkan:

1. Crowdfunding

Jenis yang pertama adalah crowdfunding. Strategi ini memungkinkan Anda untuk dapat mengumpulkan dana melalui platform online. Strategi ini adalah solusi bagi Anda yang sedang mencari investor untuk proyek perusahaan.

Contohnya adalah saat Anda bekerja di sebuah perusahaan baru (startup) yang belum memiliki banyak dana dari investor. Maka Anda bisa memanfaatkan crowdfunding untuk mendapatkan dana tambahan.

Caranya adalah mencoba menjelaskan proyek yang akan Anda kerjakan dalam sebuah video marketing dan mengunggahnya di platform crowdfunding. Apabila berjalan dengan lancar, maka investor akan tertarik dengan proyek tersebut dan memberikan bantuan dana.

2. Crowdwisdom

Jenis selanjutnya adalah crowdwisdom. Berbeda dengan crowdfunding, biasanya perusahaan yang menggunakan jenis crowdsourcing ini memiliki tujuan untuk mencari feedback dan pendapat dari audiens.

Menurut SproutSocial, beberapa situs seperti Yahoo Answers atau InnoCentive menjadi platform yang sering perusahaan gunakan untuk mencari pendapat dari publik. Platform-platform tersebut akan memungkinkan publik untuk berbagi pemikiran mengenai topik yang sedang viral atau menjadi tren.

3. Microtasking

Jenis berikutnya adalah microtasking. Biasanya perusahaan akan memanfaatkan microtasking untuk memecah proyek besar menjadi beberapa proyek kecil agar bisa segera diberikan pada audiens.

Contohnya, perusahaan memiliki 1000 foto yang memerlukan teks. Nah, Anda bisa membuat proyek di mana publik akan membantu menuliskan teks untuk foto-foto tersebut. Nantinya, perusahaan harus memberikan sejumlah uang sebagai kompensasi sesuai dengan tingkat kesulitan proyek.

4. Crowdcontest

Jenis crowdsourcing terakhir adalah crowdcontest. Di mana jenis ini akan memungkinkan perusahaan untuk membuat contest marketing yang bisa audiens ikuti.

Contohnya adalah ketika perusahaan ingin membuat logo baru untuk branding bisnis. Kemudian perusahaan mengadakan kontes pembuatan logo yang bisa audiens ikuti. Nantinya, perusahaan bisa memilih logo terbaik dan memberikan kompensasi yang sesuai kepada pemenang.

Demikian adalah ulasan mengenai crowdsourcing marketing. Selain menggunakan strategi ini, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :