Data Driven Marketing Dan Penerapan Untuk Perusahaan

Data driven marketing adalah

Saat kita akan membuat kampanye iklan untuk melakukan pemasaran, kita harus memiliki data referensi yang akurat. Karena dengan data ini, bisa membuat kita bisa menentukan target pemasaran agar tepat sasaran.

Dalam pengambilan data, umumnya sebuah pemasaran akan mengambil keputusan menggunakan 2 jenis data yaitu Data Driven Marketing atau Data Informed. Dengan kedua data ini bagian pemasaran akan mengolah data tersebut sebelum mengambil sebuah keputusan untuk melakukan kampanye iklan.

Untuk kamu yang masih awam di bidang pemasaran apa itu Data Driven Marketing dan apa itu Data Informed. Kamu harus membaca artikel di bawah ini agar bisa lebih memahami kedua jenis data ini dengan lebih detail.

Pengertian Data Driven Marketing

Pengertian Data Driven MarketingData Driven Marketing adalah istilah bisnis yang mengacu pada metode mengoptimalkan aktivitas pemasaran berdasarkan semua data yang dikumpulkan dari berbagai perspektif. Sehingga dapat dijadikan bahan acuan untuk mengambil keputusan, implementasi, dan manajemen pemasaran dengan lebih baik.

Berlawanan dengan membuat keputusan berdasarkan pengalaman dan intuisi. Pemasaran Berbasis Data membantu para pemimpin perusahaan memiliki dasar untuk menetapkan tujuan bisnis yang lebih akurat.

Contoh penerapan data driven marketing dalam pemasaran online adalah sebagai berikut :

Jika kamu adalah seorang yang melakukan pemasaran bisnis menggunakan metode pemasaran online, kamu pastinya tidak asing dengan Google Analytic. Google Analytic ini merupakan salah satu data driven marketing yang bisa diolah untuk digunakan bagian pemasaran untuk melakukan promosi.

Pada Google Analytic kita dapat menemukan sebuah kata kunci yang memiliki banyak page view. Dari data inilah kita dapat memutuskan untuk melakukan langkah promosi, dengan memperbanyak artikel yang berhubungan dengan kata kunci tersebut.

Baca Juga :

Atau contoh lainnya dari data driven marketing bisa kita temukan di Instagram melalui data insight. Dibagian insight postingan instagram, kita bisa melihat apakah konten yang dibuat tersebut dapat meningkatkan penjualan atau tidak dalam waktu tertentu. Jika konten tersebut memiliki data insight sangat baik, maka kamu harus memperbanyak konten yang serupa agar dapat meningkatkan penjualan produk.

Perbedaan Antara Data Driven Marketing Dengan Data-Informed

Dalam metode pemasaran suatu perusahaan untuk menentukan suatu kampanye promosi selain menggunakan data driven marketing, juga membutuhkan data dari data informed. Lalu apa perbedaan dari data driven marketing dan data informed?

Pada data informed dalam pengambilan keputusan dalam pemasaran tidak hanya dari sebuah data yang sudah ada saja. Tetapi juga didasarkan dengan pelengkap data seperti pengamatan trend, feedback dari pelanggan yang sudah pernah membeli atau menggunakan produk, data kuesioner atau survey.

Jadi dibandingkan melakukan pemasaran menggunakan pemasaran berbasis data. Penggunaan data informed akan membantu kita menghadapi persoalan yang ada dalam pemasaran dengan lebih baik. Karena dengan data yang didapatkan dari data informed kita akan bisa mengetahui penyebab suatu masalah yang ada dengan lebih detail.

Tapi jika dibandingkan dengan data driven marketing. Pengumpulan data informed membutuhkan waktu yang lebih lama, sehingga metode ini bisa menjadi kurang efisien dan efektif. Karena kita membutuhkan feedback dari konsumen terlebih dahulu sebelum mengambil suatu keputusan.

Jadi dapat disimpulkan kedua kategori data pemasaran ini sama-sama pentingnya dalam sebuah pemasaran. Dengan data-data ini kita jadi bisa lebih mengetahui manakah target jangka pendek dan manakah yang bisa kita gunakan sebagai target jangka panjang.

Baca Juga : Pengertian Sales Funnel Strategi dan Cara Merancangnya

Hal utama yang harus diketahui bahwa penerapan strategi digital marketing saat ini dipengaruhi oleh interaksi dan perilaku konsumen terhadap bisnis yang kamu miliki.

Persiapan Dalam Implementasi Data Driven Marketing

Persiapan Dalam Implementasi Data Driven Marketing

Berikut adalah persiapan dan langkah penting yang akan membantu kamu untuk berhasil menerapkan strategi pemasaran berbasis data.

  • Langkah 1: Identifikasi Tujuan Yang Ingin Kamu Capai
    Kamu dapat menggunakan metode SMART untuk menetapkan tujuan yang efektif. Tujuan tersebut bisa untuk menarik pelanggan baru, meningkatkan penjualan, meningkatkan keuntungan, dan target lainnya.
  • Langkah 2: Bangun Tim Untuk Menganalisis Data
    Tim ini harus mencakup orang-orang yang mampu menganalisis data yang kamu kumpulkan, mereka dapat berasal dari berbagai departemen seperti: pemasaran, penjualan, dan customer service.
  • Langkah 3: Buat Gambaran Pelanggan Dari Data Yang Telah Dikumpulkan
    Dari data seperti interaksi media sosial, riwayat pembelian, dll. Kamu dapat menentukan gambaran dari setiap pelanggan bai dari segi perilaku, preferensi, dan motivasi pembelian mereka lakukan.
  • Langkah 4: Tentukan Jenis Data Yang Dibutuhkan
    Berdasarkan tujuan kampanye pemasaran, kamu dapat mempertimbangkan data dengan cara menganalisis waktu yang dihabiskan pengunjung di halaman web, riwayat kunjungan, interaksi media sosial, dan data lainnya.
  • Langkah 5: Otomatiskan Proses
    Banyaknya data yang diperoleh akan membutuhkan banyak waktu untuk dianalisis. Jika kamu tidak ingin meluangkan terlalu banyak tenaga dan waktu, kamu dapat memilih menggunakan beberapa aplikasi atau software untuk melakukan proses analisi data dengan lebih cepat.
  • Langkah 6: Buat Kampanye Pemasaran
    Dari data yang kamu kumpulkan, kamu bagi kampanye pemasaran ini menjadi beberapa kampanye pemasaran kecil agar bisa memilih saluran pemasaran yang tepat. Misalnya kamu beriklan di Facebook ADS untuk meningkatkan kesadaran merek. Pemasaran melalui Email untuk memelihara prospek. Pemasaran melalui Google Ads untuk meningkatkan penjualan dan lainnya.
  • Langkah 7: Kumpulkan hasil, hitung ROI, dan optimalkan kampanye berikutnya menggunakan data yang telah terkumpul

Cara Merancang Data Driven Marketing Untuk Perusahaan

Cara Merancang Data Driven Marketing Untuk Perusahaan

Data Driven Marketing digunakan untuk memperoleh wawasan dari menganalisis dan memahami data yang ditemukan dalam berbagai cara. Kemudian untuk menggunakannya sebagai dasar kampanye pemasaran. Berikut ini adalah cara merancang Data Driven Marketing untuk perusahaan adalah sebagai berikut :

  • Pertama kamu menjalankan kampanye pemasaran di beberapa saluran sekaligus.
  • Setelah itu kamu akan mendapatkan data yang dapat digunakan untuk menentukan saluran mana yang berkinerja terbaik.
  • Dari sana, perusahaan dapat mengalokasikan kampanye pemasaran dengan lebih efektif dan akan meningkatkan pengalaman pengguna.

Contoh :

  • Netflix dan Spotify dapat merekomendasikan film atau lagu melalui sistem rekomendasi, berdasarkan minat dan aktivitas historis pengguna.
  • Walmart menggunakan kueri penelusuran untuk lebih memahami kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Dengan menggunakan AI dan Machine learning, bisnis ini dapat menganalisis dan menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  • Kendaraan yang terhubung ke Cloud seperti mobil Tesla dapat mengumpulkan dan mengirim data tentang perilaku pemilik kendaraan ke server. Dengan teknologi yang memprediksi perilaku pengguna, data ini dapat membantu menginformasikan pengalaman pengguna yang dipersonalisasi. Dari situ, pengguna tidak hanya mendapatkan pengalaman unik dan personal, tetapi perusahaan juga memprediksi kapan orang tersebut akan memutuskan untuk membeli mobil baru.

Baca Juga :

Nah itulah yang dapat kami sampaikan tentang Data Driven Marketing secara detail. Dan dapat disimpulkan bahwa setiap perusahaan terutama bagian pemasaran benar-benar perlu mempertimbangkan data pada Data Driven Marketing dan Data informed. Karena dengan kedua kategori data ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan minat konsumen terhadap produk atau layanan dari bisnis yang kita jalankan.