Pengaruh Demand Management Dalam Pengelolaan Permintaan Pasar

Pengaruh Demand Management Dalam Pengelolaan Permintaan Pasar

Setiap pelaku bisnis, baik dari kalangan perusahaan besar atau UMKM, akan menerapkan berbagai strategi pemasaran produk/layanan terbaik seperti menciptakan kampanye pemasaran sesuai niche bisnis dan target pasar. Semakin baik strategi yang Anda terapkan, maka Anda akan lebih mudah mengelola permintaan pasar (demand) dan memiliki persediaan atau stok produk (supply) yang cukup untuk seluruh pelanggan potensial (leads). Untuk mendapatkan demand yang ideal dan penjualan produk yang stabil, Anda perlu strategi perencanaan (sales plan) dan pengelolaan bisnis (business management) berupa demand management.

Singkatnya, konsep manajemen permintaan ini melihat permintaan dari sisi supply atau pasokan, kapasitas produksi, lead time, tren dan keinginan pelanggan, dan analisis persaingan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam permintaan dan menyesuaikan strategi bisnis yang lebih sesuai. Dengan begitu, Anda berkesempatan meningkatkan taraf kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan terhadap bisnis Anda.

Selengkapnya tentang demand management bisa Anda baca pada artikel inMarketing berikut ini.

Apa Itu Demand Management?

Menurut situs Netsuite, manajemen permintaan atau demand management adalah suatu metodologi perencanaan bisnis di mana perusahaan menggunakannya untuk memperkirakan dan merencanakan cara agar mereka dapat memenuhi permintaan akan produk atau layanan yang konsumen butuhkan (demand generation). Demand management mencakup upaya pengadaan, perkiraan kapasitas produksi, hingga distribusi produk bisnis.

Dengan kata lain, perusahaan menggunakan metodologi ini untuk bisa mengimbangi kebutuhan konsumen dengan supply chain management perusahaan. Sehingga perusahaan dapat:

Manajemen permintaan melingkupi berbagai bidang, mulai dari memperkuat tingkat dan perencanaan inventaris, perencanaan penjualan dan promosi, serta layanan pelanggan. Oleh sebab itu, dalam konsep proses bisnis, manajemen permintaan adalah proses yang berdiri sendiri dan terintegrasi ke dalam perencanaan penjualan dan operasi (Sales and Operations Planning) atau perencanaan bisnis yang terintegrasi (Integrated Business Planning).

Baca Juga:

Kelebihan dan Kekurangan Demand Management

Serangkaian peningkatan performa bisnis yang saling berhubungan dihasilkan dari praktik prinsip-prinsip demand management yang konsisten. Namun, di sisi lain, manajemen permintaan dapat bersifat merugikan ketika perusahaan tidak memiliki sistem untuk menangani proses dengan mudah. Oleh karena itu, Anda perlu ketahui masing-masing keunggulan dan kelemahan bisnis ketika menerapkan manajemen permintaan berikut ini.

digital marketing agency

Kelebihan Demand Management

  • Akurasi perkiraan permintaan yang meningkat.
  • Perkiraan produk yang meningkat karena tersedianya data yang akurat.
  • Penjadwalan dan operasi rantai pasokan yang lebih akurat. Dengan kata lain, perusahaan dapat mengoptimalkan operasi produksi, pengiriman, dan manajemen gudang (warehouse management).
  • Kepercayaan diri sales force meningkat untuk menawarkan produk dan layanan secara optimal.
  • Meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan supplier (konsep relationship marketing).
  • Tim yang terlibat mampu merespons dan beradaptasi dengan perubahan di lingkungan bisnis dan di dalam perusahaan.
  • Manajemen karyawan yang lebih baik.
  • Perusahaan lebih unggul dan kompetitif karena perusahaan dapat menghilangkan pemborosan sumber daya dan meningkatkan nilai di setiap area rantai pasokan (value chain).

Kekurangan Demand Management

  • Kurangnya keahlian yang tepat: Pasalnya, manajemen permintaan tidak mudah dikuasai karena melibatkan banyak komponen yang berbeda dan membutuhkan orang-orang dengan keahlian yang tepat atau teknologi terbaru untuk membantu menyederhanakan proses.
  • Manajemen yang kaku: Pada dasarnya, manajemen permintaan membutuhkan dukungan dari atas ke bawah, dengan eksekutif yang berdedikasi pada adopsi universal dan berkomitmen untuk menciptakan proses yang terukur dan gesit yang didukung oleh sumber daya yang tepat.
  • Memicu ketidakselarasan tujuan dan harapan antara departemen, seperti pemasaran dan penjualan dengan departemen rantai pasokan. Sehingga dapat mengakibatkan duplikasi upaya dan kehilangan tujuan strategis.

Baca Juga:

Komponen dan Proses Demand Management

Komponen dan Proses Demand Management

Setiap proses manajemen permintaan memiliki komponen untuk mengidentifikasi dan membantu Anda fokus pada kebutuhan pelanggan. Berdasarkan data yang diperoleh dari setiap elemen, manajer harus menemukan rencana terbaik untuk meningkatkan performa bisnis secara keseluruhan dan mengoptimalkan rantai pasokan dari ujung ke ujung. Terdapat empat tahapan proses yang harus Anda pahami, yaitu:

1. Modeling

Komponen pertama ini memerlukan kontribusi tim perencanaan permintaan bisnis untuk memperoleh data dari grup lain yang berkaitan dengan penjualan dan permintaan. Seperti inovasi, strategi pemasaran media sosial, dan tren pasar.

Kemudian, tim tersebut dapat memasukkan kumpulan data di atas ke dalam software manajemen dan perencanaan permintaan atau menganalisisnya secara manual dengan teknik:

  • Model review: Proses pemeriksaan untuk memvalidasi model permintaan saat ini.
  • Penilaian, pengujian, dan penyederhanaan realitas: Proses pemeriksaan untuk memvalidasi indikator permintaan untuk validitas berdasarkan logika dan statistik.
  • Pemodelan matematika: Proses analisis menggunakan persamaan berdasarkan data historis untuk memeriksa dampak permintaan.
  • Pengumpulan dan persiapan data: Proses di mana data digunakan untuk merancang strategi perencanaan permintaan.

2. Forecasting

Demand forecasting menggunakan teknik analitik prediktif (predictive analytics) untuk memperkirakan permintaan layanan atau produk di masa mendatang. Tahapan ini mendukung keputusan pasokan yang andal berdasarkan perkiraan penjualan dan pendapatan (revenue) di masa mendatang. Area fokus demand forecasting meliputi:

  • Pengaturan tujuan: Pastikan tujuan Anda memenuhi pemasaran produk, perencanaan keuangan, operasi dan tim logistik secara spesifik.
  • Pengumpulan dan perekaman data: Integrasikan data dari berbagai saluran pemasaran dan penjualan untuk mendapatkan gambaran yang kohesif tentang permintaan produk aktual dan wawasan tentang perkiraan penjualan. Lalu, evaluasi produk yang memiliki tingkat pengembalian tinggi (ROI) dan melakukan perbaikan berdasarkan alasan pengembalian tersebut.
  • Pengukuran dan analisis data: Baik ketika Anda menggunakan perangkat otomatisasi dan analitik prediktif atau menyelesaikan tugas secara manual, pilih proses analisis data berulang untuk menyiapkan diri Anda agar berhasil dalam perkiraan berikutnya.
  • Penganggaran (budgeting): Berdasarkan putaran umpan balik, perbarui anggaran untuk mengalokasikan dana berdasarkan tujuan pertumbuhan bisnis. Demand forecasting dapat mengurangi biaya penyimpanan persediaan dan meningkatkan akurasi pengeluaran pemasaran, jumlah karyawan di masa depan, persediaan dan kebutuhan produksi serta rencana produk baru.

3. Planning

Proses perencanaan permintaan atau demand planning akan meramalkan permintaan produk atau layanan di pasar untuk memastikan Anda dapat memuaskan pelanggan. Perencanaan permintaan bertujuan untuk mencapai keseimbangan tingkat persediaan yang cukup untuk memenuhi pesanan tanpa surplus. Pertimbangkan untuk menerapkan tahapan berikut ini.

  • Gunakan data penjualan masa lalu: Informasi ini meliputi pola permintaan masa lalu, sehingga perusahaan Anda dapat lebih memahami fluktuasinya dari perspektif historis.
  • Komunikasi dengan stakeholder: Karena data historis saja tidak dapat memprediksi tren masa depan, sangat penting untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan stakeholder. Mulai dari produsen, distributor, dan pelanggan untuk membentuk gambaran lengkap tentang permintaan yang akan datang.
  • Kelola dan gabungkan prakiraan: Anda harus memastikan prakiraan mencerminkan data terkini untuk menginformasikan pengambilan keputusan. Dengan begitu, Anda dapat mengukur kemajuan dengan lebih mudah.

4. Supply Planning

Supply planning atau perencanaan persediaan adalah bagian dari proses demand management yang ditangani oleh manajemen persediaan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah bisnis yang paling kritis, merencanakan di seluruh lokasi multitier dan mensimulasikan respons potensial untuk mengoptimalkan biaya inventaris dan layanan pelanggan. Kemudian, Anda dapat menulis dan menjalankan rencana berdasarkan data terbaik yang tersedia, dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan semua masukan atau feedback pelanggan.

Itulah beberapa informasi penting yang perlu Anda ketahui tentang demand management. Pada intinya, hampir semua departemen dan divisi dalam perusahaan menggunakan manajemen permintaan untuk menentukan kebutuhan yang akan datang. Mulai dari divisi pemasaran dan penjualan, keuangan, penelitian dan pengembangan, produksi, quality control, dan logistik. Sehingga setiap area bisnis dapat bekerja secara efisien, tanpa membebani sistem dalam memenuhi manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management).

Demand management melampaui usaha perkiraan dan menggabungkan penginderaan permintaan dan teknik pembentukan permintaan. Penanggung jawab permintaan dapat terus membentuk permintaan berdasarkan analisis indikator kinerja utama (KPI) dan metrik bisnis lainnya.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.