Manfaat dan Tahapan Menggunakan Design Sprint

design sprint

Semakin berkembangnya era, memaksa perusahaan harus terus melakukan inovasi terhadap strategi bisnisnya dengan cepat. Salah satunya adalah strategi design Sprint.

Design Sprint berfungsi untuk menjawab tantangan bisnis dalam waktu yang singkat. Melalui prototype yang realistis, metode ini dapat memangkas waktu diskusi yang bertele-tele saat menyusun strategi bisnis.

Mengenal Lebih Dekat Design Sprint

Mengenal lebih dekat Design Sprint sangat penting, karena sebelum mempraktekan metode ini secara langsung, perlu di pahami konsep Design Sprint itu sendiri. Untuk itu, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Design Sprint

Desain sprint merupakan metode pembuatan produk yang dilakukan dalam waktu yang singkat, yaitu 5 hari. Melalui metode ini, pertanyaan bisnis dapat terjawab menggunakan prototype dan pengujian ide kepada pelanggan.

Design Sprint bisa menjadi pilihan strategi yang efektif dan efisien. Dengan menerapkan metode ini perusahaan bisa berkembang lebih cepat. Perusahaan juga dapat melihat reaksi pelanggan terhadap prototype produk. Sehingga dapat menjalankan strategi berikutnya dengan lebih baik.

Baca Juga:

Tujuan Design Sprint

Tujuan Design Sprint adalah untuk mempercepat proses penciptaan produk dengan lebih akurat sesuai dengan kebutuhan konsumen. Melalui metode ini, proses diskusi akan lebih efektif dan tidak membuang-buang waktu.

Hasil prototype produk dari Design Sprint yang kemudian di uji cobakan langsung ke konsumen akan dengan cepat mendapat respon konsumen. Dari respon tersebut kemudian bisa menjadi bahan pengambilan keputusan perusahaan.

Waktu Terbaik Menggunakan Design Sprint

Design sprint bisa perusahan gunakan kapanpun. Namun, ada 3 waktu yang paling baik untuk menggunakan metode ini, yaitu:

1. Saat Baru Memulai Bisnis

Waktu terbaik pertama untuk menggunakan strategi ini adalah saat baru memulai bisnis. Proses awal pendirian bisnis memang menjadi waktu yang perlu dipikirkan matang-matang dalam membuat strategi bisnis kedepannya.

Membuat Design Sprint di awal pendirian bisnis, akan sangat membantu perusahaan dalam mengenali kebutuhan sekaligus melihat respon mereka terhadap prototype produk yang telah dibuat.

2. Saat Perusahaan Mengalami Hambatan

Dalam proses berjalannya tidak jarang perusahaan akan mengalami hambatan. Hambatan terjadi biasanya karena tidak ada inovasi produk.

Melalui metode ini, perusahaan bisa langsung membuat prototype inovasi produk yang kemudian setelah mendapat respon dari konsumen, perusahaan bisa cepat memutuskan strategi kedepannya.

3. Saat ada Tuntutan untuk Menyelesaikan Proses Kerja dengan Cepat

Bekerja di suatu perusahaan memang harus bisa berfikir dan bertindak cepat. Hal tersebut agar perusahaan tidak tertinggal dengan arus perkembangan zaman yang semakin cepat.

Menerapkan strategi ini tentu saja dapat menjawab tantangan tersebut. Dengan menerapkan metode ini waktu berdiskusi dan proses pengembangan akan dipangkas. Sehingga semua proses berlangsung akan lebih cepat.

Baca Juga:

Manfaat Design Sprint

design sprint

Selain efektif untuk memangkas waktu dalam penyusunan strategi bisnis khususnya dari segi produk, ada manfaat lain dari melakukan Design Sprint. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Meningkatkan Inovasi

Melakukan strategi ini memang harus dilakukan oleh seluruh elemen perusahaan. Semua posisi dalam perusahaan harus bahu membahu dalam melakukan prosesnya. Hal tersebutlah yang akhirnya bisa meningkatkan inovasi.

Karena semua elemen perusahaan terlibat di dalamnya. Sehingga akan ada ide yang beragam. Dengan banyaknya ide ini akan mengembangkan produk yang inovatif. Dan membuat perusahaan bisa menjawab tantangan bisnis yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

2. Mengurangi Risiko dalam Bisnis

Melalui Design Sprint maka risiko bisnis perusahaan akan bisa berkurang. Hal tersebut karena aka nada prototype yang realistis yang dihasilkan dari proses Design Sprint. Prototype tersebut kemudian akan disalurkan kepada konsumen.

Setelah di salurkan, respon dari konsumen inilah yang sangat penting dan menjadi acuan dari pengambilan keputusan. Dari hal tersebut, maka risiko bisnis seperti kesalahan strategi dalam membuat produk akan dapat berkurang.

3. Mengetahui dengan Tepat Target Pasar Perusahaan

Penting sekali bagi perusahaan untuk mengetahui target pasarnya. Hal tersebut karena akan memudahkan perusahaan dalam menentukan produk yang sesuai dengan pasar.

Melalui metode ini, akan dilakukan pengujian terlebih dahulu kepada konsumen. Hasil dari pengujian tersebut yang menjadikan perusahaan semakin mudah menentukan target pasar seperti apa dengan cepat dan tepat.

4. Mengetahui Strategi Selanjutnya

Design Sprint memungkinkan perusahaan untuk dengan mudah menentukan target pasar dan produk yang sesuai. Uji coba ini sangat efisien ketika perusahaan akan melakukan proses produksi produk yang real.

Dalam memproduksi produk real, perusahaan akan dengan mudah menentukan fitur, manfaat bahkan harga sesuai dengan segmen pasar yang sudah ada dalam strategi ini. Sehingga proses produksi akan semakin jelas dan terarah.

5. Meningkatkan Kerjasama Tim

Melakukan proses Design Sprint harus dilakukan oleh elemen perusahaan baik dari tingkat bawah hingga tingkat atas. Seluruh elemen harus terlibat dari hari pertama hingga hari terakhir. Hal tersebut tentu dapat meningkatkan Kerjasama antar elemen.

Tahapan Design Sprint

Design Sprint bertujuan agar proses penciptaan produk lebih cepat dan tepat. Melakukan strategi ini dapat dilakukan dalam 5 langkah. Langkah tersebut bisa selesai dalam 5 hari.
Langkah-langkah dalam melakukan desain sprint harus dilakukan oleh seluruh elemen perusahaan. Untuk mengetahui Langkah-langkahnya, simak penjelasan berikut ini.

1. Understand (Memahami) – Hari Pertama

Tahap pertama ini adalah proses diskusi untuk menyamakan persepsi kepada seluruh anggota tim. Selain itu, dalam proses ini juga perlu dilakukan sebuah wawancara atau penelitian kepada calon pengguna produk.

Wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa yang berkaitan dengan rencana produk. Luaran dari wawancara tersebut adalah sebuah struktur permasalahan yang kemudian harus terpecahkan pada tahapan selanjutnya.

2. Diverge (Mengembangkan) – Hari Kedua

Memasuki hari kedua, seluruh tim harus bekerja sama untuk memecahkan permasalahan yang telah terumuskan pada hari sebelumnya. Seluruh tim bisa mengusulkan idenya masing.

Pada tahap ini, usulan ide harus tertulis dalam selembar kertas. Tujuannya adalah agar ide tersebut dapat didiskusikan dengan mudah dan jelas oleh seluruh anggota tim.

3. Decide (Memutuskan) – Hari Ketiga

Pada tahapan ketiga ini, seluruh tim akan berkumpul dan menentukan rancangan desain terbaik. Proses penentuan dengan metode voting. Rancangan dengan voting terbanyak, kemudian akan dijadikan prototype.

4. Prototype (Membuat Prototipe) – Hari Keempat

Pada tahapan ini adalah proses pembuatan prototype produk yang sebelumnya telah sepakat.  Prototype dibuat oleh tim developer. Prototype tersebut dibuat dengan realistis dan harus menyerupai produk aslinya.

5. Validate (Validasi) – Hari Kelima

Pada tahapan terakhir, hasil prototype pada hari sebelumnya, kemudian ditujukan kepada calon pengguna untuk mendapatkan respon. Dari respon ini bisa terlihat bagaimana ketertarikan pengguna dengan produk.

Dari hasil tersebut, kemudian berguna sebagai dasar pengambilan keputusan. Apakah rencana produk sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan calon pelanggan atau tidak.

Demikian pembahasan mengenai Design Sprint. Metode ini sangat membantu perusahaan dalam mengefisienkan waktu dan membuat produk dengan tepat. Tertarik mencobanya ? Untuk menerapkan strategi marketing lain  Anda perlu memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis.

Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga: