Perbedaan Digital Marketing dengan Tradisional Marketing

tradisional marketing vs digital marketing

Apa perbedaan Digital Marketing dengan Tradisional Marketing? Akankah digital marketing sepenuhnya menggantikan tradisional marketing?

Perdebatan tentang hal ini terus berlangsung tanpa ada jawaban pasti atas pertanyaan tersebut. Banyak orang berpikir bahwa, sebagian besar kampanye pemasaran cukup menggunakan digital marketing saja, tradisional marketing tidak lagi banyak digunakan.

Tapi untuk mengetahui manakah antara Digital Marketing dan Tradisional Marketing yang terbaik, kamu harus mengetahui perbedaan antara Digital Marketing dengan Tradisional Marketing di bawah ini.

Perbedaan Digital Marketing dengan Tradisional Marketing Dari Pengertiannya

Pertama untuk mengetahui perbedaan Digital Marketing dengan Tradisional Marketing, kami akan menjelaskan berdasarkan pengertiannya terlebih dahulu. Berikut ini adalah pengeritan dari digital marketing dan pengertian tradisional marketing.

1. Tradisional marketing

Tradisional marketing memiliki banyak media, misalnya produk berwujud seperti kartu nama, iklan di koran cetak, majalah. Ini juga termasuk poster, pamflet, poster, dan iklan di televisi dan radio.

Tradisional marketing adalah segala bentuk periklanan untuk suatu produk atau merek yang tidak melalui media digital.

Tradisional marketing adalah cara bisnis membangun hubungan dengan pelanggan hanya melalui iklan tanpa adanya interaksi langsung.

Saluran tradisional marketing meliputi:

  • Di luar ruangan (papan reklame, bus/taksi, poster)
  • Siaran (TV, radio.)
  • Media Cetak (majalah, koran)
  • Surat langsung (katalog, email)
  • Telemarketing (telepon, SMS)

2. Digital marketing

Digital marketing semakin hari semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Digital marketing mencakup elemen-elemen seperti situs web, media sosial, iklan web, video streaming, dll.

Baca Juga :

Digital marketing mirip dengan tradisional marketing, tetapi menggunakan alat digital. Namun, digital marketing dianggap sebagai bentuk pemasaran tujuannya adalah untuk membuat orang mengenal bisnis mu.

Orang dapat melihat bisnismu melalui mesin pencari organik, melalui iklan berbayar yang kamu buat atau secara tidak sengaja membaca informasi di situs jejaring sosial, blog, dll. Semakin banyak mengiklankan digital marketing, semakin baik pelanggan akan semakin mengenal merek bisnismu. Sehingga akan mengembangkan kepercayaan dan hubungan dengan pelanggan dengan baik melalui komunikasi online ini.

Saluran Digital marketing meliputi:

Perbedaan Digital Marketing dengan Tradisional Marketing Berdasarkan Fungsi dan Manfaatnya

Perbedaan Digital marketing dan Tradisional marketing adalah cara menampilkan pesan yang Kamu sampaikan kepada pelanggan. Sementara tradisional marketing menggunakan media tradisional seperti majalah dan surat kabar, digital marketing menggunakan media digital, seperti jejaring sosial atau situs web.

Tentu saja, itu tidak berarti tradisional marketing ketinggalan zaman. Tradisional marketing masih memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat dengan kebutuhan yang semakin meningkat untuk keluar dari dunia digital.

Pengalaman nyata dari pemasaran tradisional menggunakan iklan TV masih sama pentingnya hari ini seperti 20 tahun yang lalu karena efeknya yang bertahan lama pada ingatan audiens.

Demikian pula, Digital marketing juga sama pentingnya dengan tradisional di jaman yang serba digital seperti sekarang ini. Digital marketing menggunakan penjangkauan audiens sebanyak mungkin dalam penggunaan Internet.

Jika Kamu menggunakan google untuk mencari ide untuk liburan akhir pekan, kemungkinan Kamu akan segera melihat iklan bersponsor pada hasil pencarian google.

Baca Juga :

Menggunakan Internet selama beberapa jam sehari tampaknya menjadi bagian tak terelakkan dari kehidupan sehari-hari kebanyakan orang saat ini. Sehingga penggunaan pemasaran menggunakan Digital marketing saat ini untuk mendatangkan keuntungan suatu bisnis adalah cara yang cerdik untuk menjalin hubungan langsung dengan calon konsumen.

Untuk lebih memahami Perbedaan Digital marketing dan Tradisional marketing, kami telah membuatnya dalam bentuk tabel agar mudah dipahami.

Perbedaan Digital Marketing dengan Tradisional Marketing Berdasarkan Karakteristik

Karakteristik Digital Marketing Tradisional Marketing
Jangkauan Tidak terbatas pada ruang antar negara dan wilayah Ruang terbatas antara wilayah dalam negeri atau sekala nasional
Metode Menggunakan perangkat Internet pada perangkat digital, tidak perlu terlalu bergantung pada media massa. Terutama menggunakan media massa untuk melakukan pemasaran
Waktu Kapan saja, di mana saja, informasi bisnis Kamu akan diperbarui terus menerus Terbatas dari segi waktu dan batas negara
Biaya Biayanya relatif murah, tetapi tetap memberikan hasil yang baik. Terutama dapat mengontrol biaya iklan seperti periklanan di Facebook Ads, Google Ads, Tiktok Ads, Twitter Ads dan lainnya Biaya tinggi, anggaran besar sulit untuk mengontrol biaya iklan, dan hanya satu kali penggunaan.
Pelanggan Sangat mungkin untuk menentukan target pelanggan potensial untuk dijangkau Sulit untuk memilih pelanggan potensial
Masukan Informasi pelanggan dapat di disimpan dengan mudah dan cepat Sangat sulit untuk menyimpan informasi pelanggan

perbandingan marketing tradisional dan digital marketing

Perbedaan Digital Marketing dengan Tradisional Marketing Berdasarkan Kelebihan dan Kekurangannya

Tradisional marketing

Karena penggunaan jangka panjang, pelanggan terbiasa dengan bentuk tradisional marketing. Mencari informasi tentang produk melalui iklan di koran, majalah, dan leaflet masih menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, target audiens cukup rendah karena keterbatasan geografis.

Selain itu, mengukur efektivitas kampanye cukup sulit. Dalam kebanyakan situasi, biaya untuk pemasaran tradisional marketing juga lebih tinggi daripada digital marketing. Dan kelemahan terbesar dari tradisional marketing adalah kurangnya interaksi langsung dengan pelanggan.

Digital marketing

Kamu dapat dengan mudah mengukur efektivitas kampanye iklan, dan dapat menjangkau pelanggan dalam jumlah tak terbatas. Bergantung pada tujuan kampanye, kamu dapat menyesuaikan audiens target berdasarkan geografi, demografi, kebiasaan, dll.

Digital marketing memiliki interaksi yang tinggi dengan pelanggan melalui jejaring sosial. Semakin banyak Kamu berinteraksi dengan pelanggan, semakin banyak umpan balik berharga yang Kamu dapatkan. Satu kelemahan kecil dari digital marketing adalah perlu waktu untuk mengukur efektivitas kampanye.

Jenis Pemasaran apa yang harus Kamu gunakan?

Kunci dari kampanye pemasaran yang efektif saat ini adalah menyeimbangkan penggunaan pemasaran tradisional marketing dan pemasaran digital marketing. Pada tahun 2021, Digital marketing secara efektif mendukung pemasaran Tradisional marketing. Keduanya memainkan peran penting dalam strategi pemasaran, tetapi keduanya akan memiliki efek luar biasa jika digunakan secara bersamaan.

Kedua jenis pemasaran memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tetapi penting untuk memahami kebutuhan pemasaran spesifik bisnis yang kamu miliki dari audiens target, dan pertimbangan anggaran.

Saluran pemasaran tradisional masih efektif digunakan untuk target pasar generasi Baby Boomers dan Generasi X, yang memiliki TV dan suka membaca koran. Namun, Pemasaran Digital adalah jalur pemasaran yang sangat cocok untuk segala usia, bukan hanya generasi muda yang menghabiskan berjam-jam menjelajahi Facebook, berbagi video YouTube, dan berbelanja online.

Baca Juga :

Semoga melalui artikel ini, Kamu dapat memahami Perbedaan Digital Marketing dengan Tradisional Marketing di atas.

Sehingga ketika kamu bertanya tentang manakah yang terbaik, kedua jenis pemasaran ini keduanya sama penting dan harus dijalankan bersama-sama dan digunakan berdasarkan target pelanggan yang bisnis kamu inginkan.