Mengenal Apa Itu Earned Media Beserta Contoh dan Strategi Meningkatkannya

Mengenal Apa Itu Earned Media Beserta Contoh dan Strategi Meningkatkannya

Ketika Anda mengembangkan bisnis dengan menerapkan strategi digital marketing tertentu, maka secara tak langsung Anda akan berhubungan dengan salah satu di antara paid, owned, dan earned media.

Tak bisa kita pungkiri bahwa dengan perkembangan teknologi dan tren digital marketing yang cukup pesat membuat ketiga jenis media tersebut sangatlah berperan penting dalam kesuksesan bisnis hingga mendorong peningkatan konversi pelanggan prospek (lead conversion).

Nah, sesuai judulnya, kali ini inMarketing akan menjelaskan secara rinci tentang earned media beserta hubungannya dengan paid dan owned media.

Apa Itu Earned Media?

Menurut laman Titan Growth, earned media adalah media hasil strategi pemasaran atau kampanye pemasaran yang Anda peroleh secara organik (organic marketing). Tanpa Anda buat melalui iklan berbayar (paid media) atau branding (owned media).

Sedangkan menurut Wikipedia, earned media adalah aktivitas media terkait dengan perusahaan atau brand yang tidak secara langsung dihasilkan oleh perusahaan atau agennya, melainkan oleh entitas lain seperti pelanggan. Digital marketer juga mengenal earned media dengan istilah earned content.

Dengan demikian, istilah ini merujuk pada media yang diperoleh melalui saluran pemasaran tertentu dengan penerapan strategi word-of-mouth, buzz marketing, influencer marketing, atau iklan berbayar. Dan biasanya terlihat dalam bentuk kecenderungan pemasaran viral (viral marketing) hasil dari melakukan mentions, shares, reposts, reviews, dan rekomendasi dari target audience atau konten yang diambil oleh situs pihak ketiga.

Sehingga, jenis media ini umum dan efektif digunakan saat Anda menggunakan strategi pemasaran konten (content marketing) di search engine. Misalnya pembuatan konten di blog dengan strategi PPC (pay-per-click), SEM (Search Engine Marketing), dan SEO (Search Engine Optimization).

Baca Juga:

digital marketing agency

Mengapa Earned Media Sangat Penting Untuk Bisnis Digital?

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang ada, earned media menjadikan target audience atau pelanggan bertindak sebagai media itu sendiri. Contohnya pada penerapan user generated content (UGC) yang membuat pelanggan mereview produk atau brand Anda sehingga pelanggan terhubung langsung dengan brand (relationship marketing). Atau melalui teknik pemasaran yang memanfaatkan testimoni pelanggan setelah menggunakan produk atau layanan brand Anda (testimoni marketing).

Oleh karena itu, keterlibatan pelanggan seperti itu membuat jenis media ini sangat efektif untuk mengembangkan perusahaan beserta citra brand dan peningkatan penjualan yang lebih cepat. Dan juga dapat membantu perusahaan Anda mencapai brand awareness terbaik dari pelanggan potensial Anda.

Selain itu, earned content juga membantu brand Anda dapat mengidentifikasi persona pelanggan dengan lebih mendetail dan mencapai pangsa pasar yang lebih luas. Sehingga brand Anda dapat mengakuisisi banyak pelanggan baru (customer acquisition), menciptakan pelanggan loyal, dan mampu bersaing dengan kompetitor Anda.

Semakin baiknya kualitas earned media yang Anda dapatkan, maka semakin baik pula kredibilitas brand dari pihak ketika. Karena bahkan seseorang yang tidak dibayar oleh perusahaan Anda sangat percaya pada produk Anda dengan menyebutkan, mengutip, atau mempromosikan konten brand Anda.

Contoh Earned Media

Ada beberapa jenis umum dari earned media yang semuanya membutuhkan waktu untuk berkembang. Namun, beberapa contoh di bawah ini merupakan hasil alami dari pembangunan komunitas (community management) dan strategi pers yang efektif. Berikut penjelasannya.

1. Postingan Produk di Akun Media Sosial Pelanggan

Alih-alih membagikan konten yang perusahaan Anda buat, target pasar atau pelanggan Anda mempromosikan brand Anda secara gratis dengan menuliskan pengalaman mereka menggunakan produk atau layanan Anda di postingan media sosial mereka.

Misalnya, seorang pelanggan Anda memposting foto produk Anda di Instagram sambil berkata bahwa produk Anda memuaskan. Lalu ternyata postingan tersebut mendapat beberapa likes dan retweet, maka itulah yang dinamakan earned media.

2. Review Pelanggan

Berdasarkan contoh pertama, secara tak langsung Anda juga mendapatkan earned content berupa review pelanggan. Namun, maksud dari review pelanggan juga bisa merujuk pada tulisan ulasan produk atau layanan dari pelanggan di Google Reviews atau melalui form ulasan yang brand Anda sediakan di media sosial atau website.

Baca Juga:

3. Liputan Media (Media Coverage)

Liputan media yang dianggap sebagai earned media adalah ketika produk atau layanan Anda disebutkan atau ditulis di saluran media tertentu tanpa Anda membayar siapa pun untuk melakukannya. Misalnya, produk Anda tercantum pada daftar hadiah partisipasi acara tertentu atau perusahaan Anda melakukan sesuatu yang layak diberitakan oleh media TV.

4. Rekomendasi Dari Mulut ke Mulut (Word-of-Mouth)

Strategi word-of-mouth adalah salah satu contoh gratis namun tricky dari earned media. Umumnya, jenis media ini mencakup percakapan sehari-hari antara pelanggan yang puas (customer satisfaction) dan orang lain yang mencari produk atau layanan seperti milik Anda di media sosial.

Contohnya, ada satu pelanggan Anda yang berprofesi sebagai influencer membicarakan produk terbaru Anda di Instagram dengan membagikannya di media sosial. Alhasil, teman dan followers influencer tersebut akan melihat produk Anda atau bahkan langsung engage dengan produk Anda.

5. Hasil Pencarian Search Engine

Search engine optimization (SEO) berperan penting dalam earned content. Pasalnya, setiap kali Anda membuat konten untuk website Anda, search engine akan “mencatat” konten Anda di direktorinya. Jika kueri penelusuran seseorang cocok dengan blog yang baru saja Anda tulis (istilah keyword), blog Anda mungkin akan muncul di halaman pertama hasil pencarian (SERP).

Strategi Meningkatkan Earned Media

Setelah Anda mengetahui beberapa contoh earned media di aras, berikut adalah beberapa tips atau strategi untuk meningkatkan peluang Anda mendapatkan earned media terbaik.

1. Buat dan Pertahankan Media Relationship

Perlu Anda ketahui bahwa media relationship sama seperti hubungan lainnya, yaitu Anda perlu memelihara (lead nurturing) dan membangun kepercayaan pelanggan. Membangun hubungan ini tidak harus dilakukan hanya melalui email (email nurturing). Oleh karena itu, luangkan waktu Anda untuk membangun media relationship. Dan Anda akan menemukan bahwa nama brand Anda secara alami akan muncul di artikel dan media lainnya.

2. Buat Konten yang Menarik

Bagian dari kesuksesan earned media dengan content marketing adalah memiliki konten yang layak untuk dibagikan dan terlibat dengan pelanggan (customer engagement). Jika konten produk atau layanan Anda cocok dengan audiens, maka kemungkinan pelanggan Anda merasa terdorong untuk membagikannya kepada orang lain. Misalnya, Anda bisa buat konten yang interaktif dan memiliki visual yang eye catching sesuai persona pelanggan Anda.

3. Manfaatkan Semua Marketing Channel

Pada dasarnya, media sosial menjadi saluran terbaik untuk mendapatkan earned media terbaik. Namun, jangan batasi promosi brand Anda hanya pada media sosial. Kirim konten Anda di email newsletter Anda atau bisa minta karyawan Anda untuk membagikannya (strategi employee activation).

Untuk mempermudah usaha Anda dalam meningkatkan earned media, gunakan strategi advocacy marketing pada karyawan untuk mengirimkan konten terbaik Anda kepada orang-orang yang sudah menjadi penggemar berat perusahaan Anda. Pikirkan karyawan Anda sebagai brand ambassador lain dan cara bagi pelanggan Anda untuk terhubung secara pribadi ke perusahaan Anda.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.