Penyebab dan Strategi Mengurangi Employee Turnover

Penyebab dan Strategi Mengurangi Employee Turnover

Sebagai pemilik bisnis yang memiliki satu atau banyak karyawan, Anda perlu memahami adanya kemungkinan pergantian karyawan atau employee turnover. Pasalnya, fenomena ini akan lumrah terjadi, seiring dengan pertumbuhan bisnis dalam segi pemberdayaan kualitas sumber daya manusia perusahaan.

Menurut salah satu survey dari Indeed, dari 1.000 orang pencari kerja, 44% di antaranya meninggalkan perusahaan sebelumnya pada 6 bulan pertama mereka bekerja. Meskipun umum terjadi, Anda sebagai pemilik bisnis sebisa mungkin mengurangi peluang tersebut karena employee turnover tidak selamanya berdampak positif bagi perusahaan. Karena tingginya jumlah turnover dapat mempengaruhi kualitas moral karyawan, produktivitas kerja perusahaan, dan pengeluaran dana perusahaan yang tidak sehat sehingga memicu kerugian (pure risk).

Untuk itu, melalui artikel ini, Anda dapat mengetahui lebih dalam apa jenis dan penyebab employee turnover serta bagaimana cara mencegahnya. Dengan demikian, perusahaan Anda mampu berkembang dengan lebih seimbang dan bersinergi (sustainability management) karena employee retention lebih meningkat.

Apa Itu Employee Turnover?

Mengutip dari Netsuite, pergantian karyawan atau employee turnover adalah jumlah total karyawan yang meninggalkan perusahaan selama periode waktu tertentu dan selanjutnya digantikan oleh karyawan baru. Pergantian karyawan ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari pengunduran diri, PHK, pensiun, pemindahan lokasi, atau bahkan kematian.

Karyawan dapat meninggalkan perusahaan tempat ia bekerja karena berbagai alasan, bisa bersifat sukarela atau paksaan dari perusahaan. Namun, secara keseluruhan, employee turnover tidak bisa dianggap selalu berdampak baik bagi perusahaan. Sebab, pergantian karyawan akan menjadi proses yang merugikan ketika perusahaan kehilangan karyawan yang memiliki kinerja baik untuk perusahaan.

Di sisi lain, jika karyawan yang berkinerja buruk diganti, maka hal tersebut dapat membawa beberapa dampak positif bagi perusahaan. Misalnya, lingkungan kerja menjadi lebih positif atau pencapaian bisnis lebih berkulitas. Jadi, proses employee turnover memiliki dampak positif dan negatifnya sendiri untuk seluruh elemen bisnis.

Jenis Employee Turnover

Pada dasarnya, baik buruknya pergantian karyawan pada satu perusahaan dengan perusahaan lainnya akan berbeda, tergantung pada jenis dan alasan di baliknya. Adapun jenis-jenis employee turnover yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut.

Baca Juga:

digital marketing agency

1. Voluntary vs Involuntary Turnover

Voluntary turnover adalah istilah untuk karyawan yang meninggalkan perusahaan secara sukarela karena beberapa alasan pribadi. Contohnya, mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan lain, melanjutkan studi, atau untuk pensiun. Jenis turnover ini murni karena pilihan karyawan untuk melepaskan diri dari perusahaan, tanpa tekanan dari pihak eksternal mana pun.

Sedangkan involuntary turnover adalah pergantian atau pemberhentian karyawan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh pihak perusahaan karena suatu hal. Misalnya, karyawan tersebut gagal memenuhi standar kinerja perusahaan dan harapan kerja atau telah melakukan pelanggaran.

2. Desirable vs Undesirable Turnover

Berbeda dengan PHK, pergantian karyawan yang diinginkan atau desirable turnover adalah upaya perusahaan untuk memberhentikan karyawan sebelumnya yang berkinerja buruk dengan harapan dapat mempekerjakan karyawan baru yang lebih berkualitas. Meskipun desirable turnover mungkin tidak berjalan dengan baik untuk merekrut banyak karyawan, namun turnover ini penting untuk menjaga momentum perkembangan dalam perusahaan.

Berbeda dengan undesirable turnover yang berarti sebuah perusahaan kehilangan karyawan yang berkinerja baik di waktu yang tidak terduga. Jenis turnover ini cukup merugikan perusahaan karena ada kemungkinan bahwa perusahaan akan sulit menemukan karyawan lain yang kinerjanya sama bagusnya dengan karyawan yang keluar sebelumnya.

Penyebab Employee Turnover

Seiring dengan perkembangan kultur organisasi, ada banyak alasan mengapa karyawan memilih meninggalkan departemen atau perusahaan Anda. Dengan memahami penyebab pergantian karyawan, maka Anda dapat membantu bisnis Anda untuk terus berkembang dan mempertahankan tenaga kerja terbaik pada tingkat yang Anda inginkan.

Berdasarkan jenis turnover di atas, adapun beberapa penyebab turnover yang paling umum adalah sebagai berikut:

  • Kurangnya kesempatan untuk bertumbuh atau mengembangkan karir yang lebih profesional.
  • Kurang mendapat pelatihan, dukungan, atau sumber daya yang karyawan perlukan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik.
  • Masalah promosi atau transfer internal antar karyawan.
  • Beban kerja tidak sesuai dengan kemampuan diri karyawan sehingga kurang tercapainya work-life balance.
  • Tidak nyaman dengan atasan atau manajemen perusahaan.
  • Lingkungan kerja yang toxic.
  • Masalah keluarga atau kehidupan pribadi.
  • Mendapatkan tawaran kerja di perusahaan lain yang lebih kompetitif.

Baca Juga:

Cara Menghitung Employee Turnover

Sejatinya, setiap perusahaan perlu menghitung tingkat pergantian karyawan mereka sebagai sarana untuk memprediksi dampak turnover pada produktivitas, layanan pelanggan, atau bahkan moral karyawan di lingkungan bisnis.

Untungnya, cara hitungnya cukup mudah. Anda hanya perlu melakukan analisis perkembangan siklus retensi karyawan dan menggunakan rumus berikut ini.

ETR = (Jumlah karyawan yang keluar dalam kurun waktu tertentu: Rata-rata jumlah karyawan yang bekerja dalam kurun waktu tertentu) x 100

Misalkan, terdapat 10 karyawan dari total 100 karyawan Anda yang bekerja selama Januari 2021 sampai Januari 2022 keluar dari perusahaan Anda. Maka ETR atau tingkat pergantian karyawan di perusahaan Anda adalah:

ETR = (10 : 100) x 100 = 10%

Menurut Netsuite, besaran persentase pergantian karyawan sangat bervariasi menurut niche industrinya. Namun, Netsuite menyarankan manajer dan tim HR tiap perusahaan bisa mematok persentase ideal untuk turnover tahunan maksimal 20%, dengan rata-rata bulanan maksimal 3,2%. Sehingga, hasil ETR di atas masih tergolong ideal.

Cara Mengurangi Employee Turnover

Cara Mengurangi Employee Turnover

Seperti yang telah disebutan di awal artikel, employee turnover lumrah terjadi dan bahkan mungkin tidak bisa dihindari. Tetapi sebagai pemilik bisnis, Anda dapat mengurangi taraf turnover pada karyawan Anda.

Untuk jenis involuntary turnover, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengelola dan mengayomi karyawan Anda dengan baik serta membuat mereka tetap terlibat dengan perusahaan Anda. Dengan begitu, karyawan Anda merasa puas dan bangga (employee activation) bisa bekerja di perusahaan Anda serta setia dengan perusahaan Anda.

Berikut ini 4 cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi tingkat turnover karyawan.

1. Merekrut Kandidat Karyawan Secara Seksama

Sebagai langkah awal cara pertama ini, Anda harus melatih staf tim HR Anda agar mampu mengidentifikasi setiap kandidat karyawan yang sesuai dengan resolusi perusahaan Anda. Tentu proses ini tidak dapat terwujud dalam waktu semalam karena membutuhkan pengalaman bertahun-tahun untuk mempelajarinya.

Setelah tim HR perusahaan Anda telah dilatih dengan baik, maka trigger mereka untuk menjadikan proses wawancara calon karyawan lebih selektif sehingga Anda dapat mempekerjakan orang yang tepat. Ini termasuk memastikan bahwa kandidat cocok dengan profil dan kebutuhan perusahaan Anda, menyatu dengan budaya organisasi, dan lain sebagainya.

2. Menawarkan Kompensasi atau Tunjangan Karyawan yang Kompetitif

Selanjutnya, Anda bisa menganalisis besaran kompensasi yang perusahaan Anda tawarkan, apakah jumlahnya perlu ditingkatkan atau tidak. Misalnya, apakah karyawan juga butuh beasiswa studi, jaminan pensiun, asuransi kesehatan dan kecelakaan kerja, dan lain-lain. Anda bisa meminta bantuan tim SDM internal perusahaan untuk melakukan penelitian terkait pendapat karyawan Anda tentang kompensasi perusahaan.

3. Beri Reward Untuk Karyawan Berprestasi

Tanyakan kepada manajer anggota tim apa saja pencapaian bulanan atau triwulanan mereka. Jika Anda rasa pencapaiannya membanggakan, maka Anda dapat memberi reward atau hadiah yang pantas sebagai bentuk terima kasih atas kinerjanya selama ini. Ini adalah salah satu cara yang paling efektif dan hemat untuk meningkatkan kepuasan karyawan.

4. Memberikan Jalur Karier yang Terbaik

Buatlah outline jalur pertumbuhan karier yang jelas untuk karyawan Anda. Supaya lebih efisien, Anda bisa mendiskusikan hal ini dengan karyawan setiap tahun.

Buat mereka mengutarakan keinginan mereka terkait pengembangan karier di perusahaan Anda. Misalnya, apakah perlu menambah pelatihan-pelatihan karyawan atau lainnya. Jika mereka tidak nyaman berbicara langsung dengan manajemen, dorong mereka untuk berbicara dengan manajer atau supervisor tim mereka.

Itulah beberapa penjelasan tentang employee turnover yang perlu Anda ketahui sebagai pemilik bisnis.

Pada intinya, Anda perlu lebih selektif dalam merekrut karyawan baru dan memperbaiki manajemen perusahaan Anda yang lebih mengayomi karyawan Anda. Dengan begitu, besar kemungkinan untuk karyawan Anda merasa aman, nyaman, dan mampu berhasil dalam pekerjaan mereka.

Jika Anda telah menghitung tingkat turnover karyawan Anda dan menemukan bahwa Anda perlu menguranginya, manfaatkan cara kami pada artikel ini sehingga dapat meningkatkan peluang retensi karyawan Anda.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.