Engagement Metrics yang Perlu Diamati Dalam Digital Marketing

Engagement Metrics yang Perlu Diamati Dalam Digital Marketing

Dalam menjalankan digital marketing sebagai salah satu jenis pemasaran terkini, sudah sewajarnya Anda memiliki banyak channel marketing (multichannel marketing). Mulai dari media sosial, website, aplikasi, hingga berbasis video yang juga Anda jalankan dengan strategi marketing sesuai jenis channel. Tak hanya sekedar menjalankan berbagai jenis promosi atau campaign pemasaran, Anda juga harus mengetahui seberapa bagus dan efektif keterlibatan pelanggan dengan brand Anda melalui engagement metrics.

Dengan engagement metrics untuk digital marketing, Anda bisa memperoleh nilai yang lebih terukur terkait kesuksesan strategi digital marketing dan profitabilitas bisnis secara keseluruhan. Selain itu, metrik-metrik tersebut juga membantu Anda mengevaluasi strategi marketing agar lebih baik.

Bahkan, bagi beberapa bisnis, engagement metrics digunakan untuk mengamati buyer persona berdasarkan data demografis pelanggan, seperti lokasi, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan situs bisnis, dan lain-lain. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui pelanggan mana saja yang terlibat untuk membeli produk atau layanan dan mengkonversi lead (lead conversion) menjadi pelanggan tetap bisnis Anda.

Melalui artikel ini, inMarketing akan memaparkan macam-macam engagement metrics yang umum dimanfaatkan dalam analisis digital marketing.

Definisi Engagement Metrics

Engagement metrics adalah nilai atau variabel yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh dan tinggi keterlibatan pelanggan dengan konten di channel pemasaran, seperti website. Singkatnya, Anda sebagai pelaku bisnis bisa mengukur:

  • Frekuensi interaksi pelanggan mengunjungi halaman web bisnis Anda
  • Berapa banyak halaman web yang pelanggan akses per harinya
  • Berapa banyak waktu yang pelanggan habiskan untuk melihat setiap halaman web bisnis

Sehingga, Anda bisa melakukan beberapa langkah strategis untuk mengefektifkan pemasaran bisnis melalui perbaikan desain halaman web. Bila perlu, Anda juga dapat menambahkan fitur-fitur tertentu untuk menarik perhatian pelanggan baru.

Baca Juga:

Apabila Anda mendapatkan hasil metrik yang baik, maka itu bisa menandakan derajat kepuasan pelanggan (customer satisfaction) sehingga mendorong kemungkinan loyalitas pelanggan (customer loyalty) terhadap brand Anda. Pada akhirnya, tujuan bisnis Anda adalah mengubah pengunjung menjadi leads generation dan leads menjadi pelanggan.

digital marketing agency

Engagement Metrics Dalam Digital Marketing

Engagement Metrics Dalam Digital Marketing

Melansir dari blog Glints, berikut adalah 10 engagement metrics yang umum dan penting untuk membantu peningkatan strategi digital marketing Anda.

1. Page Views

Metrik page views adalah variabel yang berguna untuk mengukur berapa kali pelanggan melihat suatu halaman di website Anda. Setiap kali halaman di website diakses oleh pelanggan dan dimuat di browser, tools analitik akan menghitungnya sebagai satu page views. Jadi, jika pelanggan memuat halaman website sebanyak dua kali, maka akan dihitung sebagai dua page views, begitupun seterusnya.

Umumnya, peningkatan page views mengindikasikan usaha strategi SEO dan brand awareness yang berhasil sehingga mempengaruhi kepopuleran dan jumlah traffic website secara keseluruhan. Meskipun begitu, Anda dapat meningkatkan jumlah page views suatu konten dengan mempromosikannya di sidebar, menambahkan internal dan backlink, dan menulis judul konten yang menarik.

2. Time on Page

Waktu rata-rata di halaman atau time on page berguna untuk mengukur berapa lama waktu yang pengguna habiskan untuk membuka halaman web. Metrik ini dapat menjadi indikator terbaik dalam mengukur seberapa menarik dan efektif konten Anda.

Dengan kata lain, lamanya time on page yang berhasil website Anda peroleh dapat menunjukkan  keminatan pengguna untuk terhubung dengan brand Anda. Menurut hasil survei Databox, rata-rata time on page website yang baik adalah 3-5 menit.

Anda dapat meningkatkan waktu rata-rata time on page website dengan menciptakan konten website atau landing page yang relevan, mudah dibaca dan dimengerti oleh pengguna awam, sambungkan dengan konten multimedia (konten gambar, video, dan audio), serta menggunakan organic marketing melalui berbagai channel marketing (omnichannel marketing).

Baca Juga:

3. Bounce Rate

Bounce rate adalah rasio jumlah kunjungan halaman dengan jumlah total kunjungan web. Besaran bounce rate mengindikasikan jumlah persentase pengguna yang memuat satu halaman website Anda, lalu pergi tanpa berinteraksi dengan halaman tersebut atau mengunjungi halaman lain.

Misalnya, dari 100 orang yang mengunjungi website Anda, 20 diantaranya keluar dari website tanpa mengklik halaman lain di website tersebut. Sehingga, bounce rate situs website tersebut adalah 20%.

Nilai bounce rate sendiri bisa tinggi ataupun rendah. Bounce rate yang tinggi menandakan bahwa performa website Anda buruk yang bisa disebabkan oleh beberapa alasan. Misalnya, navigasi situs yang membingungkan atau tidak berfungsi, konten tidak relevan atau tidak menarik, hingga tombol CTA (call-to-action) tidak jelas.

Bila demikian, Anda harus mengurangi bounce rate dengan memperbaiki tampilan dan performa website hingga meningkatkan kualitas konten yang lebih relevan dengan pelanggan.

4. Page per Session

Page per Session

Engagement metrics lain yang berkaitan erat dengan pelanggan Anda adalah jumlah halaman situs yang dikunjungi per sesi atau page per session. Maksudnya, metrik ini akan mengukur total jumlah halaman website yang pelanggan lihat sebelum meninggalkan website.

Page per session menjadi indikasi seberapa sukses halaman web Anda dalam mempertahankan fokus dan perhatian pengunjung. Semakin tinggi page per session, maka pelanggan sangat tertarik dan terlibat dengan konten Anda sehingga meningkatkan nilai time on page. Bahkan, ada kemungkinan untuk pelanggan melihat lebih banyak konten di website bisnis.

5. Conversion Rate

Rasio konversi atau conversion rate adalah persentase jumlah pengunjung yang menyelesaikan tindakan yang website Anda inginkan. Contohnya, mengisi formulir, mengunduh penawaran konten lead magnet, mendaftar untuk uji coba atau demo hingga membeli produk atau layanan bisnis. Semakin tinggi conversion rate, maka semakin baik hasilnya untuk perkembangan bisnis.

Karena conversion rate adalah tujuan akhir setiap pemasaran, marketer harus semaksimal mungkin mengoptimalkan tingkat konversi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan (revenue) berdasarkan traffic website yang Anda peroleh saat ini.

Adapun cara mengoptimalkan conversion rate dimulai dengan menganalisis data pelanggan, memperbaiki performa website (landing page dan CTA), memaksimalkan strategi upselling, menerapkan A/B testing, hingga pemasaran ulang dengan menampilkan retargeting ads.

6. Abandonment Rate

Abandonment rate adalah persentase kunjungan yang berkaitan dengan beberapa aktivitas transaksi di situs Anda tetapi pelanggan tidak menyelesaikan transaksi tersebut. Umumnya, metrik ini sering ditemukan sewaktu analisis customer journey pada pemasaran bisnis e-commerce yang mana meliputi perilaku pelanggan (customer behavior) seperti:

  • Tidak menambahkan produk apa pun ke keranjang e-commerce
  • Menambahkan produk ke keranjang tapi meninggalkan proses transaksi saat checkout
  • Menyelesaikan proses checkout produk

Berkebalikan dengan conversion rate, semakin tinggi abandonment rate, maka akan berdampak buruk untuk target bisnis. Abandonment rate yang tinggi sering mengacu pada permasalahan yang ada pada user experience dan fitur desain situs, masalah performa situs, dan pesan atau konten yang tidak jelas (terutama di halaman produk atau halaman check out).

Itulah beberapa engagement metrics yang wajib Anda ukur sebagai patokan melaksanakan srategi digital marketing yang sukses. Pada dasarnya, Anda bisa mendapatkan nilai-nilai metrik di atas menggunakan tools analytics seperti Google Analytics.

Bagi Anda yang masih bingung untuk menganalisis engagement metrics di atas, Anda bisa menggunakan jasa atau layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Selain itu, Anda juga meminta bantuan kepada mereka untuk menerapkan beberapa strategi marketing untuk bisnis Anda. Misalnya, growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing yang akan membuat pertumbuhan perusahaan Anda semakin berkembang pesat.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.