Engineer To Order, Sistem Produksi Sesuai Kebutuhan Konsumen

Engineer To Order, Sistem Produksi Sesuai Kebutuhan Konsumen

Sebelumnya, blog inMarketing telah membahas berbagai jenis sistem produksi yang banyak industri yakini. Seperti assemble to order, make to order, dan make to stock. Selain ketiga sistem tersebut, ada satu macam sistem produksi yang juga banyak industri gunakan sebagai proses bisnisnya, yaitu engineer to order atau juga terkenal dengan istilah design to order.

Apabila bisnis Anda berkecimpung dalam industri produsen atau manufaktur barang atau layanan, Anda harus mengutamakan faktor pemenuhan permintaan konsumen. Percuma saja jika Anda sudah menggunakan strategi marketing paling terbaru dan terbaik tapi tidak didukung dengan sistem produksi barang atau layanan bisnis yang mumpuni.

Itulah mengapa Anda perlu melakukan riset pasar dan memahami niche bisnis agar dapat mempertimbangkan sistem produksi terbaik, salah satunya engineer to order. Mari simak bersama artikel ini yang akan menjelaskan secara lengkap apa itu sistem produksi engineer to order, bagaimana alur kerjanya, hingga praktik terbaiknya.

Apa Itu Engineer To Order?

Engineer to order adalah salah satu jenis proses manufaktur di mana suatu produk akan perusahaan rancang, buat, dan sempurnakan setelah perusahaan menerima pesanan dari konsumen. Produk bersifat tidak siap pakai sehingga harus perusahaan rancang terlebih dahulu dengan tujuan memenuhi spesifikasi sesuai keinginan dan pesanan konsumen.

Dengan kata lain, perusahaan engineer to order tidak memproduksi produk mereka secara massal dan membuat stok dalam jumlah tertentu. Perusahaan ETO (singkatan engineer to order) biasanya menerima pesanan untuk rekayasa, manufaktur, dan perakitan produk yang kompleks dan unik.

Jadi, konsumen akan terlibat dengan tim manufaktur sebagai perwakilan perusahaan selama proses produksi untuk memastikan bahwa setiap spesifikasi pesanannya terpenuhi. Contoh sektor yang menerapkan sistem ETO adalah perusahaan manufaktur bangunan, fasad, mesin, pesawat terbang atau kapal.

Alasan utama menggunakan sistem produksi engineer to order adalah bahwa kebutuhan pengembangan produk seringkali membutuhkan upaya rantai pasokan (supply chain) manufaktur global yang panjang. Suku cadang dan komponen produknya hanya dapat dibuat secara khusus sehingga biaya produksinya mahal.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu menyesuaikan kebutuhan target pasar dengan kondisi internal produksi barang atau layanan perusahaan. Selain itu, model ETO dapat meningkatkan penjualan karena menyesuaikan kebutuhan pasar, meningkatkan kepuasan konsumen, dan margin brand value perusahaan yang berurusan dengan pelanggan yang memiliki kebutuhan customize.

digital marketing agency

Baca Juga:

Alur Kerja Engineer To Order

alur kerja ETO

Jadi, seperti apa alur kerja sistem manufaktur engineer to order? Perlu Anda garis bawahi bahwa alur kerja ETO berbeda dari Make to Stock (MTS).

Sebab, sistem manufaktur ETO memiliki langkah-langkah tambahan yang memerlukan kutipan dan rekayasa ekstensif di sisi penjualan dan sisi desain produk. ETO juga membutuhkan sistem manajemen perubahan yang akurat di seluruh proses produksi. Selain itu, juga memerlukan pemantauan dan persetujuan biaya yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa kondisi produksi di lapangan tetap berada dalam rencana biaya yang telah ditentukan sebelumnya.

Berikut ini adalah langkah-langkah alur kerja dasar dari sistem manufaktur engineer to order.

1. Sales Engineering

Pesanan produksi dengan sistem engineer to order biasanya dimulai dengan proses Request for Quote (RFQ). Di sini, konsumen akan menguraikan struktur dan fungsionalitas serta persyaratan produk jadi yang ia inginkan.

Setelah RFQ diterima, staf penjualan bekerja sama dengan product engineer sekaligus mengoptimalkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penawaran yang memenuhi persyaratan pelanggan sambil memungkinkan perusahaan memenuhi target laba. Anda tak perlu bingung ketika ada sejumlah besar iterasi dalam proses pembuatan produk sampai konfigurasi produk sesuai keinginan konsumen. Lalu pada akhirnya produk tersebut konsumen setujui.

2. Process Planning

Tidak seperti strategi produksi make to stock, sistem manufaktur engineer to order seringkali berbeda pada basis setiap produk. Pasalnya, ada kemungkinan perusahaan memproduksi variasi produk standar dengan elemen yang disesuaikan. Atau mungkin memerlukan metode atau lini produksi baru untuk setiap produk tertentu.

Akibatnya, perencanaan proses harus didefinisikan dengan baik, akurat dan fleksibel untuk memungkinkan produsen tetap mampu memproduksi barang atau layanan seperti biasa dan tetap dalam anggaran biaya. Perencanaan proses akan mencakup dokumentasi desain, pengadaan dan pemesanan suku cadang dan komponen, jadwal produksi termasuk rancangan kebutuhan perkakas besar atau kecil dan biaya terkait.

Baca Juga:

Alur kerja ini juga akan menggabungkan proses manajemen perubahan yang kuat dan terdokumentasi dengan baik dengan persetujuan yang konsumen tentukan dan mekanisme biaya untuk perubahan di sepanjang jalan.

3. Inventory Management

Karena produk ETO seringkali memerlukan komponen khusus yang belum tentu bisa digunakan di produk lain, manajemen inventaris yang akurat adalah penting. Baik untuk mencegah penggunaan suku cadang khusus yang salah dan untuk menjaga proses produksi khusus dan jadwal produksi tetap pada jalurnya, manajemen inventaris yang akurat sangatlah penting untuk perusahaan ETO.

4. Manufacturing

Dalam sistem make to stock, volume tinggi produk dan proses produksi yang konsisten memungkinkan lebih banyak titik data yang memastikan penetapan biaya yang lebih tepat. Selain itu juga membantu pemahaman yang akurat tentang tenaga kerja, pemborosan, efisiensi waktu, dan variabel lainnya.

Dengan produk ETO, kenyataan bahwa setiap produk adalah iterasi baru atau produk yang memperkenalkan kemungkinan variabel produksi yang tidak Anda ketahui. BOM (bill of material) yang akurat dan dinamis, penjadwalan produksi otomatis, serta manajemen tenaga kerja dan toko sangat penting dalam proses manufaktur.

Praktik Terbaik Engineer To Order

Praktik Terbaik Engineer To Order

Di balik produksi engineer to order yang bisa jadi  sangat sulit, sejatinya ada praktik tertentu yang dapat Anda lakukan untuk membuat proses produksi atau manufaktur dapat Anda kelola dengan mudah. Praktik-praktik ini harus Anda bangun ke dalam budaya pabrikan (culture organization) untuk membantu membuat proses manufaktur ETO lebih mudah. Beberapa praktik terbaik ETO adalah sebagai berikut.

1. Membangun Saluran Komunikasi yang Dalam

Karena manufaktur ETO membutuhkan lebih banyak masukan pelanggan daripada dengan strategi make to stock atau make to order, komunikasi dengan pelanggan yang terbuka dan terdokumentasi dengan baik harus Anda buat. Hal ini berlaku dari tahap RFQ hingga produksi dan pengiriman.

Karena kebutuhan proses produksi sering kali melibatkan beberapa iterasi dan perubahan desain selama proses, staf engineer, penjualan, pengadaan, pembelian, dan manufaktur perlu saling berkomunikasi secara teratur.

2. Rekonsiliasi Rekayasa dan Kemampuan Manufaktur

Karena desain produk baru atau karena produksi untuk penggunaan akhir tertentu, desain produk dalam lingkungan ETO bisa sangat inovatif dan kreatif. Sangatlah penting untuk Anda perhatikan bahwa manufaktur dan engineering bekerja sama untuk menyelaraskan kebutuhan rekayasa dengan kemampuan produksi.

Praktik ini dapat Anda lakukan melalui daftar dan pekerjaan standar lainnya yang membantu mempersempit dan menentukan kemampuan bawaan perusahaan.

Penutup

Pada intinya, sistem produksi engineer to order tidak membatasi perusahaan Anda untuk berinovasi. Sebaliknya, strategi ini akan membantu perusahaan Anda sebagai produsen memahami bagaimana produk bisa tercipta sesuai dengan kemampuan dan kapasitas produksinya saat ini.

Selain itu, ETO membantu Anda memahami bagaimana menyusun Bill of Materials (BOM), penetapan biaya, dan fungsi manufaktur penting lainnya secara akurat.

Fokus pada Dokumentasi yang Akurat

Sebagai produk yang unik, manufaktur ETO dapat membawa tanggung jawab tambahan dalam bentuk kebutuhan keselamatan, peraturan, dan variabel lainnya. Dokumentasi bisnis yang akurat dari awal hingga akhir proses sangatlah penting. Misalnya pada penomoran suku cadang, BOM yang akurat, model biaya yang tepat, dan manajemen inventaris yang andal dan real-time.

Menyebarkan Otomatisasi Sistem

Semua keahlian penjualan dan pekerjaan produksi yang terampil tidak banyak berarti jika biaya dan alur kerja tidak dapat Anda kelola. Dan di lingkungan manufaktur global saat ini dengan rantai pasokan dan subkontraktor yang luas, pabrik harus memiliki:

  • Perencanaan Kebutuhan Material (Material Requirement Planning)
  • Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (Enterprise Resource Planning)
  • Atau sistem otomatis untuk mengelola aliran produksi.

Hal ini juga termasuk pada penggunaan tools marketing automation untuk kebutuhan pemasaran produk bisnis. Cukup sulit untuk mengelola lingkungan make to stock atau make to order secara manual tanpa sistematisasi. Tetapi hampir tidak mungkin untuk melakukannya untuk manufaktur engineer to order.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.