Evergreen Content Vs Trending Content, Mana yang Lebih Efektif?

evergreen content trending content

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia content marketing, tentunya istilah evergreen content dan trending content sudah tak asing lagi. Keduanya merupakan jenis konten yang mendukung optimasi website di mesin pencarian (search engine optimization). Namun, dua jenis konten ini memiliki dasar yang berkebalikan satu sama lain.

Jika evergreen cenderung fokus pada penulisan konten yang bersifat timeless alias tak terbatas waktu, maka konten trending justru mengikuti perkembangan tren di kalangan audiens. Konten trending akan menyoroti berita-berita terkini dan bersifat viral.

Maka dari itu, konten trending biasanya dapat meningkatkan traffic website dalam waktu cepat. Sedangkan di sisi lain, konten evergreen lebih cocok untuk membangun traffic organik yang mengalir dari waktu ke waktu. Lantas, manakah yang lebih efektif antara kedua jenis konten ini untuk memaksimalkan SEO website?

Simak ulasan lengkapnya melalui artikel inMarketing berikut ini!

Apa Itu Evergreen Content dan Trending Content?

Mesin pencari atau search engine seperti Google selalu berevolusi supaya user dapat menemukan informasi secara cepat sesuai dengan apa yang mereka inginkan ketika memasukkan keyword. Maka dari itu, agar website Anda bisa tampil di hasil pencarian (SERP), maka Anda perlu membuat konten yang menarik.

Untuk itulah, konten evergreen dan trending menjadi jenis konten yang perlu Anda maksimalkan. Bahkan, kedua konten ini merupakan authoritative content yang dapat meningkatkan ranking website di halaman pencarian. Sebelum mengupas lebih jauh tentang efektivitas evergreen content dan trending content untuk konten marketing, Anda perlu memahami pengertian dari kedua istilah tersebut.

Konten evergreen

Melansir dari Search Engine Journal, konten evergreen adalah konten yang tidak ketinggalan zaman. Artinya, jenis konten ini tidak terbatas pada tahun berapa Anda membuatnya.

Misalnya Anda membuat konten di tahun 2020 yang tetap relevan hingga tahun-tahun berikutnya. Sehingga jenis konten ini akan terus memberikan efek terhadap traffic website Anda. Ini karena konten evergreen akan selalu dicari oleh pembaca di setiap tahunnya.

digital marketing agency

Contohnya, Anda membuat konteng tentang resep masakan tradisional. Konten ini akan terus dicari oleh pembaca tanpa lekang oleh zaman.

Kendati tak terbatas masa, namun Anda harus tetap pandai dalam menyasar keyword agar mendapatkan ranking pertama halaman pencarian Google. Karena akan ada banyak pesaing atau kompetitor yang akan menyasar keyword serupa untuk mendapatkan traffic secara kontinyu.

Baca Juga :

Konten trending

Seperti penjelasan sebelumnya, pada dasarnya konten trending adalah kebalikan dari konten evergreen. Yakni konten yang mengikuti tren atau dibuat ketika peristiwa yang sedang hangat dibicarakan. Sehingga, bisa kita artikan bahwa jenis konten ini sangat mengikuti perkembangan zaman, serta mampu meningkatkan traffic maupun rasio klik dalam waktu singkat.

Oleh sebab itu, Anda wajib mengikuti tren atau selalu update tentang berita-berita terkini. Anda bisa menggunakan tools gratis seperti Google Trends untuk mengetahui update terbaru.

Contohnya adalah tren influencer marketing yang saat ini sedang ramai digandrungi. Dari sana, Anda bisa membuat konten seputar influencer marketing. Misalnya tips menjadi influencer pemula, tips memilih influencer atau KOL yang tepat untuk membantu strategi kampanye pemasaran (marketing campaign), dan lain sebagainya.

Namun, perlu Anda catat bahwa konten trending ini bersifat sementara. Artinya, jenis konten ini hanya relevan dalam waktu terbatas, misalnya dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Konten ini akan kehilangan peminat seiring dengan berlalunya waktu.

Kelebihan dan Kekurangan Evergreen Content Vs Trending Content

kelebihan kekurangan evergreen trending content

Sebelum menentukan efektivitas konten evergreen dan trending untuk performa website, Anda perlu memahami kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut adalah penjelasannya:

1. Kelebihan dan kekurangan konten evergreen

Melansir dari Social Media HQ, konten evergreen memiliki kelebihan untuk dapat membuat website Anda tumbuh. Hal ini karena konten evergreen akan terus memberikan traffic organik yang tidak ada habisnya dan selalu relevan dari waktu ke waktu.

Bukan hanya itu saja, konten evergreen juga dapat membangun kepercayaan (authority) pembaca terhadap website Anda. Sebab, konten evergreen terlihat kredibel dengan detail dan penelitian yang mendalam. Pembaca pun akan mendapatkan informasi lengkap yang mereka cari.

Namun, jenis konten ini juga memiliki kekurangan. Untuk membuat konten yang evergreen, seorang content writer harus melakukan riset dan mencari sumber yang terpercaya agar dapat membangun kredibilitas. Biasanya, hal ini akan menyita waktu yang lebih lama ketimbang membuat konten trending.

Baca Juga :

2. Kelebihan dan kekurangan konten trending

Di sisi lain, kelebihan dari konten trending adalah mampu memberikan jumlah traffic yang besar dalam waktu singkat. Ini karena konten trending memanfaatkan berita atau tren terkini. Pembuatan konten trending pun tidak akan memakan waktu yang lama karena tidak perlu melakukan penelitian mendalam.

Kendati demikian, kekurangan jenis konten ini adalah cenderung cepat basi atau tidak akan mendatangkan traffic lagi dalam jangka waktu tertentu. Misalnya dalam kurun waktu beberapa hari, minggu, bulan, hingga tahunan. Inilah sebabnya, Anda bisa membahayakan traffic jika hanya mengandalkan konten trending.

Setelah memahami pengertian serta kelebihan dan kekurangan dari konten evergreen vs konten trending, lantas manakah yang lebih efektif untuk website Anda?

Jawabannya tergantung kondisi website dan tujuan Anda saat ini. Apabila ingin mendatangkan banyak traffic dalam waktu singkat, maka konten trending adalah pilihan tepat. Sedangkan apabila Anda ingin menumbuhkan traffic organik seiring perkembangan waktu, maka konten evergreen adalah pilihan tepat,

Di sisi lain, jika ingin website lebih berkembang, sebaiknya Anda bisa menggabungkan antara konten evergreen dan konten trending. Caranya adalah dengan mengikuti tren serta mencari keyword yang tepat. Anda bisa langsung menuliskannya sembari memproduksi konten evergreen.

Demikian adalah ulasan singkat mengenai konten evergreen dan trending. Pada dasarnya, pemilihan jenis konten ini tergantung dari target dan tujuan dari website Anda sendiri.

Di sisi lain, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.