Mengenal Experiential Marketing dan Manfaatnya untuk Meningkatkan Brand Loyalty

experiental marketing adalah

Strategi marketing memang banyak sekali jenisnya. Mulai dari digital marketing, social media marketing (Instagram marketing, Facebook marketing, Twitter marketing), hingga email marketing. Namun, ada salah satu jenis teknik marketing yang bisa membuat brand Anda lebih menonjol daripada strategi pemasaran lainnya, yaitu experiential marketing.

Experiential marketing menjadi salah satu strategi pemasaran yang cocok untuk Anda pertimbangkan bila ingin meningkatkan brand awareness, brand loyalty, hingga meningkatkan customer value yang terus terbangun dari waktu ke waktu.

Pasalnya, jenis marketing yang satu ini tidak hanya dilakukan satu arah dari perusahaan ke pelanggan. Lebih dari itu, konsumen bisa merasakan langsung apa yang ditawarkan oleh brand Anda. Hal ini karena menurut Econsultancy ada 48% orang lebih tertarik membeli sebuah produk jika mereka telah mencoba produk tersebut.

Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa Anda bisa menyimpulkan bahwa konsumen menyukai interaksi dengan sebuah produk. Jika merasa cocok, barulah mereka akan membelinya. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan experiential marketing dan menciptakan brand loyalty untuk branding produk Anda.

Lalu, bagaimana cara menerapkannya? Yuk simak ulasan mengenai experiential marketing berikut ini.

Apa Itu Experiential Marketing?

Experiential marketing adalah strategi pemasaran yang dilakukan dengan menciptakan pengalaman untuk konsumen. Strategi ini didasarkan pada sifat dua arah antara brand dan konsumen, di mana konsumen terlibat karena mereka secara aktif berpartisipasi dalam pengalaman yang Anda buat untuk mereka.

Karena keterlibatan konsumen memainkan peranan dalam kesuksesan experiential marketing, maka jenis pemasaran ini juga kerap dikenal dengan sebutan engagement marketing.

Adanya keterlibatan tersebut dapat mengukur seberapa besar pengaruh pengalaman yang dimiliki konsumen terhadap brand Anda. Misalnya views dan likes di media sosial, hingga komentar, berbagi informasi, dan berkomunikasi langsung.

Experiential marketing sendiri dapat diaplikasikan baik secara online maupun offline. Misalnya acara demo produk, workshop, product testing, hingga acara online seperti giveaway.

Strategi ini akan membuat brand Anda lebih melekat dan membekas di hati konsumen karena mereka aktif berinteraksi melalui pengalaman langsung.

Manfaat Experiential Marketing untuk Bisnis

manfaat experiental marketing

Dengan memberikan pengalaman langsung pada konsumen, tentu experieltal marketing akan memberikan banyak manfaat untuk bisnis dan perkembangan brand Anda. Berikut adalah di antaranya :

1. Membangun hubungan erat dengan pelanggan

Seiring dengan perkembangan teknologi, brand dituntut semakin transparan dan bekerja keras untuk menarik perhatian konsumen. Hal ini karena tingginya daya saing bisnis dengan produk yang hampir serupa di pasaran.

Selain itu, di zaman serba digital ini berbagai macam iklan bisa muncul di mana-mana. Mulai dari televisi, radio, website, media sosial, hingga di dalam aplikasi maupun game. Hal ini menyebabkan orang-orang cenderung menganggap iklan sebagai pengganggu. Efeknya, mereka tak merasakan koneksi personal dengan brand yang diiklankan sama sekali.

Maka dari itu, experiential marketing memungkinkan brand melakukan berbagai cara kreatif yang berbeda sehingga Anda dapat benar-benar terhubung dengan konsumen di dunia nyata. Melalui interaksi dan pengalaman secara nyata, hubungan konsumen dengan brand Anda pun akan terjalin.

Hasilnya, kegiatan promosi yang Anda lakukan akan lebih efektif karena membekas di hati dan pikiran konsumen.

Baca Juga :

2. Meningkatkan Loyalitas Konsumen

Experiential marketing menawarkan kesempatan pada konsumen untuk terhubung dengan brand Anda pada tingkat yang lebih personal daripada metode pemasaran tradisional.

Apa yang terjadi kalau Anda berhasil membangun koneksi personal dengan konsumen? Tentunya mereka akan setia dengan brand Anda.

Konsumen yang setia pada brand (brand loyalty) adalah aset berharga untuk semua bisnis. Pasalnya, konsumen yang setia bisa membawa berbagai keuntungan bagi bisnis Anda ke depannya. Seperti selalu membeli produk dari Anda tanpa pikir panjang dan sukarela merekomendasikannya pada orang lain.

3. Mendapatkan data-data mengenai konsumen untuk strategi bisnis

Strategi pemasaran experielntal marketing ini juga memungkinkan Anda untuk dapat mengumpulkan data-data penting mengenai konsumen.

Data yang bisa Anda kumpulkan berupa data konsumen yang berpartisipasi dalam strategi marketing Anda. Data ini akan sangat berguna sebagai acuan dalam meningkatkan strategi bisnis ke depannya.

4. Meningkatkan dampak positif word-of-mouth

Experiential marketing bukan karena bertujuan untuk membangun hubungan dengan konsumen, namun juga untuk menjaring pelanggan baru.

Konsumen yang benar-benar puas di dalam event experiential marketing akan dengan sukarela memberikan testimoni dan membagikan pengalamannya tersebut dengan orang lain. Tentu kekuatan word-of-mouth ini akan sangat bermanfaat bagi brand Anda.

Apalagi, sebuah riset menunjukkan bahwa rekomendasi word-of-mouth dapat mendorong 20 hingga 50 % semua keputusan pembelian, di mana rekomendasi word-of-mouth dari experiential marketing mencakup 50 hingga 80% dari semua rekomendasi tersebut.

5. Meningkatkan brand awareness

Salah satu tujuan utama strategi marketing adalah untuk meningkatkan brand awareness.

Jika brand awareness meningkat, maka akan ada lebih besar pula kesempatan untuk dapat mengkonversi lebih banyak calon pelanggan menjadi pelanggan potensial. Efeknya, profit akan meningkat karena banyaknya pembeli baru yang datang dari promosi konsumen setia Anda.

Baca Juga :

Jenis Experiential Marketing

jenis experiental marketing

Berikut ini adalah beberapa jenis experiential marketing yang bisa Anda coba :

1. Pameran Produk

Pameran produk ini berhasil membantu 65% konsumen untuk memahami produk dengan lebih baik daripada iklan biasa. Anda bisa melakukan pameran produk ini dengan dua cara, yaitu menggelar event khusus atau sekedar menaruh produk baru Anda di toko.

2. Workshop

Seminar atau workshop itu tak hanya bermanfaat untuk membangun koneksi, tapi juga mengedukasi konsumen Anda di saat yang sama. Jenis experiential marketing ini menjadi salah satu yang paling populer. Apalagi bisa dilakukan baik secara offline maupun online.

3. Event

Mengadakan event seperti konser, festival, bazaar, dan lain sebagainya tentunya akan sangat menguntungkan. Karena melalui event seperti ini, konsumen biasanya akan jauh lebih merasakan pengalaman personal. Semakin unik dan kreatif event Anda, maka akan semakin melekat pula di hati konsumen.

4. Pengalaman Imersif

Pengalaman imersif adalah mengajak konsumen untuk benar-benar masuk dan merasakan dunia dari produk Anda melalui kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Anda bisa memanfaatkan teknologi canggih seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR). Namun, Jenis experiential marketing ini masih sangat jarang karena menggunakan teknologi yang cukup canggih, sehingga membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Tips Menerapkan Experiential Marketing di Bisnis Anda

tips experiental marketing

Setelah Anda memahami manfaat dan jenis experiential marketing, berikut adalah tips yang bisa Anda terapkan untuk melakukan strategi pemasaran ini :

1. Tentukan tujuan yang jelas

Menentukan tujuan yang jelas menjadi hal utama yang harus Anda lakukan.

Dengan tujuan yang jelas, maka Anda bisa lebih fokus dan mempermudah membuat konsep experiential marketing, serta membantu Anda memahami apa yang sebenarnya ingin Anda capai melalui strategi ini.

Beberapa contoh tujuan experiential marketing adalah:

  • Memperluas brand awareness
  • Mendapatkan leads
  • Mengenalkan produk baru
  • Mempromosikan layanan atau produk tertentu

Baca Juga :

2. Harus otentik

Tujuan utama experiential marketing adalah untuk membangun koneksi personal dengan konsumen Anda. Jadi, strategi ini harus otentik alias wajib mencerminkan identitas brand Anda.

Fokuslah pada apa yang membuat brand Anda unik daripada kompetitor sejenis. Jangan lupa tunjukkan keunggulan brand Anda agar konsumen lebih tertarik untuk mencobanya secara langsung.

3. Follow up konsumen

Jagan pernah menilai bahwa experiential marketing akan selesai setelah Anda menggelar event atau pameran produk. Justru strategi ini harus berjalan terus karena Anda harus menjaga momentum dengan tetap berkomunikasi dengan konsumen.

Maka dari itu, Anda harus mem-follow up konsumen. Anda bisa menerapkan email marketing, hingga menghubungi lewat media sosial setelah event selesai. Jangan lupa singgung kembali cerita atau pesan-pesan yang Anda sampaikan sebelumnya.

Dengan begitu, konsumen akan terus mengingat brand Anda.

4. Jangan lupa minta feedback

Experiential marketing merupakan waktu yang tepat bagi Anda untuk mendapatkan feedback dari konsumen.

Anda bisa minta feedback terkait bagaimana konsumen melihat brand Anda, apa yang konsumen sukai dari event tersebut, dan lain sebagainya. Kemudian cari tahu apa yang perlu Anda ubah sehingga konsumen akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik.

Anda juga harus bisa memberikan penawaran yang terbaik sehingga konsumen merasa bahwa Anda mempedulikan kepuasan mereka.

5. Lakukan perbaikan

Bagaimana Anda tahu kalau experiential marketing itu sukses atau gagal? Tentu saja dengan mengukurnya.

Mengukur pengalaman konsumen bisa membantu Anda untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki, apa yang perlu ditingkatkan, hingga merencanakan strategi pemasaran selanjutnya. Metrik pengukuran ini berbeda-beda, tergantung tujuan Anda.

Itulah ulasan mengenai experiential marketing beserta penerapannya. Semoga dapat membantu Anda menerapkan strategi marketing yang lebih baik untuk bisnis Anda.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.