Cara Membuat Financial Modeling yang Baik dan Benar

financial modelling adalah

Anda ingin bekerja di bidang keuangan? Maka Anda harus memiliki skill financial modeling. Karena saat ini banyak perusahaan mencari pekerja yang memiliki skill tersebut.

Karena kemampuan ini sangat bermanfaat untuk mengatur data keuangan perusahaan. Baik di periode sebelumnya maupun di masa mendatang. 

Tak heran jika banyak perusahaan yang membutuhkan financial modeling yang tepat agar data keuangannya tergambar jelas. Bagi yang ingin mengetahui hal seputar hal ini, berikut ulasan lengkapnya. 

Mengenal Financial Modeling

Pada dasarnya, financial modeling merupakan proses pembuatan ringkasan dari seluruh transaksi perusahaan, yaitu pemasukan dan pengeluaran. Kita bisa membuat spreadsheet untuk menghitungnya.

Isi di dalam spreadsheet biasanya cukup detail sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga perusahaan jadi lebih mudah meninjau performanya. Selain itu, dalam mengambil keputusan finansial di masa depan pun lebih bijak. 

Di dalam model keuangan ini, Anda akan menemukan berbagai prediksi keuangan di masa depan. Anda dapat menggunakan variabel ekonomi dan bisnis untuk model ini.

Setelah kita membuat Spreadsheet, Financial Analyst nantinya akan memeriksanya. Financial Analyst akan memeriksa nilai saham, profit sharing, keputusan perusahaan dan yang lainnya. Karena itu, financial model ini membutuhkan sebuah keahlian.

Jadi Anda diharuskan dapat melakukan analisis disetiap masalah finansial yang dialami perusahaan. Setelah itu , mengatasinya jadi lebih fleksibel, terukur, dan komprehensif. 

Tujuan Financial Modeling

Melalui penjelasan di atas, pada dasarnya financial modeling menggambarkan kinerja perusahaan. Terutama untuk di masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Kita harus menggabungkan data tersebut untuk dibuat estimasi seperti sebuah skenario.

Adapun tujuannya adalah untuk menemukan solusi dari berbagai kejadian soal keuangan. Terutama bagaimana prediksi keadaannya pada perusahaan di masa mendatang (forecast bisnis). 

Dengan demikian, perusahaan bisa melakukan transaksi keuangan sesuai dengan prediksi dari analis keuangan tersebut. Pada dasarnya, hasilnya memang tidak sama 100% dengan tindakan real di lapangan. 

Kita dapat financial model ini untuk dijadikan gambaran agar perusahaan tidak merugi atau salah langkah.

Pihak yang Menjalankan Financial Modeling

Percaya atau tidak, sebenarnya siapa saja bisa belajar untuk membuat model finansial ini. Corporate Finance Institute (CFI) menjelaskan pihak yang terlibat dalam financial modeling. Pihak-pihak yang menjalankan financial modeling adalah sebagai berikut:

  • Akuntan
  • Financial analyst
  • Corporate development
  • Investment banking
  • Dan lain sebagainya

Tidak hanya itu, organisasi tersebut juga menggambarkan proses pembuatan spreadsheet berisi sekumpulan data ini. Dalam proses pembuatan fincial modeling, Kita harus memiliki pekerja dengan kemampuan atau skill yang baik. Usahakan mereka sudah memiliki pengalaman dan sering melakukan latihan yang konsisten.

Mengingat proses pembuatan model finansial memang tidak boleh asal, melainkan harus valid dengan data. Karena itu, bisnis yang kita kelola harus mempertimbangkan banyak hal sebelum membuat financial modeling.

Baca Juga :

Fungsi Financial Modeling

Kita membutuhkan financial modeling fungsi utamanya adalah untuk mendapatkan gambaran tentang performa keuangan bisnis. Gambaran keuangan perusahaan dapat dilihat dari masa lalu, masa sekarang dan masa depan.

Alasannya adalah model keuangan ini bisa menjadi solusi untuk setiap kejadian keuangan yang menimpa perusahaan. Dengan demikian, perusahaan bisa mengambil langkah lebih cepat sesuai rencana bisnis di masa mendatang. 

Berikut adalah beberapa fungsi financial modeling untuk bisnis atau perusahaan.

1. Sebagai Metode Perencanaan

Dengan melakukan financial modeling, Anda juga bisa menjadikannya sebagai salah satu metode perencanaan keuangan di masa depan.

Secara tidak langsung, hal ini bisa Anda gunakan untuk strategi business development kedepannya. 

Anda dapat menemukan esensi mengapa proses penyusunan asumsi harus dilakukan secara lengkap. Salah satu alasannya adalah agar model keuangan ini menjadi pedoman utama perusahaan sebelum mengambil langkah berikutnya. 

2. Membuat Performa Tim yang Lebih Baik

Salah satu cara untuk mengetahui efektivitas kinerja sebuah tim adalah dengan menjadikannya bahan perhitungan. Contohnya ketika kita menemui adanya ketidakseimbangan antara arus kas proyeksi dengan arus kas berjalan. 

Contoh mudahnya adalah ketika pengeluaran perusahaan ternyata melebihi pemasukan. Bisa juga ketika pengelolaan dana investasi ternyata tidak terkendali. 

Kita dapat menyimpulkan bahwa model keuangan ini dapat memperlihatkan kinerja tim keuangan. Sehingga Anda dapat melakukan perbaikan dalam etos dan kompetensi sumber daya perusahaan.

3. Media Analisis Risiko

Kita juga bisa mendapatkan penilaian risiko ketika menggunakan financial modeling.

Pada dasarnya, pengukuran yang kita lakukan hanya memanfaatkan satu analisa sensitivitas saja. Sedangkan tim keuangan secara teknis akan mengukur kegiatan operasional tergantung dari parameternya. 

4. Sebagai Salah Satu Cara Mengambil Keputusan

Komponen  yang lengkap dari model keuangan bisa memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan. Anda bisa mengasumsikannya berdasarkan peran besar dari kondisi operasional, finansial, dan lain sebagainya. 

Baca Juga :

Bagaimana Cara Berlatih Membuat Financial Modeling?

cara membuat financial modelling

Setelah mengetahui pengertian dan tujuannya, kini Anda bisa mencari tahu tentang bagaimana cara berlatih membuat model finansial.  Pada dasarnya, kita dapat berlatih membuat financial modeling hanya melalui histori keuangan perusahaan.

Melalui contoh tersebut, Anda bisa membuat analisisnya dan memperkirakan kondisinya di masa depan. Adapun aspek yang harus diperhatikan, yaitu aspek ekonomi dan bisnis. 

Dengan demikian, Anda bisa menyimpulkan sendiri apakah kumpulan data keuangan tersebut sudah cukup baik atau belum. Mengingat sebenarnya pengguna bisa memperbaikinya agar datanya valid.

Cara Membuat Financial Modeling yang Baik dan Benar

Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika menjalankan financial modeling. Anda harus mengerti ketentuan yang sudah baku sebelum mendatanya. Berikut ini merupakan cara-cara yang bisa dilakukan untuk membuat financial modeling yang baik dan benar.

1. Memahami Model Keuangan yang Dibuat

Strategi ini tentu harus dipahami ketika Anda berencana membuat model keuangan. Pastikan pembuatnya benar-benar mengetahui model keuangan yang ingin dirancang. Sebaiknya memulai dengan konsep yang sederhana terlebih dahulu. 

Jangan terlalu neko-neko untuk model finansial pertama Anda. Hal yang terpenting adalah memahami data apa saja yang dibutuhkan, kegunaannya, dan siapa yang akan membacanya. 

2. Memastikan Modelnya Terstruktur

Jika sudah memahami model keuangan seperti apa yang hendak dibuat, maka selanjutnya membuat model dengan struktur yang jelas. 

Sebaiknya bagi model ke dalam tiga bagian utama, yaitu input, perhitungan (model finansial yang dibuat), dan output. Dengan demikian, model  keuangan yang dibuat akan lebih mudah dipahami. Sekalipun membutuhkan perubahan, Anda tidak perlu kerepotan mencarinya. 

3. Membuat Model Finansial yang Detail

Strategi berikutnya dalam membuat financial modeling adalah membuat model yang mendetail dan jelas. Jadi, pembuat model keuangan tidak perlu terburu-buru dalam mengumpulkan data. Pastikan semua data tercantum sehingga Anda bisa menampilkan hasil terbaik. 

Mengetahui hal seputar financial modeling memang penting dilakukan. Anda jadi bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan tidak hanya secara real time. Namun juga saat di masa lalu dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang. 

Tidak hanya itu, model keuangan ini juga bisa menggambarkan kinerja sebuah divisi dan produktivitas perusahaan.

Baca Juga :