Fungsi dan Contoh Culture Organization Pada Bisnis

Pernah Anda mendengar sistem perekrutan kerja di Facebook, bahwa calon karyawannya tidak harus memiliki gelar, asalkan capable di suatu bidang? Atau bagaimana Adobe membiarkan karyawannya mendapatkan hak paten atas penemuannya masing-masing? Ini adalah salah satu culture organization yang dikenal masyarakat karena kepositifan dan keunikannya.

Salah satu kunci supaya sebuah perusahaan bisa sukses adalah memiliki culture organization yang kuat dan positif. Jika direncanakan, ditetapkan, dan dijalankan dengan baik, hal ini bisa menjadi self-branding dari perusahaan tersebut, sehingga menghasilkan kepercayaan dan respect dari publik.

Seperti apa culture organization itu? Apa manfaat dan contohnya pada bisnis?

Apa itu Culture Organization?

Culture organization atau budaya organisasi merupakan nilai, karakteristik, dan pedoman yang ada pada setiap organisasi, baik organisasi besar seperti perusahaan, maupun non-profit organization.

Pada perusahaan atau organisasi yang memiliki budaya kuat, hal ini otomatis akan mendefinisikan bagaimana karyawan, manager, dan semua stakeholder-nya berperilaku dan merespon sesuatu. Karena pada setiap bisnis, situasi dan kondisinya sangat bervariasi, maka culture organization antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, juga berbeda.

Dampak Culture Organization Pada Brand

Merek dan budaya suatu perusahaan mencerminkan satu dengan lainnya, dalam suatu sistem yang saling berhubungan. Sementara sebuah merek dapat didefinisikan sebagai manifestasi luar dari DNA perusahaan, budaya adalah tempat di mana merek Anda lahir.

Culture organzation bisa menentukan apakah suatu merek dipersepsikan dengan baik oleh karyawan dan pelanggan. Sebab, budaya Anda memengaruhi keputusan manajemen dan semua fungsi bisnis, mulai dari produksi, ketenagakerjaan, periklanan hingga akuntansi.

Baca juga :

digital marketing agency

1. Dampak Culture Organization Pada Karyawan

Karyawan yang puas adalah hasil langsung dari budaya yang kuat dan merupakan penentu signifikan apakah bisnis akan berhasil atau tidak. Karyawan adalah aset bisnis yang paling penting. Culture organization yang hebat mengarah pada tim yang berenergi tinggi dan termotivasi, yang bersedia menawarkan layanan hebat.

Mengapa? Sebab mereka mencintai dan percaya pada bisnis ini. Budaya perusahaan yang baik bermanfaat membuat karyawannya memahami bisnis dan terhubung dengannya, karena hal inilah yang menjadi pedoman dalam setiap tindakan mereka, sesuai dengan nilai-nilai perusahaan yang ditetapkan.

2. Dampak Culture Organization Pada Customer

Budaya bisnis akan mempengaruhi karyawan yang berinteraksi secara langsung dengan pelanggan. Ketika memiliki budaya yang hebat, suatu perusahaan akan memiliki jaminan bahwa setiap karyawannya akan siap untuk menanggapi pelanggan. Sebab, mereka sudah paham bagaimana menggambarkan citra perusahaan di depan publik.

Budaya bisnis yang dirancang dengan baik akan memastikan bahwa staf “dipersenjatai penuh” dalam menyediakan layanan kepada pelanggan, dengan kepekaan interpersonal yang baik. Kualitas perlakuan interpersonal yang dimiliki karyawan akan berdampak besar pada tingkat kepuasan pelanggan.

3. Dampak Culture Organization Pada Brand dan Bisnis

Culture pada bisnis akan menunjukkan kepada publik secara intrinsik bahwa perusahaan Anda otentik dan berkomitmen untuk kepuasan pelanggan serta karyawannya. Budaya perusahaan yang kuat membantu karyawan menciptakan rasa memiliki.

Terutama ketika budaya tersebut menyediakan lingkungan kerja yang baik, di mana mereka bisa bekerja keras dengan nyaman, memenuhi target, berhubungan dengan pelanggan dan mengembangkan diri mereka secara profesional dan pribadi. Secara tidak langsung, branding perusaahaan adalah dari budaya organisasi yang dimilikinya.

Publik akan menilai, mengingat, dan jika culture organization Anda positif, bahkan bisa  menumbuhkan kepercayaan dan loyalty, satu dari level brand awareness yang tertinggi.

Contoh Culture Organization yang Menginspirasi

Salah satu ciri perusahaan yang mengusung culture organization positif dan baik adalah ketika tingkat kepuasan karyawannya tinggi dan tidak sering “keluar – masuk”, sebab lingkungan kerjanya bagus untuk pengembangan diri.

Supaya lebih paham, Anda bisa mempelajari beberapa budaya organisasi dari perusahaan-perusahaan berikut, yang sangat inspirasional.

1. Google

Sudah sejak lama perusahaan teknologi raksasa ini populer di mata publik karena lingkungan kerjanya yang anti mainstream.

Jam kerja yang fleksibel, fasilitas yang membuat karyawan nyaman seperti makanan dan snack gratis, ruang pijat, gym, ruang game, daycare bagi anak-anak karyawan, hingga sistem kerja yang bersahabat, membuat banyak karyawannya makin produktif dan kreatif.

Hal ini membuat para karyawannya betah dan menghasilkan inovasi dan pemikiran-pemikiran yang out of the box pula. Secara tidak langsung, Google membuat strategi branding unik bagi mereknya. Publik mengingat perusahaan ini sebagai gudangnya kreatifivitas, inovasi, sekaligus kenyamanan dan kesejahteraan.

Baca juga :

2. Adobe

Pada bulan September lalu, Forbes menganugerahi Adobe penghargaan “Perusahaan Terbaik Amerika”, untuk kategori pendekatan bisnis yang berpusat pada manusia. Tidak mengherankan, sebab sejak awal perusahaan ini selalu mengambil pendekatan berbasis manusia untuk bisnisnya.

Misalnya saja dengan budayanya yang berkomitmen untuk membuat karyawan merasa bahagia, dihargai, dan nyaman, sehingga mereka selalu bersemangat ke tempat kerja. Selain fasiltas seperti diskon keanggotaan gym, cuti panjang dan tunjangannya, subsidi transportasi, karyawan juga sangat dihargai kreativitasi dan inovasinya.

Terbukti mereka akan menerima paten atas ide-ide mereka serta mendapatkan bonus atas kreasi tersebut. Adobe mengumumkan bahwa budaya yang mereka kampanyekan adalah “Adobe For All” di mana karyawan harus merasa dihargai dan dilibatkan, supaya mereka bisa lebih kreatif, inovatif, dan sukses. 

3. Zoom

Perusahaan teknologi yang menyediakan platform untuk konferensi video dan audio, kolaborasi, obrolan, dan webinar ini melesat cepat menjadi salah satu raksasa bisnis yang paling banyak diminati orang untuk bekerja. Apa sebabnya? Culture organization Zoom yang berfokus pada people atau sumber daya manusia.

Perusahaan ini memiliki reputasi atas kepeduliannya yang tinggi kepada para karyawannya. Contohnya saja, Zoom mendorong karyawan untuk membawa orang yang mereka cintai ke tempat kerja. Hal ini memungkinkan rekan satu tim dan koleganya dapat bertemu dengan orang-orang di balik layar kehidupan kerja mereka dan untuk siapa mereka bekerja.

Zoom menjadi berita utama karena kemurahan hatinya selama masa krisis COVID-19, di mana mereka mengumumkan lisensi gratis Zoom untuk pendidik K-12. Mereka berpikiran maju dan menghargai komunitas di saat yang tepat. Inilah yang membuat strategi branding Zoom kuat, karena budayanya yang memanusiakan manusia.

4. Spotify

Spotify, penyedia layanan streaming musik dan podcast terbesar ini mengusung culture organization yang cukup unik. Perusahaan ini mendorong karyawannya untuk terus bereksperimen dengan menoleransi kesalahan dengan cara test and learn, yang sangat menginspirasi. 

Pegawai yang bebas melakukan eksperimen, ternyata berkontribusi besar pada seberapa besar pertumbuhan dan nilai Spotify saat ini. Para pemimpin dan manajer Spotify mendorong keterbukaan dan kepercayaan karyawan, sebagian melalui pendekatan partisipatif.

Misalnya, banyak manajer dan pemimpin perusahaan yang turun dan terlibat dalam tim kerja sementara atau permanen, tergantung pada kebutuhannya. Karakteristik budaya perusahaan ini merupakan faktor yang menarik talenta berkualitas tinggi untuk bekerja sebagai bagian dari SDM Spotify.

5. Twitter

Twitter adalah salah satu perusahaan teknologi global terbesar di dunia yang tahu bagaimana membuat karyawan bahagia. Para pekerjanya termasuk aktif menyuarakan betapa budaya perusahaan mereka paling keren di dunia.

Misalnya rekan kerja yang hangat dan bersahabat, rapat di mana saja, termasuk atap, dialog terbuka dengan para eksekutif, makanan gratis, gym di tempat kerja, adalah beberapa hal favorit para karyawan tentang Twitter.

Karyawan Twitter juga cenderung betah bekerja karena lingkungan kerja yang santai, berbasis pembelajaran, dan ramah.

Itulah pengertian mengenai culture organization, dampaknya pada brand, serta contohnya. Kebanyakan perusahaan besar yang culture organization-nya berfokus pada kenyamanan dan kebahagaiaan karyawan, cenderung menghasilkan karyawan yang kreatif dan inovatif. Hasilnya, branding dan penjualan berjalan beriringan. Jadi, sudahkah Anda terinspirasi?

Baca juga :

 

 

 

 

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.