Fungsi Key Performance Indicator Bagi Perusahaan dan Karyawan

Key Performance Indicator atau KPI adalah suatu metrik yang digunakan untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan suatu bisnis. Fungsi key performance indicator adalah memungkinkan pemilik dan manajer untuk mendapatkan gambaran umum tentang kinerja tiap departemen, bahkan kemajuan individu dan tim pada waktu tertentu.

KPI juga memiliki tujuan yang lebih besar. Yaitu menetapkan standar keberhasilan suatu tujuan bisnis tertentu. Pengukuran KPI dilakukan secara periodik, baik harian, mingguan maupun bulanan. Namun, key performance indicator tidak selalu mengukur kinerja bisnis secara keseluruhan.

Perusahaan yang lebih besar mungkin memiliki beberapa KPI untuk setiap departemen, termasuk di dalamnya ada KPI karyawan.

Apa Fungsi KPI?

Secara umum, fungsi KPI perusahaan adalah memudahkan stakeholder untuk mengukur kinerja tim maupun individual serta dampaknya pada perusahaan. Termasuk memberikan evaluasi pada perusahaan itu sendiri. Sebaliknya, KPI juga bisa dianggap sebegai olak ukur kualitas bisnis perusahaan tersebut.

Ini sebabnya, KPI setiap perusahaan bisa berbeda satu sama lain, sebab disesuaikan juga dengan culture organization yang ada. KPI karyawan bank dan KPI karyawan restoran jelas tidak sama, karena tujuan dan sifat bisnisnya saja berbeda. Secara umum, fungsi key performance indicator adalah sebagai berikut:

  1. Mempermudah bagian personalia (HRD) untuk mengevaluasi kinerja karyawan, serta dampaknya terhadap perusahaan.
  2. Memudahkan karyawan untuk memetakan ekspektasi perusahaan terhadapnya.
  3. Memberikan acuan kepada karyawan untuk mengatur kinerja dan target pribadinya, supaya selaras dengan goal perusahaan.
  4. Menjadikan parameter bagi perusahaan dan manajemen untuk membuat system reward and punishment yang sesuai dan objektif.
  5. Menurunkan risiko terjadinya penilaian yang berfifat subjektif dari atasan ke bawahan,
  6. Atmosfer lingkungan bekerja bisa lebih sehat, sehingga mendorong pertumbuhan produktivitas karyawan.

Baca juga :

Penggunaan KPI

KPI mengukur tujuan bisnis terhadap data aktual dan terukur selama periode tertentu. Secara umum, perusahaan menggunakan indikator kinerja ini di berbagai departemen dengan tujuan yang lebih spesifik. Misalnya KPI marketing, dimana akan dipakai perusahaan untuk mengukur kemajuan bisnisnya, selain juga menunjukkan performa dari tim sales-nya.

KPI bisa sangat powerful sekaligus serbaguna. Mulai dari mengukur keuangan Anda, mengevaluasi produktivitas karyawan hingga status pekerjaan yang sedang berjalan. KPI merupakan panduan untuk membantu Anda mencapai kesuksesan bisnis. Bergantung pada apa yang ingin Anda capai dalam bisnis Anda, indikator kinerja utama Anda dapat berubah berdasarkan tujuan, proyek, dan garis waktu.

Meski setiap bisnis sifatnya unik dan berbeda satu sama lain, namun contoh KPI perusahaan secara umum adalah sebagai berikut.

  • Aktivitas Tunai
  • Jalur Kredit
  • Piutang usaha
  • Akun hutang
  • Penggajian Perusahaan
  • Operasional
  • Bid Tracking
  • Status Penyelesaian Pekerjaan
  • Penjadwalan
  • Produktivitas tenaga kerja

Indikator yang disebutkan di atas terlacak pada sebagian besar bisnis. Tujuan dan fungsi key performance indicator dapat bervariasi berdasarkan goals yang masing-masing bisnis. Sementara sebagian perushaaan lainnya akan menggunakan KPI untuk mengukur operasi harian, laporan cepat yang dapat memantau proyek, risiko, serta perilaku karyawan.

Menyusun KPI yang Bagus

Dengan menggunakan kerangka berikut, Anda bisa membuat KPI yang bagus dan berkualitas.

  1. Spesifik

KPI harus berupa deskripsi yang terperinci, sederhana, dan jelas tentang apa yang sebenarnya ingin Anda capai.

Baca juga :

  1. Dapat Diukur

Seperti yang ditunjukkan dalam contoh di atas, KPI harus dapat diukur menggunakan presentase atau angka untuk menetapkan definisi suatu keberhasilan.

  1. Dapat Dicapai

Membuat KPI yang reachable akan sangat membantu menetapkan harapan yang realistis dengan pemangku kepentingan dan kepemimpinan perusahaan.

  1. Relevan

KPI Anda harus membantu memajukan tujuan bisnis utama yang lebih besar dari tim di atas Anda. Semua KPI harus selaras dengan tujuan bisnis utama yang lebih besar.

  1. Terikat Waktu

Pilih durasi waktu yang ambisius namun realistis di mana Anda akan mengukur kemajuan Anda menuju KPI. Misalnya, Anda mungkin memutuskan ingin mencapai jumlah penjualan tertentu pada akhir kuartal, bulan, atau tahun kalender.

  1. Evaluasi

Mengevaluasi KPI Anda secara teratur adalah cara yang bagus untuk memastikan Anda masih bekerja menuju tujuan yang tepat. Apakah KPI saya masih relevan? Apakah saya memiliki anggaran, alat, bakat, dan dukungan yang tepat? Setelah periode KPI ini selesai, pengukuran apa lagi selanjutnya?

  1. Evaluasi Ulang/Sesuaikan Ulang

Pertimbangkan untuk mengevaluasi kembali KPI Anda pada periode tertentu. Luangkan waktu ini untuk menentukan apakah perlu membuat perubahan pada KPI Anda agar selalu mutakhir, relevan, dan sejalan dengan tujuan perusahaan

Itulah penjelasan mengenai fungsi key performnace indicator (KPI), baik untuk karyawan, tim, HRD, maupun perusahaan secara umum. Semoga bermanfaat!

Baca juga :