Cara Menerapkan Strategi Go to Market (GTM)

strategi go to market (GTM) adalah

Jika ingin meluncurkan produk (product launch) ke pasaran dengan sukses, perusahaan anda harus menerapkan strategi Go to Market (GTM). Tujuannya agar produk kita hasilkan dapat diterima oleh konsumen. Sehingga semua waktu dan energi yang Anda habiskan untuk menciptakan produk tersebut tidak sia-sia.

Karena itu Anda harus membuat perencanaan yang matang dapat menentukan target konsumen. Anda juga membutuhkan waktu tepat untuk mengenalkan produk baru ke pasaran.

Strategi tersebut dapat Anda terapkan dengan menjalankan Strategi Go to Market (GTM).

Apa itu Strategi Go to Market (GTM)

Strategi Go to Market (GTM) merupakan cara yang digunakan suatu perusahaan untuk melempar produk barunya ke pasaran. Tentu setiap produk akan memiliki jenis strategi pemasaran yang berbeda.

Strategi Go to Market ini memang sangat berkaitan dengan proses pemasaran suatu produk. Dibutuhkan strategi yang tepat agar produk Anda perkenalkan ke pasar bisa memperoleh respon yang positif dari masyarakat.

Caranya adalah dengan menentukan terlebih dahulu target pasar, membuat rencana pemasaran, dan juga menentukan strategi pemasaran. Selain itu, anda juga harus mampu menemukan masalah apa yang sedang dihadapi audience.

Saat Anda bisa mengidentifikasi masalah, anda bisa mempromosikan produk anda sebagai solusi dari permasalahan mereka.

Eksekusi pemasaran produk memang sangat penting. Namun, tanpa didukung dengan strategi promosi yang tepat, mungkin hasil yang Anda dapatkan jauh dari ekspektasi. Inilah pentingnya Go to Market strategy dalam menjalankan sebuah bisnis.

Pentingnya Strategi Go to Market

Dengan melakukan perencanaan strategi yang matang sebelum memasarkan suatu produk, perusahaan anda akan bisa menghemat anggaran lebih banyak.

Produk yang anda hasilkan juga akan lebih terkonsep karena memang anda telah memikirkan tentang pangsa pasar serta apa yang konsumen butuhkan. Anda tidak perlu lagi menghabiskan tenaga dan waktu untuk tahap brand awareness atau mengenalkan produk.

Memang Go to Market Strategy tidak bisa 100% menjamin keberhasilan suatu produk. Namun, dengan menerapkan strategi ini, anda bisa meminimalisir kesalahan dalam peluncuran suatu produk. Selain itu, anda juga bisa menemukan target pasar yang sesuai dengan produk anda.

Elemen Strategi Go to Market (GTM)

Go to Market strategy ini memiliki beberapa komponen di dalamnya. Setiap elemen ini tentu memiliki peran dan fungsi masing-masing. Berikut adalah ulasan tentang komponen dari Go to Market Strategy.

Product Market Fit

Anda harus memahami apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan begitu, Anda bisa menciptakan produk yang berguna dan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi target pasar, sekaligus membangun brand authority.

Secanggih apapun produk yang anda hasilkan namun jika produk tersebut tidak bisa menyelesaikan masalah maka hasilnya adalah sia-sia. Artinya produk yang anda luncurkan tidak akan laku di pasaran.

Baca Juga :

Target Pasar atau Audience

Anda juga harus mencari tahu audience yang sedang mengalami masalah dan bisa terselesaikan dengan produk yang anda buat. Selain itu, anda juga harus bisa mengidentifikasi berapa jumlah uang yang mereka mampu bayarkan untuk membeli produk anda. Anda bisa melakukannya dengan melakukan riset pasar terlebih dahulu, kemudian melakukan STP marketing (segmentation, positioning, dan targeting) untuk menemukan target audience.

Kompetisi

Anda juga harus mengidentifikasi apakah ada kompetitor yang menawarkan produk yang sama dengan yang anda miliki. Adanya kompetitor ini justru bisa menjadi tanda yang baik karena berarti produk anda bisa menjadi solusi.

Selain itu, adanya kompetitor juga membuktikan bahwa produk yang anda ciptakan memang memiliki pangsa pasar. Maka dari itu, Anda bisa menerapkan strategi competitive analysis untuk analisis kompetitor.

Distribusi

Untuk memilih metode distribusi atau pemasaran, anda harus mempertimbangkan jenis produk. Selain itu, pilihlah metode distribusi yang memudahkan pembeli untuk menjangkau produk anda.

Cara Menerapkan Strategi Go to Market (GTM)

cara menerapkan GTM

Agar bisa mengimplementasikan Go to Market (GTM) Strategy, anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini.

Cari tahu persona konsumen

Pertama-tama anda harus mencari tahu bagaimana persona konsumen. Caranya, anda harus bisa mengidentifikasi peran calon konsumen tersebut dalam proses pembelian produk. Berikut adalah poin-poin tentang peranan konsumen.

  • Inisiator: orang yang mulai tertarik untuk melakukan proses pembelian.
  • Pengguna: orang yang sudah sering melakukan pembelian dan setia menggunakan produk anda.
  • Influencer: orang yang bisa memberikan pengaruh ke orang lain untuk membeli produk anda.
  • Penentu keputusan: orang ini yang akan memberikan keputusan apakah akan membeli produk atau tidak.
  • Pembeli: orang yang mampu dan mau melakukan pembelian.
  • Penentu keputusan terakhir: orang yang akan membeli dalam jumlah besar.
  • Gatekeeper: orang yang menghalangi pembelian.

Jika anda memahami setiap peran tersebut, anda akan mampu menentukan strategi penjualan yang tepat untuk menjual produk anda dan menciptakan lebih banyak leads.

Leads adalah sekumpulan pelanggan yang menanggapi atau menunjukkan minat pada produk atau layanan. Lead ini bisa menjadi pelanggan potensial dan berpotensi untuk membeli produk atau layanan.

Menyusun value matrix

Setelah Anda mengetahui persona calon konsumen. Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan adalah menyusun value matrix. Apa itu value matrix? Value matrix adalah cara untuk mengidentifikasi masalah yang sedang dihadapi masing-masing peranan calon konsumen.

Saat anda mengetahui masalah konsumen, anda bisa menawarkan solusi yang tepat untuk mereka.

Mengetahui Customer Journey

Setelah menyusun value matrix, langkah selanjutnya dari strategi Go to Market (GTM) adalah mencari tahu customer journey. Customer journey merupakan proses yang dilalui konsumen dari mulai mengenal produk yang anda tawarkan hingga memutuskan untuk membelinya. Umumnya proses ini dikenal sebagai AIDA Model yang terdiri dari empat tahap yakni Attention, Interest, Desire dan Action.

Menentukan teknik pemasaran dan penjualan

Selanjutnya, anda bisa menentukan strategi yang tepat untuk memasarkan dan menjual produk. Setiap produk pastinya membutuhkan strategi khusus dan berbeda satu sama lain.

Untuk menentukan strategi yang efektif, anda harus mempertimbangkan empat hal. Unsur-unsur pemasaran tersebut disebut sebagai strategi pemasaran 4p yang meliputi Price, Product, Promotion dan Place.

Sementara itu, untuk memasarkan produk, anda bisa mencoba strategi social media marketing, digital marketing campaign, referral marketing, atau viral marketing.

Baca Juga :

Persiapkan tim support

Setiap peluncuran produk baru, pasti akan muncul kendala tertentu. Untuk mengantisipasinya, anda perlu menyiapkan tim support yang handal. Pastikan tim tersebut mampu mengatasi setiap permasalahan yang timbul.

Jika anda belum memiliki tim support yang solid berarti produk anda belum layak untuk dipasarkan.

Memberi umpan balik

Agar anda bisa memastikan semua strategi Go to Market (GTM) berjalan dengan lancar, anda harus mengevaluasi dengan menyaring feedback. Anda perlu memberikan feedback pada strategi pengembangan produk, pemasaran, dan juga penjualan. Feedback ini bisa Anda dapatkan dengan bertanya langsung pada konsumen melalui customer service, atau menggunakan email marketing.

Cara Mengukur Keberhasilan Go to Market Strategy

Setiap strategi bisnis yang dilakukan harus ditinjau ulang sehingga anda bisa memastikan keberhasilan strategi tersebut. Untuk mengukur tingkat keberhasilan Go to Market Strategy, anda harus memeriksa performa jangka pendek dan juga indikator pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Ada beberapa aspek yang bisa menjadi tolak ukur keberhasilan strategi bisnis anda.

Operasional

Pertama, adalah faktor operasional. Jika anda menggunakan website sebagai media pemasaran, anda bisa memeriksa berapa banyak kunjungan atau traffic website yang Anda dapatkan. Serta berapa jumlah calon konsumen yang menanyakan produk via chat atau telepon.

Keuangan

Anda juga harus memeriksa berapa biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran. Serta berapa pendapatan yang anda peroleh dari penjualan.

Ulasan

Anda juga harus mempertimbangkan ulasan dari konsumen. Lihat nilai ulasan yang pelanggan berikan di platform pihak ketiga seperti Google atau Trustpilot.

Itulah ulasan lengkap tentang Strategi Go to Market (GTM). Pastikan anda menerapkan strategi ini sebelum meluncurkan sebuah produk baru agar anda bisa memperoleh keberhasilan.

Selain menerapkan strategi GTM, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :