Apa Itu Google UTM dan Bagaimana Cara Menerapkannya

Google UTM adalah

Apakah kamu pernah mendengar tools untuk menganalisa trafik konten bernama Google UTM? Jika belum maka kamu harus membaca tentang Google UTM secara detail yang Kami bagikan disini.

Sudahkah kamu menghabiskan banyak biaya dan energi di banyak saluran pemasaran online seperti Facebook Marketing, Email Marketing hingga Google Ads tetapi tidak tahu saluran mana yang membawa lalu lintas ke situs website dengan cara yang terbaik? Atau konten seperti apa yang membawa lebih banyak konversi ke website yang Kamu miliki?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Kamu memerlukan tools bernama Google UTM, alat yang bermanfaat untuk membantu Kamu mengukur lalu lintas website dari berbagai saluran periklanan.

Apa itu Google UTM?

Menurut Wikipedia , UTM sendiri merupakan singkatan dari Urchin Tracking Module, atau kode UTM, adalah bagian sederhana dari kode yang ditambahkan ke URL khusus yang membantu melacak sumber, media, atau nama kampanye.

UTM Tracking Code dibuat oleh perusahaan perangkat lunak bernama Urchin, dan sejak tahun 2005 telah diakuisisi oleh Google. Tools ini sekarang dapat kita jumpai di Google Analytics dan dikenal dengan nama Google UTM.

Kode Google UTM memungkinkan Google Analytics untuk menganalisis dari mana pengunjung situs web kamu berasal, atau dari kampanye iklan mana berasal. Kode ini bekerja dengan menambahkan informasi ke tautan Kamu buat agar memberi Google Analytics lebih banyak informasi tentang tautan kamu buat.

Baca Juga :

5 Parameter Google UTM

Ada 5 parameter Google UTM yang berbeda, yang dapat digunakan termasuk:

  • utm_source: Identifikasi pengiklan, situs web, publikasi yang menghasilkan lalu lintas ke websitemu. Contoh untuk utm_source dapat berupa: Google ads, Facebook ads, dan blog.
  • utm_medium: Media periklanan atau pemasaran, misalnya cpc, banner, dan email.
  • utm_campaign: Nama kampanye, tagline, kode promosi, biasanya digunakan untuk suatu produk.
  • utm_term: Difungsikan untuk membuat parameter pada kata kunci di iklan berbayar. Jika Kamu ingin menandai sebuah kampanye iklan kata kunci berbayar dengan cara manual. Kamu bisa memanfaatkan parameter utm_term pada sebuah kata kunci yang kamu iklankan.
  • utm_content: berfungsi untuk membedakan sebuah link tautan atau konten serupa pada sebuah iklan yang sama.

Misalnya, Kamu dapat menggunakan pasangan nilai parameter berikut untuk kampanye iklan ramadhan sele :

  • utm_source=ramadhan-mailer untuk mengidentifikasi traffic yang berasal dari kampanye email marketing ramadhan Sale
  • utm_medium=email untuk menentukan lalu lintas yang berasal dari kampanye email marketing
  • utm_campaign=ramadhan-sale untuk menentukan keseluruhan kampanye iklan ramadhan sale

Jika kamu menggunakan parameter ini, URL kampanye khusus kamu buat akan menjadi:

https://www.example.com/?utm_source=ramadhan-mailer&utm_medium=email&utm_campaign=ramadhan-sale

Saat menambahkan parameter ke URL, kamu harus menggunakan utm_source, utm_medium dan utm_campaign.

Mengapa Perlu Menggunakan Google UTM Untuk Menganalisis Kampanye Iklan?

Jika kamu menghabiskan banyak waktu untuk berinvestasi di saluran periklanan media sosial, Kamu mungkin sudah menggunakan ratusan tautan berbeda untuk mengarahkan lalu lintas ke halaman website mu. Tetapi bagaimana kamu bisa mengetahui tautan mana yang paling efektif?

Kode Google UTM akan memungkinkan Kamu melacak kinerja setiap tautan tersebut, dan membantu kamu menentukan dari mana lalu lintas website berasal.

Kamu dapat menggunakan parameter UTM di link tautan untuk mendapatkan informasi umum, seperti berapa banyak lalu lintas yang saya dapatkan dari saluran media sosial.

Link tautan Google UTM dapat menjawab sebagian besar pertanyaan penting yang perlu diketahui oleh seorang digital marketing, seperti:

  • Dari mana lalu lintas ini berasal?
  • Bagaimana kamu mendapatkan lalu lintas ini?
  • Mengapa kamu mendapatkan lalu lintas ini?

Dalam istilah yang lebih sederhana, google UTM akan menceritakan sebuah kisah tentang bagaimana lalu lintas sampai ke website yang Kamu miliki. Untuk melakukan ini, google akan menggunakan 3 (hingga 4) komponen yang disebut parameter UTM (source, content, campaign dan medium).

Baca Juga :

manfaat menggunakan google utm

Cara Menerapkan Google UTM

Membuat Kode UTM

Google UTM Builder adalah alat yang dibuat oleh Google untuk membantu pengguna menghasilkan kode UTM. Kamu dapat mengaksesnya di sini: UTM Code Generator.

Ini adalah antarmuka untuk kamu ketahui agar dapat menghasilkan kode Google UTM, sekarang kita akan belajar tentang beberapa parameter yang ada di dalamnya.

  • Website URL : ini adalah tempat kamu memasukkan URL yang ingin kamu analisa. Misalnya: https://situssaya.com/Google-UTM/
  • Campaign Source : Identifikasi pengiklan, situs web, publikasi, dan lainnya yang mengirimkan lalu lintas ke website mu. Misalnya, ketika Kamu masuk dari facebook, dipahami bahwa sumber lalu lintas ini berasal dari facebook.
  • Campaign Medium : Media periklanan, misalnya CPC, email newsletter, banner, dan lainnya. Jika Source menentukan dari mana lalu lintas berasal, Medium akan menentukan bagaimana akses berasal dari saluran itu. Misalnya Source=facebook, Medium bisa berupa fanpage, grup, template iklan, postingan, dll.
  • Campaign Name : Nama kampanye iklan, kode promo slogan, dan lainnya untuk suatu produk. Misalnya, Kamu memiliki promosi ramadhan sale, maka url akan ditambahkan ramadhan_sale_2021.
  • Campaign Term : Digunakan terutama di Google Penelusuran untuk menentukan kata kunci penelusuran saluran berbayar untuk melihat kata kunci mana yang menghasilkan konversi lebih tinggi.
  • Campaign Content : Digunakan untuk membedakan sebuah link tautan pada iklan yang sama atau konten yang sama. Misalnya, jika terdapat 2 link tautan ajakan bertindak pada sebuah pesan email marketing yang sama. Kamu bisa memanfaatkan parameter utm_content dan menetapkan nilai yang berbeda pada link tautan yang dikirimkan. Jadi kamu bisa tahu versi link tautan mana yang lebih efektif untuk digunakan.

Setelah kamu mengetahui cara membuat kode UTM, Kamu sekarang perlu mengetahui bagaimana cara menerapkan Google UTM, agar dapat menganalisa Kampanye Pemasaran yang sedang kamu jalankan?

Cek Lalu Lintas Website Berasal

Alasan paling penting untuk menggunakan pelacakan UTM adalah untuk mengetahui dengan tepat dari mana lalu lintas website berasal. Untuk melakukan ini, Kamu perlu menggunakan parameter seperti source, campaign, dan medium.

Dengan parameter Google UTM yang telah dibuat, Kamu dapat melacak sumber-sumber ini dengan lebih tepat. Secara khusus, UT Tracking juga sangat berguna jika kamu ingin mengetahui saluran sumber dan lalu lintas langsung website Kamu di Google Analytics.

Di Google Analytics, Kamu dapat menuju ke menu Acquisition, kemudian ke All Traffic dan cari Referrals untuk melihat halaman mana yang membantu Kamu menghasilkan banyak lalu lintas.

Untuk bisnis yang memiliki banyak posting berbeda di media sosial. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik dari pos mana lalu lintas website berasal, kamu dapat menambahkan &utm_campaign= di akhir tautan. Dengan begitu kamu dapat melihat pos mana yang membantu kamu menghasilkan lalu lintas terbaik.

Lalu lintas langsung adalah salah satu sumber lalu lintas di Google Analytics. Biasanya mencakup orang-orang yang mengetikkan URL website secara langsung di browser.

Jadi, jika kamu tidak menambahkan UTM ke akhir tautan, lalu lintas kamu yang berasal dari saluran yang berbeda akan dianggap sebagai lalu lalu lintas langsung.

Ketahui Tautan Mana Yang Diklik Pengguna Dalam Kampanye

Misalnya, Kamu menjalankan kampanye email marketing ke pelanggan mu. Di setiap email, ada tautan tambahan serta CTA ke situs web yang berbeda.

Kamu dapat melihat pesan mana yang dibuka dan rasio klik-tayang dari masing-masing pesan tersebut. Tetapi bagaimana Kamu tahu tautan mana yang mendapatkan klik paling banyak dan mana yang diabaikan oleh pelanggan?

Itu sebabnya kamu harus menggunakan kode Google UTM. Dengan menambahkan parameter UTM_content ke setiap tautan yang berbeda, kamu dapat melacak jumlah klik yang masuk.

Kemudian Kamu masuk ke Google Analytics dan masuk ke menu Acquisition, kemudian klik menu Overview, pilih Campaigns dan terakhir memilih All Campaigns. Sehingga kamu dapat melihat tautan mana dalam kampanye email marketing yang menghasilkan lalu lintas paling banyak.

Mengelompokkan Lalu Lintas Berdasarkan Media

Misalnya, Kamu menjalankan kampanye pemasaran di saluran media sosial untuk klien. Kamu harus berbagi konten di jejaring sosial populer seperti Facebook, Twitter, dll. Lalu lintas ini semuanya ditampilkan sebagai saluran Social di Google Analytics.

Baca Juga :

Namun, jika Kamu ingin mempromosikan konten di situs jejaring sosial yang tidak dikenali oleh Google Analytics sebagai sumber lalu lintas Social. Kamu harus menambahkan parameter UTM_medium=social, Sehingga kamu dapat melacak kinerja kampanye di semua situs media sosial dengan lebih mudah.

Lacak Kinerja Lalu Lintas Dari Berbagai Kampanye

Jika Kamu menjalankan kampanye iklan diskon 25%, Kamu dapat mengatur tautan UTM seperti ini:

  • utm_campaign=diskon25&utm_source=facebook
  • utm_campaign=diskon25&utm_source=twitter&utm_content= first-link

Atau jika Kamu ingin melacak kinerja Pemasaran untuk profil pelanggan yang berbeda:

  • utm_campaign=klient1
  • utm_campaign=klient2