Metode Menghitung Growth Rate Dan Rumus Lengkapnya

Menghitung Growth Rate

Menghitung growth rate penting dilakukan untuk memahami nilai aset atau investasi yang dimiliki. Perhitungan rasio pertumbuhan ini mampu mengukur perubahan nilai aset dari waktu ke waktu.

Jadi, Anda perlu memahami metode perhitungan ini ketika berhadapan dengan aset atau investasi, seperti ROI (return on investment).

Return on investment adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.

Dalam penghitungan ROI, nilai yang dicari adalah persentase keuntungan dari investasi berdasarkan laba keseluruhan dan biaya yang dikeluarkan. Dengan begitu, bisa diketahui dengan jelas tingkat profitabilitas dari suatu investasi.

Lalu, bagaimana cara menghitung growth rate?

Bagi yang belum begitu memahami cara menghitung rasio pertumbuhan ini, yuk simak ulasannya terlebih dahulu di bawah ini.

Pengertian Growth Rate

Growth rate diartikan sebagai tingkat pertumbuhan, yaitu dalam konteks nilai investasi, portofolio, aset, dan bisnis dalam periode tertentu.

Perhitungan tingkat pertumbuhan ini akan membeberkan informasi penting mengenai investasi dan aset yang dimiliki.

Manfaat Menghitung Tingkat Pertumbuhan

Dengan menghitung tingkat pertumbuhan ini, Anda bisa mendapatkan beberapa manfaat penting, yaitu sebagai berikut.

  • Mengetahui persentase perubahan populasi dan pertumbuhan bisnis secara menyeluruh dari tahun ke tahun (Year Over Year Growth).
  • Menghitung pertumbuhan kinerja bisnis yang sesuai harapan (organic growth)
  • Mengetahui pertumbuhan dari aset dan investasi lainnya di masa depan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Growth Rate

Pada dasarnya, rasio pertumbuhan suatu perusahaan bisa berubah-ubah. Karena itu, kita harus mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi growth rate, seperti :

1. Perkembangan dalam Sektor Industri

Sektor industri akan menunjukan tingkat growth rate lebih pesat. Ketika kita bandingkan dengan sektor bisnis lainnya.

Contohnya perusahaan bidang industri teknologi akan memiliki pertumbuhan lebih cepat. Jika dibandingkan sektor lainnya.

2. Kondisi Ekonomi Suatu Negara

Faktor kedua yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan adalah kondisi ekonomi negaranya. Jika kondisi ekonominya sedang tidak sehat, perusahaan yang sukses sekalipun akan mengalami rasio pertumbuhan yang lambat

Baca Juga :

3. Usia Perusahaan

Pada siklus bisnis tertentu, perusahaan memang memiliki tingkat pertumbuhan yang berubah-ubah. Ketika baru memulai bisnisnya, tingkat pertumbuhannya memang terbilang tinggi. Hal ini karena mereka baru menerima berbagai dana investasi dan modal.

Pertumbuhan bisnis baru bisa berkembang pesat. Karena audiens masih merasa penasaran. Seiring berkembangnya waktu, tingkat pertumbuhannya bisa menunjukkan angka yang stagnan.

4. Modal Perusahaan

Faktor selanjutnya yang dapat mempengaruhi hasil tingkat pertumbuhan adalah capital atau modal. Pada dasarnya, akses perusahaan terhadap sumber daya pun mengalami peningkatan.

Ada juga bisnis yang mengalami pertumbuhan lebih tinggi. Namun tidak memiliki modal dalam bentuk tunai. Terutama untuk membeli peralatan dan mempekerjakan staf yang dibutuhkan.

Metode yang Digunakan dalam Menghitung Growth Rate

Kita dapat menghitung growth rate dengan menggunakan beberapa metode berikut :

1. Perubahan Persentase Garis Lurus

Untuk menghitung rasio pertumbuhan pertama bisa menggunakan metode ini.

Terutama untuk menghitung tingkat pertumbuhan yang masih sederhana dan tidak perlu banyak perbandingan.

Kekurangan metode ini adalah tidak memberikan hasil yang seragam. Terutama untuk perubahan yang hasilnya negatif selama pertumbuhan.

2. Menggunakan Titik Tengah

Metode kedua adalah metode titik tengah. Dengan memperhatikan titik tengah, kita dapat mengetahui informasi perbandingan. Menerapkan metode ini memberikan hasil yang seragam.

Untuk menghitung dengan metode titik tengah. Kita harus menggunakan rata-rata nilai wal dan akhir.

3. Menghitung Rata-Rata dari Periode Sebelumnya

Ketika ingin membandingkan perubahan pertumbuhan selama beberapa tahun. Menerapkan metode ini sangatlah tepat.

Rumus Menghitung Growth Rate dengan Metode Persentase Perubahan Garis Lurus

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mengetahui hasil perhitungan rasio pertumbuhan dengan metode persen perubahan garis lurus.

1. Memasukkan Rumus

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menuliskan rumus untuk mengetahui nilai asli dan nilai baru. Rumus ini didapat dari pembagian antara perubahan mutlak dengan nilai asli di dalamnya.

Tingkat Pertumbuhan = Perubahan Mutlak : Nilai Asli

Baca Juga :

2. Menemukan Perubahan Mutlak

Langkah menghitung growth rate selanjutnya adalah dengan mencari perubahan mutlak. Caranya tinggal mengurangi nilai baru dengan nilai asli.

Perubahan Mutlak = Nilai Baru – Nilai Asli

3. Menghitung Tingkat Pertumbuhan

Langkah ini dilakukan dengan membagi perubahan mutlak dengan nilai asli yang dihasilkan, yaitu sebagai berikut.

Tingkat Pertumbuhan = Perubahan Mutlak : Nilai Asli

4. Konversikan ke Persentase

Langkah terakhir, Anda harus mengkonversikan tingkat pertumbuhan yang sudah dihitung menjadi bentuk persentase.  Caranya cukup mengalikan tingkat pertumbuhan dengan angka 100.

Persentase Perubahan = Tingkat Pertumbuhan x 100

Rumus Menghitung Growth Rate dengan Metode Titik Tengah

rumus menghitung growth rate

Cara menghitung growth rate dengan metode titik tengah adalah sebagai berikut :

1. Menuliskan Rumus

Langkah pertama yang harus diketahui adalah dengan menulis rumus titik tengah. Rumus tersebut berfungsi sebagai perhitungan dasar. Untuk metode ini, Anda harus mencari nilai asli, nilai baru, dan nilai rata-rata.

Rumus Tingkat Pertumbuhan = Perubahan Mutlak : Nilai Rata-Rata

2. Mencari Perbedaan Nilai Sekarang dengan Nilai Masa Lalu

Langkah ini dilakukan dengan mengurangi nilai sekarang dengan nilai di masa lalu. Dengan demikian, Anda bisa menemukan perbedaannya  sebelum menghitung rasio pertumbuhan bisnis.

Nilai Sekarang – Nilai Masa Lalu

Baca Juga :

3. Mengalikan Hasil dengan Daya

Berikutnya, Anda hanya perlu  mengalikan selisih dari langkah yang sebelumnya. Caranya dengan membagi perbedaan nilai dengan 1 (pangkat) dan N (jumlah tahun).

(Perbedaan) 1 : N

4. Mengurangi dengan Angka 1

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mengurangi satu dari jawaban dari langkah sebelumnya, yaitu langkah ketiga.

Tingkat Pertumbuhan = Hasil Perhitungan Langkah 3 – 1

5. Konversikan dalam Persentase

Langkah berikutnya yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah hasilnya dalam bentuk persentase. Dengan menghitung rasio pertumbuhan dengan metode tersebut, Anda tinggal mengkalikannya dengan angka 100.

Persentase Perubahan = Tingkat Pertumbuhan x 100

Contoh Kasus Growth Rate

Untuk memahami pembahasan rasio pertumbuhan lebih mendalam, berikut contoh kasus yang bisa disimak.

1. Menggunakan Metode Perubahan Persentase Garis Lurus

Melalui contoh kasus di bawah ini, kita akan mencari tingkat pertumbuhan dari jumlah mahasiswa yang terdaftar di Universitas X dalam dua tahun terakhir. Tahun 2021 ini, terdapat 489 mahasiswa. Lebih banyak daripada tahun sebelumnya pada 2020 yang hanya 402 mahasiswa.

Berikut perhitungan perubahan persentase garis lurusnya adalah sebagai berikut.

  • Growth rate = 489-302 : 402
  • Perubahan mutlak = 87 (489-402)
  • Growth rate = 0,2164 (87/402)
  • Persentase perubahan = 21,64% (0,2164 x 100)

2. Menggunakan Metode Titik Tengah

Cara menghitung rasio pertumbuhan berikutnya adalah menggunakan metode titik tengah. Masih dalam kasus pertumbuhan jumlah mahasiswa Universitas X, nilai aslinya adalah 489 dan nilai barunya 402.

Pada langkah ini akan dibuat perhitungan untuk persentase garis lurus pada angka yang sama yaitu (402-489) : 489. Pertumbuhan dalam contoh ini menunjukkan adanya regresi. Adapun perubahan persentase garis lurus  ternyata nilainya negatif, yaitu -17%.

Sementara itu, masalah titik akhir ditunjukkan dengan persentase perubahan sebesar 21% yang nilainya positif.

Dengan menghitung growth rate, rasio pertumbuhan perusahaan bisa dianalisis. Pebisnis pun bisa melihat gambaran keberhasilan perusahaannya dengan rumus yang cukup sederhana.

Baca Juga :