Memahami Growth Strategy dan Perbedaannya dengan Growth Hacking

growth strategy adalah

Growth strategy atau strategi pertumbuhan merupakan strategi penting yang perlu perusahaan terapkan untuk meningkatkan pangsa pasar dan menghindari risiko kebangkrutan.

Strategi pertumbuhan mirip seperti tangga, di mana anak tangga bagian bawah menggambarkan risiko yang lebih rendah dan kemungkinan dampak pertumbuhan yang lebih lambat. Setiap anak tangga menandakan tantangan yang harus Anda atasi untuk melanjutkan bisnis ke jenjang yang berikutnya.

Contohnya adalah bisnis kecil dan menengah (UMKM) dan rintisan (startup) yang harus berfokus pada strategi yang berada pada anak tangga bagian bawah. Kemudian secara bertahap naik ke anak tangga di atasnya. Tanpa adanya strategi pertumbuhan dan rencana bisnis, maka Anda tidak bisa menyusun strategi bisnis yang tepat untuk mendapatkan kesuksesan.

Sebab menurut survei dari Fundera, ada sekitar 50% bisnis yang mampu bertahan di tahun kelima, sementara hanya 30% yang berhasil mencapai sepuluh tahun. Ini berarti, rata-rata 50% bisnis mengalami kebangkrutan atau gulung tikar sebelum mampu menginjak tahun kelima. Jadi, apabila bisnis Anda belum menerapkan growth strategy, maka mulailah merumuskannya dari sekarang juga.

Apa Itu Growth Strategy?

Strategi pertumbuhan atau growth strategy adalah metode yang harus perusahaan terapkan untuk menangkap pangsa pasar yang lebih besar. Fungsinya adalah untuk mendapatkan posisi di pasar (market positioning) dan menopang bisnis dalam jangka panjang.

Ada sejumlah faktor yang memiliki pengaruh besar untuk strategi pertumbuhan. Antara lain target pasar dan lead yang belum tersentuh, persaingan dengan kompetitor di pasar, saluran distribusi, marketing strategy, kondisi pasar, serta lingkungan bisnis.

Secara umum, growth strategy bisa Anda analogikan seperti meniti anak tangga. Saat menaiki tangga, maka Anda perlu berhati-hati dengan setiap langkah yang Anda ambil. Sebab, ada banyak pesaing atau kompetitor yang berharap agar Anda terjatuh.

Bukan hanya pesaing saja, faktor-faktor dari luar juga bisa menyebabkan Anda melakukan kesalahan dalam menaiki anak tangga. Sehingga bukan hal yang mustahil apabila Anda mengalami kegagalan. Oleh karena itu, yang harus Anda lakukan adalah menyusun strategi bisnis dengan matang serta berfokus pada target dan tujuan bisnis.

digital marketing agency

Dengan fokus dan strategi yang matang, peluang Anda untuk bisa mempertahankan, mengembangkan, serta meningkatkan pertumbuhan bisnis (growth rate) pun akan semakin terbuka lebar.

Baca Juga :

Perbedaan Growth Strategy dan Growth Hacking

Saat mengetahui definisi dari growth strategy, mungkin Anda akan mengingat strategi growth hacking. Bahkan, tak sedikit pelaku bisnis yang kesulitan untuk membedakan keduanya. Namun, kedua strategi ini sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Strategi pertumbuhan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan pengujian dan pendekatan tertentu. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan bisnis dari berbagai aspek. Mulai dari meningkatkan penjualan (sales growth), meningkatkan brand equity, mempertahankan bisnis dalam jangka panjang, hingga meningkatkan enterprise value.

Sementara di sisi lain, strategi growth hacking cenderung menghasilkan pertumbuhan besar-besaran  dalam waktu singkat. Bahkan, strategi ini seringkali membutuhkan proses yang murah dengan tujuan jangka pendek. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah dua perbedaan utama strategi pertumbuhan dan strategi growth hacking yang perlu Anda pahami:

  • Hasil: Growth strategy memberikan hasil yang stabil dan lambat. Sedangkan growth hacking cenderung memberikan hasil yang cepat dan tergolong instan.
  • Kecepatan Implementasi: Strategi pertumbuhan membidik tujuan jangka panjang. Contohnya adalah bisnis kecil yang perlahan-lahan terus berkembang selama beberapa tahun. Sementara itu, growth hacking fokus pada pertumbuhan basis pengguna dengan cepat dan dengan harga rendah. Strategi ini menggunakan teknik dan saluran tertentu untuk mewujudkannya.

Cara Mengembangkan Growth Strategy

cara mengembangkan growth strategy

Ada beberapa faktor kunci yang perlu Anda kuasai untuk menerapkan strategi pertumbuhan ini pada bisnis Anda. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing faktor tersebut:

1. Melakukan Analisis Pasar

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah melakukan analisis dan riset pasar. Yaitu dengan melakukan analisis kompetitor atau competitive analysis, menganalisis sentimen audiens terhadap produk Anda, menganalisis efektivitas strategi marketing dan strategi branding yang Anda gunakan, menganalisis kelemahan dan kekuatan bisnis, serta menganalisis kebutuhan konsumen dengan market orientation. Tujuannya adalah agar Anda fokus menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen (customer centric), sehingga mereka akan tertarik menggunakan produk Anda.

Riset dan analisis pasar ini penting Anda lakukan guna mengetahui bagaimana posisi bisnis Anda saat ini di antara industri serupa. Selain itu, dengan melakukan strategi analisis pesaing, Anda juga bisa membandingkan kelemahan dan kekuatan dari produk mereka dengan milik Anda. Sebab, bukan hal yang mustahil apabila daya saing Anda di pasar mengalami penurunan ketimbang kompetitor lantaran tidak melakukan analisis dengan tepat.

2. Fokus pada Pertumbuhan Jangka Panjang

Sebagaimana pemaparan sebelumnya, growth strategy berbeda dengan growth hacking yang terkesan ingin mendapatkan hasil secara cepat. Sebab strategi pertumbuhan lebih fokus untuk mengembangkan dan menumbuhkan bisnis dalam jangka panjang. Tujuannya tentu saja agar bisnis dapat terus bertahan dan berkembang meskipun berada di tengah persaingan industri.

Untuk menerapkannya, maka Anda perlu memutuskan strategi pertumbuhan jangka panjang mana yang akan bisnis Anda gunakan. Berikut adalah beberapa jenis strategi yang bisa Anda coba:

Network effect

Merupakan suatu strategi yang berguna untuk meningkatkan nilai produk atau layanan seiring dengan semakin banyaknya orang yang menggunakannya. Terdapat enam kekuatan yang berkontribusi pada network effect, yaitu buyer-to-seller cross side, buyer same side, direct-to-buyer, seller-to-buyer cross side, seller same side, serta direct-to-seller.

Baca Juga :

Pendekatan Tatap Muka

Strategi ini mengacu pada peningkatan kesadaran merek (brand awareness) dan penggunaannya dengan menghubungi calon pelanggan secara langsung. Contoh penerapan strategi ini adalah pada aplikasi kencan online. Di mana aplikasi tersebut menargetkan segmentasi dan demografi tertentu. Untuk menumbuhkan jumlah pengguna, aplikasi ini juga menyelenggarakan event atau acara pertemuan secara langsung.

Strategi Produk Gratis

Sesuai dengan namanya, strategi ini menarik perhatian lead dengan menawarkan produk gratis di awal. Ini merupakan strategi yang sangat cocok bagi bisnis yang mengedepankan kualitas produk untuk mendorong penjualan (product-led growth) dan SaaS.

Contohnya adalah aplikasi streaming musik yang memberikan trial gratis terlebih dahulu kepada pengguna dalam jangka waktu tertentu. Apabila pengguna mulai nyaman menggunakan aplikasi tersebut, maka mereka pun tak akan berpikir panjang untuk membeli paket premium agar bisa terus menggunakannya.

Sehingga, dapat kita simpulkan bahwa kunci dari strategi ini terletak pada kualitas produk dan kepuasan pelanggan atau customer satisfaction. Dengan memenuhi kedua faktor tersebut, kesempatan Anda untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan setia yang loyal terhadap brand (brand loyalty) pun akan meningkat. Begitu pula dengan peningkatan conversion rate dan brand authority. Bahkan, Anda bisa menjaring banyak lead baru jika pelanggan setia Anda melakukan advocacy karena merasa puas dengan kualitas produk.

Strategi Bonus Referral

Tujuan utama dari strategi bonus referral ini adalah mempertahankan pelanggan setia yang Anda miliki (customer retention). Seperti yang kita tahu, pelanggan tetap memiliki nilai yang lebih tinggi (CLV) ketimbang pelanggan baru. Bahkan, pelanggan tetap menjadi salah satu faktor utama untuk mempertahankan bisnis.

Selain bonus referral, Anda juga bisa membangun customer loyalty program. Ini merupakan program khusus untuk pelanggan setia Anda yang telah melakukan pembelian berulang kali dalam customer lifecycle. Misalnya, Anda bisa memberikan hadiah bagi pelanggan yang mencapai jumlah pembelian tertentu.

3. Mengukur Pertumbuhan

Setelah Anda memilih strategi pertumbuhan jangka panjang untuk bisnis, sekarang saatnya bagi Anda untuk mengukur pertumbuhan. Anda bisa mengukur dengan rentang periode tertentu. Misalnya bulanan, triwulanan, atau tahunan. Pengukuran ini dapat Anda hitung dengan indikator seperti monthly recurring revenue (MRR), hingga year over year growth (YoY).

Selain mengukur pertumbuhan bisnis, Anda juga perlu mengajak seluruh tim untuk kompak mewujudkannya bersama-sama. Dengan demikian, tim Anda akan secara sadar memperhitungkan faktor internal dan eksternal yang bisa memengaruhi perkembangan bisnis. Anda juga bisa menetapkan KPI untuk mengukur seberapa efektif performa tim untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis bersama-sama.

Itulah penjelasan mengenai growth strategy beserta cara mengembangkan dan perbedaannya dengan growth hacking. Bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis jangka panjang, maka menerapkan strategi pertumbuhan adalah hal penting yang harus Anda lakukan.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.