High Risk Investment : Pengertian, Contoh, dan Tips Berinvestasi

high risk investment adalah

Setiap investasi tentunya memiliki tingkat risiko yang beragam. Begitu pula dengan setiap orang yang memiliki kemampuan berbeda dalam memilih risiko investasi. Ada yang enggan mengambil investasi risiko tinggi (high risk investment), namun ada pula yang justru memilihnya karena dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan (profit).

Meski sangat berisiko, namun data menunjukkan bahwa sebagian besar pemula dalam dunia investasi justru tertarik untuk berinvestasi risiko tinggi. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi risiko tinggi, ketahui dulu contoh dan tipsnya melalui artikel berikut ini!

Apa Itu High Risk Investment?

Melansir dari Investopedia, investasi risiko tinggi atau high risk investment adalah investasi yang kemungkinan untuk mengalami kerugian lebih besar ketimbang mendapatkan untung.

Namun, meski suatu investasi memiliki risiko besar, bukan berarti Anda harus menghindar. Yang perlu Anda lakukan adalah menganalisis risiko investasi dan menyadari konsekuensinya. Ini berbeda dengan investasi risiko rendah (low risk investment) yang tidak memiliki risiko kerugian terlalu besar, namun juga tidak memberikan nilai tinggi untuk portofolio.

Namun perlu Anda pahami bahwa semakin tinggi risiko suatu investasi, biasanya return atau keuntungan yang akan diperoleh juga semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika risikonya rendah, keuntungan yang dihasilkan juga rendah.

Contoh Produk High Risk Investment

Bagi Anda yang ingin berinvestasi risiko tinggi, kenali dulu beberapa contohnya. Berikut adalah beberapa di antaranya :

1. Kontrak Opsi Saham (KOS)

Mengutip dari OJK, Kontrak Opsi Saham (KOS) adalah salah satu produk derivatif dari saham. Derivatif sendiri berarti kontrak atau perjanjian yang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Maka dari itu, nilai KOS juga tergantung pada nilai saham acuannya.

KOS akan memberikan hak untuk membeli dan atau hak untuk menjual atas aset yang menjadi dasar harga derivatif.

digital marketing agency

Perlu Anda ketahui bahwa Kontrak Opsi Saham adalah instrumen investasi yang kuat, sebab bisa menjadi nilai besar bagi portofolio Anda. KOS juga bisa memberikan perlindungan terhadap penurunan nilai stock market.

Baca Juga :

2. Initial Public Offering (IPO)

Ini merupakan contoh high risk investment yang paling umum dan sering dipilih oleh pemula. IPO adalah proses penawaran saham yang dilakukan oleh perusahaan atau emiten secara terbuka untuk publik.

Apabila Anda membeli saham di Initial Public Offering atau IPO saat perusahaannya undervalued, maka Anda berkesempatan untuk mendapatkan return yang tinggi ketika ada penyesuaian valuasi. IPO termasuk dalam high risk investment karena ada kemungkinan perusahaan yang baru melantai tersebut gagal menghasilkan return untuk investor.

3.  Cryptocurrency

cryptocurrency investment

Ini merupakan aset atau uang digital yang bisa Anda tukarkan dengan cara yang sama seperti mata uang biasa. Cryptocurrency sendiri telah marak di masyarakat umum dan memiliki banyak jenis. Namun, yang paling terkenal adalah Bitcoin.

Cryptocurrency bisa menghasilkan return yang tinggi, namun risikonya juga cukup besar. Beberapa di antaranya adalah :

  • Regulasi yang belum jelas
  • Harganya yang sangat tidak stabil
  • Kompleksitas yang tinggi
  • Rentan terhadap serangan cyber

4. Foreign Emerging Market

Contoh high risk investment yang satu ini memungkinkan Anda untuk berinvestasi pada negara yang sebelumnya memiliki pertumbuhan ekonomi rendah, tetapi saat ini sedang bertumbuh ke level yang lebih tinggi.

Beberapa instrumen investasi yang tersedia antara lain obligasi pemerintah atau saham dari sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan. Risiko terbesar dari contoh investasi ini adalah ketika pertumbuhan ekonomi negara tersebut bisa mengalami penurunan kapan saja.

Baca Juga :

5. Venture Capital

Contoh high risk investment yang satu ini tentunya sudah tak asing bagi startup. Sebab ini merupakan jenis investasi di mana Anda akan memberikan modal atau pendanaan untuk perusahaan rintisan (startup).

Umumnya, venture capital memiliki minimum pendanaan yang cukup tinggi. Namun, return on investment yang dihasilkan juga akan tinggi ketika startup tersebut mampu menghasilkan profit. Sedangkan risiko terbesarnya sudah tentu ketika startup tersebut mengalami kegagalan.

Misalnya manajemen operasional yang belum matang, strategi marketing campaign yang tidak maksimal, pengembangan produk yang belum sempurna, dan lain sebagainya.

6. Real Estate Investment Trust (REIT)

Merupakan perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan real estate komersial, seperti perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan lain-lain. Berinvestasi di Real Estate Investment Trust dapat memberikan beberapa keunggulan, seperti mendapatkan perpajakan khusus tetapi menghasilkan dividen yang cukup tinggi. Namun, REIT rentan terhadap kerugian karena nilainya mudah dipengaruhi oleh kondisi ekonomi suatu negara serta tingkat suku bunga.

Tips Berinvestasi Pada Produk High Risk Investment

Pada dasarnya, semua investasi tentunya memiliki risiko masing-masing. Begitu pula dengan high risk investment. Yang perlu Anda lakukan adalah berhati-hati dalam mengambil keputusan sebelum berinvestasi. Oleh sebab itu, ketahui tips berinvestasi pada produk investasi risiko tinggi berikut ini:

1. Lakukan Riset Secara Mendalam

Hal paling penting yang wajib Anda lakukan adalah mencari tahu semua informasi terkait investasi yang Anda pilih. Lakukan riset mendalam sebab beberaa jenis investasi memiliki mekanisme yang kompleks. Pastikan Anda telah memahami seluruh aturan dan kondisinya.

Ingat, jangan memaksa untuk berinvestasi apabila Anda masih mengalami kebingungan. Pastikan Anda telah memahami seluruh risikonya sejak awal. Jangan ragu untuk bertanya pada orang lain apabila ada hal yang belum Anda pahami dengan benar.

2. Jangan Mengambil Keputusan Terlalu Cepat

Setelah melakukan riset, Anda tidak boleh mengambil keputusan dengan terburu-buru atau terlalu cepat. Pahami benar risiko yang mungkin saja akan Anda dapatkan ketika telah berinvestasi. Anda juga bisa mambandingkan dengan investasi lain yang lebih menguntungkan atau menghasilkan profitabilitas lebih tinggi.

Itulah penjelasan mengenai apa itu high risk investment beserta produk-produk dan tips untuk berinvestasi. Selain berhati-hati dalam memilih produk investasi, pastikan Anda memilih perusahaan yang berada di bawah pengawasan lembaga keuangan.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.